BERITA

Airlangga Beri Restu Wahid Tiga Periode Jadi Ketua DPD Golkar HSU

Berita Golkar– Ketua Umum Partai Golkar Airlangga menyetujui Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan Drs H Abdul Wahis HK MM MSi untuk maju mencalonkan diri kembali menjadi ketua DPD Partai Golkar HSU.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan H Supian HK menyampaikan dukungan Ketua Umum Partai Golkar tersebut saat membuka Musda ke 10 DPD Partai Golkar Kabupaten HSU di Aula BPKAD HSU di Amuntai, Kamis (27/8).

“Jadi Abdul Wahid sudah mendapat restu ditanda tangani Ketum Airlangga untuk maju ketiga kalinya, asal mendapat dukungan mutlak,” ujar Supian.

Supian menegaskan, pencalonan Wahid untuk tiga periode sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten HSU diperbolehkan sesuai peraturan partai asalkan yang bersangkutan mendapat dukungan mutlak dari pengurus partai.

Tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada yang bersaing silakan maju, kata Supian, asal memenuhi kriteria dengan syarat ketentuan pasal 23 siapa pun boleh maju mencalonkan diri dan ketentuan pasal 41 boleh maju mencalon ke tiga kali asal memdapat dukungan mutlak.

Supian menilai dukungan bagi Abdul Wahid untuk maju tiga periode menjadi Ketua pengurus Partai Golkar di Kabupaten HSU sangat tepat mengingat Wahid sukses menjadi Bupati HSU selama dua periode hingga sekarang dan menjadi pembina partai partai politik di HSU.

Mendapat dukungan dari DPP Partai Golkar ini, Abdul Wahid menyatakan rasa syukur dan berjanji akan mengemban tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

“Kita bersyukur DPP Partai Golkar menyetujui pencalonan kembali kami menjadi ketua Golkar di HSU, berarti pimpinan memberi kepercayaan, tentu kami merasa bertanggung jawab untuk tetap memenangkan Partai Golkar di Hulu Sungai Utara dan mendukung agar di setiap kabupaten/kota kader Partai Golkar bisa maju menjadi kepala daerah,” kata Wahid.

Sementara, Wahid selaku Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten HSU bersama pengurus lainnya juga menyampaikan sikap poliitik dan membacakan deklarasi dukungan bagi pencalonan sang petahana H Sahbirin Noor untuk kembali maju pada Pilkada Kalsel 2020 berpasangan dengan H Muhidin.

Berkas dukungan DPD Partai Golkar Kabupaten HSU ini diserahterimakan H Abdul Wahid kepada H Supian HK.

Sumber

Golkar Kalsel Berpotensi Loloskan Kader Pimpin 7 Kabupaten & Provinsi

Berita Golkar– Partai Golongan Karya telah mencalonkan kadernya di tujuh kabupaten termasuk di tingkat provinsi Kalimantan Selatan untuk menjadi calon kepala daerah pada Pilkada 2020.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan H Supian HK di Amuntai, Kamis (27/8) mengatakan, beberapa kabupaten/kota bahkan sesama kader Golkar berhasil berpasangan sebagai calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

“Kita lihat saja di Kabupaten Pulau Laut Kota Baru dan Kotamadya Banjarbaru sesama kader Golkar berpasangan, sedang di kabupaten lain berkoalisi namun kader kita maju sebagai calon kepala daerah,” ujar Supian.

Saat membuka Musda ke 10 Partai Golkar Kabupaten Hulu Sungai Utara, Supian mengharapkan, seluruh kader, pengurus partai termasuk simpatisan memberikan dukungan bagi pencalonan kader-kader terbaik mereka.

Sementara untuk pencalonan H Sahbirin Noor sebagai calon Gubernur Kalsel berpasangan dengan H Muhidin pendeklarasiannya dilaksanakan pada 05 September di titik 0 Kota Banjarmasin yang sebelumnya didahului Shokat Hajat di Mesjid Sabilal Muhtaddin Banjarmasin.

“Setelahnya kita akan mengantar surat dan berkas pencalonan ke KPU Provinsi karena penutupan pendaftaran pada tanggal 07 September 2020,” katanya.

Supian menyampaikan bahwa Partai Golkar sudah mengantongi 12 kursi ditambah koalisi dengan PAN, PKS, Nasdem, PKB dan lainnya sehingga total 40.kursi dari 55 kursi yang ada.

