Latest News

Menko Airlangga: Indonesia Apresiasi dukungan Cina atasi Pandemi

Berita Golkar – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan Jakarta menghargai dukungan Cina dalam menangani pandemi dan berharap dapat memperkuat kerja sama bilateral.

Dalam wawancara eksklusif baru-baru ini dengan Xinhua, Airlangga Hartarto yang juga menjadi Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), mengatakan pemerintah Indonesia menyambut baik perusahaan Cina untuk berinvestasi di Indonesia, terutama di bidang infrastruktur, teknologi, dan ekonomi digital melalui kualitas dan kemitraan yang berkelanjutan.

Ia berharap kerja sama tersebut akan fokus pada penelitian, pengembangan dan produksi vaksin, serta pemulihan ekonomi kedua negara.

“Indonesia meyakini menghadapi tantangan global, kedua negara harus meningkatkan kerja sama dan mendorong kemajuan baru dalam hubungan bilateral yang komprehensif di masa depan,” ujar Airlangga.

Sejalan dengan hal tersebut, Airlangga menambahkan bahwa Indonesia berharap dapat lebih banyak berkolaborasi dengan Cina untuk mengurangi dampak rantai pasokan global yang terpukul pada bidang ekonomi.

Indonesia dan Cina telah menjalin hubungan diplomatik selama 71 tahun, dan kedua belah pihak menjalin kemitraan strategis pada tahun 2005. Sekarang Cina adalah tujuan ekspor terbesar bagi Indonesia.

Data Kedutaan Besar Cina di Indonesia menunjukkan bahwa untuk semester pertama tahun ini, volume perdagangan bilateral mencapai 53,57 miliar dolar AS, naik 50,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ekspor Indonesia ke Cina sebesar 26,28 miliar dolar, naik 52 persen, mencapai struktur perdagangan bilateral yang lebih seimbang. Investasi langsung Cina di Indonesia sebesar 1,11 miliar dolar, meningkat 17,4 persen.

Salah satu proyek infrastruktur teladan antara Cina dan Indonesia adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang sedang berlangsung, yang paling mewakili pencapaian substansial dalam Belt and Road Initiative (BRI).

Disampaikan juga oleh Airlangga bahwa, penandatanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) bersama 14 negara akan menciptakan peluang yang sangat besar bagi Indonesia.

“Dalam rangka mempersiapkan masuknya Indonesia ke era perdagangan Asia baru melalui RCEP, pemerintah telah mengeluarkan banyak kebijakan untuk menghilangkan hambatan berbisnis di sini dan untuk meningkatkan kapasitas industri dan ekonomi Indonesia,” tambah Airlangga.

Dia mengatakan salah satu kebijakan tersebut adalah undang-undang penciptaan lapangan kerja yang baru diterbitkan, yang bertujuan untuk mengefektifkan berbagai sistem perizinan yang ada di berbagai sektor, menyederhanakan proses pembebasan lahan dan memperkuat skema investasi pemerintah.

“Diharapkan dengan kebijakan tersebut, Indonesia dapat mengambil manfaat maksimal dari kesepakatan RCEP di masa mendatang,” ungkap Airlangga Hartarto.

Scroll to top