Bulan: September 2020

Airlangga Instruksikan Calon Golkar Jadi Contoh dalam Disiplin Protokol Kesehatan

Berita Golkar, Bintan- Partai Golkar tidak ingin ada klaster pilkada selama pandemi Covid-19. Untuk itu calon-calon yang diusung Golkar dalam Pilkada 2020 harus bisa menjadi panutan dan contoh masyarakat untuk melawan pandemi.

Pernyataan ini muncul dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat membuka rapat koordinasi pemilu kepada seluruh calon Kepala Daerah (Gubernur, Walikota dan Bupati) Partai Golkar se-Provinsi Kepulauan Riau, serta pengarahan kepada Pimpinan DPRD dan Fraksi Partai Golkar se-Kepri untuk mendukung dan memenangkan pasangan Kepala Daerah yang didukung Partai Golkar, di Bintan, Kepulauan Riau, pada Sabtu (26/9/2020).

“Calon pemimpin akan diuji dalam tiga bulan ini bagaimana menjadi contoh atau panutan dan bagaimana menginspirasi masyarakat agar tertib dan disiplin dalam penegakan protokol kesehatan. Jika mereka berhasil, saat mereka dilantik nanti, maka tugas pertama mereka adalah memerangi Covid,” kata Airlangga.

Airlangga juga meminta para calon Partai Golkar untuk membuat inovasi dengan memanfaatkan teknologi digital dalam berkampanye.

Pengarahan dan Amanat Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto kepada seluruh Calon Kepala Daerah (Gubernur, Walikota dan Bupati) Partai Golkar se-Provinsi Kepulauan Riau, Bintan Kepri, Sabtu (26/9).

“Kami mendorong agar Golkar melakukan kampanye berbeda, menggunakan medium teknologi, dan tampil secara digital di masyarakat misalnya lewat mobil LED yang berkeliling. Selain itu bagikan alat peraga kampanye berupa masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan serta disinfektan,” ujar Airlangga.

Apalagi Golkar sudah menyediakan tiga juta masker untuk dibagikan. Serta membentuk Satgas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan selama kampanye dengan melibatkan AMPG dan KPPG. “Golkar commit untuk perang semesta melawan Covid-19,” tegas Airlangga.

Selain itu Airlangga juga menegaskan jika seluruh calon yang diusung Golkar sudah mendapatkan tanda tangan persetujuan dari DPP Partai Golkar. Seperti halnya untuk maju menjadi ketua fraksi Golkar harus mendapatkan hal sama. Maka kini saatnya kader Golkar untuk membuktikan janjinya memenangkan calon yang diusung Golkar pula.

Selanjutnya Airlangga juga meminta seluruh wakil rakyat di DPR dan DPRD untuk berjuang memenangkan calon dari Golkar.

“Ada konsekuensi, kalau anggota dewan di dapilnya suaranya tidak maksimal di Pilkada nanti maka bapak-ibu kurang kerja. Maka itu jadi monitoring dan evaluasi,” ungkap Airlangga.

Ketum Golkar ini juga menegaskan jika ada wakil rakyat dan kader partai beringin yang tidak mau bekerja memenangkan calon yang diusung Golkar maka harus diganti. “Jika tidak sanggup kerja, maka lebih baik dibangkucadangkan dulu dan kita cari pemain lain yang siap kerja,” ujar Airlangga.

Dalam kesempatan itu Menko Perekonomian ini juga ingin menunjukkan tekadnya bersama seluruh kader Partai Golkar untuk perang melawan Covid dan perang melawan penurunan ekonomi.

“Sungguh manis buah durian, dimakan orang waktu petang. Rapat konsolidasi kita lakukan, Golkar solid pilkada menang,” ucap Airlangga dalam pantunnya malam itu.

Khusus untuk Pilgub Kepulauan Riau, Partai Golkar mengusung Cagub Ansar Ahmad, ia juga berharap dapat memenangi pilkada.

“Pergi berlayar gunakan perahu, sambil menjaring si ikan teri. Mari kita bahu-membahu menangkan Pak Ansar Ahmad, Gubernur Kepri,” tutup Airlangga dalam sambutannya rapat tersebut.



