BERITA

Melchias Markus Mekeng Minta Anggaran Pencegahan Narkoba Ditambah


Anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng.

Berita Golkar – Menteri Keuangan, Sri Mulyani diharapkan menambah anggaran untuk memperkuat upaya pencegahan narkoba.

Menurut anggota Komisi XI DPR RI, Melchias Markus Mekeng, anggaran pencegahan narkoba saat ini di seluruh Indonesia masih sangat kecil, hanya Rp 185 miliar. Jika tidak ditambah ia khawatir dapat mengganggu tujuan Indonesia Emas 2045.

“Karena ini sesuatu yang tidak terlalu kelihatan tapi akan merusak bangsa ini. Jadi tujuan kita untuk mencapai negara emas tahun 2045 itu terganggu dengan narkoba-narkoba ini,” ujar Mekeng dalam keterangannya, Kamis (6/6).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini mengingatkan jika pemerintah harus mempunyai konsen yang tinggi terhadap masalah narkoba.

”Nah kalau pemerintah tidak mempunyai konsen yang tinggi, ini tinggal tunggu waktu saja. Bahwa nanti anak-anak yang diproduksi adalah anak-anak hasil daripada orangtuanya narkoba. Yang tidak peduli dengan kehidupan keluarganya,” tegas Legislator Dapil NTT I ini.

Lebih lanjut, Mekeng mengungkapkan Indonesia merupakan sasaran dari pasar narkoba. Yang mana, pengguna narkoba di Indonesia jumlahnya hampir 4 juta orang.

”3-4 juta pengguna narkoba. Penggunanya itu berusia 25-50 tahun. Usia-usia produktif. Dan mereka menghabiskan kurang lebih 500-600 triliun. Bayangkan uang yang sebesar itu. Merusak bangsa ini,” pungkasnya.

Menko Airlangga Dorong Hasil Pertemuan Tingkat Menteri IPEF Bermanfaat Untuk Rakyat


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (tengah).

Berita Golkar – Pertemuan Tingkat Menteri Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) yang diselenggarakan pada Kamis (6/6) di Singapura merupakan momentum sangat penting dalam kerja sama regional di kawasan Indo Pasifik, sebagaimana disampaikan Deputy Prime Minister Singapura Gan Kim Yong dan US Secretary of Commerce Gina Raimondo.

Pertemuan ini menghadirkan para Menteri senior dari 14 negara mitra IPEF, yang mewakili lebih dari 40% dari ekonomi (GDP) dunia dan 28% dari perdagangan barang dan jasa secara global.

Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat dan mewujudkan ekonomi yang bersih, adil, dan holistik di kawasan Indo-Pasifik, sejalan dengan fokus kerja sama yang tercantum dalam 4 pilar perjanjian IPEF, yaitu pilar perdagangan, rantai pasok, ekonomi bersih dan ekonomi yang adil.

Sejak peluncuran IPEF dua tahun lalu di Tokyo, Jepang, pada setiap pertemuan yang melibatkan 14 negara anggota IPEF (Australia, Brunei Darussalam, Fiji, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam), telah mencapai banyak pencapaian yang signifikan.

Pada pertemuan kali ini, fokus utama adalah pada tiga dari empat pilar IPEF.

Pertama, IPEF Supply Chain Agreement (Pilar II) yang bertujuan untuk memperkuat rantai pasok regional, memastikan kelancaran distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan kerjasama antarnegara.

Kedua, IPEF Clean Economy Agreement (Pilar III) yang merupakan upaya mengurangi dampak lingkungan, telah ditandatangani kesepakatan terkait ekonomi bersih. Ini mencakup pengembangan teknologi ramah lingkungan dan penerapan energi terbarukan.

Ketiga, IPEF Fair Economy Agreement (Pilar IV) yang bertujuan untuk menciptakan ekonomi yang adil bagi semua pihak, termasuk pekerja dan pelaku usaha.

Kolaborasi dalam hal regulasi dan kebijakan ekonomi menjadi fokus utama.

