BERITA

Airlangga Hartarto: Gemar Kung Fu Dan Berprestasi Di Dunia Wushu Indonesia

Berita Golkar –Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto memiliki hobi lain dari yang lain sebagai pejabat Pemerintahan.

Airlangga mengaku sejak belia memang gemar mengikuti Kung Fu, bagian dari Wushu.

Bahkan sejak 2017, dirinya terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI).

Lalu inilah sekilas ulasan hobi politikus Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dirangkum dari berbagai sumber:

blank

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto menyaksikan cabang olahraga wushu Asian Games 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018) pagi. Kedatangan Presiden Jokowi untuk mendukung dan menyemangati atlet-atlet wushu yang sedang berlaga.

Pimpin Wushu Indonesia

Diberitakan Tribunnews.com, Airlangga Hartarto akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) periode 2017-2021 dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang dibuka oleh Wakil Ketua Umum 1 KONI Pusat, Suwarno di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Suwarno dalam sambutannya berpesan kepada Airlangga Hartarto yang juga Menteri Perindustrian RI itu, meski di sela-sela kesibukannya tetap meluangkan waktu untuk perkembangan Wushu di tanah air.

“Saya berpesan kepada Pak Airlangga untuk aktif sebagai Ketua Umum. Pasalnya, rata-rata pejabat publik yang memangku jabatan di cabang olahraga karena kesibukkannya mereka tidak aktif,” ujar Suwarno.

Ia juga mengatakan, cabor Wushu merupakan salah satu primadona olahraga di Indonesia yang kerap mepersembahkan prestasi terbaik di ajang international baik single maupun multievent.

“Saya berharap agar tradisi ini terus dipertahankan oleh Pak Airlangga,” selorohnya.

Sementara itu, Airlangga Hartarto berjanji akan melanjutkan program yang telah dicanangkan oleh kepengurusan PB WI sebelumnya dibawah kepemimpinan Supandi Kusuma.

“Mengingat Wushu adalah olahraga yang juga membina mental generasi muda di Indonesia, saya akan melanjutkan program yang sudah ada bahkan sebisa mungkin lebih dikembangkan,” tandas Airlangga Hartarto.

Ukir Prestasi

Mengutip dari laman resmi Kemenpora, Airlangga telah mengukir prestasi selama tiga tahun terakhir menjabat sebagai Ketua Umum PBWI.

Mulai dari SEA Games XXIX/2017, Asian Games 2018 dan SEA Games 2019 Filipina.

Di SEA Games XXIX/2017 Kuala Lumpur, Malaysia tim wushu tanah air berhasil memboyong tiga medali emas, tiga perak dan tiga perunggu.

Saat itu Lindswell Kwok berhasil meraih medali emasnya dari nomor Taijijian (jurus pedang).

Di ajang Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah, tim wushu tanah air mampu melampaui target perolehan medali dengan berhasil mengumpulkan 5 medali yang terdiri dari 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Medali emas kembali dikontribusikan oleh atlet senior Lindswell Kwok di nomor taijiquan dan taijijian putri.

Seolah tak berhenti mengukir prestasi tim wushu Indonesia kembali meraih medali emas di ajang SEA Games 2019 Filipina melalui Edgar Xavier Marvelo yang merengkuh medali emas di nomor taolu kombinasi daoshu dan gunshu.

Pasangan Yanti K. Isfandiari ini tak luput untuk meneruskan tradisi reward bagi para atlet dari penampilan baiknya di berbagai event regional maupun internasional.

Prestasi juga dibubuhkan kelompok atlet wushu yunior Indonesia pada 2018.

blank

Tim Wushu Indonesia ke SEA Games 2019

Bolasport.com menuliskan, kontingen wushu Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 10 medali pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2018 yang berlangsung di Brasilia, Brasil, 9-15 Juli.

Mereka meraup 10 medali tersebut pada hari kedua kejuaraan dengan rincian 1 keping emas, 4 keping perak, dan 5 keping perunggu.

“Saya merasa terharu dan bangga karena ini kejuaraan dunia. Kekuatan atlet yang berlaga pada kejuaraan ini sangat bagus-bagus,” ujar Manager Tim Kontingen Wushu Indonesia Dr Rossi Nurasjati, M.Pd, dalam siaran pers yang diterima BolaSport.com.

Ada tiga atlet wushu Indonesia yang meraih dua medali pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2018.

Mereka adalah Jevon Kusmoyo, Joyceline, dan Nadya Permata.

Jevon Kusmoyo mempersembahkan 1 medali emas pada nomor taiji pedang dan 1 medali perak pada nomor taiji.

Sementara itu, Joyceline meraih 1 medali perak pada nomor Nan Gun B dan 1 medali perunggu pada nomor nanquan B.

Adapun Nadya Permata memperoleh 2 medali perak yakni pada nomor changquan dan nomor gunshu A.

