BERITA

Wamendag Kenalkan Kopi Nusantara ke Jerman


Berita Golkar– Peningkatan ekspor merupakan tugas kolaborasi bersama antara pemerintah, asosiasi, serta pelaku bisnis untuk terus mempromosikan produk Indonesia.

Hal ini dibuktikan oleh Kementerian Perdagangan dalam upaya menjaga surplus neraca perdagangan 2021 dengan menggenjot ekspor non migas, yakni kopi Indonesia ke pasar global Berlin, Jerman.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga menjelaskan bahwa ini merupakan upaya mewujudkan melalui peningkatan ekspor komoditas ekspor potensial yakni kopi Indonesia.

“Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin menggelar cupping dan tasting Kopi Nusantara sebagai rangkaian peningkatan ekspor kopi ke pasar global, khususnya Jerman,” terangnya.

Putra politisi senior Partai Golkar, Theo Sambuaga ini menambahkan, pemerintah memiliki gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan hal ini harus dipraktikan dalam keseharian kita.

“Mari, kita gunakan produk Indonesia seperti jam, sepatu, bahkan celana yang saya pakai semua buatan Indonesia. Termasuk, kita juga dapat mendukungnya dengan mengonsumsi kopi nusantara,” ajak Wamendag.

Wamendag juga menyebutkan sejumlah strategi peningkatan ekspor kopi Indonesia ke pasar global.

“Peningkatan tersebut yakni, memperkuat sinergi dengan asosiasi dan pelaku bisnis kopi, meningkatkan sinergi dan jejaring dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI, Konsulat Jenderal RI, serta perwakilan perdagangan di luar negeri khususnya Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) serta meningkatkan branding kopi nusantara,” tutup mantan anggota DPR RI perwakilan Sulut ini.

Diketahui, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 dunia dan eksportir terbesar ke-9 dengan pangsa 2,99 persen pada 2019. Nilai ekspor kopi periode Januari—November 2020 tercatat sebesar USD 737,28 juta. Negara tujuan ekspor kopi Indonesia antara lain Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, Mesir, Italia, dan Jerman.

Menpora Berharap Atlet di Pelatnas Menahan Diri untuk Tidak Pulang Kampung


Berita Golkar – Salah satu atlet angkat besi di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) terjangkit virus corona (Covid-19). Kabar itu juga telah sampai di telinga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Menteri asal Golkar itu langsung menyesalkan hal tersebut. Namun, Amali mengharapkan atlet di pelatnas bisa menahan keinginan ke luar, meskipun untuk pulang kampung.

“Saya berharap, para atlet yang sedang dalam pelatnas, apalagi yang sedang mempersiapkan diri untuk berbagai kejuaraan, untuk bisa menahan diri, tidak ada keinginan pulang kampung,” terang Amali, Minggu (31/1) malam.

“Bertahanlah di tempat pelatnas yang sudah disiapkan oleh pelatih dan pengurus cabor walaupun sedang libur latihan beberapa hari,” imbuhnya. Pernyataan Amali itu cukup beralasan. Sebab, atlet yang berada di lokasi training camp lebih terpantau dan aman lantaran protokol kesehatan benar-benar diterapkan di sana.

“Kepada para pengelola pelatnas, saya minta supaya lebih ketat lagi dan selektif untuk mengizinkan atlet yang keluar maupun orang lain yang ingin berkunjung ke pelatnas. Covid makin ganas, jangan dianggap remeh,” tegas dia.

Sebelumnya, Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengungkapkan, empat hari lalu dirinya menerima laporan tentang atlet angkat besi di pelatnas terkena Covid-19. Namun, Gatot menegaskan bahwa pihaknya tidak berniat menutupi hal itu. “Saat ini statusnya sudah ada yang negatif dari jumlah kurang dari sepuluh orang atlet,” tuturnya.