Indonesia bersama mitra IPEF lainnya berkomitmen untuk melanjutkan langkah-langkah menuju ratifikasi dan implementasi kesepakatan yang telah ditandatangani.

Para mitra IPEF akan terus memantau perkembangan di bawah ketiga pilar IPEF dan mengukur hasil konkret dalam pertemuan tingkat menteri berikutnya pada bulan September 2024 di Washington DC.

Selain itu, melalui pertemuan ini telah diluncurkan Clean Economy Investor Forum (CEIF) sebagai forum antar negara anggota IPEF yang akan membantu memobilisasi dana untuk teknologi energi bersih di negara-negara IPEF.

Di hadapan para menteri IPEF, Menko Airlangga mengajak seluruh negara untuk bergerak bersama dalam memanfaatkan implementasi perjanjian IPEF sehingga menciptakan lapangan kerja di kawasan.

“Kita harus mewujudkan berbagai proyek konkret di tahun depan. No one is left behind. The progress of the projects is there. The projects hopefully will create jobs in the regions,” tegas Menko Airlangga, yang selalu mendorong agar pertemuan IPEF membuahkan hasil yang konkret dalam mendatangkan investasi yang mendukung energi bersih dan penciptaan lapangan kerja.

Mempertegas pernyataan Menko Airlangga, US Secretary of Commerce Gina Raimondo memberikan apresiasi khusus kepada Indonesia, atas partisipasi aktif dalam IPEF.

Secretary Raimondo memberikan respons sangat positif dan mendukung sepenuhnya permintaan Menko Airlangga, yang menekankan pentingnya IPEF memberikan hasil konkret dan manfaat nyata untuk masyarakat, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“IPEF must bring job creation and opportunity for our people,” kata Secretary Raimondo mendukung pernyataan Menko Airlangga.

Menko Airlangga dan Deputi PM Singapura Bicarakan Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Strategis


Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat bersama Deputi Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong.

Berita Golkar – Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian acara Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan akan memimpin Ministerial Meeting of Indonesia – Singapore Six Bilateral Economic Working Groups (MM 6WG) ke-14 yang juga berlangsung di Singapura, Jumat (7/06).

Peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara yang didorong melalui Forum 6WG mencakup peningkatan kerja sama di kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK) serta KEK lainnya, bidang investasi, bidang transportasi, bidang tenaga kerja, bidang agribisnis, serta bidang pariwisata.

Pertemuan MM 6WG ke-14 diawali dengan pertemuan bilateral antara Menko Airlangga dengan Deputi Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong serta seluruh Ketua Working Group yang kemudian akan dilanjutkan dengan pertemuan plenary yang dipimpin oleh kedua menteri serta diikuti oleh seluruh delegasi dari kedua negara.

Dalam bilateral meeting yang membahas isu-isu ekonomi strategis bagi kedua negara tersebut, Menko Airlangga mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Deputi PM Gan Kim Yong yang turut memfasilitasi kerja keras working group dalam menjamin keberhasilan kerja sama.

Selain itu, Menko Airlangga berharap agar diperoleh kemajuan yang berarti dari setiap working group untuk dilaporkan dalam Leaders’ Retreat dalam waktu dekat.

“Dengan kedekatan geografis antara wilayah BBK dan Singapura sebagai kekuatan pendorong kerja sama, kemudahan mobilitas bagi investor adalah elemen kunci dan kami terus meningkatkan peraturan terkait visa,” tutur Menko Airlangga.

Selain itu, di bidang ketenagakerjaan, telah diluncurkan Tech:X Pilot of the Tech:X Program pada Indonesia-Singapore Leaders’ Retreat, di Bogor pada tanggal 29 April 2024 lalu.

Program Tech:X memberikan kesempatan kepada para profesional muda dalam bidang teknologi dari Singapura dan Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bekerja selama 1 tahun di industri teknologi masing-masing.