Empat medali perunggu sisanya masing-masing diraih oleh Thalia Marvelina pada nomor gunshu, Nelson Louis pada nomor jianshu, Patricia Geraldine pada nomor jianshu, dan Ahmad Gifari pada nomor tombak.

Pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2018, Indonesia mengirimkan 23 atlet yang berlaga pada berbagai nomor pertandingan.

“Saya yakin pada sisa pertandingan, peluang kami menambah pundi-pundi medali masih sangat terbuka karena pertandingan masih berlangsung hingga 15 Juli 2018. Mohon doanya agar kami meraih hasil terbaik,” ujar Rossi.

‘Anak Muda Harus Giat Olahraga Outdoor’

Dalam sebuah wawancara di acara iNews TV diunggah YouTube Prime Show With Ira Koesno, Airlangga mengaku gemar olahraga Kung Fu sebagai bagian dari Wushu sejak kecil.

Wushu, lebih ke kungfu, bagian dr wushu, wushu induknya ada wincun ada kungfu, bisa semua

Selain mengasah keterampilan berolahraga outdoor, Airlangga mengaku olahraga wushu memiliki banyak filosofi.

Seperti halnya dalam menyampaikan salam dalam simbol tangan.

Jempol yang dilipat dan digenggam oleh kepalan tangan pun menurutnya bermakna.

“Jempol itu dianggap sombong jadi harsu dilipat, jadi cocok dengan salam empat jari, ini genggam (artinya) kekuatan tapi harus kita redam, jadi (menggunakan kekuatan) jangan kebablasan,” jelas dia.

Sebagai Ketua Umum PBWI dirinya juga menitipkan pesan kepada anak muda.

Yakni agar tak hanya berolahraga jempol saja, disbeutnya bermain gadget, namun disarankan untuk mengikuti olahraga outdoor misalnya wushu.

“Anak-anak muda harus kita dorong, anak-anak muda dapat olahraga jempol gadget, kita dorong anak-anak muda (agar) olahraga outdoor,” ucapnya disinggung pengembangan atlet Wushu Indonesia.

Sumber

Bagi Ketua Golkar Katingan Terpilih, Pilkada Menjadi Tantangan

Berita Golkar– Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Tengah, Suhartono Firdaus membuka langsung Musyawarah Daerah (Musda) Ke – 5 DPD Golkar Katingan di aula Hotel Citra Katingan, Kamis 13 Agustus 2020.

Musda ini bertajuk, Kita Satu Untuk Indonesia, dengan sub tema, Satukan Langkah, Mantapkan Konsolidasi, Kuatkan Soliditas Untuk Kejayaan Partai Golkar.

Suhartono Firdaus berharap, dalam melaksanakan Musda harus melakukan komunikasi dan kerjasama yang baik agar berjalan dengan hasil yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan nantinya.

Dirinya berpesan dan berharap agar Musda DPD Partai Golkar Katingan berjalan dengan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Menurutnya, siapapun ketua yang terpilih, ini akan menjadi tantangan dalam menghadapi Pilkada dan Pilpres kedepannya.

“Kemudian, jaga soliditas, jaga kekompakan. Karena, Musda tidak boleh meninggalkan keretakan, tidak saling sikut, Musda menghasilkan yang terbaik, serta untuk terus berkarya, dimanapun posisi kita sebagai partai Golkar untuk sebuah kebaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Katingan periode sebelumnya, H Alfujiansyah mengatakan, dalam perjalanan selama 4 tahun kepengurusan partai Golkar di Kabupaten Katingan yang dipimpin, tentunya banyak hal-hal suka dan dukanya, serta tentunya banyak kekurangan-kekurangan.

“Namun dengan hal kebersamaan tersebut dapat dilewati secara bersama. Dan terkait kegiatan konsolidasi di tingkat Kecamatan, Desa desa dan Kelurahan. Ahamdulillah, semua sudah terbentuk dan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Saat Pemilu Legislatif tahun lalu, partai Golkar berhasil memenangkan kursi di DPRD Katingan sebanyak 4 kursi, sehingga menjadi sejarah bagi partai Golkar.

“Karena di tahun yang lalu, kita masih bertahan pada 3 kursi. mudah-mudahan pada Pemilu yang akan datang dari 4 kursi bisa menjadi 7 kursi bahkan 10 kursi. Paling tidak kita sama dengan PDIP Katingan 10 kursi,” pungkasnya.

Kemudian, dalam laporan Ketua Panitia Edi Rahmat Sosiawan menyampaikan, maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai salah satu kewajiban dalam kepengurusan partai Golkar yang berjenjang dari tingkat Nasional, Provinsi dan tingkat Kabupaten Katingan hingga kecamatan, desa dan kelurahan.