Paslon Golkar “Amerta” Dapat Nomor Urut 2 Untuk Pilwali Denpasar

Berita Golkar – Pasangan muda yang diusung koalisi tiga partai (Golkar, Nasdem dan Demokrat), Paket Amerta mendapatkan nomor urut 2 dan Jawa-Wibawa mendapat nomor urut 1.

Hasil pengundian nomor urut ini dilakukan KPU Kota Denpasar dalam rapat pleno terbuka pengundian nomer urut dan daftar pasangan calon Pilwali Denpasar 2020, Kamis 24 September 2020.

Rapat pleno di hadiri oleh ketua dan 2 anggota KPU Kota Denpasar, BAWASLU 2, paslon dan ketua timkam masing” 1 orang dan secara daring melalui zoom dihadiri oleh forkompinda, LO, pimpinan partai politik pengusul dan 2 orang anggota KPU Kota Denpasar.

Menurut I Wayan Arsa Jaya, Ketua KPU Kota Denpasar, seperti yang disampaikan wartawan, Kamis 24 September 2020, proses pengundian nomer urut diawali dengan pengambilan nomer undian pertama.

“Nomor undian pertama dilakukan oleh calon wakil Pasangan calon I Gusti Ngurah Jaya Negara,SE. dan I Kadek Agus Arya Wibawa, SE., MM. karena sesuai mekanisme, yang bersangkutan datang terlebih dahulu ke ruang rapat yaitu pada pukul 09.05 dan disusul paslon Pasangan Calon Gede Ngurah Ambara, SH. dan Made Bagus Kertha Negara, SE. yang hadir pada pukul 09.50,” ujar Arsa Jaya.

Ditambahkannya sesuai dengan PKPU 13 2020 yang merupakan perubahan PKPU 6 2020 tentang pelaksanaan tahapan di tengah pandemi, undangan yang hadir di dalam ruang rapat telah ditentukan.

Hasil pengundian nomer urut , paslon Pasangan calon I Gusti Ngurah Jaya Negara,SE. Dan I Kadek Agus Arya Wibawa, SE., MM. mendapat nomer urut 1. Dan paslon Pasangan Calon Gede Ngurah Ambara, SH. dan Made Bagus Kertha Negara, SE. mendapat nomer urut 2.

Selanjut nomer urut yang telah ditetapkan menjadi bagian dari proses pada masa kampanye yang akan dilaksanakan mulai 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020.

Rangkaian acara pleno juga dilaksanakan penandatanganan pakta integritas kepatuhan prokes selama tahapan dan kesiapan menerima sanksi pelanggaran prokes bagi kedua paslon, serta pendeklarasian untuk mewujudkan PILWALI KOTA DENPASAR 2020 yang damai, patuh Protokol Kesehatan dan ramah lingkungan.

Ketua KPU Denpasar mengapresiasi para paslon telah menunjukkan impresi positif mewujudkan apa yang sudah disepakati dalam deklarasi.

Yaitu dengan tidak menggunakan 200 persen jatah pembuatan APK baliho, spanduk dan umbul umbul.

Dan tidak mengadakan kampanye rapat umum dan konser musik yang mengumpulkan masa. Dan berharap selanjutnya semua kegiatan kampanye merefleksikan komitmennya.

Pelaksanaan rapat pleno ini juga disiarkan secara live streaming di kanal youtube KPU Kota Denpasar, agar masyarakat luas dapat mengakses.

Menurut Arsa Jaya, KPU Kota Denpasar berkomitmen melaksanakan Pemilihan yang demokratis, aman dan sehat dan untuk mewujudkannya KPU mengajak semua pihak turut bersama sama.

Selanjutnya KPU merencanakan melaksanakan pembukaan masa kampanye pada 27 September 2020 yang dirangkai dengan peluncuran maskot dan jingle PILWALI KOTA DENPASAR 2020.

Acara ini akan digelar secara daring dengan mengundang paslon dan tim kampanye, pimpinan partai politik dan stakeholder.

