DPD GOLKAR

Heri Ngabut Dipanggil BKD Manggarai Hari Ini Terkait Foto KTA Partai Golkar

Berita Golkar– Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Manggarai, NTT berencana memanggil Heribertus Ngabut dan Ketua DPD II Partai Golkar Manggarai, Yoakim Jehati hari ini, Senin (10/8).

Pemanggilan tersebut untuk mengklarifikasi terkait beredarnya foto penerimaan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar Heri Ngabut dari Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Manggarai, Yoakim Jehati. Dalam foto yang beredar, tampak Heri yang menenakan kemeja bergaris biru muda itu memegang KTA bersama dengan Yoakim yang mengenakan jas Partai Golkar.

“Ya, Pak Heri ini masih ASN kan. Yang dalam regulasi manajemen ASN itu kan, seorang ASN tidak boleh menjadi anggota atau pengurus parpol. Yang beredar sekarang ini kan ada foto dimana Pak Ketua Golkar (Yoakim Jehati) atau Pak Heri menerima kartu (KTA Golkar).

Karena ini kan harus klarifikasi langsung, baik kepada Pak Heri dan Golkar itu sendiri. Rencanya besok (Senin) ini,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Jahang Fansy Aldus ketika dikonfirmasi Tajukflores.com, Minggu (9/8).

Menurut Fansy, klarifikasi penting dilakukan mengingat Heri Nabit merupakan ASN aktif. Dia berkata, seorang ASN aktif dilarang untuk terlibat dalam politik, baik sebagai anggota maupun simpatisan.

Diketahui, Heri yang merupakan bakal calon wakil bupati Manggarai itu masih menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Manggarai.

“Jadi kita perlu klarifikasi. Ketika seorang ASN masuk anggota parpol, itu ada larangannya, ada sanksinya,” jelasnya.

Fansy mengatakan pemanggilan terhadap Heri Ngabut dan Yoakim sudah dilakukan melalui surat resmi. “Suratnya sudah dikirim,” ujarnya.

Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 dengan tegas melarang ASN menjadi anggota partai politik. Hal itu kembali dipertegas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2004 yang melarang ASN menjadi pengurus partai politik.

Menurut ketentuan ini, ASN yang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik diberhentikan sebagai PNS. Pemberhentian tersebut dapat dilakukan dengan hormat atau tidak dengan hormat. Tak hanya itu, yang bersangkutan juga tidak mendapat dana pensiun.

“PNS yang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik diberhentikan tidak dengan hormat sebagai PNS sebagaimana dimaksud pada ayat (4) terhitung mulai akhir bulan PNS yang bersangkutan menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik,” demikian bunyi Pasal 255 ayat 5 UU ASN.

Lebih lanjut Fansy menyebut Heri Ngabut juga sudah mendapat peringatan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait dugaan pelanggaran kode etik.

“(Dari KASN) Itu terkait pelanggaran yang ditemukan Bawasalu. Terus Bawaslu memanggil mereka dulu, terus mengusulkan kepada KSAN, terus KSAN mencermatinya dan memberikan rekomendasi seperti itu kepada Bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian,” katanya.

Dikonfirmasi lebih lanjut, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Manggarai, Yoakim Jehati membantah Heri Ngabut sudah resmi menjadi anggota Partai Golkar.

“Kami belum serahkan KTA-nya, karena kami menanti SK (Surat Keputusan),” ujar Yoakim kepada Tajukflores.com, Minggu sore.

Adapun foto yang telah beredar luas itu menurutnya untuk kepentingan pribadi semata. “Ini hanya dokumen buat DPP,” kata politisi asal Cibal ini.

Sumber

SK Golkar Pilwako Tomohon, Lamaluta: Pekan Depan Keluar

Berita Golkar– Konstelasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwako) Tomohon, makin menarik diikuti. Dua partai besar, PDI Perjuangan dan Golkar seperti ‘malu-malu kucing’ mengumumkan nama, siapa yang bakal diusung menjadi calon pemimpin Kota Sejuk.

Kabar terbaru, dari kubu Partai Golkar, dikatakan Juru Bicara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta. Keputusan soal SK Pencalonan di Pilwako Tomohon, bakal segera diumumkan di pekan depan.

