DPD GOLKAR

Dodi Reza Alex Hadiri Musda X Partai Golkar Lahat

blank

Berita Golkar –Musyawarah Golkar ke X resmi dibuka di Lahat, Selasa (4/8/2020). Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatra Selatan, Dodi Reza Alex Noerdin menghadiri Musyawarah Golkar ke IX tersebut di Ballroom Grand Zuri Hotel Lahat.

Hadir pula Bupati lahat H Cik Ujang dalam kegiatan tersebut. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat Drs H Parhan Berza mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel, serta seluruh tamu undangan dari berbagai partai.

“Saya sampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang pada ketua DPD partai Golkar Provinsi beserta rombongan serta tamu undangan lainnya,” kata dia.

Sebagai ketua DPD Partai Golkar Lahat, dirinya siap menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Partai Golkar kepada calon ketua yang baru.

“Sudah saatnya ada regenerasi, tongkat kepemimpinan Partai Golkar di Lahat akan segera bergulir. Saya berharap agar generasi selanjutnya siap membesarkan partai Golkar. Harapan kedepan, kepemimpinan ketua yang baru dapat mengimbangi partai-partai besar yang ada di Kabupaten Lahat,” tutup Parhan.

Baca Juga : Golkar Kota Bandung Gelar Musda X, Ini Agendanya

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan Dody Reza Alex Noerdin mengucapkan terima kasih atas dedikasi Parhan sebagai ketua DPD Partai Golkar di Kabupaten Lahat.

“Hari ini musda yang ke-X Partai Golkar di Kabupaten Lahat dan ini musda yang paling baik. Siapapun yang terpilih akan saya berikan tugas berat yang di harapkan dapat membawa martabat partai sampai pelosok desa,” ujar Dodi.

Sumber

Dapat Dukungan dari Raja Pemecutan untuk Pilkada Badung, Ini Tanggapan Giri Prasta

Berita– Belum keluarnya rekomendasi untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Badung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Badung tahun 2020, I Nyoman Giri Prasta tengah banyak mendapat dukungan.

Salah satu yang mendukung Giri Prasta yakni Raja Pemecutan AA Ngurah Manik Parasara atau Ide Cokorda Pemecutan XI.

Hal itu pun terlihat pada Selasa (4/8/2020) sebelum agenda Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung dimulai, AA Ngurah Manik Parasara mengaku mendukung pasangan Giriasa (Giri Prasta Suiasa) pada pilkada 2020 yang akan datang.

Cok Pemecutan pun tiba-tiba ada di Gedung DPRD Badung.

Sesepuh Partai Golkar ini datang seorang diri secara khusus, mengaku ingin bertemu dengan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Kehadiran Cok Pemecutan pun langsung diterima Bupati Giri Prasta didampingi Wakil Bupati I Ketut Suiasa di lobi lantai III Gedung DPRD Badung.

Ternyata, kehadiran Cok Pemecutan untuk menyatakan dukungan kepada Giri Prasta.

“Keluarga saya pendiri Kerajaan Badung. saya berhak memilih pemimpin saya,” ungkapnya

Mantan Ketua DPRD Badung Dia juga menyindir gerakan sejumlah mantan Bupati Badung yang membuat calon untuk menantang Giri Prasta.

“Mereka mantan-mantan bupati (Badung) silahkan mengusung calon, saya juga berhak untuk memilih pemimpin saya,”tegasnya kembali

Tak hanya mendukung Giri Prasta, Cok Pemecutan juga terang-terangan menyatakan dukungannya untuk IGN Jaya Negara yang kini menjabat Walikota Denpasar.

Baca Juga: Kunjungi Tikep, Azis Syamsuddin dan Alien Mus Dapat Permintaan Khusus dari Wali Kota

“Jayagiri, Jaya Negara untuk Denpasar dan Giri Prasta untuk Badung. Jayagiri itu artinya gunung yang sukses dan besar,”katanya.

