BERITA

Ketum Airlangga: Golkar Tolak Usulan Hak Angket DPR Soal Kecurangan Pemilu


Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Berita Golkar – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memastikan bahwa Golkar akan menolak hak angket DPR yang diusulkan oleh salah satu calon presiden untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pemilu 2024.

“Hak angket kan hak politikus DPR. Tetapi Partai Golkar dan partai koalisinya pasti akan menolak,” kata Airlangga ketika ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu.

Penolakan atas hak angket semakin ditegaskan dengan bergabungnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai salah satu menteri dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga makin memperkuat koalisi partai pengusung pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Dengan Mas AHY masuk (ke pemerintahan), jadi (partai) yang di luar pemerintah semakin sedikit,” ujar Airlangga.

Selain Golkar dan Demokrat, dua partai pengusung Prabowo-Gibran yang masuk parlemen yaitu Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Efek Ekor Jas Prabowo, Maman sebut Faktor Bantu Tingkatkan Suara Golkar


Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar, Maman Abdurrahman.

Berita Golkar – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman mengatakan salah satu faktor peningkatan suara partai tersebut dalam hasil hitung cepat adalah efek ekor jas (coat-tail) dengan capres Prabowo Subianto yang diusung.

“Harus kita akui, ini juga berkat dari endorsement dari Pak Prabowo di beberapa titik. Kalau kita lihat, kampanye-kampanye Partai Golkar dengan dengan Pak Prabowo dan Mas Gibran itu juga memberikan efek positif yang luar biasa,” kata Maman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ia pun mengapresiasi Prabowo yang bisa menempatkan diri “di tengah-tengah” bagi partai-partai dalam Koalisi Indonesia Maju.

“Walaupun beliau maju sebagai calon presiden dan juga sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, beliau bisa menempatkan diri pada posisi in the middle, jadi artinya ini, ‘kan, terlihat dari sebaran distribusi peningkatan suara tidak hanya ada di Gerindra, tapi justru ada di semua partai koalisi dan itu kita acungi jempol,” kata dia.

Bagi Maman, keputusan Partai Golkar untuk mengusung Prabowo dan Gibran sebagai calon presiden dan wakil presiden adalah keputusan yang tepat.

“Saya pikir keputusan Partai Golkar mencalonkan Pak Prabowo Subianto dan Mas Gibran tidak salah dan tepat karena beliau sesuai dengan keyakinan kita. Tercermin dari partai koalisi ini, beliau bisa menempatkan diri sebagai calon yang adil kepada semua partai,” ujarnya.

Terkait suara dalam Pilpres 2024, ia menyebut suara basis pendukung Golkar untuk Prabowo-Gibran saat ini sudah berada di angka 70 persen berdasarkan hasil penghitungan lembaga survei.

Capaian tersebut memenuhi target yang ditentukan oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

“Bapak Airlangga Hartarto menugaskan dan menargetkan kepada kami agar target dukungan basis suara Partai Golkar kepada Pak Prabowo di angka 70 persen, dan berdasarkan hasil-hasil tracking lembaga survei, alhamdulillah target 70 persen itu tercapai,” ujarnya.

Menurutnya, angka tersebut merupakan pencapaian yang baik karena dalam kurang lebih tiga pemilu terakhir, basis suara pendukung Partai Golkar yang mendukung capres yang diusung, tidak pernah lebih dari 55 persen.

Pemilu 2024 diikuti 18 partai politik nasional dan enam partai politik lokal. Sedangkan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden diikuti tiga pasangan yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar selaku nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3.

Seturut Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Februari s.d. 20 Maret 2024.

Partai Golkar Tidak Masalah Jika Dilakukan Audit Hasil Sirekap


Ketua DPP Partai Golkar, Nusron Wahid.

Berita Golkar – Partai Golkar tidak mempersoalkan jika dilakukan audit forensik terhadap hasil Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap).

Sebab Sirekap tidak memiliki kekuatan hukum apapun yang akan mempengaruhi hasil Pemilu 2024 atau hanya digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan informasi secara cepat kepada publik.

Demikian Ketua DPP Partai Golkar Nusron Wahid dalam Satu Meja The Forum KOMPAS TV, Rabu (21/2/2024) malam.

“Kita dudukkan persoalan ini secara fair dan proporsional, Sirekap itukan ibaratnya kayak quick count versi KPU, tetapi kalau quick count pakai sampel, kalau ini pakai semua, persentase, mau di audit forensik ya silakan, karena itu sudah tidak berdampak terhadap penghitungan suara,” ucap Nurson.

