BERITA

Airlangga Hartarto: Tugas Golkar Bantu Tangani Covid-19


Berita Golkar– Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta jajaran kader Golkar membantu penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung.

Di hadapan pengurus DPD Golkar Lampung, Airlangga meminta seluruh kader mencermati perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya.

Menurut Airlangga, saat ini tingkat kematian di Lampung lebih tinggi dari nasional. Di Lampung, tingkat kematian sekitar 6 sampai 7 persen, sementara secara nasional di angka 3 persen.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini menegaskan, pengurangan tingkat kematian tidak bisa dilakukan oleh upaya pemerintah sendiri, melainkan butuh kerja sama dari seluruh pihak.

Airlangga menegaskan, metode penanganan Covid-19 memang hanya berulang atau digilir, mulai dari disiplin protokol kesehatan, tracing, testing, treatment, rumah sakit, hingga vaksinasi. Namun, hal ini menjadi tanggung jawab seluruh pihak.

“Dan itu tugas yang perlu dilakukan jajaran partai Golkar, karena itu merupakan pertaruhan bangsa kita,” ujar Airlangga saat memberi pengarahan kepada jajaran pengurus DPD Golkar Lampung, Jumat (13/8).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengingatkan, Covid-19 menjadi musuh tak terlihat yang sedang dihadapi Bangsa Indonesia dan sebagian besar negara di dunia. Bahkan, diprediksi pandemi Covid-19 dapat berlangsung lama karena virus ini terus bermutasi.

Secara khusus untuk Provinsi Lampung, Airlangga menargetkan jajaran Partai Golkar Lampung bisa membantu menurunkan kasus positif Covid-19 dalam sepekan ke depan. Salah satu strateginya adalah menambah ketersediaan ranjang penanganan Covid-19 di rumah sakit.

“Saya ingin dalam satu minggu kedepan, Lampung turun. Minimal strateginya menambah bed occupancy rate, sehingga di Bandar Lampung itu bisa diturunkan,” tegas Airlangga.

Ia meminta kader Golkar ikut menggencarkan tracing dan testing di Lampung. Menurutnya, hal wajar jika angka positif naik seiring kenaikan angka testing di masyarakat.

Airlangga menegaskan, hal itu lebih baik dibandingkan membiarkan masyarakat berkeliaran tanpa terdeteksi Covid-19 atau tidak.

KPCPEN juga meminta Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid-19.

“Silahkan masing-masing daerah apakah itu di kecamatan, di kelurahan, buatkan isolasi terpusat, sehingga terkontrol, terutama yang lansia, dan punya komorbid,” kata Airlangga.

SMRC: Kepercayaan Jokowi kepada Airlangga Hartarto Semakin Terlihat


Berita Golkar– Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menyatakan kepercayaan Joko Widodo kepada Golkar, terutama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto semakin terlihat.

Menurut Saidiman, kepercayaan Jokowi kepada Airlangga setidaknya dilatarbelakangi dua hal, pertama terkait prestasi.

“Jokowi terlihat sangat nyaman bekerja sama dengan Airlangga karena mereka memiliki visi yang relatif sama. Sejauh ini, visi Presiden bisa diimplementasikan dengan cukup baik,” kata Saidiman, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (11/8).

Dalam visi besar Jokowi untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi melalui penyederhanaan perizinan, kata dia, Airlangga mampu melakukannya dengan baik.

Pencapaian ini salah satunya melalui peresmian online single submission (OSS) berbasis risiko yang akan mempermudah proses perizinan usaha melalui sistem perizinan online satu pintu.

“Ini sangat fundamental dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” jelas Saidiman.

Pada pencapaian lain, Saidiman mengingatkan peran Airlangga berhasil mengeluarkan Indonesia dari resesi, dampak pertumbuhan ekonomi kuartal dua 2021 mencapai 7,07 persen.

“Jelas ini adalah prestasi tim pemulihan ekonomi di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto,” kata Saidiman.

Kepercayaan kedua, menurut Saidiman, terkait status Airlangga sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, partai dengan massa besar dan tersebar relatif merata di semua daerah.

Saidiman berpendapat Golkar selama ini juga dikenal sebagai partai yang lincah dan piawai mendukung agenda-agenda kebijakan pemerintah di parlemen.