Dia menyebut meski secara pemerintahan Badung dan Denpasar terpisah, akan tetapi secara kelahiran Badung dan Denpasar adalah sama, memiliki sifat dan gaya yang sama.

“Keduanya sudah terbukti, polos orangnya. Saya senang orang desa, lugu,”imbuhnya.

Cok Pemecutan yang mengaku banyak memiliki saudara di Badung dan Denpasar siap memerintahkan agar mendukung kedua calonnya ini.

Di sisi lain, I Nyoman Giri Prasta menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Ida Cokorda Pemecutan.

“Saya pribadi merasa bahagia adanya dukungan dari Ida Cokorda atas dukungan pada pilkada 2020 ini,”kata Giri Prasta.

Giri Prasta mengatakan dengan adanya dukungan tersebut, pihaknya mengaku akan tetap melakukan skala prioritas yakni seni, adat agama, dan budaya.

“Beliau memang sejak awal memang memberikan dukungan kepada saya. Beliau sudah melihat dan mendengar informasi dari masyarakat apa yang menjadi keinginan beliau sudah kami lakukan,” katanya.

Pihaknya pun mengaku Cokorda Pemecutan sudah memberikan dukungan moral kepada dirinya, bahkan sejak awal telah memberikan dukungan dalam pencalonan sebagai Bupati Badung.

Ia pun dukungan yang diberikan tidak terlepas dari kerja yang telah dilakukan selama memimpin Kabupaten Badung.

“Sebenarnya beliau mendukung karena beliau memiliki kedekatan dengan almarhum bapak saya. Bapak saya kan dari Badung selatan yang dikenal dengan daerah Bukit. Daerah ini memang sejarahnya dari Puri Pemecutan,” jelasnya.

“Maka hubungan baik itu terjadi antara beliau dan kedua orang tua saya. Maka saya ini mungkin dilihat oleh beliau salah satu figur yang betul-betul memiliki pengabdian kepada masyarakat yang tulus dan iklas. Maka hal ini saya pertahankan dengan baik,” tambahnya.

Disinggung mengenai dengan rekomendasi yang belum turun, pihaknya mengaku akan menunggu dengan setia dan taat.

“Kapan pun yang diturunkan kita akan tunggu terutama pada Ibu Megawati,” jelasnya

Ditanya kembali apakah pasangan “Giriasa” yang diajukan ke pusat?

Giri Prasta mengatakan di Badung pasangan “Giriasa” memang menjadi satu.

“Kita tetap satu dengan satya semaya (setia pada janji). Sehingga setelah kita berproses yang kita telurkan hanya satu yakni “Giriasa”. Kami komitmen yang diusulkan ke pusat adalah pasangan Giri Prasta,” pungkasnya.

Sumber

Ini Empat Nama yang Berpotensi Jadi Ketua DPD Golkar Kota Bandung

 

Berita –Sebanyak empat nama digadang berpotensi untuk menjadi Ketua DPD Golkar Kota Bandung. Keempat Bakal calon yang akan meramaikan Musyawarah Daerah (Musda) ke- X Golkar Kota Bandung tersebut, yakni Edwin Senjaya, Deden Hidayat, Imas Sumiati dan Rizal Chaerul.

Lebih jauh, sejumlah organisasi sayap dan kader Golkar diklaim telah memberikan dukungan kepada para kandidat tersebut.

Ketua Steering Committee (SC), DPD Partai Golkar Kota Bandung, Nenden Sukaesih mengatakan bahwa partai politik harus membuka ruang bagi sirkulasi kepemimpinan partai, sebagai bagian dari demokrasi.

Baca Juga : Putri Wali Kota Bekasi Mencalonkan Ketua DPD Golkar

“Musda ke-X Golkar Kota Bandung akan dilaksanakan pada 15 Agustus mendatang. Dalam musda tersebut, diharapkan mampu melahirkan proses transformasi kepartaian dalam menjaga kepercayaan publik,” ungkapnya di Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Bandung, Jln. Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa, 4 Agustus 2020.