“Kami menantikan angkatan pertama talenta teknologi muda dari Indonesia dan Singapura untuk mengembangkan keterampilan pengetahuan digital dan memenuhi pasokan dan permintaan sumber daya manusia di era digital saat ini,” ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga dan Deputi PM Gan Kim Yong juga mendiskusikan beberapa hal lainnya, terutama yang terkait dengan peningkatan kemudahan mobilitas investor dari Singapura, penguatan konektivitas udara, serta kerja sama di bidang pariwisata.

Menko Airlangga Ajak Singapura Jadi Jangkar Perdamaian dan Stabilitas di ASEAN dan Kawasan Indo-Pasifik


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto bersama dengan Deputi Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong.

Berita Golkar – Pertemuan Ministerial Meeting of Indonesia–Singapore Six Bilateral Economic Working Groups (MM 6WG) merupakan agenda tahunan Pertemuan Tingkat Menteri dalam kerangka kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Singapura.

Forum tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto bersama dengan Deputi Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong.

Diawali dengan sambutan hangat dari Deputi PM Singapura Gan Kim Yong yang kemudian menyampaikan harapan agar hubungan erat Indonesia dan Singapura selama ini untuk dapat terus dikembangkan di tengah tantangan yang ada saat ini, sekaligus membuka berbagai peluang baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedua negara.

“Saya ucapkan terima kasih atas keramahtamahan serta penyelenggaraan pertemuan IPEF yang sangat baik, termasuk pertemuan bilateral ini. Secara resmi saya juga mengucapkan selamat atas pengangkatan Anda sebagai Deputi Perdana Menteri disamping melanjutkan jabatan sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian,” ujar Menko Airlangga dalam Plenary Meeting Indonesia-Singapura Six Bilateral Economic Working Groups yang berlangsung di Hotel Marina Bay Sands Singapura, Jum’at (7/06).

Pertemuan Tingkat Menteri kerja sama ekonomi bilateral 6WG sendiri sudah terlaksana sebanyak 13 kali dimana pertemuan terakhir diadakan di Semarang pada pertengahan Agustus tahun 2023 lalu.

Lebih lanjut, kerja sama bilateral 6WG bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara yang mencakup peningkatan kerja sama di kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK) serta KEK lainnya, peningkatan investasi, peningkatan kerja sama bidang transportasi, kerja sama di bidang tenaga kerja, kerja sama di bidang agribisnis, serta peningkatan kerja sama di bidang pariwisata.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa dalam sepuluh tahun ke depan Indonesia berkeinginan untuk masuk ke dalam 10 besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

Untuk dapat mencapai hal tersebut, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 6% hingga 7%, sehingga Indonesia membutuhkan lebih banyak investasi.

Pencapaian tersebut juga memerlukan dukungan dan kolaborasi yang lebih baik lagi dengan Singapura.

“Indonesia juga akan terus mengupayakan untuk memelihara stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik sebagaimana halnya juga di kawasan ASEAN. Saya yakin bahwa Indonesia bersama Singapura dapat menjadi jangkar,” ungkap Menko Airlangga.

Lebih jauh, Menko Airlangga juga menyampaikan perkembangan terkait aksesi Indonesia untuk menjadi anggota pertama dari ASEAN di Organization of Economic Co-operation and Development (OECD), maupun upaya Indonesia dalam mengakses keanggotan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Dengan dukungan Singapura, Menko Airlangga juga berkeyakinan Indonesia dapat menjadi anggota OECD maupun CPTPP dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.

Terkait sejumlah kemajuan yang telah dihasilkan oleh ke-enam working group kerja sama bilateral Indonesia-Singapura, Menko Airlangga menyebutkan keberadaan investasi Data Center di Nongsa Digital Park, Batam.

“Untuk membedakan dengan industri sejenis, selain menjadi pusat Data Center, Nongsa Digital Park juga dijadikan pusat pelatihan dan pendidikan bagi talenta digital di Batam,” ujar Menko Airlangga.