“Di bawah kepemimpinan Airlangga, partai besar ini terlihat sangat solid. Ini adalah modal politik yang sangat penting bagi Presiden,” katanya.

Oleh karena itu, kombinasi antara profesionalitas kerja Airlangga serta kekuatan politik besar dan solid di belakangnya menjadikan posisinya sulit tergantikan.

Dilihat dari rekam jejak dan modal politik yang tersedia, Airlangga Hartarto sangat besar kemungkinan mendapatkan dukungan politik, langsung maupun tidak langsung, dari Jokowi.

“Bagaimana pun, capaian pembangunan yang sudah ditorehkan oleh pemerintahan Jokowi perlu dilanjutkan. Airlangga Hartarto memiliki modal politik dan rekam jejak profesional yang sangat memadai untuk melanjutkan kerja-kerja Jokowi,” tutur Saidiman.

Menko Airlangga Yakin Kerja Sama Indonesia – Jepang sebagai Mitra Strategis Terus Berlanjut


Berita Golkar– Negara Jepang merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global, termasuk Pandemi Covid-19, hubungan antar kedua negara tetap terjalin kuat bahkan masih terbuka ruang untuk penguatan hubungan yang bisa digali.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Jepang pada tahun 2020 mencapai 24,3 miliar USD. Selama periode 2018 hingga 2020 Jepang konsisten menduduki peringkat ke-3 sebagai tujuan ekspor utama Indonesia dengan nilai ekspor di Tahun 2020 mencapai 13,6 miliar USD.

Kondisi ini terus berlanjut, di mana pada semester 1 – 2021, nilai ekspor Indonesia ke Jepang telah mencapai nilai 7,9 miliar USD.

“Saya percaya kerjasama ekonomi yang kuat ini akan tetap terjalin baik saat ini di masa yang akan datang. Bahkan akan terus meningkat yang didorong oleh pemanfaatan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) secara maksimal bagi kesejahteraan rakyat kedua negara khususnya sebagai upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada kegiatan Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) secara virtual, Selasa (10/8).

Dari sisi investasi, selama periode 2018 hingga Semester I – 2021 Penanaman Modal Asing (PMA) dari Jepang yang masuk ke Indonesia mencapai 12,9 miliar USD.

Adapun Jepang menjadi negara terbesar ke-3 PMA yang masuk ke Indonesia selama periode tersebut. Sementara itu, total proyek PMA asal Jepang selama periode tersebut mencapai lebih dari 19 ribu proyek.

Hingga paruh pertama tahun 2021, PMA asal Jepang yang masuk ke Indonesia telah mencapai 1,04 miliar USD.

Pemerintah Indonesia mengharapkan PMA asal Jepang yang masuk di Tahun 2021 akan mampu melampaui realisasi di tahun 2020 yang mencapai 2,6 miliar USD.

Membaiknya perekonomian Indonesia membawa dampak positif di sektor investasi. Dari sektor investasi, data Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 7,54 persen (year-on-year) di triwulan II-2021.

Kenaikan PMTB sejalan dengan naiknya investasi di sektor riil. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada triwulan II-2021 mencapai Rp 223,0 triliun atau meningkat 16,2 persen dibandingkan triwulan II-2020 yang didorong oleh kinerja PMA yang mencapai Rp 116,8 triliun atau meningkat 19,6 persen year on year. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik tinggi bagi investor asing, salah satunya Jepang.

Dalam rangka meningkatkan iklim investasi, Pemerintah Indonesia telah melakukan launching Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko atau dikenal dengan OSS versi RBA pada tanggal 9 Agustus 2021 lalu.

Diharapkan dengan keberadaan OSS Berbasis Risiko akan dapat mempermudah para pelaku usaha untuk memperoleh perizinan, serta mengurangi inkonsistensi dan interlocking regulasi antara pusat dan daerah.

Tujuan utamanya tentunya, sejalan dengan UU Cipta Kerja, adalah kemudahan penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi pencari kerja dan kesejahteraan pekerja, peningkatan produktivitas pekerja, serta peningkatan investasi.

Terkait fenomena kebijakan beberapa negara yang merelokasi pabriknya dari Tiongkok ke negara lain, perusahaan Jepang juga melakukan relokasi ke negara lain, khususnya Indonesia.