“Sementara berproses, kami (DPD I) mempercayai penuh, apa yang diputuskan DPP itulah yang terbaik,” ungkap Yoyo, sapaan akrabnya, Minggu (9/8) kemarin.

Lanjut Yoyo, keputusan siapa yang nantinya menyegel SK Golkar, tak lain adalah diantara tiga nama yang sudah disurvey sebelumnya. Meski, jalannya survey yang digelar lalu, disinyalir kurang mewakili representasi riil di lapangan.

“Tak lari dari nama yakni, Miky Junita Linda Wenur (MJLW), Jilly Gabriella Eman (JGE) dan Syerly Adelyn Sompotan (SAS),” sebutnya.

Sembari menambahkan, pihaknya memastikan dari antara ketiga nama tersebut. Ada satu nama yang nantinya bakal diplot menjadi calon Wakil Wali Kota.

“Yang pasti, hanya satu orang kan yang bisa diusung ke papan 1. Sisanya bisa menjadi calon wakil wali kota. Artinya juga, ada yang tidak diakomodir,” pungkasnya.

Sumber

Ketua DPD Golkar Jabar Turun Beri Bantuan untuk Korban Longsor di Kab Bogor

Berita Golkar –Ketua DPD Golkar Jawa Barat Ade Barkah Surahman turun dengan beberapa pengurusnya memberikan bantuan berupa sembako dan bahan bangunan untuk korban longsor di Kab Bogor.

Pemberian bantuan tersebut dilakukan dalam momentum kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) ke-X DPD partai Golkar Kabupaten Bogor yang digelar di tengah masyarakat yang terkena bencana longsor Januari 2020 silam, di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya.

Kang Abe, sapaan akrab Ade Barkah dalam keterangannya mengatakan, alasan Golkar mengadakan Musda di daerah bencana itu merupakan sebuah bentuk kepedulian yang tinggi untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Ia menjelaskan, daerah terkena imbas bencana longsor di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya itu, memerlukan recovery, relokasi dan renovasi yang cukup serius dan diberikan perhatian lebih oleh pemerintah.

“Tentu dananya kolaborasi dari pemerintah pusat, daerah maupun provinsi,” kata Abe.

Sumber

 

Nyoman Wirya “Diresmikan” Nakhodai Golkar Tabanan

Berita Golkar– Perjalanan Musda partai Golkar Tabanan, Sabtu (8/8/2020) lalu seakan hanya legalisasi kekuasaan dari Plt Ketua menjadi Ketua definitif yang diampu sosok yang sama, I Nyoman Wirya.

Dia terpilih menakhodai Golkar Tabanan periode 2020-2025 secara aklamasi dengan
didukung 16 pemegang hak suara.

Meski terpilih aklamasi, dalam Musda yang dibuka Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Kory, itu sempat muncul wacana Ni Made Meliani akan ikut bertarung menduduki pucuk pimpinan.

Namun, entah apa alasannya, yang jelas kader senior itu mengundurkan diri. Konstelasi itu membuat Wirya, yang juga anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, itu menjadi calon tunggal. Aklamasi pun hanya tinggal soal waktu.
Sebelumnya, Ketua Panitia Musda Golkar Tabanan, Made Arjana, sempat mengatakan Musda adalah keharusan untuk suksesi kepemimpinan partai sesuai regulasi.

“Tujuan Musda tidak lain melakukan perbaikan, sehingga setelah terbentuk kepengurusan yang baru bisa meningkatkan elektabilitas partai. Arahnya yaitu memenangkan Golkar dalam pilkada ataupun pemilu lainnya,” tegasnya.

“Semua pemegang hak suara menyatakan kembali mencalonkan Nyoman Wirya, sehingga yang bersangkutan terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tabanan,” sambung Dewa Made Suamba Negara, pimpinan sidang pleno tetap, usai pleno.

Nyoman Wirya usai Musda menuturkan, dia bersyukur atas kepercayaan yang diberi untuk memimpin partai berlambang pohon beringin itu. “Hal ini tidak terlepas dari kedekatan dengan teman-teman, dan hubungan baik yang terjalin sejak dulu.