Supian juga mengatakan, Partai Golkar yang memiliki 12 kursi sebenarnya sudah memiliki ‘perahu’ langsung untuk pencalonan Sahbirin menjadi orang nomor 1 di Kalsel, namun partai memutuskan untuk berkoalisi dengan parpol lainnya.

Sumber

Ketua DPP Golkar Kalteng Prediksi Pilgub Kalteng 2020 Diikuti 2 Pasangan

Berita Golkar– Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya (Golkar) Kalimantan Tengah (Kalteng) H Abdul Razak memprediksi, Pemilihan Gubernur Kalteng tanggal 9 Desember 2020, kemungkinan diikuti 2 pasang calon, bahkan hanya ada kotak kosong.

Berdasarkan hasil perkembangan politik sekarang ini, belum ada sosok yang benar-benar muncul ke permukaan untuk maju dan bertarung di Pilkada mendatang, selain petahana.

Ia juga menyebutkan, Gubernur Petahana H Sugianto Sabran yang maju kembali pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang, berpeluang melawan kotak kosong.

“Kalau saya melihat untuk Pilgub kali ini tidak sampai 3 pasang yang akan bertarung, bisa hanya 2 atau bahkan kotak kosong,” kata Wakil Ketua I DPRD Kalteng ini, Rabu (26/8/2020).

Dirinya menegaskan, Partai Golkar tetap konsisten mendukung petahana untuk maju kembali dan bertarung pada Pilgub mendatang. Hal ini dibuktikan adanya konsulidasi secara terus menerus untuk untuk memenangkan petahana pada Pilgub mendatang.

Kedepannya Partai Golkar akan tetap berkoalisi dengan partai lain, mengingat Golkar Kalteng sendiri sudah memiliki 7 kursi di provinsi, dari jumlah minimal persyaratan mengusung calon kepala daerah, yaitu 9 kursi.

“Intinya kita dari Partai Golkar, baik dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPD, tetap mendukung petahana pada Pilkada serentak Kalteng,” pungkas Razak.

Sumber

Eddy Berutu Mendaftar Jadi Calon Ketua DPD II Golkar Kabupaten Dairi Sumut

Berita Golkar –Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mendaftarkan diri menjadi calon Ketua DPD II Golkar Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Pendaftaran dilakukan di Sekretariat Golkar, Jalan Kapten Sihar Hutauruk Sidikalang, Kamis (27/8/2020).

Eddy mengatakan dirinya berniat maju sebagai ketua DPD II Kabupaten Dairi, sebagai bentuk upaya dalam mempercepat terwujudnya visi misi Dairi Unggul di Kabupaten Dairi dalam rangka menyejahterakan warga Dairi.

“Saya yakin bisa memajukan dan semakin membesarkan Partai Golkar terlebih telah mendapatkan dukungan dari Ketua Umum Partai Golkar,” kata Eddy.

Eddy juga mengklaim Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mempersilakan dirinya maju sebagai bakal calon Ketua DPD II Golkar.

“Mohon didoakan supaya besok proses pemilihan ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Dairi besok berjalan lancar dan demokratis dan berjalan sesuai dengan pedoman Partai Golkar dan mendapatkan Ketua yang terbaik,” ucap Eddy.

Sementara itu, Komite Pemilihan dan Validasi Penjaringan Bakal Calon Ketua Musda Partai Golkar ke-IX yang diwakili oleh Charles Tamba mengatakan persyaratan bakal calon Ketua DPD II Golkar sudah dipenuhi oleh Eddy.

Persyaratan itu di antaranya pernah menjadi pengurus Partai Golkar tingkat Kabupaten Dairi, berpendidikan minimal S1 atau sederajat.

Syarat lainnya yaitu aktif terus menjadi anggota Partai Golkar sekurang-kurangnya 5 tahun dan tidak pernah menjadi anggota partai politik lain. Serta lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan kader Partai Golkar.

“Dengan ini kami terima berkas pendaftaran dari Bapak Bupati yang terhormat, dan kita akan buatkan berita acaranya untuk nantinya kami serahkan kepada panitia Pelaksana Musda ke IX Partai Golkar,” ucap Charles.

Untuk diketahui, Pemilihan Ketua DPD II Golkar Dairi akan berlangsung pada Musda IX Partai Golkar tahun 2020 yang akan berlangsung pada esok hari, Jumat (28/8/2020) di Gedung Balai Budaya.

Sumber

Khalid Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Golkar Pidie Jaya

Berita Golkar –Khalid SPdI terpilihnya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Pidie Jaya (Pidie) dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV yang berlangsung di Aula Wisma Ananda, Meureudu, Selasa (25/8/2020).