Komitmen Golkar Cetak Kader Berkualitas Lewat Golkar Institute


Berita Golkar– Partai Golkar berkomitmen mencetak kader-kader berkualitas melalui Golkar Institute. Golkar berharap lahir kader-kader yang memahami dan menguasai tentang pemerintahan dan juga ilmu kebijakan publik. Demikian diungkapkan Ketua Golkar Institute, Tb Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Minggu (31/1).

Ace menjelaskan, Golkar Institute diproyeksikan menjadi Sekolah Pemerintahan dan Kebijakan Publik bagi para kader Golkar.

Konsep pembelajaran dipersiapkan dengan matang perihal kurikulum, silabus dan lain-lain. Golkar Institute melibatkan Profesor Kishore Mahbubani dari Lee Kwan Yew School of Public Policy, Singapura untuk merumuskan format yang ideal.

“Lewat Golkar Institute, para kader bisa berbagi pandangan tentang ilmu pemerintahan dan kebijakan publik yang harus dikuasai oleh seorang pemimpin dan calon pemimpin,” kata Ace.

Ace menambahkan, Golkar Institute dibentuk dengan misi menjadi sekolah partai yang terkemuka mencetak kepemimpinan atau para calon pemimpin politik yang transformatif, kompeten, inovatif dan berintegritas.

“Calon pemimpin yang memiliki etos kerja yang tinggi, berdaya saing dalam mewujudkan good governance menuju Indonesia maju,” ucap Ace.

Ace menambahkan Golkar Institute bakal menggelar diskusi secara daring membahas kebijakan geopolitik Indonesia ke depan menghadirkan narasumber berkualitas.

Ace mengatakan, pada 2 Februari 2021 Golkar Institute akan menggelar diskusi sekaligus soft launching Golkar Institute secara daring.

Ada pun narasumber yang dihadirkan antara lain, Profesor Kishore Mahbubani, guru besar dari National University of Singapore. Selain itu, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua Dewan Pembina Golkar Institute, Airlangga Hartarto sebagai opening speaker.

“Narasumber lainnya yang akan hadir dalam diskusi, Profesor Ginandjar Kartasasmita, mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) yang juga mantan Kepala Bappenas Kabinet Pembangunan VII,” kata Ace.

Sebelumnya, kursus pemerintahan dan kebijakan publik yang digelar Golkar Institute awalnya akan digelar Januari 2021. Namun, karena telah diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali, maka program rutin ini diundur ke awal Februari.

“Nantinya para kepala daerah terpilih dari Golkar yang akan jadi peserta kursus atau diskusi,” ucap Ace.

Ace melanjutkan akan ada tiga bidang yang jadi fokus dari kursus pendidikan pemerintahan yang digelar Golkar Institute. Pertama, bidang kepemimpinan, karena kader partai adalah calon pemimpin partai politik.

Kedua, bidang politik pemerintahan, yakni untuk menjadi bekal para kader Golkar yang akan berkiprah di legislatif atau pun eksekutif. Ketiga, bidang public policy atau kebijakan ekonomi makro.

Airlangga Hartarto: Peran NU Penting Menghadapi Persoalan Bangsa


Berita Golkar– Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai Nahdlatul Ulama (NU) menjadi organisasi kemasyarakatan yang mampu memegang peran penting bersama pemerintah menghadapi persoalan bangsa. Airlangga mengucapkan selamat hari lahir (Harlah) ke-95 untuk salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia ini.

Menurut Airlangga, NU telah melahirkan tokoh-tokoh nasional yang memiliki peran strategi dalam berbagai bidang. Secara organisasi, NU menjadi wadah yang membangun pemikiran-pemikiran untuk memperkuat dan menjaga kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia.

“Peran dan partisipasi NU sangat penting dalam menghadapi persoalan bangsa ini,” tutur Airlangga, Minggu (31/1).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menambahkan, strategi NU menyebarkan agama Islam patut menjadi teladan. Sebab, NU senantiasa menegakkan ajaran Islam dengan nilai-nilai ahlusunnah wal jamaah. Yakni secara moderat, berkeadilan, menjunjung toleransi, dan kokoh menegakkan kebaikan serta mencegah kemungkaran.

