BERITA

Menko Airlangga Sampaikan Generasi Muda Miliki Peran Penting jadi Game Changer

Berita Golkar – Generasi muda yang berkualitas tinggi memiliki peran penting sebagai game changer guna mendorong aktivitas kewirausahaan dan mempercepat penciptaan lapangan kerja.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan transformasi ekonomi juga dilakukan untuk mendorong aktivitas kewirausahaan.

Saat ini, rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah, yakni sebesar 3,47% yang didominasi oleh pelaku usaha di usia 25-34 tahun.

Kemampuan adaptasi yang tinggi, kompetitif, berjiwa entrepreneur, dan berkarakter merupakan prasyarat utama yang perlu dimiliki oleh generasi muda saat ini, yang diharapkan dapat memanfaatkan talenta digitalnya sehingga tidak hanya berperan sebagai job seeker, namun dapat juga menjadi job creator.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa bisa termotivasi karena sekarang kesempatannya terbuka sangat luas dan Indonesia adalah digital market yang paling besar di Asean,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Hal ini disampaikan Menko Airlangga saat memberikan Kuliah Umum dengan topik “Membangun Generasi Muda yang Kompetitif, Entrepreneur, dan Berkarakter untuk Indonesia Berkemajuan” pada kegiatan Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), yang diikuti 3.000 mahasiswa baru, di Tangerang Selatan pada Rabu (15/09).

Dalam kurun waktu 15 tahun ke depan, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang.

Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB Indonesia di tahun 2030.

Pemanfaatan talenta digital inilah yang akan berperan sebagai akselerator bagi wirausaha.

Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan seluruh stakeholder, termasuk civitas akademika dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan.

Untuk itu, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM yang juga menekankan peran penting lembaga inkubator dalam mendorong pengembangan dan pertumbuhan wirausaha.

“Saya juga berharap perguruan tinggi dapat berkontribusi menjadi inkubator bisnis baru yang mampu mencetak wirausahawan baru yang berkualitas,” lanjut Menko Airlangga.

Pemerintah juga memberikan dukungan pengembangan talenta digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy.

Ketiga program ini akan membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance. Selain itu, Pemerintah juga terus mendorong digitalisasi UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas UMKM.

Pada kesempatan yang sama, Menko Airlangga juga meresmikan Gedung Pusat Inkubasi Bisnis Kewirausahaan UMJ dan menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat antara Kemenko Perekonomian dengan UMJ.

“Saya mengucapkan selamat atas pelaksanaan kegiatan PKKMB Universitas Muhammadiyah Jakarta dan semoga kegiatan ini dapat meningkatkan semangat mahasiswa serta membantu menghasilkan pemikiran-pemikiran baru untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19,” tutup Airlangga.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, Tim Ahli Kemenko Perekonomian Franky Sibarani, Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Rektor UMJ Ma’mun Murod, jajaran Pengurus Pusat Muhammadiyah, dan segenap civitas akademika UMJ serta Direksi dari PT Jamkrindo, PT Askrindo, PT Pegadaian, dan PT Indofood.

Ketua Komisi XI DPR RI F-Golkar Apresiasi BI Soal Dukungan Akselerasi PEN

Berita Golkar – Komisi XI DPR RI mengapresiasi dan mendukung komitmen Bank Indonesia (BI) dalam kaitannya terhadap pembiayaan APBN. Sehingga dukungan itu akan mampu menyokong akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganindito menerangkan, pihaknya turut mendorong BI agar mengambil langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang efektif.

“BI juga diharapkan mengarahkan ekspektasi inflasi pada kisaran target,” ujar Dito dikutip melalui

BI juga diminta memperkuat koordinasi kebijakan yang efektif dengan pemerintah pusat melalui Tim Pengendalian Inflasi.

Adapun terkait pemulihan ekonomi nasional, BI melalui bauran kebijakannya didorong untuk melakukan intermediasi perbankan.

“Termasuk mengakselerasi pembiayaan kepada sektor riil, termasuk UMKM, sehingga mendukung pemulihan ekonomi nasional,” sebut Dito sembari menambahkan, untuk menciptakan pendalaman pasar keuangan, BI juga harus memperkuat stabilitas sistem keuangan.