“Yakni dalam rangka laporan pelaksanaan kegiatan selama kepengrusnan periode yang telah lalu sampai saat ini. Kemudian, untuk mendapatkan program partai Golkar Katingan 5 tahun mendatang, dan memilih dan menetapkan ketua DPD partai golkar katingan untuk periode 2020 -2025,” jelasnya.

Peserta Musda ke-5 terdiri pimpinan daerah partai Golkar Provinsi Kalteng, pimpinan DPD partai Golkar Katingan, Pimpinan Kecamatan, Dewan Pertimbangan, Pimpinan Ormas Katingan, serta Pimpinan Kecamatan, dan se-Kabupaten Katingan.

Sumber

Pilgub Sulut : Pasangan ‘CS’ Sudah Final Ungkap Raski Mokodompit

Berita Golkar– Kabar akan adanya bongkar Pasangan Bakal Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur dari Partai Golkar dan PAN terbantahkan.

Melalui Sekretaris DPD Partai Golkar Sulut Raski Mokodompit mengatakan, pasangan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Sehan Salim Landjar (SSL) adalah sudah final.

“Apapun kondisinya pasangan CEP-SSL sudah final. Dan meskipun ada kabar head to head kami (Golkar, red) melalui ibu Ketua DPD Golkar Sulut CEP sudah siap menghadapi Pilgub nanti,” ungkap Raski Mokodompit kepada BeritaManado.com, Jumat (14/8/2020) siang ini di ruang kerjanya.

Terkait kabar koalisi Partai Golkar bersama NasDem guna skenario head to head melawan pasangan calon petahana, Mokodompit membenarkan bila komunikasi tersebut memang ada.

“NasDem dan Golkar tentang koalisi di Pilgub sementara berjalan dengan baik. Tapi hasil pembicaraan belum bisa disampaikan. Yang pasti komunikasi dengan NasDem sangat baik sampai hari ini,” ujar Ketua Fraksi Golkar di DPRD Sulut ini.

Diketahui, kabar perubahan Paslon Gubernur dan Wagub dari Golkar tersebut bakal dilakukan guna mengakomodir keinginan koalisi bersama Partai NasDem.

Sumber

Fraksi Golkar Mendukung Sekolah Zona Kuning Di Jatim Gelar Tatap Muka

Berita Golkar –Fraksi Golkar DPRD Jawa Timur mendukung rencana Provinsi Jawa Timur melakukan uji coba pembelajaran tatap muka atau membuka kembali sekolah di zona kuning pada 18 Agustus 2020.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim Kodrat Sunyoto menanggapi rencana tersebut. Namun, menurut Kodrat sekolah tatap muka haruslah tetap dengan persiapan-persiapan yang matang.

“Dari fraksi Golkar setuju dengan keputusan Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa). Namun, tentunya harus dengan persiapan yang matang. Artinya, ada ketentuan terkait semuanya, zona merah jelas tidak diperbolehkan,” ujar Kodrat.

Menurutnya, pembukaan sekolah dengan tatap muka ini juga harus seizin kepala daerah kabupaten atau kota serta pula harus sesuai dengan persetujuan gugus tugas. Keduanya dirasa penting karena yang paling mengetahui kondisi daerahnya masing-masing.

“Yang kedua persetujuan wali murid, kalau orang tua tidak setuju anaknya sekolah dengan tatap muka maka mereka bisa mengikuti secara daring,” tuturnya.

Fraksi Partai Golkar sangat setuju dengan pembukaan sekolah, kata Kodrat untuk menyikapi keluhan masyarakat bahwa proses belajar mengajar jarak jauh tidaklah efektif. Belum lagi, masyarakat berekonomi rendah yang kurang mampu membeli paket data.

“Orang yang tidak punya pekerjaan misalnya, anaknya harus sekolah di rumah, mereka beli paketan tidak bisa,” anggota DPRD Jatim tiga periode ini.

Meskipun sampai saat ini jumlah positif covid-19 di Jawa Timur masih tinggi, yang hanya menjalani sekolah tatap muka hanya siswa SMA dan SMK. Hal ini kata Kodrat risiko tertular Covid bagi mereka tidaklah tinggi.

Meski begitu sekolah tatap muka haruslah bersih dari Covid seperti semua guru dan staf haruslah sudah menjalani rapid test serta penyemprotan disinfektan secara berkala di lingkungan sekolah dan sekolah harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta tak ada jam istrihat untuk menghindari kerumunan.

“Komisi E utamanya harus betul-betul melakukan pengawasan utamanya protokol kesehatan, selama sekolah itu tidak memenuhi syarat jangan dipaksakan makanya sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka sekolah di zona kuning harus melakukan pengecekan, penyemprotan desinfektan dan sebagainya,” terangnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka untuk jenjang SMA/SMK secara bertahap mulai 18 Agustus 2020 mendatang. Hanya beberapa sekolah di Jawa Timur yang akan dibuka terlebih dahulu. ”

Pemprov Jatim akan melakukan uji coba proses belajar mengajar secara langsung di sekolah untuk jenjang SMA dan SMK secara selektif atas persetujuan bupati/wali kota,” ujar kata Khofifah di Surabaya, Rabu (12/8).