PK bisa membandingkan, sudah ada pembuktian kinerja dan gampang untuk diajak kerja bersama,” lugasnya.
Selain petinggi Golkar Bali, hadir juga jajaran pengurus DPD Golkar kabupaten/kota se-Bali. Begitu pula dari KPU Tabanan, Muspida Tabanan, perwakilan partai lainnya.

Yang cukup menonjol yakni bakal calon Bupati Tabanan yang diusung koalisi Golkar, Nasdem, dan Demokrat yakni AA Ngurah Panji Astika, dengan didampingi Heryadi Angligan dan Putra Eka Santosa.

Sumber

Golkar Akan Bedah Rumah Emak Daniah, Lansia Berusia 102 Tahun di Desa Bobos

Berita Golkar –Partai Golkar Subang kembali beraksi melakukan bedah rumah di wilayah Pantura. Kini giliran rumah lansia bernama Daniah di Kampung Wanajaya, Desa Bobos Kecamatan Legonkulon yang akan dibedah.

Emak Daniah, begitu biasa dipanggil, hidup sebatangkara. Menurut warga sekitar usianya sudah 102 tahun. Hidup sendirian di rumah yang sudah tidak layak ditempati. Berdinding bilik dan beralas tanah. Hidup mengandalkan belas kasih dari orang lain.

Kemarin, Ketua DPD Golkar Elita Budiarti membawa rombongan pengurus, relawan dan kader Golkar menemui Emak Daniah.

“Nanti rumah emak akan dibedah oleh Golkar. Ini ada sembako untuk Emak. Selama dibedah, emak numpang dulu ke saudara ya,” ujar Elita dalam bahasa Jawa Pantura.

Elita berharap, Pemdes Bobos dan jajaran Muspika dan warga Kampung Wanajaya turut serta bergotong royong. “Untuk
Mewujudkan impian Mak Daniah punya rumah yang layak huni di hari tuanya,” pungkasnya.(red)

Sumber

Ini Dia 4 Calon Ketua DPD Golkar Muara Enim

Berita Golkar – Dihari terakhir pendaftaran, sebanyak empat orang yang sudah mengambil formulir pendaftaran untuk menjadi calon Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Muara Enim. Adapun keempat Calon Ketua Golkar tersebut yakni Ersangkut, Hadiono SH, H Adriansyah SE dan Drs Aminulah.

“Bakal calon yang mendaftar sudah ada empat orang. Namun yang memenuhi persyaratan 30 persen dukungan hak suara ada tiga, orang” ujar Ketua SC Musyawarah Daerah X Partai Golkar Kabupaten Muara Enin, Adi Zulistian SH, Jumat (7/8/2020).

Menurut Adi, para peserta bakal calon Ketua DPD Partai Golkar yang telah mendaftar dan memenuhi persyaratan adalah Ersangkut, Hadiono SH dan Drs Aminulah. Sedangkan H Adriansyah SE tidak memenuhi syarat 30 persen dukungan hak suara. Setelah itu, SC akan memverifikasi admistrasi dan faktual termasuk apakah ada dukungan ganda untuk menentukan calon Ketua yang memenuhi persyaratan.

Masih dikatakan Adi, rencananya Musda X Golkar Kabupaten Muara Enim akan dilakukan di Hotel Griya Sintesa dan dihadiri langsung oleh Ketua DPD Golkar Provinsi Sumsel Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, Dewan Pembina Golkar Provinsi Sumsel Ir H Alex Noerdin beserta rombongan serta Ketua DPD Partai Golkar Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar.

“Musdanya hari ini (Jumat, red) nanti sekitar pukul 14.00,” jelas advokat ini.

Sumber

Terpilih Aklamasi, Syamdakir : Partai Golkar Adalah Milik Kita Bersama

Berita Golkar –  Anak mantan Pesirah, Syamdakir Edi Hamid ST, akhirnya terpilih secara aklamasi menahkodai DPD partai Golkar Kota Prabumulih, setelah mengalahkan calon incumbent Ir Ridho Yahya MM, pada Musda V partai Golkar kota Prabumulih, yang diselenggarakan di Grand Nikita Hotel, Jumat (7/8).

Syamdakir diputuskan oleh pimpinan sidang menang dan menjadi Ketua partai Golkar kota Prabumulih periode 2020 – 2025, setelah hasil suara keduanya tidak mencapai kuorum minimal 30 % suara.