Indobalinews.pikiranrakyat

Dari Hasil Survei, Pasangan “HARUM” Paling Potensial Di Pilwali Mataram

Berita Golkar – DPP Golkar menggandeng sejumlah lembaga survey untuk mengevaluasi popularitas dan tingkat keterpilihan seluruh kader yang berlaga di Pilkada Serentak 2020. Diantaranya Charta Politika, Sinergi Data, Indikator Politik, LSI Denny JA dan Poltracking.

Khusus di Pilwali Mataram mereka menggunakan lembaga survei Indikator Politik. Hasilnya, dalam survei yang dilakukan 18-22 Agustus 2020 pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM) yang diusung Golkar masih tetap unggul.

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Dari hasil survey tersebut Lembaga Survei Indikator melakukan sejumlah simulasi untuk mengukur popularitas dan elektabilitas seluruh kontestan yang berlaga di Pilwali Mataram 2020.

Pertama seluruh responden diminta menjawab pertanyaan siapa wali kota yang akan dipilih jika pilkada dilakukan hari ini. Pertanyaan ini dilakukan tanpa menyebutkan nama dan atribut bakal calon. Hal ini dilakukan secara spontan untuk mengukur top of mind arah dukungan responden.

Hasilnya dari seluruh responden 30 persen langsung menyebut nama H Mohan Roliskana. Kemudian 12,4 persen responden menyebut nama Hj Putu Selly Andayani. Sementara itu calon lainnya kurang dari tiga persen.

Kemudian ketika ditunjukkan sejumlah daftar nama, figure H Mohan memiliki dukungan cukup dominan. Yakni sebesar 41- 42 persen. Disusul Selly 14,6 persen, Makmur 4,9 persen dan Baihaqi 2,1 persen. Sementara responden yang tak menentukan pilihan (undecided voters) sebanyak 27-28 persen.

Ketika dikerucutkan menjadi empat nama calon wali kota, dukungan untuk H Mohan naik menjadi 47,5 persen. Disusul kemudian oleh figur Selly Andayani dengan 15 persen, Makmur 6 – 7 persen dan Baihaqi 2 persen. Sementara itu jumlah responden yang tak menentukan pilihan sebanyak 29 persen.

Dalam simulasi selanjutnya Indikator mengerucutkan pilihan menjadi empat pasangan yang akan berlaga di Pilwali Mataram 2020. Yakni H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM), Hj Selly Andayani-TGH Abadul Manan (SALAM) HL Makmur Said – H Badruttamam Ahda dan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah R Ganefi (BARU). Hasilnya

Responden memilin HARUM 47- 48 persen disusul SALAM 15,6 persen, MUDA 8,9 Persen, Baru 2 persen. Sisanya sekitar 26 persen responden tak menentukan pilihan.

Kenapa HARUM Elektabilitasnya tinggi?

Tingginya tingkat keterpilihan pasangan HARUM ini disokong oleh tingginya popularitas dan kesukaan terhadap H Mohan secara pribadi. Dalam survey tersebut H Mohan memiliki kedikenalan (popularitas) pada angka 86 persen, Sementara Hj Selly berada di angka 61 persen, Makmur 32 persen dan Baihaqi 20 persen.

Kemudian tingkat kesukaan, H Mohan menjadi figure yang paling disukai publik. Dari seluruh responden yang mengenal Mohan 81 persen menyukai. Kemudian dari seluruh responden yang mengenal Selly, 61 persen mengaku menyukai. Kemudian HL Makmur 66 persen dan Baihaqi 37-38 persen.

Meningkat Dari Survei Bulan Maret

Sebelumnya Indikator juga melakukan survey serupa pada 1-5 Maret lalu. Indikator menanyakan Seandainya pemilihan langsung Malikota Mataram dilakukan hari itu siapa yang akan dipilih tanpa menyebutkan nama.

Hasilnya H Mohan menjadi figur teratas dalam top of mind 410 responden. Yakni H Mohan Roliskana 17 persen, Selly 5,4 persen dan HL Makmur Said 2,6 persen. Di bawahnya ada nama H Badruttamahm Ahda, H Baihaqi dan TGH Mujiburrahman dalam kisaran 0,6-0,8 persen.