“Karena perhitungan suara yang dipakai adalah berbasis manual dan sifatnya berjenjang, sehingga Sirekap itu tidak ada kekuatan hukumnya, itu hanya sebagai alat KPU untuk memberikan informasi kepada publik secara cepat tetapi di situ sudah ada disclosed informasi bahwa informasi ini tidak bisa dipakai untuk kepentingan pengambilan keputusan.”

Oleh karena itu, Nusron menilai berlebihan untuk pihak yang menganggap persoalan tidak berkerjanya secara optimal Sirekap sebagai masalah demokrasi.

“Kalau kemudian dikatakan itu, bagian dari proses masalah dalam demokrasi, saya kira itu berlebihan kalau hanya basisnya masalah Sirekap, karena Sirekap ini kan sesuatu yang memang tidak dipakai di dalam pengambilan keputusan,” kata Nusron.

Maman Abdurrahman Yakin Partai Golkar Dapat Ratusan Kursi DPR RI


Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar, Maman Abdurrahman.

Berita Golkar – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar Maman Abdurrahman meyakini partai Golkar akan mendapatkan ratusan kursi di DPR RI.

“Berdasarkan data kita sekarang, terakhir kita sering update, kita kurang lebih sekarang Insya Allah aman paling minimal di angka 102 kursi,” kata Maman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, jumlah perkiraan tersebut berasal dari hasil real count versi KPU dan form C1.

Diketahui, berdasarkan data hingga pukul 15.00 WIB dan jumlah suara yang masuk dari sebanyak 495.146 TPS, Golkar berada di posisi tertinggi kedua dengan perolehan suara 15,09 persen.

Jumlah persentase tersebut, kata Maman, sudah berdasarkan prediksi Golkar yang sejak awal sudah memperkirakan mendapatkan 14-15 persen suara.

“Pada saat kita melihat hasil survei Partai Golkar itu di angka 12 persen, kita sudah menyimpulkan bahwa perolehan hasil pileg kita di sekitar 14-15 persen karena selalu ada penambahan 2-3 persen,” ujarnya.

Ia menyebut penambahan 2-3 persen itu berasal dari dua kekuatan tambahan, yaitu infrastruktur partai dan kekuatan caleg yang mewakili.

Terkait perkiraan mendapatkan 102 kursi, Maman menyebut angka tersebut masih ada kurang dan lebihnya, sehingga ada potensi kenaikan ataupun penurunan.

“Potensi kenaikan ke atas ada kurang lebih sekitar 10 kursi dan potensi penurunan ada di sekitar 2-3 kursi. Jadi, range Partai Golkar itu kursinya di angka kurang lebih 99 hingga sekitar 112-an. Nanti kita lihat perhitungannya,” kata dia menjelaskan.

Raihan tersebut, kata dia, merupakan pencapaian luar biasa atas kerja bersama partai yang dikomandoi oleh Airlangga Hartarto.

“Tentunya saya bersama teman-teman Bappilu mengapresiasi setinggi-tingginya kepada ketua umum kami yang sudah luar biasa perhatiannya terhadap konteks pemenangan pileg dan pilpres ini,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemangku kepentingan, Ketua DPD Golkar, dan terlebih bagi kekuatan infrastruktur pengurus-pengurus di seluruh kecamatan dan badan-badan saksi yang terus mengawal suara partai tersebut di tingkat kecamatan hingga sekarang.

“Jadi, saya rasa ini adalah bentuk kerja solid, kerja bersama kami di Partai Golkar,” pungkasnya.

Partai Golkar Beri Tanggapan Usulan Ganjar Dorong Hak Angket soal Pilpres


Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily.

Berita Golkar – Usulan hak angket dugaan kecurangan Pilpres 2024 di DPR datang dari kubu Ganjar Pranowo. Partai Golkar menilai sebaiknya tetap mengikuti proses di KPU terlebih dahulu.

“Lebih baik ikuti dulu tahapan perhitungan yang sedang berlangsung saat ini. Kan sekarang sedang berproses di KPU,” kata Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (20/2/2024).

Partai Golkar menekankan proses pilpres diselesaikan sesuai koridor UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Jika ada dugaan kecurangan, Golkar mempertanyakan buktinya.

