BERITA

Dave Laksono: Golkar Siapkan Jatah Menteri Sesuai Kebutuhan Prabowo


Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Dave Laksono.

Berita Golkar – Partai Golongan Karya (Golkar) merespons soal jatah menteri untuk kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Apalagi adanya isu jatah Partai Golkar akan berkurang pasca bergabungnya NasDem dan PKB ke koalisi.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Dave Laksono, menyebut parpolnya akan menyiapkan calon menteri sesuai dengan keinginan presiden terpilih.

“Kita siapkan sesuai dengan keinginan Presiden terpilih,” ungkap Dave kepada wartawan, Minggu, 5 Mei 2024.

Kemudian erkait ada permintaan khusus atau request soal berapa menteri yang dari Golkar, Dave mengaku hal itu nanti akan ada pembahasannya.

“Nanti biar terbahas level ketum yah,” tegasnya.

IIPG Jawa Barat Tekankan Pentingnya Pendidikan Politik Bagi Perempuan


Ketua IIPG Jabar, Rita Fitria Ace Hasan Syadzily.

Berita Golkar – Pendidikan politik (dikpol) mewarnai jalannya kegiatan halal bihalal dan silaturahmi yang diselenggarakan Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Jabar di Hotel Preanger, Kota Bandung, pada Sabtu malam (4/5).

Menurut Ketua IIPG Jabar, Rita Fitria Ace Hasan Syadzily, dikpol merupakan bentuk investasi bagi kaum perempuan. Ia meyakini investasi terhadap kaum perempuan tidak akan pernah merugi.

“Halal bihalal ini selain dalam rangka membangun tali silaturahmi di bawah naungan Partai Golkar, kita juga memperingati Hari Kartini. Sebab kita bisa leluasa berkegiatan seperti ini diantaranya karena perjuangan RA Kartini,” kata Rita.

Dirinya berharap, agar anggota IIPG memiliki kemampuan komunikasi dan personal grooming yang baik.

Hal itu perlu dimiliki perempuan agar maksimal dalam menyelesaikan permasalahan, baik dalam keluarga maupun organisasi.

“Termasuk memiliki bekal dan kemampuan berinteraksi dengan pengurus serta masyarakat,” harapnya.

Di tempat sama, Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Tubagus Ace Hasan Syadzily menjelaskan tentang pentingnya peran keluarga dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi.

“Golkar bisa menang di Jawa Barat, bisa meningkat suaranya, salah satunya karena adanya dukungan dari setiap keluarga, para ibu dan segenap kekuatan perempuan yang ada di Partai Golkar ini,” kata Ace.

Dirinya memaparkan pengalamannya di keluarga dapat diimplementasikan ke dalam organisasi.

“Saya sering berdiskusi dengan istri saya tentang banyak hal terkait organisasi. Alhamdulillah Istri saya tidak pernah protes ketika harus meninggalkan rumah karena dia tahu apa yang dilakukan suaminya saat di luar rumah,” paparnya

Dirinya menambahkan, dalam berorganisasi setiap orang bukan bekerja untuk dirinya sendiri. Pasalnya waktu yang dimilikinya bisa untuk kepentingan organisasi.

“Kita bukan bekerja untuk diri kita saja. Kita tentu harus ikhlaskan sebagian besar waktu yang kita miliki untuk kepentingan organisasi,” ujar Ace.

Ia kemudian mengajak segenap perempuan yang terhimpun di IIPG untuk terus bekerja secara maksimal.

Karena keberhasilan sebuah organisasi tergantung dari seberapa besar peran keluarga yang ada di dalamnya.

“Saya meyakini setiap pencapaian yang kita dapatkan sejatinya tergantung dari seberapa besar peran keluarga memberikan support,” tandasnya.

“Presidential Club”, Partai Golkar Yakin Prabowo Bisa Menyatukan para Presiden Terdahulu


Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno Laksono.

Berita Golkar – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Dave Laksono meyakini Presiden terpilih 2024-2029,

Prabowo Subianto, bisa menyatukan kembali dan mempererat hubungan antar para presiden terdahulu.

Hal itu disampaikan Dave ketika menanggapi adanya ketidakharmonisan antar presiden, yang menjadi tantangan Prabowo untuk membentuk forum Presidential Club.

“Saya yakin Pak Prabowo dapat merekatkan para tokoh bangsa agar dapat menyatu demi pembangunan bangsa,” ujar Dave saat dihubungi, Minggu (5/5/2024).