“Semoga di usia yang ke-95 ini NU menjadi organisasi Islam yang mampu menjaga kerukunan antarumat serta menjaga kesatuan Republik Indonesia,” tegas Airlangga.

Bukan hanya sebagai ormas yang membumikan Islam Nusantara, Airlangga menilai, kiprah NU di politik dan pendidikan juga sangat penting. Banyak tokoh besar lahir dari rahim NU dan mendapat amanah penting bagi Indonesia. NU yang merayakan harlah pada Sabtu (31/1) ini juga melahirkan cendekiawan muslim melalui lembaga pendidikan mereka.

Melalui salah satu lembaga nya, LP Ma’arif, hingga saat ini NU menaungi sekitar 20.136 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. Yakni, 7.462 sekolah (36 persen), dan 12.674 madrasah (61 persen). Airlangga mengakui kader-kader NU yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi sosok yang menebar kedamaian dan kerukunan,” ujarnya.

Fraksi Golkar Ingin Pilkada Nasional Tetap 2024


Berita Golkar– Revisi UU Pemilu menjadwalkan pemilihan kepala daerah 2022 dan 2023. Golkar menilai UU Pemilu belum perlu direvisi dan pilkada sebaiknya 2024 saja.

“Sangat rasional dan masuk akal apabila ada pihak yang menginginkan UU Pemilu tidak perlu direvisi lagi mengingat UU tersebut baru disahkan pada periode yang lalu di tahun 2016. Artinya, kita belum bisa mengatakan apakah UU Pemilu yang baru disahkan di tahun 2016 lalu ini berhasil atau tidak mengingat pelaksanaan pemilu serentaknya di tahun 2024 belum dijalani,” kata Ketua Bappilu Golkar Maman Abdurrahman kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

Maman yakin para kepala daerah yang habis masa jabatan tahun 2022 dan 2023 tak mempermasalahkan jika pilkada ditarik ke 2024. Maman menyebut UU Pemilu yang berlaku saat ini disahkan tahun 2016, sehingga tidak terkait dengan kepentingan politik kepala daerah yang habis masa jabatan 2022/2023.

“Para kepala daerah yang akan berakhir di tahun 2022 dan 2023 saya meyakini mereka semua sangat menyadari kok bahwa tidak akan ada lagi pemilihan di tahun 2022 dan 2023 karena UU Pemilu ini disahkan di tahun 2016,” kata Maman.

“Artinya, pada saat mereka maju pada kontestasi politik di tahun 2017 dan 2018, sudah sangat paham dan mengerti betul bahwa tidak akan ada lagi pemilihan di tahun 2022 dan 2023 karena akan diserentakkan di tahun 2024 semuanya,” sebut Maman.

Maman menegaskan UU Pemilu yang saat ini berlaku sebaiknya dilaksanakan saja terlebih dahulu.

“Kita jalani saja dulu UU Pemilu yang sudah ada ini supaya jangan sedikit-sedikit diubah dan ada kepastian politik jangka panjang bagi kita semua para pelaku politik,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPR RI Dukung Rencana Pemerintah Terapkan Karantina Wilayah Terbatas


Berita Golkar– Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mendukung upaya Pemerintah yang berencana akan menerapkan karantina wilayah terbatas dan memisahkan masyarakat yang positif Covid-19 untuk menjalani isolasi mandiri sebagai upaya menekan penyebaran virus Corona.