Menurutnya untuk tahapan penjaringan Bakal Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung, dilakukan mulai tanggal 3-10 Agustus 2020 mendatang. Sejauh ini, baru satu nama yang sudah mengambil formulir pendaftaran yakni Dr. Imas Sumiati sebagai Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan DPD Partai Golkar Kota Bandung.

Anggota DPRD Kota Bandung tersebut, menjelaskan pihaknya melakukan verifikasi administrasi dan faktual terhadap data yang masuk. Bakal calon yang lolos akan ditetapkan sebagai calon yang nantinya akan dipilih di Musda ke-X Golkar Kota Bandung.

Sementara itu, payung hukum pelaksanaan Musda ke-X kali ini adalah AD/ART hasil Munas 9 dan Petunjuk pelaksanaan tentang penyelenggaraan pelaksanaan musyawarah-musyawarah dan rapat-rapat.

“Maka Juklak 02 tahun 2020 tanggal 27 Februari 2020, menjadi payung hukum dalam menyelenggarakan Musda X Partai Golkar Kota Bandung,” terangnya.

Nenden menerangkan bahwa pelaksanaan Musda tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Peserta Musda juga akan dibatasi jumlahnya, mengingat tempat penyelenggaraan yang tidak terlalu besar.

“Untuk kapasitas gedung ini sekitar 200 orang, jadi peserta yang hadir sekitar 100 orang atau 50 persennya. Kita juga siapkan hand sanitizer, dan yang wajib adalah semuanya harus gunakan masker,” tambahnya.***

Sumber

Yuhadi Kembali Pimpin DPD Partai Golkar Bandarlampung

Berita –Untuk kedua kali, Yuhadi terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bandarlampung. Yuhadi dipilih secara aklamasi pada Musda DPD II Partai Golkar Bandarlampung di Pondok Rimbawan Bandarlampung, Rabu (15/7/2020).

Dalam Musda yang dipimpin Ketua Sidang Yusro Hendra Perbasya itu, 20 pengurus kecamatan, organisasi sayap, dan DPD I meminta Yuhadi kembali memimpin Partai Golkar Bandarlampung.

“Saya bersyukur (kembali dipilih). Ini adalah tugas dan amanah. Saya siap memimpin dan membesarkan Partai Golkar di Bandarlampung,” katanya.

Baca Juga : Semua Kader Golkar di NTT Berpeluang Maju di Pilkada 2020

Selain target memenangi pilkada, Yuhadi menargetkan Golkar menang 25 persen pada Pileg 2024 mendatang.

Sumber

Golkar Kota Bandung Gelar Musda X, Ini Agendanya

Berita –Ketua Steering Committee Musda X Partai Golkar Kota Bandung Nenden Sukaesih mengatakan, pendaftaran bakal calon ketua DPD II Partai Golkar Kota Bandung telah dibuka sejak 3 hingga 10 Agustus 2020.

“Untuk pengambilan formulir dari 3-6 Agustus 2020. Sementara pengembalian formulir pada 7-10 Agustus 2020,” ujar Nenden, di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kota Bandung, Selasa (4/8/2020).

Nenden menerangkan, Musda merupakan forum pemegang kekuasaan tertinggi Partai Golkar yang dilaksanakan sekali dalam lima tahun, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar.

Acara ini pun merujuk pada petunjuk Petunjuk Pelaksanaan dari DPP Partai Golkar Nomor: Juklak-2/DPPGOLKAR/JI/2020 tanggal 7 Februari 2020, yang merupakan perubahan atas Petunjuk Pelaksanaan Nomor: Juklak-5/DPP/GOLKAR/VI/2016 tentang perubahan Juklak-4/DPP/GOLKAR/XII/2015 tentang Penyelenggaraan Musyawarah-Musyawarah Partai Golongan Karya di Daerah.