Pengukuhan Khalid yang terpilih secara aklamasi dilakukan oleh Ketua DPD Partai Golkar Aceh TM Nurlif. Sebelum Musda, ia menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Partai Golkar setempat.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di tengah wabah Covid-19 itu tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak untuk antisipasi penularan virus.

Khalid yang menyampaikan informasi itu kepada Serambinews.com, Kamis (27/8/2020) mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

Ia mengajak semua kader partai, organisasi pendiri dan yang didirikan Golkar untuk bersama memajukan partai.

Sementara Ketua DPD Partai Golkar Aceh, TM Nurlif saat membuka musda menyampaikan sebagai partai kekaryaan, kader Partai Golkar harus mampu menyampaikan ide dan gagasan dalam upaya membangun bangsa dalam situasi apapun.

“Jangan berdebat apalagi debat kusir, menyalahkan pemerintah. Sebaliknya bagaimana kita berkontribusi agar persoalan yang timbul dapat terselesaikan,” katanya di depan kader.

Setiap pengurus partai, lanjutnya, harus mencerminkan bakal caleg untuk masing masing daerah pemilihan dalam bekerja. Ini merupakan strategi dan membutuhkan energi.

“Golkar adalah partai yang bukan berkarakter sebagai oposisi. Golkar akan memberikan masukan kepada pemerintah agar program yang dilahirkan pemerintah pro rakyat,” tegas Nurlif di hadapan Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi yang menghadiri musda tersebut.(*)

Sumber

Hadi Candra: Golkar Natuna Solid, Terpilih Secara Aklamasi

Berita Golkar –Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Natuna mengelar Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar. Hadi Candra akhirnya terpilih secara Aklamasi tampa ada beban sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Natuna Periode 2020 sampai dengan 2025.

Terpilihnya Hadi Candra berdasarkan hasil Musda V Partai Golkar Kabupaten Natuna menambah daya Gerbong Golkar ke depen Semakin Solid, di Hotel Natuna Jalan HR. Soebrantas Ranai Darat, Rabu (26/8/2020) malam.

Diminta tangapan usai Musda, Daeng Ganda juga merupakan Wakil Ketua DPRD Natuna mengatakan, partai Golkar Akan terus Solid untuk melahirkan Partai Golkar sebagai organisasi politik yang demokratif, moderen, mandiri, solid, responsif serta tertib administrasi, untuk menghadapi dinamika politik dan menjawab tantangan dalam lima tahun ke depan.

“Alhamdulilah, Musda Golkar ke Lima di Kabupaten Natuna berjalan Aman Dan Lancar,” ujar Daeng Ganda.

Peserta Musda yang terdiri dari 15 pengurus kecamatan, organisasi pendiri dan didirikan menobatkan mantan Ketua DPRD Kabupaten Natuna ini untuk menakhodai partai berlambang beringin ini selama lima tahun kedepan.

Sebelumnya, Ketua lama Ngesti Yuni Suprapti sempat berbicara dalam sambutan pembukaan Musda V tersebut, dia mengisaratkan kalau dirinya tidak mau lagi menjadi ketua.

“Banyak yang lebih muda yang bisa memimpin Partai Golkar Natuna, saya sudah saatnya istirahat menjadi ketua fokus pada tugas Pemerintah saja,” ungkap Ngesti.

Hadi Candra menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para pengurus kecamatan serta anggota Partai Golkar Natuna, dia menyampaikan kemenangannya adalah kemenangan bersama.

“Kepercayaan ini sangat berat tentunya, mengingat ada harapan dan cita-cita yang harus saya wujudkan, yaitu memenangkan pilkada Natuna Desember mendatang,” ungkapnya.

Keinginan tersebut bukan tanpa sebab, Hadi menyampaikan mengingat Partai Golkar Natuna kaya akan kader potensial yang berpengalaman serta kiprahnya dirasakan masyarakat, tentu saja ini merupakan modal untuk mengusung kader terbaiknya untuk ikut berlaga dalam pilkada Natuna.

“Saya berpesan bagi seluruh kader Golkar, mari kita rapatkan barisan, jaga kekompakan tugas kedepan akan semakin berat, kita pastikan Partai Golkar mengusung bukan hanya mendukung untuk Pilkada 9 Desember,” tambahnya.