Dimana calon penantang, Syamdakir yang merupakan Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD II Golkar Kota Prabumulih berhasil mengantongi 4 suara dukungan. Sementara, petahana, yang juga Wali kota Prabumulih hanya mendapat 3 suara, sedangkan 5 suara lagi dari total 12 suara yang masuk hangus.

Syamdakir Edi Hamid ST usai terpilih sebagai ketua DPD II Golkar kota Prabumulih mengatakan akan menjaga kekompakan, keharmonisan pengurus DPD partai Golkar, memiliki target sebagai pemenang pemilu di tahun 2024 dan siap memenangkan kader Golkar yang hendak bertarung di Pilkada kota Prabumulih tahun 2023.

“Partai Golkar bukan punya Syamdakir, Partai Golkar adalah milik kita bersama,” ucap Syamdakir saat sambutan pertama kalinya sebagai Ketua terpilih DPD II Partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sebelumnya, dari pantauan, kegiatan musda yang diselenggarakan di Hotel Grand Nikita kota Prabumulih terasa sangat berbeda, yang mana semua peserta musda dari sore pukul 16.00 WIB hingga Sabtu dini hari pukul 02.50 WIB, terlihat tidak ada yang meninggalkan ruang musda.

Acara Musda ke-V Golkar Prabumulih yang dihadiri oleh beberapa Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel ini pun sempat terjadi aksi protes oleh peserta yang hadir, namun akhirnya anak mantan Pesirah, Syamdakir terpilih aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Prabumulih.

“Semua berjalan lancar damai dan tenang,” terang salah satu pimpinan sidang musda V kota Prabumulih.

Ini Ancaman Golkar di 4 Kabupaten, PDIP Harus Waspada

Berita Golkar – Partai Golkar berkeras mengusung empat kandidat Bupati di Buru Selatan, Aru, Maluku Barat Daya, dan Seram Bagian Timur. Komitmen PDIP juga tak membuat kader beringin gentar.

Dikonfirmasi terkait sikap PDIP, Ketua bidang organisasi dan keanggotaan DPD Golkar Maluku, Yusril AK Mahedar, mengatakan tidak dalam posisi merespon heat to heat. “Kita hanya ingin coba merespon keinginan politik masyarakat,” kata dia.

Terkait rekomendasi di empat kabupaten, Yusril merincikan, untuk Maluku Barat Daya mereka akan mengusung Niko Kilikily-Bastian Petrus. Rekomendasi sudah disiapkan.

Ketika ditanya, rekomendasi ditandatangan Ketua umum Golkar Airlangga Hartarto, Yusril mengaku belum mengetahui. Namun dia menegaskan, komunikasi sudah selesai dengan pihak DPP Golkar. “Semua sudah selesai, tinggal penyerahan rekomendasi saja,” ungkap dia.

Sebelumnya rekomendasi rencana diserahkan kepada pasangan ini oleh DPP Golkar pada Kamis (5/8). Namun rencana ini batal dilaksanakan. Alasannya Ketum Golkar masih melaksanakan tugas kenegaraan.

Selain MBD, Golkar juga mengusung Timothius Kaidel sebagai calon Bupati Aru. Rekomendasi sudah selesai. Timo sendiri, kata Yusril, lebih dulu sudah didukung dua partai politik. Namun partai politik apa, Ketua AMPI Maluku ini menolak menyebutkan.

Di Buru Selatan, kata Yusril, segera diputuskan. Ada dua kader Golkar yang masih dipertimbangkan. Mereka akan memilih satu, Mohammad Mukkadar atau Zainuddin Boy. Zainuddin Boy menjadi pasangan dari bakal calon Bupati La Ali.

“Di SBT juga sudah selesai. Mukti Keliobas dan Idris Rumalutur yang dicalonkan. Jadi kita pastikan akan mengusung empat kandidat di empat kabupaten. Dengan partai pengusung lain, kita pastikan harus menang dalam setiap pertarungan,” kata dia.