“Pemerintah untuk segera merealisasikan kebijakan tersebut, dan mengingatkan pemerintah pelaksanaan karantina wilayah hingga tingkat mikro di lingkup rukun tetangga/rukun warga (RT/RW) tidak bisa berjalan sendiri dan perlu pengawasan, baik dari Dinas Kesehatan maupun aparat untuk memastikan daerah yang melaksanakan karantina wilayah dapat berjalan sebagaimana mestinya,” kata Azis kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Politikus Partai Golkar itu mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di daerah untuk meningkatkan penelusuran kontak erat pasien Covid-19 (tracing) guna memutus rantai penyebaran virus Corona.

Serta, memperbanyak tempat isolasi kolektif untuk meminimalisir potensi penularan di dalam keluarga. Sebab banyak pasien menjalani isolasi mandiri di rumah bersama anggota keluarganya.

Sehingga, mengakibatkan penularan virus semakin sulit dicegah jika pasien dan keluarga berbagi tempat tinggal dan beraktivitas bersama di satu tempat.

“Pemda, Dinas Kesehatan, dan Satgas Penanganan Covid-19 di daerah untuk membentuk tim-tim pemantau kondisi kesehatan pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri sehingga kondisi pasien dapat terpantau dengan baik,” ujarnya.

Azis berharap Pemda dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai prosedur pelaksanaan isolasi mandiri. Sebab banyak pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri namun tidak memahami apa yang harus dilakukan.

“Satgas harus memberikan informasi mengenai sisi obat-obatan dan makanan yang harus dipenuhi, serta berapa lama isolasi mandiri dilaksanakan, dan bagaimana kriteria pasien pulih dari Covid-19 untuk menyudahi isolasi mandiri,” katanya.

Lebih lanjut, Azis mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, membatasi mobilitas, menghindari kerumunan massa.

Serta, meminta masyarakat bekerja sama dan mengikuti arahan petugas jika karantina wilayah diberlakukan, guna mencegah penyebaran virus Corona semakin meluas.

“Mari kita disiplin dan mengikuti anjuran Pemerintah agar Indonesia terbebas dari virus Covid-19 dan ekonomi kembali bangkit,” pungkasnya.

Puteri Komarudin Tekankan Pentingnya Kebijakan Fiskal Konsolidatif


Berita Golkar– Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan negara pada APBN tahun 2021 mencapai Rp 1.743,6 triliun, atau tumbuh sebesar 6,7 persen dari realisasi sementara tahun sebelumnya. Sementara itu, alokasi belanja negara pun mengalami peningkatan sebesar 6,2 persen menjadi Rp 2.750 triliun.

Terkait hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menekankan pentingnya kebijakan fiskal konsolidatif dalam melanjutkan proses pemulihan dan risiko pengelolaan fiskal.

“Di tengah kondisi lemahnya ekonomi yang sampai ini masih berlangsung, tentu saja kita perlu melengkapi kebijakan stimulus fiskal yang ekspansif dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sudah berlangsung, dengan upaya konsolidasi menuju target disiplin fiskal seperti yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2020. Namun, selain itu, pemerintah tetap perlu berhati-hati dalam pemenuhan pembiayaan. Pasalnya, tahun lalu masih ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) cukup besar yang perlu dioptimalkan untuk pembiayaan tahun 2021,” kata Puteri melalui keterangan tertulisnya, Kamis (28/1/2020).

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan mencatat realisasi defisit APBN tahun 2020 sebesar 6,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau lebih rendah dibandingkan perkiraan sebesar 6,34 persen terhadap PDB sesuai target Perpres Nomor 72 Tahun 2020.

Sementara untuk tahun ini, pemerintah memperkirakan defisit APBN sekitar 5,7 persen terhadap PDB. Terkait PEN sendiri, pemerintah telah memastikan bahwa program ini akan berlanjut dalam APBN Tahun 2021 untuk menjaga momentum pemulihan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 533,1 triliun.

Jumlah tersebut di antaranya mencakup alokasi untuk kesehatan sebesar Rp 104,70 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp 150,96 triliun, program prioritas sebesar Rp 141,36 triliun, serta dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi mencapai Rp 156,06 triliun. Namun, jumlah ini dinilai masih mungkin berubah seiring dinamika perkembangan ekonomi.