Dalam simulasi 10 nama, figur H Mohan masih unggul dengan 36,3 persen, Hj Selly 12,9 persen, HL Makmur 5,2 persen dan H Baihaqi 2,2 persen. Di bawahnya muncul nama TGH Mujiburrahman dan Badruttamam Ahda. Sementara itu jumlah responden yang tak menentukan pilihan sebanyak 38,2 persen.

Smentara itu dalam simulasi empat nama. H Mohan Roliskana juga memimpin dengan 39,5 persen disusul Selly 13,6 persen, H Baihaqi 2,2 dan Ahda 2,1. Namun demikian di buan Maret angka undecided voters masih cukup tinggi yakni 42,5 persen.

Bagaimana jika H Mohan head to head dengan Hj Selly. Hasil survey bulan Maret menyebut H Mohan unggul 40,7 sementara Hj Selly berada di angka 14,6. Sementara responden yang tak memilih sebanyak 44,7 persen.

Langkah HARUM Mengamankan Kemenangan

Sementara itu terkait hasil survey ini Juru Bicara Tim pemenangan HARUM H Firadz Pariska mengaku bersukur dengan terus meningkatnya dukungan publik Mataram. Karena itulah pihaknya kini terus melakukan sosialisasi untuk menjaga dan meningkatkan dukungan jelang hari pemilihan 9 Desember mendatang.

“Kami terus melakukan penguatan di lapangan. Baik H Mohan maupun TGH Mujib terus turun ke masyarakat dengan tetap mematuhi protokol penanganan Covid 19,” ujarnya.

Bedanya, saat ini setiap pertemuan langsung pihaknya melakukan pengawalan ketat. Yakni membatasi jumlah peserta, mengatur jarak duduk dan mengenakan alat pelindung diri.

“Ini penting sebagai bentuk komitmen Tim Harum untuk mendukung program pencegahan Covid 19,” imbuhnya.

Selain pertemuan langsung pihaknya juga kini memperkuat sosialisasi melalui media. Baik media massa, media sosial maupun pemasangan baliho. Hal ini penting agar public bisa lebih mengetahui figure yang akan memimpin mereka untuk periode mendatang.

Lombokpost.jawapos

Ungkapan Ketua DPRD Sulsel F-Golkar Setelah Menjabat 1 Tahun


Berita Golkar – Tak terasa kini sudah 1 tahun masa jabatan pimpinan anggota DPRD Sulsel yang kini berjumlah 85 orang masa jabatan 2019/2024.

“Tak terasa sudah 1 tahun masa jabatan saya sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan,” ujar Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina kartika Sari, Kamis (24/9/2020).

Diketahui, pada tanggal 24 September 2010 lalu. Pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan yang terpilih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Diketahui, pada pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPRD Sulsel periode 2019 – 2024 digelar di ruang paripurna hanya 83 orang anggota dewan. Kemudian berjalannya waktu 2 anggota Dewan dilantik menggenapkan 85 orang.

Lebih lanjut, Andi Ina Kartika Sari yang juga politisi Golkar Sulsel itu, mengatakan segenap pimpinan dan jajaran Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulsel akan terus berusaha dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Kepala yang baik dan hati yang baik selalu merupakan kombinasi yang tangguh,” pungkasnya.

Rakyatsulsel

Rakornis Bapilu PG Dan BSNP, Airlangga Hartarto: Targetkan 60% Kemenangan Pada Pilkada 2020

Berita Golkar –  Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto menggelar Rakornis Bapilu PG dan BSNP tahun 2020 secara virtual. Dalam rapat tersebut, Airlangga menegaskan pentingnya kemenangan bagi Partai Golkar di Pilkada Serentak 2020.

“Partai Golkar adalah partai yang di 270 daerah yang menggelar Pilkada, calonnya lengkap dan kita berharap kemenangan 60 persen ini bisa dijaga,” kata Airlangga dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020).

Dalam sambutannya, Airlangga menjelaskan target kemenangan di lingkup internal Golkar sebenarnya adalah 70 persen. Oleh karena itu, ia meminta seluruh ketua DPD Golkar di provinsi dan kota untuk menggunakan target internal tersebut sebagai target kinerja masing-masing.

“Penting bagi kita untuk bekerja keras karena ini adalah bagian dari langkah awal untuk memenangkan pemilu 2024, baik itu pemilu legislatif, maupun pemilu presiden,” ungkapnya.