Tak lupa, masih kata Dito, BI juga didorong untuk melakukan transmisi kebijakan di sektor keuangan dan sektor riil termasuk pembiayaan pembangunan seperti infrastruktur.

Sementara itu, terkait digitalisasi, BI juga harus mengantisipasi lewat kesiapan pengaturan kelancaran sistem pembayaran agar melanjutkan digitalisasi pada sistem tersebut yang inovatif.

Menko Airlangga Apresiasi Sistem Aplikasi KEK Hasil Kolaborasi untuk Kemudahan Memperoleh Fasilitas Fiskal

Berita Golkar – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dilakukan oleh Pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan investasi, ekspor, substitusi impor, menciptakan lapangan pekerjaan, dan membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui pengembangan industri dan jasa.

Jenis usaha yang disasar yakni industri berdaya saing global, jasa pariwisata bertaraf internasional, jasa pendidikan dan kesehatan, serta ekonomi digital.

Hingga saat ini, Pemerintah telah menetapkan 19 KEK yang terdiri dari 11 KEK Industri dan 8 KEK Pariwisata. Dari 19 KEK tersebut, 12 KEK telah beroperasi dan 7 KEK sedang dalam tahap pembangunan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Sekretariat Dewan Nasional (Sekdenas) KEK, realisasi investasi dalam Pembangunan Kawasan pada 19 KEK telah mencapai Rp19,52 triliun.

Investasi Pembangunan Kawasan tersebut, secara akumulatif meningkatkan kinerja investasi 19 KEK hingga Juli 2021 telah mencapai Rp92,3 triliun dengan realisasi investasi pelaku usaha sebesar Rp32,76 triliun.

Hingga Juli 2021 ini, telah terdapat 166 Pelaku Usaha/Investor yang menanamkan modalnya di KEK dan telah menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak 26.741 orang, serta menciptakan ekspor sebesar Rp3,66 triliun pada tahun 2021.

“Sistem Aplikasi KEK yang dibangun dan dikembangkan oleh Lembaga National Single Window (LNSW) berkolaborasi dengan Sekdenas KEK, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memberikan kemudahan bagi Badan Usaha dan Pelaku Usaha dalam memperoleh fasilitas KEK,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech dalam acara webinar bertajuk Kebijakan, Implementasi, dan Manfaat Kawasan Ekonomi Khusus Sebagai Strategi Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (13/9).

Untuk memperoleh fasilitas fiskal tersebut, Badan Usaha dan Pelaku Usaha di KEK dalam kegiatan pemasukan, perpindahan dan pengeluaran barang wajib menggunakan Sistem Aplikasi di KEK dengan prinsip dokumen tunggal (single document) melalui sistem elektronik, integrasi dengan sistem informasi persediaan berbasis komputer (IT inventory), standardisasi dan pertukaran data Sistem Indonesia National Single Window (SINSW) dengan Sistem Komputer Pelayanan Bea dan Cukai, dan integrasi SINSW dengan sistem perpajakan.

Tercatat pada bulan Agustus 2021, capaian pemanfaatan penggunaan sistem aplikasi KEK sebagai berikut (1) telah dilakukan penginputan Profil Badan Usaha/Pelaku Usaha sebanyak 129 profil, (2) terdapat 11 dokumen pengajuan masterlist dengan nilai barang mencapai Rp740 miliar, dan (3) terdapat 65 dokumen Pengajuan Pemberitahuan Jasa KEK (PJKEK) dengan nilai transaksi jasa mencapai Rp1,21 triliun.

Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota tentu diharapkan memiliki komitmen yang kuat guna mendukung operasionalisasi dalam pengembangan KEK dengan memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan agar investasi di KEK dapat berjalan melalui penerbitan Peraturan Daerah sesuai dengan UU Cipta Kerja.

“Selain itu, dibutuhkan komitmen dan profesionalisme Badan Usaha Pembangun dan Pengelolanya, dalam mengelola KEK untuk memenuhi target yang telah disepakati dengan Dewan Nasional KEK,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara webinar tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Direktur Jenderal DJBC Askolani, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi Ikmal Lukman, Kepala LNSW M. Agus Rofiudin, dan Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegak Hukum dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian Elen Setiadi.