Terakhir Hadi Candra berharap, kepemimpinannya tersebut dapat memberi sepirit dalam perjuangan Partai Golkar menghadapi Pilkada Natuna yang semakin dekat. (Rdk)

Sumber

DPD Golkar Papua: Untuk Segera Melengkapi Berkas

Berita Golkar– Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) Papua mewarning bakal calon yang telah menerima rekomendasi untuk segera melengkapi berkas dukungan dari Parpol lainnya.

“Agar memenuhi kouta sebagai syarat dukungan pencalonan, harus cepat mengurus dukungan dari Parpol lain supaya kuota dia (bakal calon,red) terpenuhi untuk mendaftar di KPU, jangan digantung,”tegasnya kepada wartawan di Jayapura, Kamis (27/8/2020).

Menurutnya, Golkar tak segan mengalihkan SK rekomendasi tersebut kepada bakal calon lain jika calon yang telah direkomendasikan itu tidak memenuhi persyarakat dukungan.

“Kalau sampai calon ini tidak memenuhi dukungan sebagaimana kouta yang ditentukan, maka kita akan berikan ke kandidat lain yang memenuhi sayat. iitu konsekuensinya,” tegas Klemen.

Artinya, jika memang hal tersebut terjadi, maka masyarakat bisa menilai kapasitas serta kualias bakal calon ini.

“Itu kan sama menunjukkan dirinya tidak mampu, urus dukungan partai saja tidak mampu, apalagi mau urus pemerintahan, jadi kalau tidak penuhi, maka secara otomatis kita akan tarik dan berikan kepada calon lain.” katanya.

Dikatakannya, DPD Golkar Provinsi Papua masih menunggu putusan DPP, terkait SK dukungan terhadap 11 bakal calon, pada Pilkada 11 Kabupaten di Provinsi Papua.

“Sampai hari ini kita masih menunggu keputusan DPP, kita harap dalam waktu 2-3 hari kedepan sudah ada rekomendasi untuk para bakal calon yang kami rekomendasikan,” katanya lagi.

Sebelumnya, Sekertaris DPD Golkar Papua, Yacob Ingratubun menyebut, telah ada 6 pasangan bakal calon yang menerima rekomendasi dukungan dari Golkar.

Kabupaten Waropen Hendrik Wonoteray – Korinus Reri, Kabupaten Asmat, Elisa Kambu- Thomas Effe Safando, Pegunungan Bintang kepada Spey Yan Bidana – Pieter Kalakmabin, Kabupaten Boven Digoel kepada Mantan Bupati Yusak Yaluwo – Yacob Yaremba, Kabupaten Keerom Pieter Gusbager – Wahfir Kosasi dan Kabupaten Supiori kepada Yan Imbab – Mandosir Yustinus.

Sumber

4 Nama Lolos Bakal Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor

Berita Golkar –Dari tujuh orang bakal calon Ketua DPD Partai Golkar yang mendaftar ada empat orang bakal calon yang lolos jadi peserta.

Empat orang tersebut adalah Heri Cahyono, Rusli Prihatevy, Andi Iswara Natanegara dan Hj Isye Christina yang menyerahkan berkas formulir pendaftaran.

Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Tauhid J Tagor mengatakan, hingga batas waktu pengembalian berkas formulir pendaftaran, hanya empat orang yang menyerahkan.

“Tepat pukul 16.00 WIB, sudah dilakukan penutupan, ada empat orang bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor yang mengembalikan folmulir pendaftaran dan nanti maju di Musda ke 10,” katanya saat ditemui di Kantor DPD Partai Golkar di Jalan Cikuray, Kamis (27/8/2020) sore tadi.

Secara administratif formulir pendaftaran versi SC yang diserahkan empat orang bakal calon tersebut dinyatakan lengkap.

Selanjutnya Tim DPD Partai Golkar Jawa Barat akan melakukan verifikasi terhadap empat peserta tersebut.

“Jadi Musda ini dibawah DPD Jawa Barat dan tim DPD Jabar akan melakukan verifikasi terhadap empat bakal calon, besok tim dari DPD Jawa Barat akan turun ke Kota Bogor dan melalukan verifikasi faktual, jadi hasilnya siapa saja yang lolos menjadi calon Ketua nanti akan diumumkan oleh DPD Jabar saat Musda,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan Musda kata Tagor jumlah total pemilik suara ada 12 suara.