“Buktikan dulu kecurangannya apa? Apakah tidak sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang diatur dalam UU Pemilu? Kan ada Bawaslu. Bukankah penyelenggara pemilu ini juga produk dari DPR RI?” ujar Ace.

Golkar mengingatkan penyelenggara pemilu tak diintervensi. Oleh sebab itu, Golkar menyerahkan mekanisme sesuai dengan UU Pemilu.

“Kita serahkan pada mekanisme yang telah diatur dalam UU Pemilu. Biarkan penyelenggara pemilu bekerja secara profesional, jangan diintervensi secara politik,” imbuhnya.

Pengamat Nilai Golkar Paling Totalitas Dukung Program Presiden Joko Widodo


Presiden Joko Widodo bersama Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Berita Golkar – Manajer Kebijakan dan Peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan, menilai Golkar menjadi pihak yang paling totalitas dalam mendukung program Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Hal tersebut terlihat dari dukungan Golkar kepada Jokowi di pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 lalu.

“Golkar ini sejak 2014, sejak gabung ke kabinet Jokowi, itu terbukti all out, support agenda Jokowi di kabinet, parlemen, maupun pemilu. Di Pemilu 2019, Golkar hampir sama all out dengan PDIP untuk menangkan Jokowi periode kedua,” kata dia dalam keterangan pers, Selasa.

Kesetiaan itu semakin terlihat di Pilpres 2024 ketika Jokowi tidak berada di kubu PDIP, Golkar tetap mendukung Jokowi dengan masuk ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo-Gibran.

Narasi yang digaungkan Golkar dalam Pilpres 2024 pun tentang melanjutkan program pemerintah yang telah berjalan.

Hal tersebut, lanjut Dimas, senada dengan visi-misi Prabowo-Gibran yang memang bertujuan melanjutkan warisan program era Jokowi.

Karena hal tersebut, Dimas tidak heran perolehan suara Golkar di beberapa daerah mengungguli Partai Gerinda.

“Jokowi ingin agar agenda perubahan lanjut, dan kemudian Golkar all out dukung itu. Kemudian dapat berkah elektoral dari hasil kerja keras dan makanya tak heran suara Partai Golkar ini lebih besar dari Gerindra yang punya Prabowo,” kata dia.

Dia juga menilai kerjasama antara Golkar dan Gerindra dalam KIM merupakan kombinasi yang tepat dalam memenangkan Prabowo-Gibran.

Hasil Perhitungan Sementara, Pengamat: Golkar Unggul di Jabar, Ada Kontribusi Sosok Ridwan Kamil


Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Pemilih dan Co-chair Badan Pemenangan Pemilu, Ridwan Kamil.

Berita Golkar – Partai Golkar menurut hasil sementara penghitungan KPU RI unggul di Jawa Barat dengan perolehan suara tertinggi sebanyak 16,74 persen atau 1,49 juta suara per Selasa pukul 18.00 WIB.

Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah suara terbanyak di Indonesia untuk Pemilu 2024 dengan total pemilih mencapai 35.714.901 orang.

Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi di Jakarta, Selasa, menilai ada kontribusi Ridwan Kamil, yang merupakan eks Gubernur Jawa Barat, ikut mendongkrak suara Golkar terutama jika dibandingkan dengan perolehan suara partai itu pada Pemilu 2019.

“Jawa Barat itu Golkar menang karena memang Ridwan Kamil sudah menjadi fungsionaris (Partai Golkar, red.), dan ada istrinya juga nyaleg (mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, red.). Jadi, basis pemilih Ridwan Kamil (RK) yang mengatrol suara Golkar,” tutur Arya.

Dalam hasil hitung sementara KPU per Selasa pukul 18.00 WIB atau saat progress perhitungan suara mencapai 52,88 persen, Partai Golkar sejauh ini menempati urutan pertama perolehan suara pemilihan anggota DPR RI di Jawa Barat.

Di urutan kedua dan seterusnya ada Partai Gerindra (15,9 persen), PKS (12,4 persen), PDI Perjuangan (11,58 persen), dan PKB (11,44 persen).

Golkar sementara ini dapat disebut merebut suara di Jawa Barat mengingat hasil Pemilu 2019 partai berlogo Pohon Beringin itu harus puas di urutan keempat, tertinggal dari Partai Gerindra pada urutan pertama, kemudian PDI Perjuangan dan PKS.