Khofifah mengatakan sekolah yang dibuka tidak boleh berada di zona merah virus corona (Covid-19). Sekolah di zona kuning yang boleh dibuka juga tidak diperkenankan diikuti 100 persen siswa per kelas. Hanya 50 persen dalam satu ruangan.

Sumber

Hj. Mundjidah Wahab Menghadiri Musda X Golkar Jombang

Berita Golkar –Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Jombang di Ball Room Hotel Yusro, dihadiri Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab didampingi Asisten Pemerintahan Drs. Anwar M.K.P., Kepala Bakesbangpol Fahruddin Widodo dan Kabag Humas dan Protokol, Rabu (12/8/2020).

Bupati Jombang, Hj, Mundjidah Wahab dalam sambutannya menyebutkan, Partai Golkar dan Parpol lainnya merupakan mitra untuk membangun Kabupaten Jombang ke depan. Partai Golkar merupakan satu mitra kami untuk membangun Jombang ke depan lebih baik.

Jadi pada intinya, semua Partai Politik di Kabupaten Jombang diharapkan menjadi mitra pemerintah. Bersama-sama membangun, menuju Jombang yang lebih baik, dan mewujudkan Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing,” ujar Bupati.

“Kami ucapkan selamat dan mengapresiasi Partai Golkar Kabupaten Jombang yang dalam kondisi pandemi Covid-19 bisa melaksanakan Musda yang ke-X.

Atas nama pemerintah kabupaten Jombang, saya sampaikan banyak terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak khususnya partai Golkar yang selama ini membantu dan bersinergi serta bersama-sama.

Pemkab Jombang dalam membangun kabupaten Jombang untuk lebih maju dan berkembang seperti sekarang ini, demi mendukung tercapainya visi bersama mewujudkan Jombang Yang Berkarakter Dan Berdaya Saing”, tutur Bupati Mundjidah Wahab.

Diungkapkan Bupati bahwa Partai politik tidaklah berdiri sendiri, tetapi merupakan sebuah sistem yang terikat dengan lingkungan.

Bahkan secara prinsip sebuah Partai yang berada di tengah-tengah masyarakat harus mampu memberikan kontribusi sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat karena suatu Partai merupakan bagian dari masyarakat.

Dengan menerima amanah untuk menjadi bagian dari struktur kepengurusan sebuah Partai Politik, maka pengurusnya telah menerima sebuah tanggungjawab untuk menjadi katalisator atau penyambung lidah rakyat dalam berkontribusi dengan pemerintah daerah.

Maka kedudukan sebagai kader partai di tingkat kepengurusan adalah sebuah panggilan tugas untuk mengabdi dan kader partai bukan lapangan pekerjaan melainkan lapangan pengabdian.

“Kedudukan didalam struktur setiap partai adalah sebuah panggilan untuk mengabdikan dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

Dan sebagai kader partai tidak dituntut untuk memberi, tetapi yang duduk di Dewan kepengurusan diwajibkan untuk mengabdi sepenuh hati tanpa harus bertanya tentang apa yang diperolehnya.

“Musyawarah daerah, konferensi atau apapun namanya, dalam suatu organisasi merupakan salah satu agenda kegiatan yang sangat penting artinya bagi kelangsungan kehidupan organisasi yang bersangkutan, baik dalam rangka mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan maupun untuk merumuskan program kerja yang akan dijalankan kedepan.

Bahwa Musda ini juga merupakan ajang silaturahmi satu sama lain, bertukar pikiran, bertukar pandangan, visi dan misi untuk membangun suatu bangsa, membangun kabupaten Jombang.

“Intinya siapapun pimpinan yang terpilih nantinya, semuanya pasti adalah Kader Golkar yang benar-benar memiliki niat dan keinginan untuk memajukan Partai Golkar kedepannya, dan dapat menjadi mitra yang baik dengan pemerintah kabupaten Jombang.

Harus mampu membawa perubahan-perubahan untuk kemaslahatan umat dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Jombang, tandas Bupati Mundjidah Wahab.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Ir Sarmudji mengatakan bahwa seperti apa yang telah disampaikan oleh Ibu Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab atas nasihat dan sarannya.

Bahwa siapapun yang akan terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Jombang adalah sebuah Amanat yang harus diemban, dan ini merupakan ladang pengabdian.

Partai Golkar harus dan akan selalu hadir menemani upaya pemerintah dalam mewujudkan kemakmuran masyarakat Jombang,” pungkasnya.