Partai Golkar pun menyambut baik rencana Prabowo membentuk Presidential Club, dan mempertemukan para presiden Indonesia dari masa ke masa.

Dengan begitu, akan muncul masukan-masukan dari para presiden terdahulu, untuk pemerintahan era Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka.

“Yang pasti dengan adanya masukan dari pendahulu, akan dapat memudahkan bagi Pak Prabowo untuk menjalankan roda pemerintahan nantinya,” kata Dave.

Untuk diketahui, Prabowo disebut ingin mendudukkan para mantan presiden dalam satu meja dalam presidential club.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Jokowi pun menyambut positif keinginan Prabowo itu. Ia juga menyarankan agar pertemuan antarmantan presiden bisa dilakukan dua hari sekali.

Namun, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menilai bahwa ada tantangan yang harus dihadapi Prabowo dalam mewujudkan presidential club.

Salah satunya adalah ketidakharmonisan hubungan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Begitu juga hubungan antara Megawati dengan Presiden Joko Widodo yang renggang sejak tahapan Pilpres 2024.

“Tantangannya adalah mereka masih berkonflik, masih disharmonis, mereka belum akrab, mereka masih bermusuhan,” ujar Ujang saat dihubungi Minggu (5/5/2024).

Ujang berpandangan, konflik antara presiden terdahulu belum selesai. Misalnya, hubungan Megawati dengan SBY yang sejak Pilpres 2024 masih renggang.

“Ditambah lagi di Pilpres 2024, hubungan Jokowi dengan Megawati juga tidak akrab. Kalau ditempatkan di satu tempat bisa ribut juga. Ya, itu tantangan dari Prabowo untuk menyatukan itu,” kata Ujang.

Menurut Ujang, perlu upaya rekonsiliasi terlebih dahulu antara para presiden terdahulu sebelum dipersatukan di dalam presidential club.

Sebab, ketidakharmonisan tersebut dikhawatirkan membuat forum yang disediakan tak berjalan sehat.

“Kalau belum clear ya rekonsiliasinya, belum clear damainya di antara mereka. Khususnya antara Mega dengan SBY, antara Jokowi dengan Mega, yang ada di dalam sebuah tempat itu akan saling menggerutu. Mereka akan saling membelakangi, akan saling berhadapan-hadapan, dan tidak sehat,” tutur Ujang.

Meski begitu, Ujang menilai upaya Prabowo Subianto menjembatani hubungan antarpendahulunya melalui presidential club adalah langkah yang positif.

“Apapun itu, saya melihat apa yang dilakukan itu ya suatu keinginan Prabowo yang positif, yang bagus saja,” pungkas dia.

Kokohkan Dukungan Inggris, Menko Airlangga Bertemu Menteri Nusrat Ghani


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Negara Inggris Urusan Eropa Nusrat Ghani.

Berita Golkar – Memasuki hari kedua Pertemuan Tingkat Menteri OECD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terus menerima permohonan pertemuan bilateral.

Di sela kesibukannya, Menko Airlangga bertemu dengan Menteri Negara Inggris Urusan Eropa Nusrat Ghani, di Markas OECD Paris pada Jumat (3/05).

Menteri Ghani merupakan menteri kabinet PM Rishi Sunak keempat yang ditemui oleh Menko Airlangga dalam rangkaian kunjungan kerja ke London dan Paris.

Hal ini menunjukkan pentingnya Indonesia di mata Inggris dan komitmen kedua negara untuk terus intensifkan hubungan bilateral, khususnya sektor ekonomi, investasi, dan perdagangan.

Dalam pertemuan tersebut, Inggris menyatakan dukungan terhadap proses aksesi Indonesia di OECD.

Menko Airlangga sampaikan bahwa Indonesia telah banyak mengadopsi standar OECD diberbagai sektor, termasuk finansial, karena Indonesia juga merupakan anggota Financial Action Task Force (FATF).

Terkait isu bilateral, Menteri Ghani meminta Indonesia untuk ikut dalam rantai pasok industri otomotif di Inggris melalui kerja sama sektor ekstraktif.

Inggris juga mengharapkan partisipasi Indonesia dalam Wilton Park Conference on Critical Minerals yang akan berlangsung di bulan Mei 2024.

Di sisi lain, Indonesia menyoroti pentingnya peningkatan perdagangan bilateral kedua negara.