“Nomenklatur PEN harus dipastikan lagi karena menyangkut konsistensi dan kesinambungan dari program sebelumnya. Termasuk, penjelasan lebih lanjut apakah alokasi PEN ini juga mencakup alokasi belanja pada kementerian/lembaga, seperti pada anggaran PEN 2020. Tentu, kita sadari betul perkembangan yang kian dinamis dapat menyebabkan penyesuaian atas desain stimulus. Yang penting, langkah antisipatif sudah disiapkan pemerintah untuk mengatasi dinamika pasar ke depan,” tutur poitisi Fraksi Partai Golkar ini.

Puteri pun mengingatkan pemerintah agar melakukan evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program PEN tahun lalu, agar pelaksanaannya di tahun ini dapat berjalan lebih baik. Pasalnya, realisasi anggaran PEN tahun 2020 masih di kisaran 83,4 persen dari total pagu sekitar Rp 695,2 triliun.

“Efektivitas implementasi PEN menjadi yang paling utama. Kita harus berkaca pada pelaksanaan tahun lalu. Perbaikan dan integrasi data hingga mekanisme penyaluran menjadi kunci untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran di tahun ini. Tentunya, penyerapan juga perlu digenjot sejak kuartal I-2020 untuk melanjutkan momentum pemulihan akhir tahun lalu dengan lebih maksimal,” ungkap Puteri.

Puteri memandang serangkaian stimulus fiskal ini juga memerlukan dukungan bauran stimulus moneter dan sektor perbankan. “Tentu instrumen fiskal ini masih belum cukup untuk membangkitkan perekonomian mengingat hingga saat ini pertumbuhan kredit masih lesu, meski Bank Indonesia sudah beberapa kali menurunkan suku bunga kebijakan dan melakukan injeksi likuiditas. Oleh karenanya, tetap diperlukan dorongan bauran kebijakan yang memadai antara fiskal, moneter, dan perbankan, agar manfaat lebih terasa untuk kebangkitan sektor riil,” tutupnya.

Airlangga Minta Kemenristek Kembangkan Teknologi guna Lewati Pandemi Covid-19


Berita Golkar – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, mendorong Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) terus mengembangkan teknologi berbasis riset dan inovasi dalam penanganan Covid-19.

Salah satu yang didorong Airlangga adalah pemetaan dan surveillanceterhadap genome virus Sars Cov-2 dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS). Hal itu bermanfaat dalam mendeteksi potensi strain virus baru yang dapat berpengaruh dalam mekanisme penanganan Covid-19 yang sedang berjalan.

“Komunitas Ristek-BRIN diharapkan terus berkontribusi untuk penanganan Covid-19, mulai dari pemetaan genomic virusnya yang terus bergerak,” ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Riset dan Inovasi Nasional 2021, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (28/1/2021).

Selain itu, Airlangga meminta Kemenristek terus membuat inovasi soal 3T (testing, tracing dan treatment) yang sedang digencarkan Pemerintah.

Kementerian yang digawangi Bambang Brodjonegoro itu juga didorong untuk memberikan inovasi yang mendukung metode plasma darah konvalesen untuk upaya penyembuhan pasien Covid-19.

“Ini salah satu yang terus perlu didorong,” imbuh Ketua Umum Partai Golkar ini. Selain untuk Covid-19, pengembangan teknologi berbasis riset dan inovasi juga bisa membantu penanganan bencana alam di Tanah Air. Misalnya, untuk mendeteksi potensi tsunami, seperti yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dalam acara yang sama, Menristek Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pandemi Corona tidak menghalangi para peneliti untuk terus menghasilkan inovasi teknologi.

Selama 2020, melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 sebagai perwujudan triple helix antara Pemerintah, Peneliti dan Industri, Kemenristek/BRIN telah menghasilkan lebih dari 61 produk inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19.