Selain itu, Menko Airlangga menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung mobilitas investor Singapura ke Indonesia, telah diberikan kemudahan regulasi multiple entry visa bagi tenaga ahli Singapura yang melakukan kunjungan rutin melalui Visa D17 serta skema koordinasi lintas Kementerian/Lembaga terkait dengan pemberitahuan kedatangan kunjungan tenaga ahli ke Kawasan BBK.

Pada kesempatan tersebut juga disinggung mengenai Kendal Industrial Park (KIP) yang sejak diubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus  (KEK) telah membuat nilai KIP meroket dan menciptakan banyak multiplier effect.

Pertumbuhan eksponensial tersebut berkaitan langsung dengan insentif finansial yang diberikan di KEK dalam bentuk fasilitas perpajakan seperti tax holiday dan tax allowance.

Saat ini terdapat sebanyak 100 pelaku usaha serta nilai investasi sebanyak Rp. 43,8 triliun di KIP.

“Kami sangat menghargai proses yang berjalan saat ini, karena proses tersebut merupakan perjalanan itu sendiri. Six Bilateral Economic Working Groups juga telah menghasilkan kemajuan yang sangat berarti, dan saya berterima kasih kepada tim kedua negara yang telah bekerja keras untuk mencapai hal itu,” pungkas Menko Airlangga.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penandatanganan dokumen Joint Report to Leaders, sebagai laporan kedua menteri kepada pemimpin kedua negara mengenai capaian dan perkembangan kerja sama bilateral ekonomi 6WG.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan tersebut diantaranya yakni Duta Besar  RI untuk Singapura Suryopratomo, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Staf Khusus Bidang Percepatan Pengembangan Wilayah, Pembangunan Infrastruktur, dan Investasi Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Asia Kemenko Perekonomian Bobby C. Siagian.

Bersejarah, Menko Airlangga dan 13 Negara Mitra Sukses Tanda Tangani Perjanjian IPEF


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama menteri-menteri negara mitra sukses menandatangani perjanjian Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) untuk Pilar Ekonomi Bersih, Pilar Ekonomi Adil, dan Perjanjian Kelembagaan IPEF (Overaching Agreement).

Berita Golkar – Sebagai wujud dari komitmen negara-negara mitra IPEF, 14 Menteri negara mitra IPEF hadir dalam Pertemuan Tingkat Menteri IPEF pada hari Kamis (6/06) di Sands Expo & Convention Centre, Singapura.

Pada pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama menteri-menteri negara mitra sukses menandatangani perjanjian Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) untuk Pilar Ekonomi Bersih, Pilar Ekonomi Adil, dan Perjanjian Kelembagaan IPEF (Overaching Agreement).

Tercapainya kesepakatan pada perjanjian IPEF merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang menciptakan terobosan baru dalam upaya membangun kesejahteraan kolektif yang bersih dan adil melalui perjanjian kerja sama negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.

Pilar III Ekonomi Bersih (Clean Economy) merupakan bagian perjanjian IPEF untuk mewujudkan perekonomian global yang bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Pada pilar ini, negara-negara anggota IPEF saling berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan perekonomian yang berorientasi ramah lingkungan melalui berbagi informasi dan praktik terbaik mengenai pelaksanaan kegiatan ekonomi bersih, penelusuran terhadap potensi masing-masing negara untuk turut berpartisipasi pada praktik ekonomi ramah lingkungan, serta dibukanya kesempatan investasi yang luas bagi pihak swasta pada negara-negara anggota IPEF yang memiliki orientasi bisnis selaras dengan ekonomi hijau.

Beberapa inisiatif turunan dari Pilar III adalah Cooperative Work Program (CWP) serta Clean Economy Investor Forum (CEIF), yang di dalamnya juga dimuat IPEF Catalytic Capital Fund sebagai skema pendanaan bagi beberapa proyek infrastruktur keikliman yang berkualitas tinggi hingga sebesar USD 3,3 miliar.

Dalam rangka mendukung implementasi efektif dari komitmen di bawah Perjanjian Pilar IV (Fair Economy), para mitra IPEF menyambut baik pengumuman program Capacity Building and Technical Assistance (TACB) melalui Katalog Inisiatif TACB.