Jerry Sambuaga: Landainya Kasus Covid-19 Bukti Tepatnya Kebijakan Pemerintah

Berita Golkar – Ketua Balitbang Golkar Jerry Sambuaga mengatakan bahwa pelandaian angka penderita baru Covid-19 adalah bukti tepatnya kebijakan Pemerintah dalam mitigasi.

“Sejak semula Balitbang Golkar menilai bahwa kebijakan-kebijakan Pemerintah sangat tepat dalam penanganan covid. Terbukti hanya dalam waktu yang relatif singkat hasilnya sangat baik,” kata Jerry dalam keterangannya, Senin (13/9/2021).

Dia memandang, kebijakan Pemerintah tidak melakukan lockdown total membuat masyarakat perlahan menyadari akan pentingnya mengubah gaya hidup dengan protokol kesehatan dalam beraktifitas.

Jerry melihat, penerapan kebijakan PPKM punya daya peringatan terhadap masyarakat mengenai pandemi Covid-19.

“Jadi dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari masyarakat sadar bahwa mereka ada di konteks yang khusus yaitu pandemi itu sendiri. Dengan begitu mereka beraktifitas dengan prosedur dan protokol yang sudah disesuaikan,” kata dia.

Karena itu, masih kata Jerry, Balitbang Golkar mendukung pemberlakuan PPKM selama Covid-19 belum bisa diatasi sepenuhnya. Diharapkan dengan begitu angka Covid-19 terus dapat ditekan dan ekonomi terus tumbuh.

Dia juga memandang, upaya Pemerintah mempercepat vaksinasi Covid-19, berbuah hasil. Jerry memandang, ini tak lepas dari peran Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Marves Luhut Pandjaitan.

Terlebih kedua pejabat berasal dari Partai Golkar. Menurutnya ini menunjukkan kekhasan partainya dalam berkarya dengan tepat untuk negeri.

Menko Airlangga: Pemanfaatan Teknologi Maksimalkan Potensi Ekonomi saat Pandemi

Berita Golkar – Ekonomi Indonesia sempat terkontraksi terdampak pandemi Covid-19, namun dapat kembali pulih pada kuartal II tahun 2021 dan masih berada pada tren pertumbuhan positif.

Hal tersebut tak lepas dari berbagai upaya mitigasi yang dilakukan oleh Pemerintah, baik terkait dengan kesehatan, perlindungan sosial dan perekonomian.

Pada bidang ekonomi, Pemerintah telah banyak memberikan stimulus dan insentif seperti bantuan kepada pelaku UMK, insentif fiskal, penjaminan kredit, subsidi bunga, dan lain sebagainya.

Selain itu, Pemerintah juga mengupayakan agar pemanfaatan teknologi dapat memaksimalkan potensi ekonomi yang ada terutama di masa pandemi ini.

“Pandemi Covid-19 dan kemajuan teknologi telah memaksa kita melakukan percepatan pemanfaatan teknologi digital yang mendorong lahirnya profesi baru yang berbasis digital,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara webinar Creativepreneur 4.0 dengan tema “Business Journey: Navigating in the Sea of Challenges” yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Utara Malaysia, Sabtu (11/09).

Berdasarkan laporan dari World Economic Forum tentang The Future of Job Report 2020, diperkirakan dalam 5 tahun ke depan akan terjadi peningkatan kesenjangan keterampilan, karena keterampilan yang diminta di seluruh pekerjaan akan mengalami perubahan.

“Bahkan saat ini telah terjadi ‘double-disruption’, yaitu pergeseran pekerjaan akibat digitalisasi atau automasi yang dipercepat dengan terjadinya pandemi Covid-19,” jelas Menko Airlangga.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah daya saing digital Indonesia yang jauh tertinggal. Berdasarkan IMD World Digital Competitiveness Ranking, Indonesia berada pada posisi 56 dari 63 negara.

Dalam indeks lainnya, yaitu Global Innovation Index yang mengukur kemampuan inovasi suatu negara, sejak 2018 sampai 2020 posisi Indonesia tidak berubah dan berada pada urutan ke-85 dari 131 negara.

“Untuk itu, diharapkan peran aktif dari para pelajar Indonesia, NGO, dan seluruh stakeholders untuk bersama meningkatkan daya saing digital dan kapasitas kita dalam berinovasi dan menghasilkan produk yang inovatif,” kata Menko Airlangga.