Dari total 7 perusahaan multinasional yang telah berkomitmen untuk masuk ke Indonesia, terdapat 3 perusahaan Jepang yang akan merelokasi pabriknya dari Tiongkok ke Indonesia.

“Selamat ulang tahun yang ke-3 bagi IJBNET. Semoga ke depannya IJB dapat terus melaksanakan program-program kerjasama bisnis Indonesia-Jepang demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara,” pungkas Airlangga.

Turut hadir dalam kegiatan Indonesia-Japan Business Network (IJBNet) antara lain, Mr. Kenji Kanasugi Duta Besar Jepang untuk RI, Heri Akhmadi Duta Besar RI untuk Jepang, Suyoto Rais Ketua Umum IJBNet.

Pidato Kebangsaan, Ketua Umum Partai Golkar Yakin Indonesia Akan Jadi Bangsa Maju


Berita Golkar– Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, partainya optimistis bahwa Indonesia akan menjadi negara maju pada tahun 2045.

Menurut dia, optimisme tersebut harus digaungkan kepada semua pihak sebagai momentum menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 pada 17 Agustus 2021.

“Menjelang peringatan proklamasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-76, kita gaungkan semangat kebangsaan. Kita gelorakan serta kita dorong optimisme bahwa bangsa kita akan mencapai Indonesia maju dan sejahtera,” kata Airlangga dalam Pidato Kebangsaan Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk memperingati 50 Tahun CSIS Indonesia, Selasa (10/8/2021).

Airlangga melanjutkan, Partai Golkar telah memiliki visi negara kesejahteraan 2045. Hal itu dalam rangka meyakini bahwa Indonesia akan menjadi negara maju pada tahun tersebut. Ia pun berharap Indonesia akan sejajar dengan negara-negara yang perekonomiannya besar di dunia.

Golkar meyakini bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dan sejajar dengan negara-negara ekonomi besar lainnya di dunia,” ucapnya.

Kendati demikian, Airlangga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19. Menurut dia, pandemi Covid-19 membuat Indonesia harus kembali memikirkan skenario untuk mewujudkan visi Indonesia Maju 2045.

“Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat kita harus melakukan restarting, rebooting tentang skenario kita untuk mewujudkan visi 2045 tersebut,” tuturnya.

Ia berpandangan bahwa pemerintah dan seluruh elemen masyarakat telah melakukan berbagai upaya dalam menekan laju penularan virus Corona di Indonesia.

Namun, menurut dia, Indonesia masih memiliki tantangan baru dalam penanganan pandemi Covid-19, yaitu munculnya varian baru virus corona, yaitu varian Delta.

Oleh karena itu, Airlangga mengingatkan amanat dari Presiden Joko Widodo terkait respons cepat dibutuhkan untuk penanganan pandemi.

Airlangga yang juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengungkapkan sejumlah hal yang sudah dilakukan pemerintah untuk merespons cepat penanganan pandemi.

“Bapak Presiden, Bapak Joko Widodo mengamanatkan untuk respons cepat. Program vaksinasi nasional terus digenjot dengan target dua sampai dua setengah juta per hari sejak Agustus,” ucap Airlangga.

“Kita dorong program memakai masker, disiapkan tempat isolasi terpusat di setiap desa, kelurahan, kecamatan. Penanganan kesehatan, penyediaan obat-obatan, fasilitas kesehatan, dan perhatian terhadap para tenaga kesehatan terus diberikan,” kata dia.

Menko Airlangga: Konsumsi Buah Nusantara untuk Jaga Imunitas Tubuh


Berita Golkar– Perekonomian Indonesia pada triwulan II-2021 mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,07% (yoy) yang merupakan rekor pertumbuhan triwulanan tertinggi bahkan sejak krisis keuangan global menghantam dunia tahun 2008 lalu.

Hal ini menjadi sebuah pijakan penting bagi pemulihan ekonomi di tengah tekanan dan tantangan pandemi Covid-19. Pemerintah terus berupaya dalam pemulihan ekonomi dengan menangani sisi kesehatan dan perekonomian secara bersamaan.