Di sektor pertanian, Menko Airlangga berharap agar Inggris dapat mengedepankan praktik dagang yang inklusif dengan mengikuti standar yang telah ada dan berlaku global, seperti RSPO untuk sektor kelapa sawit. Ditekankan bahwa kelapa sawit adalah sektor strategis dan penting bagi petani sawit kelas kecil (smallholders) yang berjumlah sekitar 2.6 juta orang di Indonesia.

Terkait hal ini, Indonesia meminta Inggris untuk menggunakan mekanisme FACT Dialogue untuk mencapai kesepakatan yang bermanfaat bagi para petani dan produsen sawit di Indonesia.

Pada pertemuan tersebut Menko Airlangga didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan, Sekretaris Kemenko Perekonomian, serta Asdep Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika, dan Timur Tengah.

Hetifah Sjaifudian Ungkap Harapan bagi Peningkatan Kualitas Pendidikan di Kaltim


Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian.

Berita Golkar – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang kerap diperingati pada 2 Mei, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyampaikan pesan dan harapan terkait peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur.

Hetifah, yang dikenal sebagai salah satu pendorong utama reformasi pendidikan di wilayah tersebut, menggarisbawahi beberapa inisiatif penting yang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam pernyataannya, Hetifah Sjaifudian menekankan pentingnya investasi di sektor pendidikan, baik dalam peningkatan infrastruktur dan kualitas pengajaran hingga peningkatan kualitas SDM seperti guru dan tenaga pengajar di berbagai daerah di Kalimantan Timur.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini merupakan momen yang tepat untuk merefleksikan apa yang telah kita capai dan apa lagi yang perlu kita lakukan demi masa depan generasi mendatang,” ujar Hetifah melalui rilis yang diterima wartawan, di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut juga mengungkapkan keinginan untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, termasuk mengoptimalkan bagaimana transformasi platform digital untuk membantu proses pembelajaran.

Hal itu sebagai salah satu solusi atas tantangan geografis yang sering kali membatasi akses pendidikan berkualitas di Kalimantan Timur.

“Penggunaan teknologi pendidikan yang inovatif serta memaksimalkan platform digital harus ditingkatkan untuk memastikan bahwa semua anak, di mana pun mereka berada, memiliki akses yang sama terhadap sumber belajar yang berkualitas tinggi,” tuturnya.

Salah satu fokus utama yang diharapkan oleh politisi senayan yang berasal dari dapil Kalimantan Timur tersebut adalah peningkatan kualitas dan kapasitas guru serta pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan lokal tanpa mengesampingkan standar nasional.

“Guru-guru kita adalah ujung tombak dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan membentuk anak-anak didik untuk Indonesia Emas kedepan. Kita perlu memastikan bahwa mereka diberi pelatihan yang memadai dan terus-menerus serta menjamin kesejahteraan mereka agar dapat mendidik siswa dengan metode yang paling efektif dan inovatif,” tambah Hetifah.

“Mari kita dukung para guru dan tenaga pendidik kita, memastikan bahwa setiap anak di Kalimantan Timur mendapatkan kesempatan pendidikan yang mereka layak dapatkan”

Mengakhiri pernyataannya, Hetifah Sjaifudian mengajak semua pihak untuk berkolaborasi demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inovatif.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita dukung para guru dan tenaga pendidik kita, memastikan bahwa setiap anak di Kalimantan Timur mendapatkan kesempatan pendidikan yang mereka layak dapatkan,” ungkapnya.

Dengan pesan pada Hari Pendidikan Nasional ini, Hetifah Sjaifudian berharap untuk menginspirasi perubahan dan perkembangan yang akan melahirkan SDM yang tidak hanya cerdas, tapi juga tangguh dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Menko Airlangga Wakili Pemerintah Indonesia Terima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Berita Golkar – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mewakili Pemerintah Indonesia menerima Peta Jalan Aksesi Keanggotaan OECD Indonesia pada pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri OECD di Paris Prancis (2/5).

Prosesi ini menandakan proses lebih lanjut dari tahapan bergabungnya Indonesia di OECD.

Proses aksesi ini sejalan dengan upaya Indonesia meningkatkan kolaborasi dengan seluruh anggota OECD.

Kerja sama kedua pihak secara erat dalam proses aksesi bertujuan untuk memungkinkan kebijakan lebih baik untuk kehidupan yang lebih baik, sebagaimana moto OECD “Better Policies for Better Lives”.