Dalam upaya memperbaiki peringkat daya saing digital Indonesia maka Pemerintah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 yang disusun untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia sebagai negara berdaulat, maju, adil dan makmur.

Sebagaimana diketahui terdapat 4 pilar utama dalam mencapai visi Indonesia 2045, yaitu pembangunan manusia serta penguasaan iptek, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola Pemerintahan.

Dengan melaksanakan hal-hal di dalam peta jalan tersebut, diharapkan pada tahun 2024 akan terjadi penambahan pertumbuhan PDB sebesar 1%, UMKM terdigitalisasi sebesar 50%, tersedia 2,5 juta lapangan kerja baru, dan 600 ribu talenta digital yang dilatih setiap tahun.

Selain dilihat sebagai sebuah tantangan, kemajuan teknologi khususnya teknologi digital, juga dapat dipandang sebagai sebuah peluang.

Hal ini diperkuat dengan berbagai studi menyatakan bahwa peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar.

Adapun nilai transaksi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 124 miliar (Rp1.700 triliun) pada tahun 2025.

Berbagai studi menyatakan bahwa peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini didukung oleh sejumlah faktor, seperti total penduduk yang terbesar ke-4 di dunia, jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 191 juta atau 70,7%, ditopang oleh Generasi Z sebanyak 75,49 juta orang, atau 27,94% dan Generasi Y/Milenial yang mencapai 69,90 juta jiwa atau 25,87%.

Dari sisi digital user, jumlah pengguna ponsel Indonesia saat ini mencapai 345,3 juta (125,6% dari total populasi) dengan penetrasi internet sebesar 73,7% dan traffic internet yang mengalami peningkatan 15-20% di sepanjang tahun 2020.

Bahkan saat ini, telah muncul gelombang teknologi baru seperti jaringan 5G, IoT, blockchain, artificial intilligence dan cloud computing.

Sektor Edutech dan Healthtech kini menjadi pendatang baru yang menjanjikan dalam lanskap ekonomi digital. Pada tahun 2020, pengguna aktif aplikasi Edutech Indonesia tumbuh signifikan mencapai 200%.

“Tren peningkatan jumlah penguna juga terjadi pada sektor Healthtech (telemedicine). Bahkan dalam 5 tahun kedepan diprediksi pengguna Telemedicine Asia Pasifik akan meningkat sebesar 109%,” lanjut Menko Airlangga.

Di akhir sambutannya, Menko Airlangga menyampaikan bahwa kolaborasi dan sinergi dari seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan oleh bangsa dalam meraih cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Termasuk adik-adik mahasiswa/i yang saat ini sedang menempuh pendidikan di luar negeri khususnya di Malaysia. Dukungan pemikiran dan saran-saran dari adik-adik semua sangat diperlukan dalam upaya Pemerintah memulihkan perekonomian bangsa pasca pandemi agar kita semua dapat segera keluar dari middle income trap dan meraih cita-cita Indonesia Emas 2045,” tutup Menko Airlangga.

Menko Airlangga Apresiasi Dukungan OJK dan Perbankan Bantu Selamatkan UMKM dan Sektor Informal saat Pandemi

Berita Golkar – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar terpenting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

Jumlah UMKM yang mencapai 99,9% dari pelaku usaha juga telah berhasil menyerap tenaga kerja sebesar 97% dari total tenaga kerja Indonesia.

Secara keseluruhan, UMKM telah berkontribusi sebesar 61,07% terhadap PDB Indonesia atau senilai Rp8.573,89 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan dalam membantu menyelamatkan UMKM dan sektor informal di masa pandemi.

Dalam webinar yang bertajuk “OJK Dorong Perbankan Selamatkan UMKM dan Sektor Informal” yang diselenggarakan oleh Alika Communication, Kamis (9/09), Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama bagi pemulihan UMKM dan sektor informal saat ini adalah akses pembiayaan.

“Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh OJK dan perbankan. Saya sangat mengapresiasi OJK dan perbankan atas dukungannya dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional, terutama untuk UMKM dan sektor informal,” ujar Menko Airlangga.

Hingga akhir semester II tahun 2021, program penempatan dana telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp406,64 triliun melalui bank himbara, bank syariah, dan BPD. Selain itu, total outstanding restrukturisasi kredit mencapai Rp777,31 triliun.