“Oleh karena itu, bagi seluruh kader Partai Golkar mulai saat ini sudah bisa mendaftarkan diri dengan cara mengambil formulir pendaftaran bakal calon ketua,” ujar Nenden.

Baca Juga : Kunjungi Tikep, Azis Syamsuddin dan Alien Mus Dapat Permintaan Khusus dari Wali Kota

Nenden mengemukakan, sosok yang ingin mencalonkan diri menjadi orang nomor satu di partai berlambang beringin ini harus memenuhi persyaratan, diantaranya lima tahun berturut-turut menjadi pengurus Golkar, telah lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan kader, serta didukung oleh minimal 30 persen dari pemegang hak suara dalam Musda X Partai Golkar Kota Bandung.

“Selanjutnya, calon ketua yang telah lolos verifikasi akan dipilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung periode 2020-2025,” ujarnya.

Nenden menekankan, pelaksanaan Musda bakal menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, lantaran pandemi Covid-19 belum berlalu di Tanah Air. Peserta Musda pun akan dibatasi jumlahnya mengingat tempat penyelenggaraan yang tidak terlalu besar.

“Kapasitas gedung ini sekitar 200 orang, jadi peserta yang hadir sekitar 100 orang atau 50 persennya. Kita juga siapkan hand sanitizer, dan yang wajib adalah semuanya harus gunakan masker,” tegas Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung ini. ***

Sumber

F-Golkar Minta Pengelolaan Keuangan Daerah Berorientasi Kepentingan Masyarakat, Pemerintah Didesak Realisasikan Sisa Dana Refokusing Covid-19 Bulan Ini

Berita– Fraksi Golkar DPRD Badung memberi sejumlah catatan dan saran kritik kepada pemerintah tentang Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Badung TA 2019, Rancangan Kebijakan Umum APBD Badung TA 2021, dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Badung TA 2021 pada rapat paripurna DPRD Badung, Selasa (4/8).

Dalam pemandangan umumnya yang dibacakan AAN Ketut Agus Nadi Putra, fraksi yang beranggota 7 kader Golkar dan 1 Nasdem itu, meminta dalam pengelolaan keuangan daerah berbagai program dan kegiatan harus dirancang berorientasi kepada kepentingan masyarakat atau anggarannya untuk kepentingan sektor pelayanan publik. Pengelolaan keuangan daerah juga dituntut untuk dapat suatu laporan keuangan yang transparan, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Wujud dari pertanggungjawaban keuangan tersebut akan terungkap dalam opini auditor pemerintah yang dalam hal ini BPK RI Perwakilan Bali, yang astungkara kembali mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP),” ujar Nadi Putra.

Pihaknya pun berpandangan bahwa selama ini baru berbicara cerdas berprogram, namun belum menunjukkan program yang cerdas.

Baca Juga: Semua Kader Golkar di NTT Berpeluang Maju di Pilkada 2020

“Tentu tolok ukurnya adalah capaian-capaian layanan publik dan pembangunan secara menyeluruh,” kata politisi asal Kerobokan itu.

Kemudian Fraksi Golkar pun memberikan catatan strategis, diantaranya untuk postur anggaran 2019. Dilihat kurva anggaran, Golkar menilai cenderung berbentuk tanjung yang tidak merata dan di dominasi oleh anggaran hibah.

Sebesar 92 sampai 87 persen pendapatan daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata, perlu ada langkah-langkah strategis dengan mengequalization sumber-sumber lain. Salah satunya agrikultur/pertanian yang selama ini tidak digarap dengan optimal, sehingga pertumbuhannya masih negatif.

“Bidang infrastruktur performance-nya masih perlu ditingkatkan, diantaranya di kawasan Kuta Utara yang sekarang menjadi icon destination pariwisata baru Badung belum tersedianya publik goods salah satu pedestrian kawasan,” bebernya.