“Dengan mewakili 80% perdagangan dan investasi dunia, keanggotaan dan standar OECD sangat penting untuk menjamin perekonomian global yang inklusif dan berkelanjutan. Menjadi anggota OECD memungkinkan Indonesia memperkuat komitmen konstitusionalnya untuk berpartisipasi dalam tatanan dunia, untuk memajukan kebebasan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tutur Menko Airlangga dalam sambutannya ketika proses serah terima tersebut.

Dengan bergabungnya Indonesia, saat ini terdapat 7 negara dengan status kandidat aksesi, yakni Argentina, Brasil, Bulgaria, Indonesia, Kroasia, Peru, dan Rumania.

Hubungan Indonesia dan OECD telah berlangsung sejak 2007, ketika Indonesia bergabung menjadi mitra kunci OECD. OECD sendiri telah menjadi mitra strategis Indonesia dalam penyempurnaan kebijakan dan standar, baik bagi masyarakat, tata kelola pemerintahan, hingga dunia usaha.

Turut hadir menyaksikan serah terima peta jalan keanggotaan Indonesia bersama Menko Perekonomian yakni Menteri Keuangan RI, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Internasional Kemenko Perekonomian, dan Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, serta Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO.

Rayakan 10 Tahun OECD South East Regional Program, OECD Apresiasi Kepemimpinan Indonesia di Asia Tenggara


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (kanan).

Berita Golkar – Rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris, Prancis, pada 2-3 Mei 2024, bertepatan dengan perayaan 10 tahun OECD South East Regional Program (OECD SEARP).

OECD SEARP pertama kali diluncurkan pada tahun 2014 yang diprakarsai oleh Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Forum tersebut dibentuk untuk mendukung prioritas domestik di kawasan regional, reformasi kebijakan, dan integrasi regional.

“Indonesia bangga telah meresmikan Program Regional, dan sepuluh tahun kemudian menjadi negara pertama di kawasan yang meluncurkan Peta Jalan Aksesi OECD. Melihat ke belakang, Indonesia tentu saja mendapat manfaat dari menjadi tuan rumah kantor regional OECD dan ASEAN, yang berupaya mendorong pembuatan kebijakan berbasis bukti yang kuat menuju kawasan yang stabil dan sejahtera,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada kesempatan tersebut.

Melalui forum ini, kemitraan OECD dan ASEAN semakin erat, di tengah pengaruh ketidakpastian global.

Menko Airlangga mengapresiasi pendekatan visioner dari OECD dengan merangkul kawasan Asia Tenggara dalam rencana strategisnya.

Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat, menjadi anggota OECD tidak hanya akan mendukung transformasi Indonesia, tetapi juga memperdalam integrasi regional dengan meningkatkan perdagangan dan investasi lintas batas.

Indonesia sendiri pernah memegang kepemimpinan bersama OECD SEARP bersama dengan Jepang pada tahun 2014 – 2017.

Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara, kepemimpinan Indonesia mendapat apresiasi dari anggota OECD.

Model kepemimpinan bersama antara negara OECD dan ASEAN ini memastikan terjadinya integrasi dan dialog di antara kedua organisasi.

Asia Tenggara merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan global, dengan lebih dari 600 juta penduduk dan merupakan angkatan kerja terbesar ketiga di dunia.

Saat ini kepemimpinan bersama OECD SEARP dipegang oleh VietNam dan Australia.

Menko Perekonomian Airlangga Bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang di Paris


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Jepang Yoko Kamikawa.

Berita Golkar – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa dalam sebuah pertemuan bilateral di sela-sela acara OECD Ministerial Council Meeting (MCM) 2024 di Paris, Prancis, Kamis (2/05).

Pada kesempatan tersebut Menteri Yoko sangat menyambut baik diadopsinya peta jalan aksesi keanggotaan Indonesia ke OECD.

Sebagai ketua MCM 2024, Jepang ingin memperkuat kolaborasi antara OECD dan negara-negara di Asia Tenggara dengan Indonesia sebagai porosnya.

Menteri Yoko yakin dengan kapasitas Menko Airlangga sebagai Menko Perekonomian yang mempunyai dukungan politik sangat luas dapat membantu mewujudkan hal tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga dan Menteri Yoko membahas berbagai isu strategis yang relevan dengan tema MCM 2024.

Kedua Menteri tersebut menegaskan komitmen mereka untuk memanfaatkan kekuatan OECD sebagai pusat kerja sama global dalam mengembangkan kebijakan yang sehat dan terkoordinasi dengan baik.

Kedua Menteri juga menekankan pentingnya kerja sama ekonomi yang lebih erat antara Indonesia dan Jepang, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan pendidikan dalam menghadapi tantangan global.