Arya menilai meskipun Ridwan Kamil tidak maju mencalonkan diri di pemilihan anggota DPR RI pada Pemilu 2024, dia punya rekam jejak sebagai Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung.

RK, menurut Arya, juga salah satu sosok yang populer sehingga keberadaan Ridwan Kamil diyakini ikut berkontribusi meningkatkan perolehan suara Golkar di Jawa Barat.

“Golkar juga partai dengan infrastruktur yang sudah cukup mapan di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat. Dedi Mulyadi pergi, RK masuk. Itu juga bisa berkontribusi. Jadi, ada infrastruktur partai yang cukup kuat di daerah,” ucap dia.

Lompatan Suara Golkar di Pileg 2024, Sarmuji: Ketentraman Internal jadi Faktor Utama


Ketua DPD Partai Golkar Jatim, M Sarmuji.

Berita Golkar – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur M. Sarmuji menilai ketentraman internal Partai Golkar menjadi faktor utama lompatan peningkatan suara pada Pemilu 2024.

“Lompatan suara maupun posisi Partai Golkar pemilu kali ini tidak terlepas dari kondusivitas internal partai. Semua elemen partai bisa fokus dan bekerja keras agar Partai Golkar bisa memuncaki klasemen akhir dalam kontestasi pemilu kali ini,” ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis, Selasa (20/2/2024).

Sarmuji mengaku merasakan bagaimana ia bisa dengan leluasa mengatur strategi dalam menempatkan calon-calon yang menurutnya memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk bisa bertarung di masing-masing dapil.

“Berbeda dengan pemilu terdahulu internal Golkar yang terlalu dinamis bahkan agak menghangat yang menimbulkan terpecahnya fokus dalam menghadapi pemilu sehingga suara tidak maksimal,” ucapnya.

“Pada pemilu kali ini ada ketentraman internal. Itu adalah enabling condition atau kondisi yang dipersyaratkan untuk bisa nyaman bekerja dan menghasilkan lompatan. Kalau suasana tidak nyaman, jangan harap hasil kerja akan berhasil baik,” tegas Sarmuji.

Adapun hasil hitung pada website yang dirilis berkala oleh KPU menunjukkan perolehan suara Partai Golkar 14 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pemilu 2019.

“Walaupun belum final proses penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU, hal ini telah menunjukkan bahwa kepemimpinan dan ketentraman yang diciptakan Pak Airlangga telah membawa partai ini kembali mendapatkan kepercayaan oleh rakyat Indonesia kembali,” pungkasnya.

Menko Airlangga Bersama Langkah Maju Indonesia Bergabung dengan OECD


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann.

Berita Golkar – Usai penyampaian intensi oleh Pemerintah Indonesia untuk bergabung dalam keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui surat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo, Dewan OECD telah memutuskan untuk membuka diskusi aksesi dengan Indonesia, Rabu (20/02).

Keputusan tersebut mengikuti penilaian oleh anggota OECD berdasarkan evidence-based Framework for the Consideration of Prospective Members.

Keputusan untuk membuka diskusi aksesi juga menjadi kelanjutan dari peningkatan keterlibatan dan kerja sama Indonesia sebagai salah satu negara Mitra Utama OECD sejak tahun 2007 lalu.

Sebagai forum yang menekankan pentingnya kolaborasi dan menyusun standar global, OECD sendiri hingga kini telah menjadi mitra strategis Pemerintah dalam upaya melahirkan kebijakan nasional yang progresif dan globally accepted.

“Keputusan Anggota OECD hari ini adalah sesuatu yang bersejarah. Pengajuan dari Indonesia adalah yang pertama di Asia Tenggara, salah satu kawasan dengan pertumbuhan paling dinamis di dunia. Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia adalah pemain global yang signifikan, memberikan kepemimpinan yang penting di kawasan ini dan sekitarnya,” ungkap Sekjen Cormann.

Lebih lanjut, Sekjen Cormann menyampaikan bahwa keputusan untuk membuka diskusi aksesi tersebut akan memberikan manfaat bagi Indonesia OECD.

Melalui diskusi aksesi, OECD berharap akan dapat memberikan dukungan bagi Indonesia dalam melanjutkan upaya reformasi untuk mencapai visi menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita minimal USD30.300 pada tahun 2045.

Di samping itu, Sekjen Cormann juga berharap bahwa keterlibatan Indonesia dalam proses aksesi tersebut juga akan membantu memperkuat relevansi dan dampak global OECD.