Sumber

H Supian HK: Rekomendasi Partai Golkar Mengarah ke Ananda

Berita Golkar– Pencalonan Hj Ananda merebut kursi Walikota Banjarmasin makin mujur setelah ia mendapat SK pengusungan dari Partai Amanat Nasional (PAN).

DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel) yang sebelumnya terkesan tak begitu meliriknya, kini membuka pintu dan dipastikan akan ikut menjagokan Ananda sebagai Calon Walikota Banjarmasin.

Politisi senior Partai Golkar Kalsel, H Supian HK membenarkan Ananda akan diusung partai berlogo Pohon Beringin tersebut.

Ia mengatakan, saat ini yang bersangkutan berada di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Jakarta, yang kemungkinan sedang proses menerima surat keputusan pengusungan.

“Ananda hari ini dipanggil DPP, Insya Allah hari ini keluar suratnya,” tuturnya kepada awak media seusai menghadiri Peringatan Hari Jadi ke-70 Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Jumat (14/8/2020).

Supian HK yang juga Ketua DPRD Kalsel menambahkan, ada 2 partai politik lainnya turut mengusung Ananda yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin tersebut, yaitu PAN dan PKS.

Ananda mendapat restu dari Partai Golkar, partai yang membesarkannya di dunia politik. Jika SK Partai Golkar sudah mengarah ke Ananda, maka Abdul Haris Makkie, Sekda Provinsi Kalsel yang santer dipasangkan dengan Yuni Abdi Nur Sulaiman harus legowo.

Padahal sebelumnya, diketahui DPD Partai Golkar Kalsel mengirimkan nama melalui surat DPD Partai Golkar Kalsel, A-054/GOLKAR-KS/VI/2020 perihal laporan hasil pelaksanaan tahapan seleksi bakal calon kepala daerah dari Partai Golkar pada Pilkada Tahun 2020.

Melalui surat tersebut DPD Partai Golkar Kalsel menunjuk nama Birokrat Pemprov Kalsel, H Abdul Haris Makkie sebagai Calon Walikota Banjarmasin berpasangan dengan kadernya yakni, Yuni Abdi Nur Sulaiman sebagai bakal calon Wakil Walikota.

“Haris Makkie tetap di Sekda, karena tidak dimajukan sebagai calon walikota,” tutupnya.
Dalam kontestasi Pilkada Kota Banjarmasin, Ananda dipasangkan dengan Mushaffa Zakir kader PKS yang saat ini berstatus anggota DPRD Kota Banjarmasin.

Hal ini seperti yang tertuang pada dalam Surat Keputusan (SK) DPP PAN Nomor : PAN/A/Kpts/KU-SJ/253/VIII/2020 tertanggal 13 Agustus 2020 ditandatangani oleh Ketua Umum Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal Eddy Soeparno.

PAN percaya diri sebagai parpol pertama yang memberikan SK kepada Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin tersebut untuk bertarung merebut kursi Walikota Banjarmasin.

SK tersebut mencantumkan nama calon Wakil Walikota, H Mushaffa Zakir, politisi dari PKS.

Dukungan 9 kursi PAN di DPRD Banjarmasin, sudah cukup untuk mengusung Ananda – Mushaffa untuk menantang petahana, Ibnu Sina.

Jika ditambahkan usungan Golkar dan PKS, maka Ananda – Mushaffa mengantongi modal 20 kursi dari koalisi tiga partai politik mendaftar di KPU Kota Banjarmasin, pada tenggat waktu 4-6 September mendatang.

Sumber

Golkar Papua Barat Buka Lagi Pendaftaran Balon Ketua

Berita Golkar– Partai Golkar Papua Barat melakukan langkah diluar kelaziman. Pasalnya, usai Musda tertunda tiga kali, kini partai itu membuka kembali pendaftaran bakal calon.

Pendaftaran hanya dibuka satu hari, yaitu mulai hari ini, 13 Agustus 2020 sampai pukul 16.00 WIB 14 Agustus 2020.

Demikian keterangan pers yang diterima papuakini.co dari Jois Kambu, Wakil Sekretaris PG PB, Kamis (13/08/2020) malam.

Menurutnya, keputusan pembukaan kembali pendaftaran itu merupakan hasil rapat pleno diperluas yang dihadiri sejumlah pengurus Golkar PB, ketua dan sekretaris PG kabupaten/kota, serta organisasi sayap

Saat papuakini,co menanyakan siapa saja pengurus yang hadir, dia tidak merincinya.

Dia menegaskan rapat pleno diperluas sesuai mekanisme Golkar dipimpin oleh pengurus, dalam hal ini ketua dan sekretaris, sesuai jenjangnya, jadi tidak ada DPP yang hadir.

Musda Golkar tertunda-tunda karena alasan tak jelas, walau ada selentingan kabar yang belum berhasil dikonfirmasi bahwa penundaan dilakukan karena ‘jagoan’ usungan DPP PG belum bisa menang dalam Musda.