Sesuai ketentuan yang tercantum pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015, porsi kredit UMKM telah disiapkan sebesar 20%.

“Akses pembiayaan yang masih terbatas ini perlu untuk segera diatasi sehingga dapat membantu UMKM dan sektor informal untuk bertahan selama pandemi. Oleh karena itu, Pemerintah menargetkan kewajiban kredit UMKM di Perbankan minimal sebesar 30 persen dari total penyaluran kredit pada tahun 2024,” tambah Airlangga.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan tambahan kredit UMKM sebesar Rp980 triliun dengan posisi kredit UMKM tahun 2024 mencapai Rp2.000 triliun.

Penyelamatan UMKM dan sektor informal akan memberikan dukungan besar terhadap pemulihan ekonomi. Dukungan ini akan membantu Indonesia untuk rebound, sehingga target pertumbuhan di kisaran 3,7% – 4,5% dapat tercapai di tahun 2021.

Mengingat pentingnya akses pembiayaan bagi UMKM, Pemerintah telah memberikan relaksasi KUR berupa penundaan angsuran pokok, perpanjangan jangka waktu, dan penambahan limit plafon.

Hingga awal Agustus 2021, penundaan angsuran pokok telah diberikan kepada 1,76 juta debitur dengan baki debet Rp 70,53 triliun dan perpanjangan waktu telah diberikan kepada 1,51 juta debitur dengan baki debet Rp 47,51 triliun.

Selain itu, penguatan basis pelaku usaha Mikro dan Kecil juga akan dilakukan guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Airlangga berharap seluruh perbankan bisa terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Kementerian/Lembaga dalam mendukung penyelamatan UMKM dan sektor informal.

“Koordinasi dan sinergi yang baik akan meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM dan sektor informal sehingga dapat menjaga keberlangsungan usahanya dan menggerakkan roda perekonomian lebih cepat lagi,” pungkas Airlangga.

Turut hadir dalam webinar tersebut Rektor Unpad, Direktur Penelitian Bank Umum OJK, Komisaris BRI, Ketua Prodi MMKMT Unpad, dan Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia.

Zainudin Amali: Olahraga Miliki Peran Penting Perkuat Karakter Bangsa dan Mempererat Persatuan

Berita Golkar – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyebutkan olahraga berperan penting dalam memperkuat karakter bangsa, mempererat persatuan, kebhinekaan serta nasionalisme di tengah masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Menpora Amali saat menjadi narasumber dalam acara Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk “PON XX Papua, Bangun Nasionalisme dan Kebersamaan” secara virtual, Senin (13/9) siang.

Hadir pula sebagai narasumber dalam acara ini, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

“Tentu saya sangat setuju di samping 4 pilar yang digencarkan oleh MPR, untuk olahraga juga penting untuk memperkuat karakter bangsa, mempererat persatuan kita, kemudian kebhinekaan dan nasionalisme,” ujar Menpora Amali.

Sebab, menurut Menpora Amali, ada dua kejadian di mana Indonesia Raya dan Bendera Merah Putih dikibarkan yakni saat kedatangan kepala negara suatu negara ke satu negara dan pada saat atlet berprestasi di ajang internasional.

“Jadi kalau kita pandang seperti itu, maka akhirnya kita merasa bahwa olahraga ini sangat penting untuk pembangunan karakter bangsa, untuk nasionalisme dan untuk patriotism,” pungkasnya.

Menpora Amali kemudian memaparkan sejumlah karakter yang harus dimiliki para atlet antara lain, pertama adalah kedisiplinan.

“Karena seorang atlet kalau tidak disiplin pasti dia akan tertinggal dan pelatihnya akan mengeluarkan dia. Jadi awal-awal dipaksakan, lama-lama menjadi kebiasaan dan dia punya karakter kedisplinan,” ujarnya.

Kedua, yakni karakter kerja keras. Menurutnya, rata-rata seluruh atlet yang berprestasi di dunia adalah mereka yang bekerja keras.

“Jadi dia harus disiplin, dia harus kerja keras. Dan yang ketiga dan sportivitas. Sportivitas itu menjadi rohnya olahraga, kalau dia kalah, dia kalah. Ya, kalau dia menang, sudah dia menang,” katanya.