Airlangga menegaskan Partai Golkar harus bisa melakukan reset dan rebooting dalam penanganan COVID-19 dan keikutsertaannya di Pilkada serentak 2020. Pasalnya, ia sudah memberikan instruksi serta membentuk Satgas Penegakan Disiplin Kader Partai Golkar di pilkada.

“Dalam situasi seperti ini Partai Golkar menginstruksikan seluruh Indonesia, kabupaten / kota dan provinsi yang melakukan Pilkada untuk membentuk Satgas Penegakan Disiplin,” katanya

Menurutnya, saat ini stigma COVID-19 sangat membekas di masyarakat. Oleh karena itu ia menegaskan agar para calon dan kader Parta Golkar untuk menggelar kampanye atau rapat umum sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan.

“Dengan adanya Satgas ini maka tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh calon-calon dari Partai Golkar maupun kader-kader Golkar dalam mengorganisasi kampanye, pertemuan, dan rapat-rapat yang bertentangan dengan protokol COVID yang sudah dibuat PKPU revisi,” imbuhnya.

Menko Perekonomian ini juga meminta agar seluruh kader partai Golkar mengerti dan memahami terkait hal yang diatur dalam PKPU dan kegiatan yang bisa dilakukan ke masyarakat. Airlangga juga mengatakan dalam rangka ulang tahun Golkar dan kampanye pilkada, pihaknya akan membagikan tiga juta masker di 270 daerah.

Terkait pilkada serentak, Airlangga menyatakan saat ini sudah ada gerakan-gerakan masyarakat yang menginginkan agar pilkada 2020 ditunda atau digagalkan. Salah satunya dengan mendorong para pemilih yang datang ke TPS kurang dari 50 persen.

“Ini menjadi tantangan sekaligus peringatan bagi kita, bahwa seluruh kader Golkar perlu memberi keyakinan dan kepercayaan kepada masyarakat, agar masyarakat percaya diri untuk hadir di TPS,” paparnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar para satgas mendorong masyarakat untuk tetap hadir di TPS. Adapun hal tersebut penting bagi Parta Golkar karena tingkat kemenangan akan ditentukan lewat partisipasi masyarakat.

“Untuk itu peran Satgas dan Badan Saksi Nasional Golkar sangat penting untuk mendorong masyarakat yang akan memilih Partai Golkar untuk hadir di TPS,” tambah Airlangga.

Selain itu, Airlangga juga meminta agar para kader Golkar tetap solid dan terus berusaha untuk menang dalam Pilkada, serta terus mempersiapkan diri menghadapi pemilu 2024 secara terus menerus.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan kunci merebut kemenangan yakni partai beringin harus soldi. Bagi Nurdin, Pilkada 2020 merupakan arena uji coba dalam jangka pendek untuk menilai sejauh mana kreativitas kader-kader Golkar, terutama dalam mengoptimalkan teknologi digital, media daring dan juru bicara andal untuk berkomunikasi secara menyakinkan di mata publik.

“Rakornis ini akan membahas dan menyusun taktik dan strategi guna memenangkan 60 persen target kemenangan, dan memenangkan Pileg dan memenangkan Airlangga Hartarto dalam Pilpres 2024,” pungkasnya.

Detiknews



Golkar Sumsel Siap Hantarkan Ratna-Suwarti Raih Kemenangan Pada Pilkada 2020

Berita Golkar –  Pasca di tetapkannya pasangan calon bupati dan wakil bupati musi rawas oleh komisi pemilihan umum daerah (KPUD) musi rawas. Kini suhu politik di kabupaten musi rawas, provinsi sumatera selatan sudah mulai terlihat memanas.

Terlihat dari masing-masing Partai politik pengusung atau koalisi dari pasangan calon (Paslon), baik itu dari partai pengusung paslon incumbent, maupun juga dari paslon lawan incumbent.

Seperti halnya partai Golkar, dan para kadernya secara tegas menyatakan diri untuk siap mendukung dan memenangkan calon nomor urut 1(satu) yakni, Hj.Ratna Mahmud dan Hj Suwarti (Ramah-Berarti) sebagai calon bupati dan wakil bupati di Pilkada musi rawas priode 2021-2026 mendatang.