Upaya 4T (testing,tracing,tracking dan treatment) dilakukan baik dalam bidang pencegahan, skrining dan diagnosis, obat dan terapi, maupun alat kesehatan dan pendukung.

Produk-produk inovasi tersebut terus disempurnakan dan beberapa telah digunakan oleh masyarakat, seperti ventilator, Mobile Lab BSL-2, laboratorium berjalan untuk pengujian sampel Covid-19, rapid test kit dan GeNose C19, yakni alat skrining cepat melalui hembusan napas dan lain sebagainya.

Produk inovasi ini juga terus dikembangkan secara sistematis agar terintegrasi satu sama lain.

Azis Syamsuddin Harap Tingkatkan Wibawa Kepolisian


Berita Golkar– Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin berharap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meningkatkan citra dan wibawa Kepolisian sebagai lembaga negara yang berperan dalam menjaga keamanan, menjaga ketertiban masyarakat, serta menegakkan hukum.

“Juga memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga keamanan dalam negeri dapat terwujud,” kata Azis dalam keterangannya yang diterima wartawan, Rabu (27/1/2021).

Politisi Partai Golkar itu mengucapkan selamat kepada Jenderal Listyo Sigit telah dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Kapolri pada Rabu pagi. Ia berharap Listyo Sigit dapat menjalankan amanah sebagai Kapolri dan dapat menjalankan visi, misi, dan program-program sebagaimana yang telah disampaikan dalam tes uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR beberapa waktu lalu.

Ia mendorong Kapolri dapat membina seluruh aparat Kepolisian untuk selalu menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan fungsinya, serta membina hubungan baik antara Polri dengan masyarakat termasuk terhadap ormas dan kelompok-kelompok lain.

“Polri harus dapat meyakinkan masyarakat bahwa institusinya dapat dekat dengan rakyat dan selalu bersedia melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujar Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia sekaligus menaikkan pangkatnya menjadi Jenderal Polisi di Istana Negara Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Pengangkatan Listyo tersebut berdasarkan Keputusan Presiden No 5 Polri tahun 2021 yang ditetapkan pada 25 Januari 2021 sedangkan kenaikan pangkat berdasarkan Keputusan Presiden No 7 Polri tahun 2021 tertanggal 27 Januari 2021.

Maman Abdurrahman: Pantau Diversifikasi Penggunaan Energi Gas


Berita Golkar– Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mengimbau agar para Anggota Dewan dapat memantau implementasi diversifikasi penggunaan energi khususnya di sektor gas. Seperti yang diketahui, energi gas direncanakan akan dapat mengganti bahan bakar minyak (fuel) untuk menjalankan pembangkit tenaga listrik.

“Kami mohon penjelasan status atau progres dari realisasi Kepmen Nomor 13 Tahun 2020 itu seperti apa? Keberadaan kami ini harapannya dapat mendorong realisasinya, pertanyaan apakah ada hambatan atau masalah?” tanya Maman dalam RDP Komisi VII DPR RI dengan jajaran direksi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1/2020).

Adapun Kepmen tersebut mengatur soal Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG, Serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG Dalam Penyediaan Tenaga Listrik. Dalam rapat, Maman mengatakan pula bahwa konsumsi BBM oleh PLN untuk kebutuhan pembangkit listrik masih tinggi dan cenderung mahal.

Sementara, penggunaan gas bumi sebagai energi pembangkit dinilai lebih ekonomis. “Saya yakin penggunaan (gas bumi) untuk listrik bakal menguntungkan bagi PGN. Untuk itu saya berharap kita pantau terus implementasi ini,” ujar politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PGN Suko Hartono mengakui memang terdapat beberapa tantangan yang perusahaan plat merah itu hadapi dalam mengimplementasi aturan tersebut. Salah satunya persoalan nilai keekonomisan yang dinilai belum tercapai lewat skema tersebut.

Scroll to top