Musda yang terakhir dijadwalkan akan digelar 15-16 Agustus di DPP PG di Jakarta, untuk memilih Ketua PG Papua Barat periode berikut, itu diikuti dua pasangan calon, yaitu petahana Ketua PG PB, Rudi Timisela, dan Ketua PG Kota Sorong, Lambertus Jitmau.

Keterangan pers itu juga menyebutkan bahwa kedua kandidat itu tak lagi akan mendaftar.

Juga disebutkan bahwa ada sejumlah kader yang akan mendaftar, seperti Amin Ngabalin (Wasekjen DPP Golkar), Dr Drs Stepanus Malak MSi (mantan Ketua Golkar Kabupaten Sorong dan Bupati Sorong, dan drg Alfons Manibuy SSA yang adalah mantan Ketua Golkar Teluk Bintuni dan Bupati Teluk Bintuni.

Sumber

Golkar Surabaya Menyelenggarakan Lomba Jula Juli

Berita Golkar –DPD Partai Golkar Kota Surabaya ikut melestarikan budaya dengan menggelar lomba Jula Juli Suroboyoan bertema kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020.

“Saat ini Jula Juli di kalangan warga Surabaya sudah tidak familiar lagi. Makanya kita gelar lomba ini untuk mengangkat budaya asli Surabaya,” kata Ketua Panitia Lomba Jula Juli Ahmad Tufel Efendi di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, saat ini yang sudah mendaftar ada sekitar 25 orang. Ia berharap pendaftar lebih banyak lagi agar lomba tersebut bisa semarak.

Adapun syarat peserta di antaranya berlaku untuk semua usia, wajib mengikuti akun IF @golkarsurabaya, menyukai halaman facebook DPD Golkar Surabaya, komen dan menyebarkan di IG pribadi dan mengajak lima teman, mengunggah video Jula Juli dengan #golkarsurabaya, #lombajulajuligolkarsurabaya, #julajulikidungkemerdekaan.

Selain itu, video tersebut berdurasi 2-3 menit dikirim ke [email protected] dan lainnya. “Karya harus orisinil Akun peserta tidak boleh private atau anonim serta tidak mengandung sara dan ujaran kebencian,” katanya.

Adapun kriteria penilaian meliputi pertama syair, cengkok dan laras. Kedua, kidungan,pos-posan, kidung lombo, dangdutan, kidung penutup dan terakhir adalah penampilan.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni mengatakan lomba ini merupakan bagian dari komitmen Partai Golkar Surabaya untuk turut melestarikan kebudayaan Surabaya dan Jawa Timur.

“Meski kita saat ini merayakan HUT Kemerdekaan dengan nuansa keprihatinan karena pandemik COVID-19, maka kita gelar kegiatan ini dengan nuansa protokol kesehatan ketat,” katanya.

Sumber

Akbar Tandjung, Partai Golkar dan Reformasi Politik

Berita Golkar –  Iring-iringan mobil yang membawa Bang Akbar beserta rombongan elite Golkar, mendadak berhenti di tengah jalan perkampungan. Mobil itu terhalang kerumunan orang yang sibuk mendirikan tenda hingga menutupi bahu jalan. Rupanya, kerumunan itu kata polisi yang mengawal, karena ada warga yang meninggal. Mendapati kabar itu, Akbar pun turun mobil lalu bergegas menuju kediaman warga yang berduka. Sontak, warga yang berkerumun nampak kaget mendapati kedatangan Akbar. Setelah menemui keluarga yang berduka, Akbar menyatakan pamit. “Bapak-Ibu semua, kami pamit ke Jakarta, maturnuwun”, sapa Akbar.

Peristiwa itu, terjadi secara spontan, tatkala saya mendampingi Bang Akbar dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR, dalam perjalanan usai mengunjungi korban bencana tanah longsor di Desa Tlitir, Purworejo, Jawa Tengah tahun 2004.

*
Djanji Akbar Zahiruddin Tandjung, adalah nama lengkap Akbar pemberian Ayahnya, Zahiruddin Tandjung. Lahir di Sorkam, Tapanuli Tengah,14 Agustus 1945. Hari ini, Jumat 14 Agustus 2020, Akbar genap berusia 75 tahun. “Djanji Akbar” yang melekat pada namanya itu, berhubungan erat dengan kehendak mewujudkan janji ayahnya berkenaan dengan peristiwa besar bangsa Indonesia pada dekade 1940-an. Tatkala Akbar masih dalam kandungan, sang ayah mendengar kabar dipanggilnya dua tokoh besar, yakni Soekarno dan Mohammad Hatta oleh Jepang, untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia.