Kemudian selanjutnya yakni rasa optimisme. Menpora mengatakan semua atlet pasti memiliki rasa optimisme untuk meraih kemenangan dalam suatu pertandingan.

Bahkan, dicontohkan Menpora Amali para atlet difabel Indonesia yang berhasil meraih 9 medali pada Paralimpiade Tokyo 2020 beberapa waktu lalu.

“Rasa optimisme sangat penting dan mereka menunjukkan bahwa kami sama dengan atlet-atlet non difabel,” pungkasnya.

Selain itu, karakter yang juga penting dimiliki atlet adalah kerjasama tim untuk olahraga yang dilakukan secara tim.

Sebab, sehebat apapun fisik dan sebagus papaun teknik dan skill tapi kalau tidak bekerja sama maka tidak akan bisa berhasil.

“Teknik bagus, skill bagus, tapi kalau dia tidak bisa bekerja sama tim, maka tim itu juga tidak akan berhasil dan tidak berprestasi,” tukasnya.

Di samping itu, karakter yang tak kalah penting adalah olahraga mempersatukan. Hal itu bahkan terlihat saat para atlet Indonesia meraih prestasi di ajang Olimpiade dan Paralimpiade bar-baru ini di mana semua masyarakat bersatu dan tidak ada lagi perbedaan.

Menpora juga mencontohkan di mana olahraga mepersatukan yakni ketika momen Asian Games 2018 lalu. Di mana kala itu, suhu politik lagi hangat menjelang kontestasi Pilpres 2019.

Ketika itu, atlet Pencak Silat Hanifan Yudani Kusumah, yang mendapatkan medali emas berhasil mempersatukan dua calon presiden di atas panggung yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

“Jadi di sinilah menunjukkan bahwa olahraga bisa mempersatukan, walaupun perbedaan apapun. Kemarin kita menyaksikan, mungkin saja posisi atau pandangan politik kita berbeda. Tetapi tidak terlihat lagi pada saat kita menyaksikan atlet kita mendapat prestasi yang baik. Jadi karakter-karakter yang ditimbulkan dalam olahraga,” tukasnya.

Ketua DPD I Golkar Sumut berharap Program ‘Bedah Rumah Partai Golkar’ terus Berjalan

Berita Golkar – Program `Bedah Rumah Partai Golkar` terus berjalan. Tahun ini, sebanyak 70 rumah akan dibangun. Diharapkan dari jumlah tersebut akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Harapan itu dilontarkan Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara H. Musa Rajekshah.

“Kita punya target setiap tahun harus peningkatan untuk bedah rumah. Insya Allah tahun ini targetnya 70 unit, dan telah 24 rumah yang dibangun dan akan menyusul beberapa daerah lagi, begitu juga untuk tahun depan,” ungkap Musa Rajekshah seperti dilaporkan oleh wartawan dari salah satu media, Senin (13/9).

Ia menambahkan, program Bedah Rumah tersebut telah dimulai di 5 Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias. Kemudian dilanjutkan ke Kota Sibolga, Serdang Bedagai (Sergai), dan sejumlah kabupaten/kota lainnya.

“Pada saat kunjungan ke Sumatera Utara, Kamis (9/9/2021) lalu, Ketua Umum (Ketum) DPP Golkar, Bapak Ir. Airlangga Hartarto menyempatkan untuk meresmikan bedah rumah di Desa Ruhgemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, sekaligus menyerahkan kunci rumah yang telah siap dibedah oleh DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut),” urai Musa Rajekshah.

Untuk di Kabupaten Deli Serdang, lanjutnya, sebanyak 5 rumah yang dibedah. Sementara untuk Kabupaten/ Kota di Kepulauan Nias, dalam waktu dekat ini akan dibangun 10 unit rumah.

“Ini kita lakukan sebagai bukti bahwa Golkar sangat peduli dengan rakyat. Kita berbuat dari sekarang, bukan hanya saat kita memerlukan rakyat,” ujarnya.

Sebelumnya, Musa Rajekshah berkali-kali meminta kader Golkar untuk hadir dan peduli dengan rakyat setiap saat, bukan hanya saat Pileg saja.

Dia juga meminta seluruh kader untuk low profile, rendah hati, dan menjaga silaturahmi dengan berbagai pihak.