Penyelenggaraan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-6 tahun 2021 merupakan salah satu upaya dalam rangka mendorong peningkatan daya saing serta konsumsi buah nusantara yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan.

GBN ke-6 diselenggarakan juga untuk memperingati Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-76 serta mendukung program Bangga Buatan Indonesia dengan melibatkan lebih banyak lapisan masyarakat, mulai dari petani selaku produsen buah, pelaku UMKM, eksportir buah, pelaku pasar, serta kementerian/lembaga terkait baik di pusat maupun di daerah yang berkolaborasi untuk melakukan gerakan bersama dalam rangka peningkatan konsumsi buah nusantara.

Membuka acara GBN ke-6, Presiden Joko Widodo berpesan bahwa di masa pandemi masyarakat harus menjaga stamina dan meningkatkan imunitas tubuh dengan lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

“Kita punya banyak buah-buahan khas Indonesia yang mudah diperoleh, terjangkau dan mengandung banyak vitamin yang menyehatkan. Meskipun banyak, namun tingkat konsumsi buah di Indonesia masih rendah. Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih banyak mengonsumsi buah – buahan dan mencintai aneka buah nusantara yang melimpah dengan kandungan gizi yang tidak kalah dibandingkan buah impor. Dengan mengonsumsi buah nusantara, kita tidak hanya menambah asupan gizi di masa pandemi, tetapi juga membantu petani-petani buah di negara kita agar semakin semangat, produktif dan sejahtera,” tutur Presiden.

Presiden juga menambahkan, dengan menggunakan cara-cara kekinian dengan memanfaatkan teknologi, edukasi untuk mengonsumsi buah buahan nusantara harus dilakukan secara berkelanjutan dan termasuk dalam muatan sistem pendidikan di sekolah-sekolah serta edukasi keluarga agar dapat menjangkau anak-anak dan generasi muda bisa mencintai buah.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki potensi untuk didorong dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional dan bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor.

Pada tahun 2020, ekspor hortikultura sebesar USD 645,48 juta, yaitu meningkat sebesar 37,75 persen dibanding tahun 2019.

Peningkatan ekspor ini didominasi oleh komoditas buah-buahan dimana selama masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020, nilai realisasi ekspor buah-buahan tercatat sebesar USD 389,9 juta, meningkat 30,31 persen dibanding tahun 2019 dengan 5 negara tujuan utama yaitu China, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

Dari sisi produksi buah, dari tahun 2000 hingga 2020, rata-rata pertumbuhan produksi buah Indonesia per tahun meningkat rata-rata 6,06 persen.

Namun ironisnya peningkatan produksi ini tidak diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat Indonesia untuk buah.

Rata-rata konsumsi masyarakat Indonesia untuk buah-buahan tahun 2020 sebesar 88,56 gram/kapita/hari, turun sebesar 1,4 persen dibanding 2019.

Angka konsumsi hanya sebesar 59,04 persen dari batas minimal angka kecukupan gizi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan konsumsi buah sebesar 150 gram/kapita/hari.

“Rangkaian acara Gelar Buah Nusantara ke-6 tahun 2021 ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan buah nusantara untuk berjaya di dalam negeri dan berdaya saing di luar negeri dengan harga yang kompetitif. Saya juga berharap agar GBN ini menjadi ajang promosi dan sosialisasi secara luas di seluruh Indonesia dengan melibatkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sehingga GBN ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai dan mengonsumsi buah nusantara sekaligus ikut mendorong perekonomian daerah dan perekonomian nasional. Konsumsi buah nusantara untuk menjaga imunitas tubuh! Ayo makan buah!,” pungkas Menko Airlangga.

Pada gelaran GBN ke-6 tahun ini akan dilakukan beberapa kegiatan yang terdiri dari pengiriman lebih dari 5.000 paket buah ke tenaga kesehatan di 4 rumah sakit, kepada peserta vaksinasi di dua lokasi, webinar series, display buah di Istana Negara dan bazar di lokasi strategis (kantor pemerintahan, bandara, stasiun, rest area), promosi buah nusantara di berbagai market place, serta edukasi/kampanye gerakan konsumsi buah melalui berbagai media sosial.

Turut hadir dalam pembukaan acara GBN ke-6 adalah para Menteri Kabinet Indonesia Maju dan para Gubernur, Bupati dan Walikota.