Seluruh Anggota Fraksi Satu Suara Mendukung Edwin Sanjaya Pimpin Golkar Kota Bandung

Berita Golkar –Seluruh anggota Fraksi DPRD Golkar DPRD Kota Bandung memberikan dukungan kepada Ketua Harian DPD Golkar, Edwin Senjaya sebagai calon Ketua DPD Golkar Kota Bandung.

Dukungan terlihat saat mereka mendampingi Edwin mengembalikan formulir pendaftaran calon Ketua DPD Golkar Kota Bandung. Sejumlah nama yaitu Juniarso Ridwan, Wawan Muhammad Usman, Rizal Khaerul, Nenden Sukaesih dan Devi Amukti Palapa.

“Kedatangan saya bersama rekan-rekan, dalam rangka menjalankan tugas sebagai kader terbaik, dengan mengikuti proses pemilihan ketua DPD Golkar Kota Bandung,” ungkap Edwin di Sekretariat DPD Golkar Kota Bandung, Jln. Pelajar Pejuang, Kamis, 6 Agustus 2020.

Menurutnya dengan dukungan dari seluruh anggota Fraksi DPRD Golkar, maka menunjukan persatuan di Golkar Kota Bandung. Meski begit, ia akan mengikuti mekanisme partai dalam proses pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Bandung.

“Dalam kesempatan ini, saya didampingi oleh Faksi DPRD Golkar Kota Bandung. Maka saya yakin bahwa Golkar di Kota Bandung solid,” ujarnya.

Jika terpilih, Edwin mengaku akan membawa partai berlambang Pohon Beringin itu menjadi lebih modern dan bermanfaat bagi warga Kota Bandung.

“Yang terpenting bukan kuat dan tidak kuat, tapi setelah terpilih nanti, apakah bisa memimpin lebih baik atau tidak. Karena ini tidak mudah dan harus bisa menganalisa tantangan,” paparnya.

Ia menerangkan, kedepannya harus ada kader Golkar Kota Bandung yang maju pada pemilu 2023. Baik pada pemilihan Presiden, Kepala Daerah maupun Legislatif.

“Saya berharap ada kader terbaik yang maju dan terpillih kedepannya,” ucapnya.

Sementara itu, Balon Ketua DPD Golkar lainnya, Rizal Khaerul mengungkapkan pengunduran dirinya sebagai calon Ketua DPD Golkar Kota Bandung. Menurut dia, langkah yang diambilnya sebagai bentuk menjaga kondusifitas di internal partai Golkar Kota Bandung.

“Partai Golkar Kota Bandung mengusung satu calon untuk memenangkan pemilihan yang akan datang. Saya dengan rela hati mendukung pak Haji Edwin, bersama dengan anggota fraksi DPRD Golkar lainnya,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Steering Committee (SC) DPD Golkar Kota Bandung, Nenden Sukaesih mengatakan, partai politik harus membuka ruang bagi sirkulasi kepemimpinan partai, sebagai bagian dari demokrasi.

“Sampai sekarang baru satu yang mengembalikan formulir pendaftaran, maka kita harus menghargai kader yang serius maju pada proses pemilihan ketua DPD Golkar Kota Bandung,” tambahnya.***

Sumber

M Taufan Pawe Aklamasi di Musda Golkar Sulsel?

Berita Golkar– Nama M Taufan Pawe sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih periode 2020-2025 sudah ramai diperbincangkan di arena musda sejak pembukaan.

Nama Wali Kota Parepare dua periode itu mencuat setelah Wakil Ketua Umum Partai Golkar Roem Kono dan Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid berharap satu dari empat nama ketua terpilih melalui musyawarah mufakat.

Diketahui empat nama bertarung di musda, Hamka B Kady (Anggota DPR RI), Supriansa (Anggota DPR RI), Taufan Pawe (Walikota Parepare), dan Syamsuddin Andi Hamid (Bupati Pangkep). Namun nama M Taufan sudah di atas angin.

“Jadi begini. Kalau saya lihat yah, saya inikan pengalaman yah, kita politik itu kalau dilihat dari daerah. Kalau bisnis, mesti dari daerah seperti Pak Erwin yah. Tetapi kalau kepala daerah tetap di daerah saja,” ungkap Roem Kono.