Ketua DPD partai golkar musi rawas Firdaus Cik Olah menyatakan, dirinya dan kader partai golkar siap totalitas untuk menghantarkan Ramah Berarti menjadi bupati dan wakil bupati di Pilkada nanti.

“Sebagai partai pengusung, saya dan kader-kader partai golkar. Seratus persen sudah mantap dengan tekad yang kuat. Siap menghantarkan Ratna-Suwarti untuk menang di Pilkada nanti,” ujarnya.

“Sebagai paslon penantang, kami sangat yakin dan optimis Ramah Berarti insyallah menang. Melihat dari dinamika politik saat ini, mari sama-sama kita berjuang untuk kemajuan musi rawas yang lebih baik lagi. Lebih ramah agar kita berarti,” kata FCO sapaan akrabnya, kamis(24/9/2020).

Firdaus Cik Olah juga menegaskan, sesuai dengan aturan AD/ART bahwasanya dia akan menindak bagi para kader dan fraksi golkar yang duduk DPRD kabupaten musi rawas jika membelot dari perintah intruksi partai tentang dukungan terhadap Ramah Berarti.

“Partai golkar merupakan partai besar dan termasuk salah satu partai politik yang berpengaruh dalam peta perpolitikan nasional, dan loyalitas tidak diragukan lagi. Ayo kita menangkan Ramah Berarti di Pilkada 2020, mari wujudkan perubahan bersama Ramah berarti. Duo srikandi terbaik, siap ciptakan perubahan,” tegasnya.

Sumaterapost

Golkar DKI: Jangan Kendur Pengawasan-Penindakan Soal PSBB!

Berita Golkar –  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta. Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta meminta Anies tak mengendurkan pengawasan dan penindakan bagi pelanggar.

“Mantap, kesehatan nomor 1 tapi ekonomi harus terjaga. Jangan kendor dalam pengawasan dan penindakan,” ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, DKI Basri Baco, saat dihubungi Kamis (24/9/2020).

Basri mengingatkan, agar tidak terjadi kerjasama antara petugas dan pelanggar PSBB. Selain itu, menurutnya Anies dan jajarannya perlu mengawasi kantor dan mall dengan baik.

“Serta jangan ada kongkalikong antara petugas dan pelanggar PSBB ketat. Awasi Kantor, Pasar dan Mall baik-baik,” kata Basri.

Selain itu proses test dan tracing juga dinilai perlu ditingkatkan. Hal ini karena menurutnya saat ini warga tidak diizinkan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Pasti (perlu ditingkatkan), karena sekarang kan tidak boleh isolasi mandiri jadi tracking itu sangat penting agar tidak menyebar,” kata Basri.

“Kalau Wisma Atlet penuh sewa hotel atau Wisma untuk isolasi OTG hingga pake GOR atau sekolah, nanti imun makin drop bukan makin baik malah makin buruk nanti,” sambungnya.

Diketahui, Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta diperpanjang hingga 11 Oktober 2020. Keputusan itu diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Dalam rapat koordinasi terkait antisipasi perkembangan kasus COVID-19 di Jabodetabek, Menko Kemaritiman dan Investasi menunjukkan data bahwa DKI Jakarta telah melandai dan terkendali, tetapi kawasan Bodetabek masih meningkat.

Sehingga perlu penyelarasan langkah-langkah kebijakan. Menko Marives juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua minggu,” kata Anies dalam keterangannya, Kamis (24/9/2020).

Anies menyebut sudah ada tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus aktif di Jakarta. Pada 12 hari pertama bulan September, lanjut dia, pertambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Lalu 12 hari berikutnya penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

Meski disebut sudah menunjukkan tanda awal pelambatan, Anies mengatakan, peningkatan kasus masih terus perlu ditekan. Tanpa pembatasan ketat dan dengan pengetesan yang masif, pertambahan kasus harian di Jakarta diprediksi akan mencapai 2.000 per hari pada pertengahan Oktober. Sedangkan kasus aktif akan mencapai 20 ribu pada awal November.