Demikian juga terhadap penyelesaian jalan lingkar selatan, sehingga ada kesan daerah penghasil susu tidak dipelihara dengan baik. Belum tertanganinya permasalahan sampah.
Selain itu, Fraksi yang dipimpin IGN Saskara ini juga menyebut database tentang jumlah akomodasi di Badung belum valid, sehingga indikator pencapaian pajak daerah khususnya pajak hotel kurang optimal. Sorotan lainnya adalah pelayanan perizinan dengan sistem on-line. Pasalnya, permohonan IMB bisa memakan waktu 1 sampai dengan 1,5 tahun, hal ini akan menghambat investasi di Badung.

“Perlu juga memperhatikan kebijakan terhadap memposisikan kembali keberadaan Silpa, sebagai cadangan anggaran pada saat-saat daerah mengalami kondisi darurat seperti keadaan saat ini, sehingga pemerintah memiliki cadangan anggaran,” katanya.

Terkait dengan terjadinya refocusing besar anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 274.919.457.818,68, dan baru dimanfaatkan Rp 33 miilar, Fraksi Golkar harapkan sisanya dapat direalisasikan bulan ini karana dana tersebut khusus dimanfaatkan untuk penanganan dampak covid-19 bukan untuk kepentingan yang lain.

“Kami sebagai Dewan di dalam menjalankan fungsi budgeting dan fungsi controling dapat secara optimal,” tegas Nadi Putra.
Selanjutnya berkenaan dengan Rancangan Kebijakan Umum APBD TA 2021, Fraksi Golkar minta agar dilakukan secara cermat dan teliti dengan mempertimbangkan proyeksi perekonomian daerah tahun 2020 dan prospektif perekonomian daerah tahun 2021.

Sumber

Efsi Resmi Pimpin Partai Golkar Pagaralam

Berita –Musyawarah daerah ke-V Partai Golkar Pagaralam Senin (3/8/2020) malam berjalan sukses. Digelar di hall Hotel Dharma Karya Kota Pagaralam, agenda ini menghasilkan banyak keputusan penting untuk kemajuan partai.

Musda dibuka langsung Ketua DPD I Partai Golkar Sumsel Dr.H Dodi Reza Alex Noerdin. Ini ditandai dengan pemukulan gong.

Nampak hadir Walikota Pagaralam Alpian SH, Ketua DPD II Partai Golkar Pagaralam Ruslan Abdul Gani SE, mantan Ketua DPD Partai Golkar Pagaralam H Djazuli Kuris, anggota DPRD dari Partai Golkar Efsi SE, Oliviana Arifin ST, Zifeni Amir SH, serta peserta dan undangan Musda.

Baca Juga : Kepanitiaan Sudah Clear, Golkar Ngawi Bakal Gelar Musda Ke-X

Dalam kesempatan ini Dodi menyampaikan, Pagaralam merupakan lumbung suara partai Golkar. Karenanya hal ini patut dipertahankan. “Untuk itu kita harus bekerja dulu untuk rakyat,” ujarnya.

Setelah dibuka, Musda memasuki agenda sidang. Satu di antaranya adalah laporan pertanggung jawaban pengurus periode sebelumnya dan pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Pagaralam periode 2020-2025.

Dihubungi Selasa (4/8/2020) Efsi menyatakan kesiapannya menjalankan amanah yang diberikan sebagai Ketua Partai Golkar Pagaralam. Ia pun siap menjalankan organisasi partai supaya sejalan dengan Pemkot Pagaralam. “Kita siap mengikuti arahan dari Ketua DPD I,” ujarnya. (*)

Sumber

Repol Resmi Mendaftar sebagai Bacalon Ketua Golkar Kampar

 

Berita –Repol SAg resmi mendaftar sebagai bakal calon (bacalon) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kampar, Selasa (4/8/2020) sore guna bertarung pada pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Kampar untuk masa jabatan 2020-2025 dalam musyawarah daerah (Musda) X di Hotel Labersa, Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, 8-9 Agustus nanti.