Menko Airlangga Apresiasi Inisiasi Masyarakat Membuat Sentra Vaksinasi


Berita Golkar– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), pada hari Sabtu (07/08), melakukan kunjungan ke sentra Vaksinasi Kanisius yang berlokasi di Jakarta Convention Center (JCC) untuk meninjau perkembangan pelaksanaan vaksinasi.

Vaksinasi bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit. Seseorang yang sudah divaksinasi akan memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik karena vaksin menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh dapat secara aktif melawan penyakit tertentu, sehingga kemungkinan terjadinya gejala berat pada orang yang sudah divaksinasi akan lebih kecil.

Pemerintah terus berkolaborasi dan melakukan kerja ekstra dengan berbagai Kementerian dan Lembaga dalam upaya mengendalikan pandemi Covid-19, termasuk dengan seluruh elemen masyarakat. Diharapkan dari upaya vaksinasi dapat mengurangi angka Bed Ocupancy Rate (BOR) di fasilitas kesehatan, yang tentunya berkorelasi dengan turunnya angka kematian.

Data sampai dengan tanggal 7 Agustus 2021 pukul 18.00 menunjukkan dari total sasaran vaksinasi sebesar 208.265.720, status vaksinasi di Indonesia telah mencapai 23,99% untuk vaksinasi dosis pertama, dan 11,30% untuk vaksinasi dosis kedua. Pencapaian tersebut tidak lepas dari peran kerjasama antara Pemerintah, swasta dan masyarakat

Dalam sambutannya, Menko Airlangga mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh Kanisius dan antusiasme masyarakat yang datang untuk divaksinasi.

“Dapat menarik minat masyarakat dan kami lihat lansia juga hadir, juga beberapa penyandang disabilitas bahkan ada ibu-ibu berusia 92 tahun. Terimakasih karena ini adalah bentuk dari social responsibility yang dilakukan oleh alumni Kanisius dan juga mitra-mitra Kanisius,” ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut Menko Airlangga menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini dapat menginspirasi kemunculan sentra vaksin lainnya.

“Kami mengapresiasi civil society untuk ikut serta membuat sentra-sentra vaksin. Sentra Kanisius adalah yang pertama dan ini menginspirasi para alumni tidak hanya di Jakarta tapi juga di kota-kota lain,” kata Menko Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan hal terkait kedatangan vaksin yang harus diimbangi dengan laju tenaga kesehatan sebagai vaksinator.

“Bulan ini akan datang lebih dari 70 juta. Untuk perbandingan, Januari-Juli kita dapat vaksin 90 juta, sekarang sebulan 70 juta. Jadi bisa dibayangkan nanti kecepatan penyuntikannya harus banyak,” tutur Menkes Budi.

Sentra Vaksinasi Kanisius berkordinasi dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat dan Tim Medis dari Pro Sehat.

Melibatkan 400 orang tenaga kesehatan yang terbagi ke dalam dua regu dan dibantu oleh 150 orang tenaga non kesehatan.

Sentra Vaksinasi Kanisius didasari oleh tujuan untuk mewujudkan peran Yayasan Alumni Kanisius Menteng Enam Empat (AM64) dalam membantu Pemerintah Indonesia untuk mencapai target vaksinasi.

Sentra Vaksinasi Kanisius yang diinisiasi oleh Yayasan AM64 ini berlangsung di JCC dari tanggal 5-18 Juli 2021 (penyuntikan dosis pertama) dan 2 Agustus sampai dengan 15 Agustus (penyuntikan dosis kedua).

Sentra Vaksinasi Kanisius buka setiap hari (Senin-Minggu) antara pukul 08.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB. Mengusung tema “Aman-Halal-Gratis”, vaksinasi terbuka untuk masyarakat umum. Melalui sentra Vaksinasi Kanisius, diharapkan dapat didistribusikan sebanyak 140.000 dosis vaksin kepada 70.000 akseptor.

“Saya minta ini terus berjalan, karena komitmen alumni Kanisius untuk masyarakat ini sejalan dengan program Pemerintah. Kami mengapresiasi, karena untuk menghadapi Covid-19 kita harus memeranginya secara bersama-sama. Tidak hanya Pemerintah, tidak hanya TNI-Polri, tetapi juga melibatkan civil society sebagai bagian dari tanggung jawab sosial,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga di Sentra Vaksinasi Kanisius di antaranya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Arie Setiadi, dan Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury.