Sejalan dengan hal tersebut, Menko Airlangga juga telah menyampaikan bahwa proses aksesi tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator untuk mendorong peningkatan pendapatan per kapita Indonesia.

Selain itu, keanggotaan Indonesia dan penyelarasan peraturan dengan standar OECD juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat umum, seperti meningkatkan nilai investasi, mendorong UMKM menjadi pemain global, hingga meningkatkan kualitas SDM.

”Kami juga berharap agar aksesi OECD bisa mendukung program prioritas Pemerintah Indonesia, antara lain ekonomi hijau, digitalisasi, pengembangan SDM, good governance, dan mendorong Indonesia segera lepas dari middle-income trap,” ungkap Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa dukungan tertulis terhadap proses aksesi Indonesia sudah diperoleh dari Australia, Jepang, Jerman, dan Slovakia.

Selanjutnya, Sekjen Cormann menuturkan bahwa rancangan peta jalan aksesi untuk proses tinjauan teknis akan disiapkan bersama dengan Pemerintah Republik Indonesia untuk dipertimbangkan oleh Dewan OECD pada pertemuan selanjutnya.

Mencakup berbagai bidang kebijakan dan berfokus pada sejumlah isu prioritas seperti perdagangan terbuka dan investasi, tata kelola publik, integritas dan upaya anti-korupsi, serta perlindungan lingkungan dan upaya mengatasi perubahan iklim, proses peninjauan teknis tersebut akan dilakukan untuk memperhatikan keselarasan regulasi nasional dengan standar OECD.

Suara Golkar Naik di Pemilu 2024, Pengamat: Berkat Kesolidan Internal


Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto. (tengah).

Berita Golkar – Partai Golkar sukses di Pemilu 2024 dengan menjadi partai dengan suara terbanyak kedua.

Kenaikan suara Golkar itu dinilai karena berkomitmen untuk melanjutkan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai sukses oleh masyarakat.

Arfianto Purbolaksono, Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute Center for Public Policy Research, menganalisa kesuksesan Golkar di Pemilu meski tak mengusung kadernya sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.

“Tapi, soliditas internal Partai Golkar cukup yakinkan ke publik untuk memilih partai tersebut. Ini catatan tersendiri karena perlihatkan adanya kesiapan dari Partai Golkar untuk arungi kompetisi di Pemilu 2024,” kata Arfianto dalam keterangannya pada Selasa (20/2/2024).

Diketahui, pada Pemilu 2019, Golkar hanya mendapat suara 12,31 persen. Sedangkan pada 2024 berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count lembaga Indikator, Golkar mendapat suara sekitar 14,97%.

Salah satu kunci kesuksesan Golkar adalah menempatkan calon anggota legislatif (Caleg) yang tepat. Sehingga, caleg-caleg tersebut berhasil meningkatkan suara Golkar.

“Banyak tokoh-tokoh yang disiapkan Golkar jadi Caleg per-Dapil itu berdampak pada suara Partai Golkar naik signifikan, ini harus dilihat strategi partai Golkar untuk mengusung Caleg yang punya popularitas,” katanya.

Kemudian, faktor kesuksesan Golkar lainnya adalah mengusung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pasangan capres tersebut mengusung untuk melanjutkan program Presiden Jokowi.

Arfianto pun membandingkannya dengan sikap dari Partai NasDem yang membawa narasi perubahan, padahal merupakan pendukung Jokowi di 2019. Sehingga, ada kegambangan di internal NasDem, dan berdampak pada turunnya suara NasDem.

“Ini sangat kontra jika dibandingkan Golkar yang tak ada kegambangan untuk internal, anggota, Caleg, untuk melanjutkan yang dilakukan sejak 2019, ketika Partai Golkar mengusung Pak Jokowi dan 2024 bersama dengan Prabowo-Gibran mengusung narasi melanjutkan keberhasilan pembangunan Pak Jokowi, dan ini mendapatkan efek dari penggunaan narasi tersebut,” katanya.

Narasi melanjutkan inilah yang mempengaruhi suara dari Golkar. Masyarakat menilai kinerja Presiden Jokowi sangat baik.

“Penerimaan masyarakat, penilaian terhadap kinerja presiden tinggi, narasi melanjutkan itu kunci penting untuk mendapatkan suara dari masyarakat,” katanya.

Scroll to top