Tak tanggung-tanggung, kedatangan Sekretaris DPD Partai Golkar di Sekretariat DPD Partai Golkar Kampar di Jalan Ahmad Yani, Bangkinang itu diantar langsung puluhan pendukungnya. Satu unit bus terlihat membawa para ketua pimpinan kecamatan (PK) dan belasan unit mobil minibus. Bus yang membawa ketua PK dan pendukung Repol ini dikabarkan melakukan konvoi dari tempat berkumpulnya para pendukung di Pekanbaru. Perjalanan rombongan pendukung Repol dari Pekanbaru ini dikawal sebuah mobil patwal dari kepolisian.

Tiba di kantor Golkar, Repol yang dielu-elukan pendukungnya langsung menuju meja Panitia Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar di lantai satu Sekretariat DPD Golkar Kampar. Ia mengembalikan formulir yang telah diambil salah seorang timnya pada Selasa pagi. Terlihat Ketua Panitia Pengarah Musda X Yuli Hendra didampingi Sekretaris Edi menerima berkas dari Repol.

Setelah bahan-bahan diserahkan, kepada sejumlah wartawan Repol yang didampingi para ketua PK dan beberapa pendukung menyampaikan, hingga saat ini atau saat pengembalian formulir dan berkas pendaftaran lainnya diketahui bahwa dari 27 pemilik suara pada Musda X nanti, ia telah mengantongi dukungan 18 suara dengan rincian 17 suara ketua PK dan ditambah satu suara dari dewan pertimbangan (wantim).

Disamping itu, masih ada peluang mendapatkan satu suara dari KPPG (Kesatuan Perempuan Partai Golkar) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). KPPG sendiri dalam pendaftaran ini telah memberikan dukungan dan AMPG dikabarkan juga mendukung.

Menurut informasi, 17 ketua PK yang memberikan dukungan ke Repol ini adalah Ketua PK Bangkinang Kota, XIII Koto Kampar, Koto Kampar Hulu, Salo, Kampar, Kampar Utara, Rumbio Jaya, Tambang, Tapung, Tapung Hulu, Tapung Hilir, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Tengah, Gunung Sahilan dan Siak Hulu. Sementara empat PK yang belum memberikan dukungan ke Repol adalah PK Bangkinang, Kuok, Perhentian Raja dan Kampa.

Repol menambahkan, diantara berkas yang diserahkan pada pendaftaran ini adalah KTP, kartu tanda anggota (KTA), ijazah dan dua jenis sertifikat yaitu sertifikat pelatihan dan TOT.

Wakil Ketua DPRD Kampar itu juga menyebutkan bahwa, sesuai petunjuk pelaksana (juklak) tentang munas, musda, musdes dan muslur, ia telah melewati batas minimal dukungan pemilik suara sebanyak 30 persen untuk ditetapkan sebagai calon. Bahkan saat ini ia telah memperoleh dukungan sebanyak 60 persen.

“Alhamdulillah hari ini kami hadirkan ketua PK fisiknya langsung,” ujar Repol.

Pria asal Lipatkain, Kampar Kiri yang periode ini duduk untuk periode keempat itu berpeluang terpilih secara aklamasi. Karena sesuai ketentuan, apabila calon bisa meraih dukungan 50 persen plus 1 maka dinyatakan aklamasi. “Insya Allah kalau lancar mulus kita tunggu di arena Musda 8-9 (Agustus) di Labersa,” harapnya.

Baca Juga : Airlangga pastikan skenario pemulihan ekonomi berlanjut hingga 2021

Mengenai dukungan mayoritas dari ketua PK dan bagaimana komitmen yang dibangun bersama dirinya, Repol mengatakan, ia merasa bersyukur PK lebih mengutamakan hati nurani dalam menghadapi Musda ini.

