Latest News

Legislator Golkar Apresiasi Pemerintah RI dalam Tanggapi Konflik Israel-Palestina

Berita Golkar – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Christina Aryani menyatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah RI dalam menanggapi perkembangan terkini situasi konflik Israel-Palestina.

Christina menyatakan, dirinya sangat menyayangkan eskalasi konflik antara Israel dan Palestina yang berujung pada jatuhnya korban. Terutama dari masyarakat sipil.

Hal ini menjadi penanda bahwa teramat penting bagi kedua belah pihak untuk menahan diri guna mencegah eskalasi konflik meningkat menjadi perang terbuka.

Pihaknya mendukung Pemerintah RI yang mengupayakan dorongan penyelesaian melalui berbagai lini. Termasuk melalui Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestines (CEIRPP).

Di mana Indonesia adalah wakil ketuanya. Selain itu, Indonesia juga bergerak melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan juga Gerakan Non Blok.

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah. Dorongan upaya penyelesaian ini perlu terus dilakukan dengan maksimal guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban di kedua belah pihak,” kata Christina Ariyani, Minggu (16/5/2021).

Menurutnya, saat ini Israel juga tengah mengalami permasalahan internal, dimana pasca pemilu Maret lalu, Perdana Menteri Netanyahu gagal membentuk koalisi pemerintahan.

Presiden Reuven Rivlin telah menunjuk legislator Yair Lapid, ketua Partai Yesh Atid (Future Party) untuk membentuk koalisi pemerintahan dalam rentang waktu kurang dari 28 hari.

Baginya, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri akibat fragmentasi partai politik di parlemen di Israel. Kegagalan membentuk koalisi pemerintahan akan memaksa Israel kembali melaksanakan pemilu legislatif kelima sejak tahun 2019.

“Sejauh yang kami pahami, Lapid mendukung dilakukannya negosiasi dengan Palestina serta akan solusi dua negara atau two-state solution yang kami juga percaya menjadi satu-satunya jalan mengakhiri konflik kedua negara,” kata dia.

Dia juga menyinggung data dari KBRI Amman yang mencatat terdapat total 11 WNI di Palestina. Dimana 9 orang berada di Jalur Gaza dan 2 orang di Tepi Barat.

“Mereka dalam kondisi baik, meski tetap selalu waspada terhadap perkembangan situasi keamanan, mematuhi himbauan bepergian kecuali untuk kepentingan mendesak, serta senantiasa menjalin komunikasi dengan KBRI kita,” katanya.

Scroll to top