Legislator Golkar: Penanganan Covid-19 Masih On The Track


Berita Golkar– Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi Partai Golkar Meiki Laka Lena menilai penanganan Covid-19 masih on the track atau berada di jalur yang sudah diprediksi Pemerintah.

Ia mengapresiasi kinerja Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto yang sudah membuat peta jalan penanganan Covid-19 secara baik.

“Penanganan Covid-19 masih berjalan pada relnya,” tutur Melki dalam webinar ‘Penanganan Pandemi Covid-19 Pusat dan Daerah’, Senin (9/8/2021).

Melki menambahkan, penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan kerja sama dari semua pihak, baik Pemerintah Pusat, Daerah, maupun swasta dan masyarakat.

Legislator asal NTT ini mengatakan hasil kerja keras semua pihak mulai terlihat dengan tren kasus positif Covid-19 yang terus turun.

Politikus Partai Golkar ini mengimbau masyarakat mendukung program-program yang sudah dikeluarkan KPCPEN.

Bukan hanya fokus pada sektor kesehatan, tetapi Pemerintah juga tetap memikirkan pemulihan ekonomi nasional.

Menurut Melki, berdasarkan data terkini Satgas Penanganan Covid-19, kondisi sudah mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Misalnya, pasien sembuh makin banyak. Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah memang menurunkan tingkat kematian akibat Covid-19.

Wakil rakyat daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II ini menegaskan, sejumlah tokoh politik tetap bisa berkontribusi meskipun berlatar belakang partai politik.

Airlangga, Puan Maharani, atau Muhaimin Iskandar tetap bisa ikut membantu menurunkan tingkat persebaran Covid-19.

“Pak Airlangga Hartarto senantiasa berbicara tentang target penurunan persebaran Covid-19, menjadi di bawah 10 ribu orang perhari. Itu harus kita dukung. Pertumbuhan ekonomi juga sudah membaik, kuartal kedua tahun 2021 ini mencapai 7,07 persen,” tegasnya.

Melki menilai adanya tudingan kondisi penyebaran Covid-19 yang bergeser ke luar Jawa-Bali harus disikapi dengan bijak.

Menurutnya, ada perbedaan besar terkait kondisi antara Jawa-Bali dengan daerah di luar itu.

Namun, ia memastikan akan terus mengingatkan Pemerintah agar tetap on the track pada penanganan Covid-19, baik di Jawa-Bali, maupun di luar kedua pulau itu.

“Jawa dan Bali relatif terkendali, sementara di luar Jawa dan Bali relatif fluktuatif. Ini yang harus kita sadari, adanya perbedaan itu,” ujar Melki.

Penilaian Alien Mus Soal Acara Gelar Buah Nusantara Ke-6 Tahun 2021 saat Pandemi


Berita Golkar– Anggota Komisi IV DPR RI, Alien Mus menilai sangat tepat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengadakan acara Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-6 tahun 20201 di saat pandemi Covid-19.

Sebab, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, produk domestik bruto (PDB) pertanian (termasuk buah-buahan) pada kuartal IV-2020 tumbuh sebesar 2,59 persen secara year on year (yoy).

Saat membuka GBN yang akan berlangsung hingga 31 Agustus, Airlangga mengatakan, GBN merupakan salah satu upaya untuk mendorong peningkatan daya saing serta konsumsi buah nusantara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Airlangga, pada tahun 2020, ekspor hortikultura sebesar US$ 645,48 juta, yaitu meningkat sebesar 37,75% dibanding tahun 2019.

Airlangga juga mengungkapkan, peningkatan ekspor ini didominasi oleh komoditas buah-buahan di mana selama masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020, nilai realisasi ekspor buah-buahan tercatat sebesar US$ 389,9 juta, meningkat 30,31% dibanding tahun 2019 dengan 5 negara tujuan utama yaitu China, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

Selanjutnya anggota Komisi IV dari Fraksi Golkar ini juga mengutip data BPS yang menunjukkan, berdasarkan sektornya hanya pertanian yang tumbuh positif di tengah melemahnya perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19.