Detiknews

Maman Optimis Pilkada 2020 Aman Dengan Disiplin Protokol Kesehatan

Berita Golkar – Berbagai gerakan kelompok masyarakat yang menginginkan agar Pilkada Serentak 9 Desember 2020 ditunda bermunculan. Kelompok masyarakat beranggapan proses pemilihan kepada daerah itu akan menimbulkan klaster baru Covid-19 di Tanah Air.

Berdasarkan kesepakatan rapat antara Kementerian Dalam Negeri, DPR, KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu) dan DKPP telah membuat keputusan untuk melanjutkan Pilkada tetap digelar 9 Desember 2020 dengan PKPU yang baru.

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Maman Abdurahman mengatakan banyak pertimbangan mengapa pesta demokrasi ini harus tetap digelar meski saat pandemi, salah satunya adalah kepastian jabatan kepemimpinan kepala daerah tahun depan.

“Jika Pilkada ditunda lagi untuk menunggu pandemi Covid-19 berakhir, kita tidak tahu sampai kapan pandemi itu akan berakhir. Prediksi para epidemolog dari berbagai negara tahun depan belum tentu berakhir,” kata Maman, di Jakarta, minggu (26/9).

Maman yang juga menjabat Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar ini optimis bahwa Pilkada 2020 sesungguhnya tetap bisa berlaksanakan dengan aman selama pandemi Covid-19 dengan menerapkan disiplin kesehatan.

“Kuncinya adalah kedisiplinan menjalankan protokoler kesehatan. Apalagi sudah ada PKPU revisi yang mengatur tentang bagaimana kampanye dan proses pemilihan nanti dilakukan,” ucap Maman.

Menurut Maman, jumlah penambahan kasus pasien Covid-19 tidak berhubungan langsung dengan Pilkada. Ini dibuktikan adanya beberapa daerah yang tidak menggelar agenda Pilkada, kasus penambahan tetap terjadi.

“Naik atau tidaknya kasus positif itu karena kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Lha DKI saja, tidak ada Pilkada, tapi justru kenaikan pasien sangat tinggi. Jadi sekali lagi kuncinya adalah protokol kesehatan,” papar Maman.

Maman juga menambahkan bahwa pemungutan suara 9 Desember nanti juga itu setelah penundaan yang kedua kali. Jadwal pemungutan suara pada 9 Desember 2020 merupakan jadwal hasil penundaan sebelumnya tanggal 23 September.

“Jadwal 9 desember, jadwal penundaan, semula pencoblosan tanggal 23 September 2020. Nanti Februari 2021, banyak kepala daerah akan habis masa jabatannya, jadi Pilkada harus lanjut supaya ada kepastian”. ungkap Maman.

Pelaksanaan pesta demokrasi seperti ini tak hanya berlangsung di Indonesia. Di sejumlah negara seperti Korea Selatan, juga tetap dilangsungkan pemilihan umum pada April 2020 yang juga saat pandemi. Begitu pula dengan Amerika Serikat yang akan menggelar Pilpres pada November 2020.

“Referensi dari beberapa negara yang mempunyai agenda pemilu nasional maupun daerah, hampir semuanya tetap berproses tahun 2020 ini. Di Indonesia juga bisa,” ujar Maman.

Selain itu, proses pencoblosan sendiri sudah diatur sesuai jadwal. Bahkan diprediksi hanya membutuhkan waktu singkat untuk mencoblos di TPS karena yang digunakan hanya satu atau maksimal dua kertas suara saja.

Golkar Denpasar Bertemu Paslon “Amerta” Untuk Selaraskan Program Kerja

Berita Golkar – Usai menggelar pertemuan dengan pasangan calon Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kerta Negara (Amerta) yang di usung Partai Golkar, Demokrat dan NasDem dalam Pilwali Kota Denpasar 2020 di Kantor DPD Partai Golkar, Rabu (22/9/2020).

I Wayan Mariana Wandira selaku Ketua DPC Partai Golkar Kota Denpasar mengungkapkan, pertemuan tersebut tidak lain untuk menyinkronkan program kerja partai dengan visi misi paslon.