Program-program ini dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, termasuk pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta meningkatkan transparansi dan pertukaran informasi perpajakan.

Katalog Inisiatif TACB akan menyediakan berbagai kesempatan bagi mitra IPEF untuk mengembangkan kebijakan anti-korupsi dan administrasi pajak yang efektif, melalui pelatihan bagi pejabat pemerintah dalam investigasi dan penuntutan kasus korupsi, serta workshop untuk meningkatkan integritas dan sistem pelaporan online.

Indonesia berharap bahwa ke depannya akan ada lebih banyak penawaran dari mitra IPEF terkait TACB, guna membantu mitra IPEF dalam mencapai komitmen tinggi Pilar IV.

Indonesia bersama negara mitra akan mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan, termasuk konsultasi domestik dan proses ratifikasi dari Perjanjian IPEF Pilar III dan IV yang memasuki masa entry into force pada 7 Juni 2024.

Selain itu, negara mitra IPEF akan terus berkomitmen untuk berkolaborasi pada ekonomi bersih dan ekonomi adil dalam kerangka IPEF secara lebih luas.

Pilkada 2024, DPD Golkar Pangandaran Terus Perkuat Silaturahmi dengan Koalisi Besar


Sekertaris DPD Partai Golkar Kabupaten Pangandaran, Idad Risyadi bersama jajaran saat melakukan silaturahmi ke partai koalisi secara roadshow.

Berita Golkar – Menangkan Pilkada 2024, pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Pangandaran terus perkuat silaturahmi partai koalisi besar.

Perkuat silaturahmi ini, satu persatu mereka menyambangi 4 kantor sekertariat DPC atau DPD partai mulai dari PAN, PKB, Gerindra dan PKS di Pangandaran.

Sekertaris DPD Partai Golkar Kabupaten Pangandaran, Idad Risyadi menyampaikan, persiapan Pilkada ini pihaknya melakukan silaturahmi ke partai koalisi secara roadshow.

“Kita silaturahmi dengan 4 partai koalisi. Barusan, baru beres dari PAN. Kita terus silaturahmi untuk menguatkan koalisi,” ujar Idad dihubungi wartawan, Rabu (5/6/2024) sore.

Selain itu, membahas tentang rencana pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran yang sudah mulai mengerucut.

“Kita, tanya-tanya surat tugas partai, seperti kalau dari PAN ke mana arahnya. Kalau kita kan, mendorong ibu Ade Ruminah yang sudah dapat surat tugas untuk terus menaikkan popularitas,” katanya.

Sebelum kunjungan silaturahmi ini, lanjut Ia, partai koalisi besar sudah ada pertemuan dengan 3 nama Bacabup yang disepakati koalisi yakni Ade Ruminah, Ujang Endin Indrawan dan Dadang Solihat.

“Nah, sekarang kita tinggal menunggu hasil survei kedua,” ucap Idad.

Dengan adanya koalisi besar ini, Golkar di Pangandaran berharap bisa memanfaatkan momen untuk memenangkan Pilkada.

“Karena, momennya kita itu sekarang. Dimana, waktunya memang sedang transisi ketika ‘maaf-maaf’ kekuasaan dari pak Jeje itu berakhir. Jadi, ini kesempatan besar bagi koalisi. Kalau mau menang ya harus bareng – bareng, inti poin atau pesannya ya itu,” ujarnya.

US Secretary of Commerce Ungkap Dukungan bagi Penguatan Kinerja Perekonomian Indonesia


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama US Secretary of Commerce, Gina Raimondo.

Berita Golkar – Setelah mengawali rangkaian agenda kerja di Singapura dengan berdiskusi bersama investor di sektor teknologi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kemudian melakukan pertemuan dengan US Secretary of Commerce, Gina Raimondo di Fullerton Hotel, Singapura, Rabu (5/06).