Diantaranya enam suara dari Pengurus Kecamatan (PK), satu suara organisasi pendiri yaitu Soksi, MKGR Kosgoro, satu suara organisasi yang didirikan yaitu HWK, Satkar Ulama, MDI dan AMPI, satu suara sayap partai yaitu AMPG dan KPPG, satu suara dari DPD Provinsi Jabar, satu suara Dewan Penasehat dan satu suara dari Ketua DPD Partai Golkad demisioner.

Tagor menjelaskan Ketua SC Musda Rusli Prihatevy yang ikut dalam peserta sudah menyatakan mundur.

Termasuk Andi Iswara selaku ketua panitia penyelenggara juga mundur.

“Karena keduanya maju sebagai bakal calon ketua DPD, selanjutnya untuk yang memimpin Musda Oyok Sukardi dan SC Yadi Sukirman itu untuk menjaga akuntabilitas dan stabilitas acara Musda, para bakal calon mundur dari jabatannya sebagai panitia Musda,” ucapnya.

Mengenai ketidak ikut sertaan dirinya maju kembali memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar, Tagor menjelaskan bahwa dirinya konsisten ingin melakukan regenerasi.

Tagor juga mengakui bahwa ada yang mendaftarkanya untuk maju kembali.

Ia pun mengapresiasi dukungan itu, namun Ia tetap tidak akan maju dengan membuktikan bahwa dirinya tidak menyerahkan folmulir pendaftaran kepada panitia.

“Saya memang sejak awal tidak akan mencalonkan kembali dan akan melakukan regenerasi bagi kader kader muda di Golkar, jadi saya sudah memiliki posisi di DPD Partai Golkar Jawa Barat, peluang karir saya akan lebih banyak di tingkat Jabar, tetapi saya apresiasi adanya internal kader yang mengambil folmulir untuk diri saya,” katanya.

Tagor mengatakan bahwa dirinya memiliki peluang untuk maju kembali karena baru memimpin satu periode lagi.

Tapi Tagor kembali menegaskan bahwa Ia mementingkan kaderisasi dan kemajuan partai Golkar Kota Bogor kedepan.

Sumber

Deklarasikan Gerakan Perubahan Kader Partai Golkar Kota Bekasi

Berita Golkar –Menjelang Musda V Partai Golongan Karya Kota Bekasi, sejumlah kader Partai Golkar di kota Bekasi mendeklarasikan Gerakan Perubahan.

Menurut Rantisan, Koordinator Gerakan ini menyatakan, lahirnya Gerakan ini murni dari inisiasi para kader yang merasa prihatin dengan kondisi Partai Golkar saat ini.

Rantisan dan kawan- kawan merasa terpanggil untuk melakukan gerakan penyadaran kepada kader- kader yang lain, yang selama ini terus didoktrin dengan doktrin yang melenceng dari jalur aturan main partai.

“Tegak lurus itu kepada sistem dan mekanisme serta hirarki organisasi bukan kepada figur. Kalo tegak lurus kepada figur itu namanya pengkultusan. Ada apa dengan pola yang terbangun di internal Partai Golkar Kota Bekasi saat ini?,” ujar Rantisan dalam keterangan yang diterima Pojoksatu.id, Kamis (27/8/2020).

Sebagai partai yang tengah berkuasa tapi tidak ada kemajuan yang berarti buat Partai Golkar sendiri. Selama 15 tahun lebih Partai Golkar tidak pernah absen berkuasa di Kota Bekasi tapi tak memberikan kontribusi apapun bagi partai.

Soal tuntutan Gerakan Perubahan Partai Golkar Kota Bekasi tentang sekretariat DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang berada di Jl. A. Yani Kota Bekasi yang sekarang sudah diambil alih oleh DPP Partai Golkar.

Sementara Nasim Nazarudin salah satu pengagas Gerakan Perubahan PG Kota Bekasi menilai, DPP Partai Golkar sudah tepat, dan sangat naif bila ada kader-kader partai di Kota Bekasi menilai langkah DPP ini salah dan sudah terkena hasutan.

Nasim menegaskan, DPP sudah melakukan langkah yang tepat, mendengar dari kedua pihak (Cover Both Side) sehingga mengetahui persoalan bukan hanya dari satu pihak.

Seharusnya, kata dia, kader-kader partai di Kota Bekasi sadar bahwa persoalan Sekretariat DPD Jl. A. Yani ini sudah berjalan selama lebih dari 15 tahun, dan orang- orang yang terlibat masih aktif d kepengurusan DPD saat ini.

Lihat kondisi sekretariat DPD Jl. A .Yani sangat tidak layak untuk disebut sebagai markas partai yang sedang berkuasa.