Ia menyebutkan, dukungan ini diluar dugaannya. Ia mengajak yang belum bersama- sama bergabung dengan dirinya san ia siap merangkul seluruh kader demi membesarkan Golkar dan mengembalikan kejayaan Golkar termasuk merebut kemenangan pada pemilu 2024.

“Lebih mudah membuang seribu kader daripada mencari satu kader. Maka itu yang saya pegang,” katanya.

“Saya tak beri apa-apa, tapi saya janji akan mencurahkan pikiran, waktu dan seluruh potensi untuk membesarkan partai Golkar hingga ke seluruh pelosok di Kampar,” tegas mantan aktifis mahasiswa ini.

Ia menambahkan, dirinya memiliki semangat, tenaga dan fikiran dan waktu untuk membesarkan PG ke depan.

Sumber

Sambut Musda, Golkar Ngawi Inginkan Perubahan

Berita –Kader Partai Golongan Karya (Golkar) yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Ngawi mengharap ada perubahan di tubuh partainya melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke-X pada 22 Agustus 2020 mendatang. Terutama membangun idealisme dalam berpartai dan mengembalikan kepercayaan pemilih terhadap partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Semua kader partai dalam tubuh Golkar ini harus bisa membangun soliditas partai. Artinya perolehan suara yang menurun ini bisa meningkat lagi. Maka dalam musda nanti bisa menghasilkan struktural pengurus di daerah yang cukup berkompeten,” terang Sarjono, Selasa, (4/8).

blank

Sarjono/RMOLJatim

Sarjono yang juga Sekretaris DPD Golkar Ngawi blak-blakan membenarkan, suara Golkar dalam dua kali putaran pemilu terus tergerus. Ia mencontohkan, perolehan kursi di DPRD Ngawi pada Pemilu 2009 mendapat 8 kursi dan Pemilu 2014 mendapat 7 kursi dan Pemilu 2019 lalu anjlok hanya 5 kursi. Dari hasil tersebut diasumsikan kepercayaan konstituen terhadap Partai Golkar pun menurun.

Ia menilai merosotnya suara Golkar tidak lepas dari kehadiran teknologi informasi berbasis IT. Dimana, para simpatisan Golkar dengan kehadiran media sosial justru menimbulkan polemik tersendiri. Mereka secara perlahan mulai hilang kepercayaan terhadap Golkar. Dengan alasan itu Sarjono menekankan semua pengurus dan kader harus melek IT.

Baca Juga : Hak Diskresi Airlangga Hartarto Bakal Diatur Panitia Musda Golkar Sumut, Irham Buana: Itu Intervensi Namanya

Selain itu kehadiran Fraksi Golkar di lembaga legislatif pun harus aktif turun gunung membangun komunikasi dengan akar rumput. Namun ditekankan Sarjono, semua diawali dari kehadiran jajaran pengurus yang berkompeten. Karena sebagai entry point sekaligus parameternya adalah keberadaan pengurus harus benar-benar mempunyai kompetensi sesuai bidang tugasnya.

“Partai itu bisa besar ibarat kapal dinahkodai oleh orang-orang yang berkompeten jangan sampai tidak. Dalam hal ini saya tidak menilai pengurus yang lalu tidak mempunyai skill tetapi mereka memang mempunyai kompetensi tapi kadang tidak sesuai bidangnya,” ulas Sarjono.

Dengan sederet indikator itu kupasnya, dengan Musda Golkar Ngawi ke-X sebagai jalan keluar dari problem selama ini yang mendera Golkar. Dengan struktur kepengurusan yang baru hasil dari Musda Golkar Ngawi nantinya sangat diharapkan mampu membenahi manajemen dan pengelolaan Golkar di Ngawi dengan menyesuaikan eranya. Semua pengurus dan jajarannya harus bersinergi.