Menko Airlangga Kunjungi Medan dengan Peserta Program Kartu Prakerja Terbanyak di Pulau Sumatera

Berita Golkar – Dalam rangkaian agenda kunjungan kerja di Provinsi Sumatera Utara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkesempatan meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat umum dan anak usia 12- 17 tahun di Sekolah Sutomo I di Kota Medan, Kamis (9/09).

Pelaksanaan vaksinasi yang merupakan hasil kerja sama dengan Tim Medis TNI AD dan TNI AL ini menargetkan sebanyak 1.200 orang penerima vaksin. Dengan menggunakan vaksin Sinovac, pelaksanaan vaksinasi ini didukung oleh 6 tim vaksinator.

“Antusiasme peserta vaksinasi di Sekolah Sutomo ini menunjukkan keinginan besar anak-anak untuk segera mengikuti sekolah secara tatap muka,” ujar Menko Airlangga.

Menutup agenda kunjungan kerja di Provinsi Sumatera Utara, masih di Kota Medan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM M. Rudy Salahuddin kembali bertemu dan berbincang dengan peserta Program Kartu Prakerja.

Program Kartu Prakerja telah membawa banyak manfaat terutama dalam masa pandemi saat ini. Khususnya untuk membantu para pengusaha UMKM yang ingin meningkatkan keahliannya sekaligus mendapatkan tambahan permodalan dari insentif Kartu Prakerja. Selain itu, juga untuk mereka yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19.

Secara nasional, dari Gelombang ke-1 hingga ke-19 Program Kartu Prakerja telah menerima sebanyak 10.081.935 orang, dari pendaftar sejumlah 69.311.037 orang.

Sementara itu, total jumlah peserta penerima Program Kartu Prakerja batch 1-19 di Provinsi Sumatera Utara membuat provinsi ini menjadi provinsi dengan peserta terbanyak di luar Pulau Jawa yakni sebanyak 398.138 orang.

Kota Medan sendiri juga merupakan kota dengan penerima manfaat yang terbanyak dibandingkan seluruh kota di Pulau Sumatera yakni sebanyak 108.827 orang.

Berdasarkan survey evaluasi, karakteristik peserta Program Kartu Prakerja di Sumatera Utara terdiri dari 50% dengan jenis kelamin pria dan 50% dengan jenis kelamin wanita.

Sebanyak 90% menganggur saat mendaftar dan sebanyak 86% belum pernah mengikuti pelatihan.

Berdasarkan usia, rentang umur antara 26-35 tahun mendominasi peserta kartu prakerja di Sumatera Utara yakni sebanyak 40%, diikuti rentang usia 18-25 tahun sebanyak 26%, usia 36-45 tahun sebanyak 18%, usia 46-55 tahun sebanyak 11%, dan usia diatas 55 tahun sebanyak 5%.

Adapun kategori pelatihan yang paling diminati secara berturut-turut di antaranya penjualan dan pemasaran, gaya hidup, makanan dan minuman, manajemen, dan bahasa asing.

Dalam kesempatan berdialog dengan Menko Airlangga, satu per satu dari 7 orang peserta Program Kartu Prakerja yang ikut berdialog, menceritakan pengalamannya dalam mengikuti program Kartu Prakerja dalam suasana yang akrab dan santai.

Elsa, salah satu peserta Program Kartu Prakerja Gelombang 15 yang berasal dari Medan Johor, Kota Medan, sebelumnya bekerja sebagai karyawan swasta.

Namun, pandemi Covid-19 pada April 2020 membuatnya terkena PHK. Berbekal informasi tentang Program Kartu Prakerja dari seorang teman, Elsa mencoba mendaftar dan pada akhirnya diterima menjadi peserta setelah sempat gagal mencoba beberapa kali.

Setelah diterima menjadi peserta, Elsa mengambil 3 pelatihan yang terkait dengan kegiatan bisnis UKM dan dana insentif yang diterima digunakan untuk modal usaha.

Saat ini, kegiatan Elsa berjualan online menjual minuman sari kacang hijau. Ia merasa pelatihan yang diikutinya sangat bermanfaat bagi usahanya dan omset penjualan pun dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Jika membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usaha, dapat memanfaatkan KUR yang bunga pinjamannya rendah,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Gubernur Sumatera Utara, Walikota Medan, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan BUMN, Riset, dan Inovasi.