“Begini maksudnya, kalau di politik itukan kalau dari daerah sudah sampai di pusat, maka dia akan menjadi tokoh nasional yah. Tapi tentu dengan mekanisme yang adakan. Kan seperti itu,” kata Roem secara diplomatis.

Belum sampat menyebut nama, Nurdin Halid dan Erwin Aksa yang berdiri di samping Roem Kono meminta sesi tanya jawab sudah selesai. “Sudah yah, sudah yah,” kata NH sembari tertawa.

Erwin Aksa juga ikut tertawa sembari mendekati NH dan Roem Kono yang sudah hampir menyebut nama kepala daerah yang jika menjadi ketua bisa menjadi tokoh nasional.

“Besok lanjut lagi,” kata NH sembari tertawa lagi. Erwin Aksa dan Roem Kono juga ikut tertawa, termasuk beberapa orang yang mendengar pernyataan Roem Kono Seputar siapa ketua terpilih secara aklamasi dalam musda Golkar di Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Roem Kono menegaskan Ketua Umum Airlangga Hartarto tidak menginginkan ada gejolak di Musda DPD I Golkar Sulsel di Jakarta.

Ia menyampaikan Airlangga juga berharap Musda X Golkar Sulsel digelar di The Sultan Hotel, Jakarta melahirkan mufakat.

“Saya mendapat tugas dua hari lalu. Saya kemudian bertanya apa di gelar di Jakarta? Kalau di Jakarta saya mau, tapi kalau digelar Makassar saya tidak mau,” ungkap Roem kepada Tribun, Kamis (6/8/2020).

Karena dilaksanakan di Jakarta, Roem pun iyakan menjadi peserta musda utusan DPP pada musda Golkar Sulsel.

“Pesan Ketua Umum Airlangga Hartarto, yaitu saya mohon konsolidasi organisasi laksanakan musda, jangan ada keributan. Silakan bermufakat dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan kewibawaan masyarakat Sulsel, musyawarah dan mufakat. Ewako,” tambah Roem.

Dia berharap setelah Musda Golkar Sulsel ini digelar seluruh pengurus dapat kembali menjalankan roda organisasi dengan baik dalam rangka menyambut agenda Pilkada serentak 2020.

“Ewako, ewako, ewako, jangan ribut. Silakan bermusyawarah untuk bermufakat. Jadi sudah selesai musda ya,” tegas Roem disambut tawa.

Keinginan DPP Golkar sejalan dengan keinginan Nurdin Halid yang ingin musda melahirkan pemimpin hasil mufakat.

“Pak Nurdin ini tokoh nasional, saya protes kalau ada yang bilang tidak. Saya belum tahu berpolitik, Pak Nurdin Halid sudah luar biasa,” ujar Roem.

“Dekopin sampai sekarang masih dipegang Pak Nurdin. Pak Nurdin juga mampu kendalikan PSSI meskipun tidur di rumah,” jelasnya.

Menurutnya, setiap munas kalau ada nama Pak Nurdin Halid masuk, pasti akan ramai musda.

“Jadi apa yang dilakukan malam ini adalah petunjuk ketua umum. Saya dapat duta besar karena ketua umum. Betul kata Pak Nurdin Halid. Harus mufakat, harus bersatu. Pak ketua umum tau pak Hamka B Kady,” jelasnya.

“Tapi kalau Pak Hamka B Kady terpilih alhamdulillah, kalau Supriansa terpilih alhamdulillah juga, tapi kalau tidak jangan kecewa,” kata Roem menambahkan.

Sebelumnya, Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid. Katanya, ada baiknya ke empat bakal calon itu sepakat untuk mendorong satu nama saja.

“Dari empat calon inilah, indahnya sebuah demokrasi di Partai Golkar, seandainya empat orang ini bisa bermusyawarah untuk mufakat,” ujarnya.

“Saya kira pesan ketum ini sudah saya sampaikan. Bermusyawarah-mufakat-lah sebaik-baiknya. Kemudian besok malam saya lapor ke ketum, semuanya baik-baik,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid. Katanya, ada baiknya keempat bakal calon itu, bersepakat untuk mendorong satu nama.

“Dari empat calon inilah, indahnya sebuah demokrasi di Partai Golkar, seandainya empat orang ini bisa bermusyawarah untuk mufakat,” ujarnya.

Sumber

Scroll to top