Dari situlah tercetus keinginan, manakala Indonesia benar-benar merdeka dari kekuasaan Jepang, maka apabila anak yang lahir itu laki-laki, akan diberi nama Djanji Akbar, yang bermakna “janji besar”. Ternyata, tiga hari kemudian setelah kelahiran Akbar, dwitunggal Soekarno-Hatta mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, di Pegangsaan Timur, Jakarta (Anwari: 2005).

Jika dianalogikan, sosok Akbar layaknya buku yang didalamnya tertera “teks” tentang politik sebagai tindakan praktis, ungkap Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB. Akbar adalah cermin “begawan politik”, menjadi role model bagi kebanyakan politisi, ujarnya. Pengakuan itu, sangat beralasan. Pasalnya, jika menyimak dari rekam jejaknya, Akbar menggeluti dunia politik dan pergerakan sejak muda. Jadi, tak berlebihan apabila pada sosok Ketua Dewan Kehormatan Golkar ini, terekspresi beragam pengalaman dan kepiawaian tentang bagaimana politik didayagunakan sebagai seni dari berbagai kemungkinan.

Personalitas Politik

Tokoh berdarah batak ini, lebih terkesan sebagai seorang Jawa yang santun. Selain dikenal ulet, tekun, dan pekerja keras – Akbar adalah tipikal politisi dengan karakter kepemimpinan politik yang tenang dan rendah hati. Laksana air yang mengalir tenang, ucapan dan tindakan politiknya terukur, jauh memicu gaduh. Personalitas politik inilah, ungkap J Kristiadi, yang membuat Akbar mampu menyelamatkan Golkar dari situasi yang sangat kritikal kala kejatuhan Orde Baru.

Akbar dan politik, bisa diibaratkan layaknya dua sisi keping mata uang. Politik, telah menjadi nafas dalam kehidupannya. Ia meyakini, upaya membangun masyarakat yang matang secara politis, sejatinya berkorelasi pada keberhasilan pembangunan ekonomi. Inilah mengapa, sebagian besar hidupnya Ia dedikasikan dalam politik.

Sejak muda, Akbar telah bergumul dengan dunia politik dan pergerakan. Ia berhasil memimpin berbagai organisasi bergengsi, mulai Senat UI, PB HMI, KNPI, hingga Pendiri Kelompok Cipayung. Demikian pula di pemerintahan, riwayat pengalaman Akbar terbilang paripurna. Ia memimpin berbagai Kementerian dikala Orde Baru, hingga Ketua DPR diawal reformasi. Fenomena Akbar, terasa menjadi kitrik potret kepemimpinan politik paca reformasi. Betapa politik kita hari ini, seloroh budayawan Mohamad Sobary, banyak dijejali “politisi kelas salon”– alias tak memiliki otentisitas pemikiran dan pengalaman tentang pemimpin dan kepemimpinan.

Penyelamat Golkar

Tatkala transformasi politik Indonesia mengalami pergeseran dari otoritarianisme menuju demokrasi, peran politik Akbar jelas tak bisa dikesampingkan – terutama sejak Ia memimpin Golkar. Kehadiran Akbar memimpin Golkar dalam fase yang paling dramatis selama kurun waktu 1998-2004. Secara internal, Golkar mengalami keretakan. Banyak diantara tokohnya berpindah dan mendirikan partai karena Golkar dianggap tak lagi menguntungkan secara politik. Disisi eksternal, gerakan pembusukan terhadap Golkar sebagai bagian Orde Baru berlangsung dengan kuatnya. Kunjungan Akbar bersama istrinya, Krisnina Maharani, dalam rangka konsolidasi Partai Golkar, terutama di Jawa – nyaris tak pernah luput dari ancaman amuk massa.

Dengan kepiawaian politiknya, Akbar tidak hanya berhasil menyelamatkan Golkar keluar dari kemelut politik – tetapi dengan cepat mampu mengkonsolidasikan kembali kekuatan Golkar. Pada pemilu pertama reformasi 1999, ketika banyak kalangan meramal Golkar bakal karam – Akbar berhasil membawa Golkar sebagai pemenang pemilu kedua setelah PDIP. Puncaknya pada pemilu 2004, layaknya seorang “maestro politik” – Akbar mengukir sejarah gemilang. Ia berhasil membawa Golkar memenangi pemilu yang berlangsung demokratis. Dan uniknya, sepanjang berlangsungnya pemilu di era reformasi, belum ada satupun yang mampu menandingi rekor Akbar kendati Golkar telah bergonta-ganti pucuk pimpinan. Maka, tak berlebihan apabila meminjam tesis Howard Gardner, Akbar telah menjadi the leader’s stories bagi Partai Golkar.