Selain membahas tindak lanjut Pilar II dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), dalam pertemuan tersebut juga diangkat sejumlah isu bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Pada kesempatan tersebut Menko Airlangga menyampaikan terima kasih atas dukungan Amerika Serikat terkait aksesi Indonesia untuk menjadi anggota OECD.

Pertemuan yang diselenggarakan disela-sela rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IPEF tersebut berlangsung penuh keakraban dan bertujuan untuk memperkuat kerja sama kedua negara yang saat ini telah terbentuk dalam Comprehensive Strategic Partnership RI-AS, yang salah satunya melalui kemitraan IPEF.

”Indonesia telah mempunyai Kawasan Ekonomi Khusus terkait Data Center di Batam dan di-support oleh grid energi terbarukan. Jadi, kami juga harapkan Amerika Serikat turut mendukung pembangunan Data Center dan jaringan kabel serat optik yang sedang berlangsung di Indonesia saat ini,” ujar Menko Airlangga.

Menanggapi hal tersebut, Secretary Gina Raimondo menyampaikan dukungannya dan akan dilakukan melalui skema IPEF.

Selain itu, juga disampaikan bahwa banyak perusahaan yang ingin mengembangkan Data Center di Indonesia dan mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia, termasuk dari sisi kemudahan perizinan berusaha.

Secretary Gina Raimondo juga sangat antusias dengan peran Indonesia dalam IPEF dan menyampaikan bahwa secara khusus telah mengajak 23 investor dari Amerika Serikat untuk mengikuti sesi Clean Economy Investor Forum yang merupakan bagian dari rangkaian pertemuan IPEF kali ini.

Para investor Amerika Serikat yang hadir pada pertemuan IPEF kali ini berharap untuk dapat segera berinvestasi di negara-negara mitra IPEF, terutama di Indonesia.

Selanjutnya Menko Airlangga juga menyampaikan berbagai peluang terkait investasi energi baru dan terbarukan di Indonesia, termasuk carbon capture and storage, solar panel, dan geothermal.

”Indonesia sangat terbuka bagi perusahaan Amerika Serikat di bidang energi untuk beroperasi di Indonesia. Kami akan mengusulkan 19 proyek infrastruktur yang berfokus pada sektor energi, dan kami menantikan investasi dari Amerika Serikat,” kata Menko Airlangga.

Sebagai negara dengan potensi besar dalam menerima dana International Technology Security and Innovation (ITSI) Fund, Indonesia menginginkan agar Pemerintah Amerika Serikat dapat mendorong perusahaan-perusahaan produsen semikonduktor dan kecerdasan buatan untuk membangun industri di Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga mengharapkan dukungan Amerika Serikat terkait investasi, dimana saat ini OECD akan melakukan review atas ekosistem semikonduktor Indonesia.

Untuk mempercepat transisi energi, Indonesia siap memenuhi standar internasional dalam bidang tenaga kerja dan lingkungan.

Pemerintah Indonesia juga akan terus bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk segera menyelesaikan Perjanjian Mineral Kritis untuk mencapai tujuan bersama dalam transisi energi yang lebih cepat dan berkelanjutan.

Terkait Small Modular Reactor (SMR), Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia sangat terbuka untuk implementasi investasi SMR.

Secretary Gina menanggapi bahwa Pemerintah Amerika Serikat akan mendukung permintaan dari Indonesia dan akan dilakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai proyek transisi energi.

Selanjutnya Pemerintah Amerika Serikat berharap agar proses ratifikasi IPEF dapat berjalan sesuai jadwal dan target yang diharapkan.

“Kami berharap kerjasama ini dapat mendorong pertumbuhan industri berteknologi tinggi di Indonesia, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” pungkas Menko Airlangga.

Menutup pertemuan tersebut, Menko Airlangga mengajak Pemerintah Amerika Serikat untuk melanjutkan tekad dan komitmen melalui kerja sama komprehensif di kawasan Indo-Pasifik dan meningkatkan resiliensi perekonomian di kawasan.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Amerika dan Pasifik Kemenko Perekonomian Irwan Sinaga.