Sumber

 

Koalisi Gerindra-Golkar Hampir Pasti

 

Berita– Koalisi Partai Gerindra dan Par­tai Golkar menuju Pilkada MBD bakal terwujud. Partai berlambang beringin ini telah berhasil meya­kinkan Gerindra untuk berkoalisi. Intensitas komunikasi terus dirajut kedua partai untuk menyatu meng­hadapi lawan-lawan mereka di perhelatan pesta demokrasi MBD Desember 2020 mendatang.

Ketua Badan Pemenangan Pe­milu (Bapilu) DPD Partai Gerindra Maluku, Melkias Sairdekut kepada wartawan mengatakan, upaya komunikasi politik untuk mem­bentuk koalisi antara Partai Ge­rindra dan Partai Golkar tinggal menunggu keputusan akhir.

“Upaya kearah situ untuk Gerindra sementara dilakukan tinggal menunggu keputusan akhir saja,” ungkap Sairdekut, Selasa (4/8).

Sairdekut menjelaskan, seba­gian pihak menganggap titik terang koalisi hanya terjadi apabila fisik rekomendasi sudah ada, namun walaupun fisik rekomendasi belum diberikan tetapi upaya kearah koalisi kedua partai terus dila­kukan.

“Bagi Partai Gerindra pasca konstelasi lokal di MBD, hari ini tinggal menunggu arahan DPP untuk memutuskan sikap politik Gerindra,” tegasnya.

Sairdekut yang juga Wakil Ketua DPRD Maluku ini menegaskan, jika rekomendasi untuk pilkada MBD dipastikan akan keluar sebelum waktu pendaftaran pasangan calon pada September mendatang.

Baca Juga: Hampir Pasti Golkar Usung Kilikliy – Petrus

“Pokoknya rekomendasi Gerin­dra akan keluar sebelum pendaf­taran entah itu melakukan peru­bahan terhadap pasangan atau tidak itu menjadi kewenangan DPP,” katanya.

Sementara itu, salah satu Wakil Ketua DPD Golkar Maluku Suban Pattimahu mengatakan, secara khusus untuk masalah kontestasi politik di MBD dimana komunikasi politik antara Partai Golkar dan Gerindra terus dibangun dan dalam waktu dekat keputusan terkait dengan rekomendasi sudah dikeluarkan oleh DPP.

“Komunikasi terus dilakukan kearah koalisi dan dalam waktu dekat sebelum pendaftaran calon keputusan sudah keluar,” tutur Pattimahu.

Menurutnya, kerja tim seleksi di daerah telah dilalui baik kabupaten maupun provinsi dan telah dilimpahkan ke DPP, sehingga bagi DPD Golkar Maluku hanya menunggu hasil komunikasi yang dilakukan antara kandidat Nikolas Kilikily dengan Bastian Petruz maupun kedua partai ini.

Pattimahu juga tetap meng­harapkan elit Partai Golkar tetap berpegang pada pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Air­langga Hartarto yang menekankan jika Ketua DPD Golkar akan diprio­ritaskan untuk maju dalam pilkada, termasuk di MBD.

“Mudah-mudahan Golkar bisa menjadi peserta pilkada di MBD dengan mengusung kadernya sendiri dan tentunya harapan besar kalau itu terjadi antara Golkar dengan Gerindra ,” tandasnya.

Pattimahu juga optimis jika Partai Golkar dan Partai Gerindra berkoalisi untuk mengusung satu kandidat, maka tentunya tidak mudah bagi incumben untuk dapat memenangkan pertarungan di 9 Desember 2020 mendatang.

“Kami yakin kekuatan dan mesin Partai Golkar akan turun bekerja maskimal untuk memperjuangkan kemenangan bagi pasangan yang diusung Golkar dan Gerindra nantinya,” pungkas Pattimahu.

Sumber

Scroll to top