“Kita rancang gerak langkah melalui tim pemikir-pemikir yang kita miliki dengan kebijakan paslon yang kita serap dari bawah,” sebut Wandira.

Menurutnya program-program yang dirancang bersama hendaknya sesuai dengan kondisi dalam situasi Covid-19. Artinya, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, itulah yang jadi prioritas untuk diakomodir.

“Kita sadari bersama dalam kondisi pandemi seperti sekarang tidak mungkin kita bertemu langsung dengan pemilih karena adanya batasan-batasan,” ujarnya.

Lantaran itulah melalui pertemuan antara paslon dan pemikir yang dimiliki, dirancanglah mekanisme yang sejalan antara keduanya agar pesan itu bisa sampai ke masyarakat.

“Untuk itulah kita perlu yang namanya database sebagai acuan dalam mengambil kebijakan,” ungkapnya.

Ia merasakan betul kebutuhan data menjadi sesuatu yang vital tatkala stake holder akan mengambil suatu keputusan.

“Ketika kita memiliki data, niscaya potensi masing masing daerah bisa digali dan dikembangkan,” imbuh Wandira yang didampingi paslon Walikota dan Wakil Walikota, Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kerta Negara.

“Kita berharap program yang disinkronkan agar memberikan vibrasi bagi masyarakat kota Denpasar yang notabene sebagai Ibukota Provinsi,” tandasnya.

Bercermin dari kondisi saat ini, Wandira berpendapat, masyarakat sangat menginginkan adanya angin perubahan di kota Denpasar, tidak monoton hanya itu saja.

“Adanya pemberitaan di beberapa media menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat di bawah lima puluh persen,” ujarnya.

Berangkat dari itu ia memiliki optimisme suara yang akan diraup paslon Amerta dalam Pilwali Kota Denpasar akan mencapai 55 persen.

“Itu target kita, dan kita optimis bisa meraupnya,” pungkas Wandira yang berasumsi kedua paslon memiliki program teknis yang tidak mengandalkan rasa, tapi memiliki tolok ukur yang jelas.

Patrolipost

Ahmad Doli: Pasangan Calon Harus Sosialisasikan Protokol Kesehatan Saat Kampanye

Berita Golkar – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan partai politik, serta pasangan calon wajib mendukung penyelenggara Pilkada 2020 tetap aman. Salah satu langkah yang diambil Golkar, kata dia, mewajibkan pasangan calon menyosialisasikan protokol kesehatan saat berkampanye.

“Kami juga punya kepentingan Pilkada ini jadi media untuk menyampaikan cara hidup sehat. Itu butuh komitmen. Yang di depan adalah KPU-Bawaslu tapi juga partai politik, terutama ju ga adalah pasangan calon,” kata Doli dalam webinar yang digelar Formappi, Kamis 24 September 2020.

Doli mengatakan Golkar ini menciptakan situasi Pilkada 2020 yang aman sehingga tidak bisa diserahkan hanya pada satu pihak, atau penyelenggara pemilu saja. Menurut dia, pemerintah, partai politik, pasangan calon, hingga masyarakat juga perlu berkomitmen atas hal ini.

Ia mengatakan Golkar sejak awal sudah menulis hal ini dalam pakta integritas yang ditandatangani oleh pasangan calon. Pada pakta tersebut ditulis pasangan calon selain mengkampanyekan dirinya juga harus memperkenalkan cara hidup sehat.

“Kita bisa bayangkan apabila menyampaikan pesan2 cuci tangan hidup bersih dan sebagainya itu akan ditangkap oleh 106 juta masyarakat kita. Kalau ini terjadi idealnya 106 juta ini bisa selamat,” tutur Ketua Komisi II DPR RI ini.

Selain itu, kata dia, komitmen Golkar terhadap protokol kesehatan ini dengan membentuk tim khusus yang membagi-bagikan jutaan masker. Beberapa di antaranya bahkan dibagikan melalui para pasangan calon.

Golkar, kata Doli, akan secara tegas menegur bila ada pasangan calon yang diusung partai Golkar melanggar protokol kesehatan.”Kami juga berikan teguran kalau ada yang diusung partai Golkar yang melanggar protokol Covid-19.”

Tempo

Scroll to top