Komisi I dan Dubes Kanada Sepakat Kecam Tragedi Rafah


Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid melakukan pertemuan bilateral dengan Duta Besar Kanada, Jess Dutton.

Berita Golkar – Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid melakukan pertemuan bilateral dengan Duta Besar Kanada, Jess Dutton.

Dalam kesempatan itu, Meutya mengaku dirinya dan Jess memiliki kesamaan pandangan terkait kejadian yang belum lama terjadi di Rafah, yakni mengecam atas tindakan keji tersebut serta meminta untuk adanya gencatan senjata.

“Kita tadi sampaikan kita apresiasi juga dengan sikap Kanada meskipun tentu mungkin sebelumnya berbeda di kejadian di Rafah kemarin, juga mereka tentu meminta agar ada gencatan senjata secara permanen yang adalah juga sama dengan yang kita,” ujar Meutya kepada tim Parlementaria di Ruang Tamu Pimpinan Komisi I, Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/6/2024).

Dalam pertemuan itu, mereka membahas beberapa hal mengenai kerja sama, khususnya terkait dengan bidang yang dibawahi komisi yang membawahi pertahanan ini, yakni kerjasama Indo-Pasifik.

“Karena di Indo-Pasifik ini, Indonesia juga cukup terlibat kita juga salah satu yang sangat aktif dan salah satunya adalah bagaimana mengamankan kawasan perairan ya di Indo-Pasifik jadi tadi juga disampaikan terkait dengan itu bagaimana kita bisa meningkatkan stabilitas keamanan di kawasan,” katanya.

Tak hanya itu, politisi Fraksi Partai Golkar ini mengaku juga membahas lainnya seperti peningkatan kerjasama antara Indonesia dengan Kanada dalam berbagai hal seperti pemberdayaan perempuan.

“Terutama dalam UMKM yang saat ini mereka memiliki program-program kerja sama dengan pemerintah Indonesia dan dilakukan di Indonesia saat ini. Kemudian juga tentang kesehatan reproduksi perempuan, kekerasan terhadap perempuan. Jadi mereka membantu juga pelaksanaan awareness itu di Indonesia,” terangnya.

Bikin Kader Golkar Nyaman, Pengamat Politik: Airlangga Terus Kebanjiran Dukungan Jadi Ketum


Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Berita Golkar – Ketua Umum DPPP Partai Golkar Airlangga Hartarto terus mendapatkan dukungan dari berbagai organisasi sayap hingga organisasi pendiri partai untuk menjadi nahkoda Golkar di musyawarah nasional (munas) pada Desember 2024.

Dukungan yang sudah datang berasal dari Satuan Karya (Satkar) Ulama, dan Kosgoro 1957.

Selain itu, dari Ormas Musyawarah Keluarga Gotong Royomg (Ormas MKGR), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Pengajian Al Hidayah, Himpunan Wanita Karya (HWK), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), hingga terbaru Majelis Dakwah Islamiyah (MDI).

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menganalisis, dukungan itu merupakan bagian dari keberhasilan Airlangga dalam mengonsolidasikan kader maupun partisan.

“Tentu dukungan ini jadi hal positif bagi Airlangga, karena dengan semakin banyaknya dukungan terhadap dirinya maka semakin memperkuat posisi Airlangga di Munas Golkar ke depan,” kata Ujang saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (4/6/2024).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) tersebut, dukungan tersebut juga dilandasi atas dasar keberhasilan Airlangga dalam memimpin partai berlambang beringin tersebut.

Terutama, hasil positif yang diraih Golkar yang menduduki peringkat kedua Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dan memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Airlangga dianggap sukses memimpin Partai Golkar hingga membuat partai ini kembali punya bargaining secara nasional. Tentunya dengan semakin banyaknya dukungan dari ormas maka sekaligus membantah tudingan bahwa akan ada munaslub atau isu-isu lainnya seperti pengambilalihan Partai Golkar,” ujar Ujang.