Airlangga Hartarto Berharap DPD Golkar Sumut Jadi Motor Penggerak Pemenangan di Sumatera

Berita Golkar – Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto berharap DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara dapat menjadi motor pemenangan Partai Golkar untuk Pulau Sumatera.

Hal ini dikatakannya saat melakukan silaturahmi bersama kader Golkar se Sumatera Utara di Hotel JW Marriott, Medan, Rabu (8/9) malam.

“Anggotanya Golkar Sumut ini tangguh-tangguh, ulet-ulet, muda-muda dan hebat-hebat. Jadi kalau kita bisa menang di sini (Sumut) saya yakin kita juga akan menang di tempat lain. Tapi masalahnya bukan kita bisa menang, melainkan Golkar harus menang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dalam sambutannya, Airlangga menyatakan, untuk membuat Partai Golkar menjadi juara pada 2024, maka perlu menyatukan segala unsur yang bisa membuat Golkar menang. Salah satunya merekrut semua komponen Golkar baik junior dan senior, kemudian melakukan konsolidasi.

“Jangan kita terserak, karena itu bisa membuat lawan mempermainkan kita,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penanganan COVID-19, Airlangga mengapresiasi Partai Golkar Sumut yang saat ini sudah mempunyai dua Yellow Clinic.

Dia berharap ke depannya Yellow Clinic ini bisa didorong lagi untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat.

“Karena sekarang masyarakat sangat ingin divaksin, tinggal ke depannya adalah ketersediaan vaksin. Namun secara nasional vaksin di Yellow Clinic sudah dilakukan sebanyak 300 ribu lebih,” jelasnya.

Dari segi vaksinasi, lanjutnya, Sumut memang masih 23,48 persen di bawah nasional yang 32 persen. Karenanya ditargetkan Provinsi Sumut capaiannya minimal harus sama dengan nasional, sehingga Sumut akan diprioritaskan melakukan vaksinasi.

Sedangkan terkait perkembangan kasus COVID-19 di Sumut, Airlangga mengakui kasusnya terakhirnya saat ini sudah lebih rendah yakni 16.608 dibandingkan beberapa waktu sebelumnya yang hampir 30 ribu.

Namun sambungnya, kasus di Sumut ini masih menjadi yang tertinggi kedua di Indonesia, oleh karena itu, dia sudah menyampaikan kepada Wagub Sumut yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah untuk tetap waspada.

“Karena dari penanganan COVID-19 terlihat saat kasusnya naik maka perekonomian akan terdesak turun. Begitu juga saat turun maka perekonomian akan naik. Ini yang sudah terlihat sebelum lebaran kemarin, di mana kasus di bawah 100 ribu dan perekonomian naik 7,07 persen,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto yang sudah menyempatkan diri hadir ke Provinsi Sumut.

Menurutnya, kedatangan ini dapat menjadi penyemangat bagi Partai Golkar Sumut untuk memenangkan Pilkada, Pileg dan Pilpres pada 2024 mendatang.

“Kami di Sumut sangat menantikan kehadiran Bapak Airlangga Hartarto. Karena akan menjadi penyemangat dan motivasi bagi Partai Golkar Sumut untuk menang pemilu serentak di 2024 dengan menjadikan kita partai politik yang terbesar dan besar di Sumut,” ujarnya.

Dia juta berharap apa yang sudah menjadi program 2 juta kader DPD Partai Golkar Sumut bisa diraih.

“Untuk itu pada kesempatan ini kami mohon arahan Bapak Airlangga Hartarto agar kiranya untuk menuju kemenangan kita ke depan kami bisa lebih semangat dan lebih terarah sesuai program DPP Partai Golkar,” tandasnya.

Sebelum melakukan silaturahmi dengan kader Golkar di Sumut, Airlangga Hartarto terlebih dahulu meresmikan kantor DPD Partai Golkar Sumut di Jalan Jenderal Sudirman, Medan.

Musa Rajekshah menyampaikan, rencananya kantor tersebut akan dijadikan sebagai kantor pemenangan DPD Partai Golkar Sumut dalam mengusung Pilpres, Pileg dan Pilkada tahun 2024 mendatang.

Scroll to top