“Kalo toh memang sekretariat Jl. A. Yani sudah terjual dan ada aset tanah yang berada di depan Revo Town, kenapa tidak juga dibangun? Pertanyaannya di mana sekretariat DPD Partai Golkar yang tengah berkuasa di Kota Bekasi? Jadi DPD Partai Golkar Kota Bekasi gak punya sekretariat dong, masa sekretariat DPD Partai Golkar Kota Bekasi di kebon kosong? Jadi jelaskan orang-orang itu tidak ada Loyalitas dan dedikasinya kepada partai,” ujar dia. (mas)

Gerakan Perubahan Partai Golkar Kota Bekasi sedang menjalankan petisi tanda tangan kader Partai Golkar di Kota Bekasi dengan tuntutan :

1. Seluruh persoalan baik internal maupun eksternal Partai Golkar Kota Bekasi harus diselesaikan dengan berpedoman kepada AD ART dan aturan partai lainnya, dan harus patuhl kepada keputusan Partai baik itu DPD Jabar maupun DPP Partai Golkar . Tegak lurus kepada mekanisme dan hirarki organisasi.

2. Bahwa pra syarat mutlak calon ketua DPD Partai Golkar periode 2020-2025 selain memenuhi persyaratan yng telah diputuskan dalam aturan main Partai Golkar , adalah figur yang mampu mengembalikan sekretriat DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang berada d Jl. A. Yani Kota Bekasi.

Dibuktikan sebeumnya dengan menanda tangani Pakta Integritas dan mampu mempresentasikannya di DPP Partai Golkar .

3. Memenangkan Partai GOLKAR Kota Bekasi di Pemilukada 2023 dan Pileg serta Pilpres 2024 dengan memenangkan Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar sebagai Presiden RI.

Sumber

Ketua DPD Golkar Tarakan: Gelar Musda Luar Biasa 29 Agustus, Ini Alasannya

Berita Golkar– Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah Golongan Karya Kota Tarakan (Musda DPD Golkar Tarakan) segera bergulir.

Ketua DPD Golkar Tarakan, Tigor Nainggolan mengatakan rencananya Musda ini akan berlangsung pada 29 Agustus 2020 yang nantinya akan digelar di Swissbel Hotel Tarakan.

“Tingkat kota itu Musda, kalau Golkar itu tidak ada istilah Muswil. Jadi Musda Provinsi, Musda Kabupaten/Kota. Rencana Musda nanti di Swissbel Hotel, tanggal 29 Agustus. Mulai persiapannya jam 7.30 Wita sampai selesai,” ujar dia, Kamis (27/8/2020).

Ia mengatakan, seharusnya Musda dilaksanakan pada Mei 2020 lalu. Namun kota Tarakan sedang menghadapi ganasnya pandemi Virus Corona ( covid-19 ) sehingga Musda pun harus ditunda.

“Masa bakti kita ini sudah berlebihan, bukan lagi berakhir. Aturannya Musda kita itu harusnya Mei tapi karena pandemi Virus Corona, jadi kita tunda,” ucapnya.

Dia menambahkan, Musda kali ini luar biasa dikarenakan mendahului Musda Provinsi dalam hal ini Musda DPD Golkar Provinsi Kalimantan Utara.

“Sebenarnya ini luar biasa karena Provinsi belum Musda, kita sudah mau Musda. Sewajarnya Provinsi yang duluan,” ujarnya.

Meski begitu, dia mengatakan, belum ada kader yang mendaftar untuk maju dalam Musda kali ini

“Atau mungkin nggak komunikasi sama saya, siapa tahu komunikasi sama staf-staf. Kan boleh-boleh saja.

Kalau saya mendaftar nggak mendaftar ya di sini-sini aja. Kalau hanya saya yang mendaftar ya secara aturan ya aklamasi tapi nanti kita lihat,” ucapnya.

Ia sampaikan jika tidak ada yang mendaftar sampai pukul 16.00 Wita hari ini, maka pendaftaran kemungkinan akan diperpanjang.

“Perpanjangan pendaftaran itu nggak tentu (berapa lama), tergantumg kesepakatan. Atau tidak boleh diperpanjang karena batas pelaksanaan Musda sampai tanggal 31 Agustus, bisa saja.

Jadi kita ikuti aturan aja, nggak usah kita neko-neko, kalau sudah ada aturan ya sudahlah kita ikuti saja, kita kan di bawah jadi patuh sama pimpinan,” tuturnya.

Sumber

Scroll to top