Kepiawaian Akbar sebagai politisi, terutama keberhasilannya memimipin Golkar – dapat dijelaskan pada dua pendekatan. Pertama, selain faktor pengalaman panjangnya sebagai aktivis, juga tak lepas dari personalitas Akbar sebagai sosok yang ulet, tekun, pekerja keras, dan kemampuan mengendalikan diri. Dikala memimpin Golkar dalam situasi kritis, Akbar dengan tekun dan tak kenal lelah terus melakukan konsolidasi. Ia melakukan semacam the long journey dari satu provinsi ke provinsi lain, dari satu kabupaten ke kabupaten lain untuk memompa kepercayaan diri kader Golkar agar tidak mengalami “demoralisasi”. Hingga kini, kendati kondisi fisiknya tak selincah dulu, kebiasaan menyambangi akar rumput terus dilakoninya. Ia rajin “blusukan” ke berbagai pelosok daerah, baik acara konsolidasi Golkar hingga pemateri dalam training organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.

Kedua, dalam konteks pengelolaan partai – tentu tak lepas dari inovasi politik Akbar yang menekankan pada pembangunan demokrasi melalui perbaikan sistem dan kelembagaan. Ini tercermin pada spirit dicetuskannya paradigma baru, konvensi, dan koalisi kebangsaan. Sebagai manifesto politik, paradigma baru adalah wujud komitmen Golkar melakukan “pembaruan”. Pembaruan ini, dimaksudkan untuk meluruskan kekeliruan lama, yakni praktik oligarki yang menempatkan Golkar layaknya entitas “kepemilikan personal” yang jauh dari kepentingan publik.

Demikian halnya konvensi, ia diciptakan sebagai metode rekrutmen secara fair dan terbuka terhadap figur-figur terbaik untuk menjadi calon presiden dari Partai Golkar. Berkat konvensi itulah, elektabilitas Golkar kala itu terdongkrak, dan memacu mesin partai melaju lebih kencang. Jika saja konvensi itu dilembagakan, tentu akan memperkuat kelembagaan Partai Golkar sebagai basis perekrutan kepemimpinan nasional.

Sedangkan menyangkut koalisi kebangsaan, ada dua kepentingan mendasar yang hendak didorong Akbar. Pertama, ia dibentuk untuk menghadirkan stabilitas kekuasaan politik apabila calon presiden yang didukung itu memenangkan pertarungan. Kedua, sebagai upaya antisipatif apabila calon presiden yang didukung gagal, maka ia berfungsi sebagai kekuatan penyeimbang, checks and balances terhadap presiden melalui efektivitas peran parlemen. Selamat ulang tahun Bang Akbar. Wallahu’alam.

Tardjo Ragil: Peneliti Akbar Tandjung Institute

Golkar Trenggalek Berkesempatan Merapat ke Petahana

Berita Golkar– Arik Sriwahyuni Ketua DPD Partai Golkar Trenggalek terpilih menerima tamu yakni bakal calon Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin (petahana).

Kedatangan petahana yang sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan ini merupakan komunikasi politik menjelang Pemilihan Bupati Trenggalek pada 9 Desember mendatang.

Usai melakukan pertemuan, Arik Sriwahyuni mengatakan bahwa Partai Golkar ini merupakan parta dewasa yang hingga saat ini belum memutuskan sikap menuju Pilbup 2020.

Jadi siapapun yang melakukan silaturahmi ke DPD Golkar bakal di terima dengan baik. Karena sebagai etika berpolitik dirinya bakal menerima tamu yang datang.

“Untuk peluang rekomendasi kita masih menunggu dari DPP. Hingga saat ini kita masih belum memutuskan arah politik,” ujarnya.

Lanjut Arik, pertemuan dengan bakal calon (petahana) ini juga bakal di laporkan ke DPP Golkar. Tentunya hasil akhirnya bagaimana DPD bakal menunggu dalam Minggu depan.

Apapun yang terjadi DPD Golkar harus mentaati keputusan DPP Golkar. Selama ini DPD Golkar telah berusaha maksimal, siapapun yang merapat ke Golkar tetap dilaporkan ke DPP Golkar.

Sementara itu di tempat yang sama, Moch. Nur Arifin bakal calon dari PDI Perjuangan menjelaskan bahwa kedatangannya ke partai tentu tentang komunikasi politik.

Karena semua tahu bahwa partai Golkar menyampaikan keputusan saat ini masih mengambil sikap 50 – 50.

“Maka untuk jadi 100 persen, kalau sudah di bukakan pintu ya kita bertamu,” ungkap Arifin.

Dalam komunikasi politik, PDI Perjuangan dari awal tetap welcome dengan semua partai. Jadi ini bukan tentang partai apa, karena semakin banyak dukungan dari partai, bakal menjadikan Trenggalek lebih baik kedepannya.

“Terkait Rekomendasi di Partai Golkar bakal kita kembalikan ke Partai, karena kita hanya bisa sebatas usaha,” pungkasnya.

Sumber

Scroll to top