“Untuk lapangan usaha pertambangan, industri, konstruksi, perdagangan dan lainnya semua negatif,” ujarnya.

Alien Mus juga mengemukakan, berbagai studi menunjukkan, tidak kurang dari 329 jenis buah-buahan, baik yang merupakan jenis asli Indonesia maupun pendatang (introduksi) dapat ditemukan di Indonesia.

Padahal, katanya, banyak buah-buahan yang bisa meningkatkan imunitas tubuh yang berguna dalam menghadapi serangan Covid-19.

“Dari 6 besar penyumbang ekonomi terbesar memang hanya sektor pertanian yang masih mencatat pertumbuhan. Sedangkan sektor industri, perdagangan, konstruksi, transportasi, dan akomodasi makan minum semuanya mengalami pertumbuhan negatif,” kata Alien Mus.

Selain itu, dia mengingatkan, sektor pertanian seperti buah-buahan juga memiliki kontribusi dalam menyediakan lapangan kerja.

“Tahun 2020 misalnya, sektor pertanian juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,75 persen di bidang tenaga kerja. Bahkan hanya lapangan usaha pertanian saja yang tumbuh positif dibanding lainnya,” ujar Alien Mus.

Anggota DPR dari Dapil Maluku Utara ini juga sepakat dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut Gelar Buah Nusantara dapat menjadi momentum kebangkitan buah nusantara untuk berjaya di dalam negeri dan berdaya saing di luar negeri dengan harga yang kompetitif.

“Kita jangan meremehkan buah-buahan. Sebab, selama ini sudah terbukti buah tidak saja baik untuk kesehatan tapi juga mampu menjaga sektor tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Menko Airlangga: Maksimalkan Potensi Daerah dan Percepat Penyerapan Anggaran Penanganan Covid-19


Berita Golkar – Salah satu terobosan yang dilakukan Pemerintah untuk menjawab berbagai permasalahan yang muncul terutama dalam aspek perekonomian yakni melalui otonomi daerah.

Otonomi daerah memberikan peluang kepada daerah untuk mandiri dalam mengaktualisasikan potensi yang dimiliki dalam mengatur dan mengurus ekonomi rumah tangganya sendiri.

Otonomi daerah sekaligus merupakan instrumen untuk memacu pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di berbagai daerah serta meningkatkan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Regulasi yang mengatur otonomi daerah telah diatur sejak tahun 1999 dan mengalami penyempurnaan hingga saat ini berlaku UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 lalu telah memberikan tekanan terhadap kondisi perekonomian. Meski demikian, pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif masih lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya di dunia. Di saat memasuki tahun 2021 kita terus berada di dalam tren pemulihan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan Keynote Speech pada Perayaan 20 Tahun Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Jumat (6/8).

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sejumlah 744,75 triliun rupiah pada tahun 2021 dan juga telah dialokasikan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2021 sebesar 780,48 Triliun.

Namun, dana TKDD tersebut baru dapat terealisasi sebesar 373,86 triliun rupiah atau sebesar 47,9% dari total alokasi.

“Pemerintah Daerah diharapkan dapat mempercepat penyerapan anggaran, guna memanfaatkan APBD dalam membantu masyarakat, usaha kecil menengah dan penanganan Covid-19. Hal ini dapat diimplementasikan melalui PEN sesuai kewenangan Pemerintah Daerah,” ujar Menko Airlangga.

Dalam rangka memacu pertumbuhan dan pemerataan perekonomian, serta memulihkan perekonomian dari dampak Covid-19, Pemerintah juga melakukan upaya penyederhanaan regulasi melalui UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Regulasi ini merupakan langkah untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045 melalui transformasi ekonomi. Berbagai peraturan turunan telah diterbitkan dan diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaannya.

Indonesia akan menghadapi tantangan besar ke depan untuk dapat pulih dari dampak pandemi Covid-19 serta kembali ke jalur mewujudkan visi Indonesia Maju 2045.

“Pemerintah Daerah diharapkan dapat memaksimalkan potensi daerahnya melalui otonomi daerah, memanfaatkan instrumen regulasi yang telah ditetapkan, serta mampu menemukan strategi pendanaan yang tidak menitikberatkan pada APBN dan APBD saja. Salah satu bentuk skema penyediaan infrastruktur dan layanan publik yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah adalah melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” ujar Menko Airlangga.