Pengamat Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) Ikhwanul Maarif menyebut, dukungan yang mengalir dari organisasi sayap partai hingga pendiri partai juga dilandaskan atas dasar kemampuan Airlangga dalam membangun komunikasi yang produktif dan menjaga internal partai secara kondusif. Sehingga kader merasa nyaman dengan kepemimpinan Airlangga.

“Hasilnya terlihat pada soliditas dan peningkatan suara Partai Golkar baik secara nasional maupun tingkat daerah. Misalnya di tingkat DPR RI beberapa wilayah yang mengalami kenaikan suara secara signifikan seperti di Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Utara, Sulawesi Tengah, dan beberapa daerah lainnya,” ungkap Ikhwanul.

Menko Airlangga Hadiri Undangan Jamuan Makan Malam dari Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (kanan).

Berita Golkar – Singapura menjadi tuan rumah dari Pertemuan Tingkat Menteri Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) 2024 dan IPEF Clean Economy Investor Forum (CEIF).

Kehadiran Indonesia bersama dengan 13 negara mitra IPEF lainnya disambut secara resmi oleh Pemerintah Singapura pada acara Jamuan IPEF CEIF Ministerial Welcoming Dinner pada Rabu (5/06) di Sands Expo & Convention Centre, Singapura.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memimpin Delegasi Pemerintah RI pada pertemuan IPEF tersebut, turut menghadiri jamuan makan malam yang diundang oleh Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam dan disambut secara resmi oleh Deputy Prime Minister of Singapore, Gan Kim Yong.

Dalam sambutan pembuka pada acara Jamuan Makan Malam tersebut, DPM Gan Kim Yong menyampaikan, “Kolaborasi dan kerja sama antar pemangku kepentingan menjadi elemen vital dalam keberhasilan IPEF. Inisiatif IPEF CEIF menjadi bukti nyata, dengan menarik lebih dari 60 proposal proyek di sektor energi bersih, serta partisipasi lebih dari 300 Investor dari berbagai negara mitra. IPEF CEIF menunjukkan komitmen kolektif mitra IPEF untuk mengatasi tantangan global, yang salah satunya adalah perubahan iklim.”

Memperkuat pernyataan DPM Gan Kim Yong, Presiden Tharman menekankan bahwa IPEF CEIF tidak hanya menjadi wadah kolaborasi yang efektif, tetapi juga menjadi katalis penting dalam upaya global menuju Net Zero Emission.

Dengan mengumpulkan berbagai inisiatif dan investasi di sektor energi bersih, IPEF CEIF memainkan peran yang sangat strategis dalam memitigasi dampak perubahan iklim dan mempercepat transisi ke ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kerja sama internasional memainkan peran yang penting dalam menarik investasi, terutama  pada proyek dan pembangunan yang berkelanjutan, yang akan memfasilitasi akses terhadap modal, memitigasi risiko, memperluas pasar, menyelaraskan prioritas kebijakan, dan memberikan manfaat bersama.

The IPEF Clean Economy Investor Forum merupakan platform unik yang mempertemukan para pembuat kebijakan, investor, dan pengembang proyek dari 14 negara anggota IPEF.

Melalui acara ini, akan terbangun hubungan antara sektor publik dan swasta, dan juga dapat memfasilitasi pembahasan yang mendalam dengan para Panelis terkemuka, dan memungkinkan pertemuan dan kesepakatan antara bisnis dan modal yang berkualitas tinggi.

Forum ini bertujuan untuk memperjuangkan keberlanjutan melalui investasi strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam rangkaian agenda Pertemuan Tingkat Menteri IPEF dan acara IPEF CEIF, Indonesia mengundang mitra IPEF lainnya dan para investor untuk dapat berinvestasi ke berbagai proyek di Indonesia, dalam membangun sinergi antara Pemerintah, sektor swasta, investor dan masyarakat Indonesia di dalam negeri.

Turut menghadiri acara jamuan makan malam tersebut diantaranya yakni Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Dirjen Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi.

Scroll to top