Dalam kerangka bilateral, kedua Menteri juga sepakat untuk mengakselerasi proses penandatanganan Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) sebagai tindak lanjut pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Fumio Kishida pada akhir tahun lalu.

Selain itu, Menko Airlangga juga meminta dukungan Jepang dalam kerangka The Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) untuk membuka akses pasar yang lebih luas.

Pertemuan bilateral tersebut mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang kompleks di era globalisasi ini.

Dengan MCM 2024 sebagai panggungnya, Indonesia dan Jepang bersatu dalam tekad untuk memimpin diskusi global yang objektif, andal, dan berkelanjutan, menuju pertumbuhan yang inklusif dan masa depan yang lebih baik bagi semua.

Sekjen ASEAN Berikan Ucapan Selamat Atas Capaian Proses Aksesi Indonesia ke OECD


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn.

Berita Golkar – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri OECD pada Kamis (2/05) di Paris, Prancis.

Pertemuan ini membahas beberapa isu penting, antara lain perkembangan proses aksesi Indonesia ke OECD, penjajakan ASEAN-GCC FTA, dan perkembangan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Menyambut perkembangan Indonesia dalam proses aksesi OECD, Sekjen ASEAN menyampaikan ucapan atas pencapaian Indonesia yang baru saja menerima Peta Jalan Aksesi OECD.

“Kesuksesan ini juga dirasakan oleh seluruh anggota ASEAN. Kami berharap negara-negara ASEAN lain juga mengikuti langkah Indonesia, sehingga dapat meningkatkan keterwakilan kepentingan negara-negara ASEAN di OECD,” ungkap Sekjen Kao.

Sekjen Kao juga menyampaikan harapan atas dukungan Indonesia untuk menjajaki perundingan perdagangan bebas antar kawasan ASEAN-GCC FTA.

Perjanjian ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat bagi kedua kawasan.

Menko Airlangga memberikan respons positif atas inisiatif tersebut.

“Indonesia-UAE CEPA dapat menjadi benchmarking bagi ASEAN dalam mewujudkan FTA antar kawasan tersebut,” ujar Menko Airlangga.

Diskusi juga turut menyinggung mengenai perkembangan inisiatif digitalisasi kawasan, di mana saat ini ASEAN tengah menegosiasikan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang diproyeksikan akan meningkatkan nilai ekonomi digital kawasan menjadi USD 2 triliun pada tahun 2030.

Peluncuran perundingan ASEAN DEFA di 2023 merupakan salah satu prioritas ekonomi yang didorong Indonesia saat Keketuaan ASEAN tahun lalu dan ditargetkan selesai secara pada tahun 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga turut mendorong peningkatan kolaborasi antara ASEAN dan OECD Southeast Asia Regional Programme (SEARP), terutama untuk menjadi platform saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam isu regulasi dan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Wakil Menteri Perdagangan, Duta Besar RI di Paris, Deputi Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Duta Besar Indonesia untuk Prancis, dan Asdep Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub-Regional.

Australia Terus Beri Dukungan Terhadap Proses Aksesi Indonesia Menjadi Anggota OECD


Suasana ketika Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Assistant Minister for Trade Australia Tim Ayres dan jajaran.

Berita Golkar – Dalam Rangkaian agenda Pertemuan Tingkat Menteri Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris, Prancis, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Assistant Minister for Trade Australia Tim Ayres, Kamis (2/05).

Assistant Minister Ayres menyampaikan kesiapannya untuk memberikan segala bentuk dukungan terhadap kesuksesan proses aksesi Indonesia ke OECD.

Pada kesempatan ini, Menko Airlangga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Australia terhadap proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD.

“Proses aksesi OECD merupakan hal penting bagi Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas 2045, melalui reformasi struktural kebijakan domestik sesuai dengan standar-standar OECD,” ujar Menko Airlangga.

Di samping itu, kedua tokoh juga melanjutkan pembicaraan mengenai isu-isu perdagangan, baik di tingkat bilateral maupun di tingkat multilateral (dalam kerangka WTO).

Diskusi juga menyentuh isu-isu perdagangan terkini, khususnya mengenai perdagangan daring (e-commerce) yang menjadi tantangan baru bagi rezim kebijakan perdagangan negara-negara di dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Amerika dan Pasifik.

Sedangkan Assistant Minister for Trade Australia didampingi sejumlah pejabat dan jajaran Pemerintah Australia.

Scroll to top