Pemerintah Daerah diharapkan mampu mengidentifikasi dan merencanakan wilayah-wilayah yang berpotensi dikembangkan secara terintegrasi, yang membentuk aglomerasi kegiatan perekonomian dan terhubung antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Implementasi pengembangan wilayah ini harus mampu berinovasi dan menerapkan perkembangan teknologi dalam pengembangan wilayah kota/kabupaten (smart city) dengan tetap menjaga keberlangsungan lingkungan hidup (green infrastructure).

Selain itu, Pemerintah Daerah diharapkan juga mampu melakukan mitigasi bencana untuk meminimalkan kerugian yang timbul akibat bencana.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua Dewan Pembina KPPOD Sofjan Wanandi, Plt. Direktur Eksekutif KPPOD Herman N. Suparman, dan serta jajaran KPPOD.

Endang Maria Astuti: Pembagian Bansos Masih Kurang Tepat Sasaran


Berita Golkar– Kebijakan Pemerintah mengenai perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga hari ini (9 Agustus 2021) masih menyisakan PR (pekerjaan rumah) besar pada masalah bantuan sosial (Bansos).

Program ini dinilai banyak tidak tepat sasaran dan tidak dievaluasi secara memadai.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Endang Maria Astuti mengatakan, dari hasil pengamatannya ke tengah masyarakat, Bansos masih jadi PR besar yang menyertai kebijakan PPKM. Sudah jadi keniscayaan masyarakat terdampak harus mendapat Bansos.

“Hingga saat ini, tidak sedikit masyarakat yang mestinya berhak menerima tetap saja tidak menerima Bansos. Orang yang tidak punya pekerjaan bertahun-tahun, karena sakit atau tidak bisa bekerja lagi tidak dapat Bansos. Sebaliknya, yang mampu dan bahkan istri Kapolsek mendapat Bansos,” ungkap politisi Partai Golkar itu, di Jakarta, dikutip pada salah satu media pemberitaan online Senin (9/8/2021).

Endang menambahkan, orang-orang yang secara ekonomi mampu, ternyata masih terima Bansos. Dia juga bercerita tentang keluarga yang sudah pindah domisili selama 4 tahun, dapat Bansos di domisili lamanya.

Bahkan, di domisili barunya tetap dapat Bansos juga. Ini semua fakta yang ditemukan di lapangan saat PPKM diberlakukan. Evaluasi penyaluran Bansos pun harus jadi agenda penting ke depan.

Menurut Endang, ketika PPKM diperpanjang, banyak pelaku UMKM kesulitan mencari penghidupan, karena akses ekonomi tertutup.

Toko dan penjual sayur kebutuhan harian banyak ditutup. Mau belanja pun, katanya, tidak punya uang. Yang punya kebun sayur pun tidak bisa menjual hasil budi daya sayurannya, karena semua akses jalan ditutup.

“Harga barang menjadi mahal. Lalu, pengaruhnya bagi yang sedang Isoman mengeluh, karena masyarakat di lingkungannya tidak bisa bantu memberi makan. Begitulah kenyataan yang dilihat saat mengunjungi masyarakat di masa reses,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Terhitung sejak 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021.

“Pemerintah memutuskan melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 3-9 Agustus di beberapa kab/kota tertentu, dengan penyesuaian dan mobilitas kondisi masing-masing daerah,” ungkap Jokowi dalam konferensi pers, Senin (2/8).

Keputusan memperpanjang PPKM level 4 setelah melihat hasil kebijakan serupa di sepanjang 26 Juli-2 Agustus 2021.

Sepanjang pemberlakuan PPKM Level 4 sebelumnya, Jokowi menilai ada kebaikan dalam skala nasional dibandingkan sebelumnya. Mulai dari konfirmasi harian, tingkat kesembuhan hingga presentase BOR.

“PPKM Level 4 diberlakukan 26 Juli-2 Agustus telah membawa kebaikan di skala nasional dibandingkan sebelumnya. Baik dalam konfirmasi harian, tingkat kesembuhan, dan presentase BOR,” ungkapnya.

Scroll to top