Penulis: admin

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Partai Golkar Targetkan Menang di 8 Pilkada Jawa Barat.

PARTAI Golkar menargetkan menang di delapan derah di wilayah Jawa Barat pada Pilkada 2020. Penegasan ini disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ade Barkah Surahman di Kantor Partai Golkar Tasikmalaya, Rabu (22/7) sebelum bertolak ke Bandung. Sebelum ke Tasikmalaya, Ade Barkah Surahaman menghadiri Musda X Partai Golkar di Ciamis. Ade menyebutkan bahwa pengurus pusat Partai Golkar menargetkan 60% wilayah di Jawa Barat yang melaksanakan Pilkada 2020 harus dimenangi oleh Partai Golkar. Untuk itu ia meminta para kader Golkar bekerja keras dalam memenuhi target partai dalam memenangi Pilkada 2020.

“Beberapa daerah yang akan menggelar Pilkada di Jawa Barat telah menerima surat keputusan (SK) secara resmi penunjukkan calon kepala daerah dilakukan dari DPP Partai Golkar. Lima dari delapan daerah akan melaksanakan Pilkada dan telah menerima SK dari DPPP Partai Golkar penunjukkan langsung bagi calon kepala daerah baik calon bupati atau calon wakil bupati mulai dari Kabupaten Sukabumi, Bandung, Cianjur, Pangandaran dan Indramayu,” terang Ade Barkah. Sedangkan tiga daerah yang belum mendapatkan calon kepala daerah melalui SK resmi dari DPP Partai Golkar adalah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Karawang dan Kota Depok. Dia berharap roda partai di Jawa Barat akan bekerja keras memenangi Pilkada Jawa Barat. Dan dari hasil prediksi, Ade menyebutkan Kabupaten Indramayu, Cianjur, Sukabumi, Kabupaten Bandung, Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran berpeluang dimenangkan oleh calon dari Partai Golkar.

“Saya berpesan tetap jaga persaudaraan, kekompakan dan sekarang Golkar sedikit bergeser apalagi di Jabar. Bagaimana cara menggaet pemilih milineal dengan para kaum sendiri. Jadi jangan sampai hanya kita butuh saja sekarang, tapi pada saat rakyat butuh juga kita akan tetap ada dan semua kader Golkar harus selalu ada di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Airin Dilantik Jadi Ketum Kesatuan Perempuan Partai Golkar

Airin Rachmi Diany, yang juga merupakan Wali Kota Tangerang Selatan, dilantik sebagai Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) periode 2019-2024 oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto di Aula kantor DPP Partai Golkar, Senin (20/7) malam.

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyampaikan selamat kepada pengurus KPPG yang baru dilantik. Dia berharap, KPPG dapat turut memenangkan Partai Golkar dan dapat memperkuat jaringan di wilayah.

Airlangga juga memberikan harapannya terhadap peran penting dan strategis KPPG. “Kita harapkan KPPG dapat berperan sebagai katalisator dalam meraih dukungan kaum perempuan dalam pemilu dan pilkada serentak yang insya Allah akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang,” ujar Airlangga

Apalagi, kata Airlangga, pertarungan memperebutkan kursi kepala daerah dalam pilkada serentak 2020 ini akan semakin ketat. Sebab, selain dibutuhkan figur calon pemimpin yang disukai masyarakatnya, juga raihan suara dalam pemenangan pilkada itu menjadi taruhannya.

“Di sinilah peran perempuan khususnya KPPG dibutuhkan untuk mendukung pemenangan calon yang kita usung,” tegas Airlangga.

Sementara itu, Airin Rachmi Diany menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan akan berjuang untuk memenangkan Partai Golkar. “Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan, dan Kami akan berusaha untuk menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Kami berharap KPPG dapat membantu pemenangan Golkar di tahun 2024 dan di gelaran Pilkada serentak,” ujarnya.

Airin mengatakan, kepengurusan KPPG yang baru saja dilantik akan belajar dari kesuksesan pengurus sebelumnya. “Kami akan belajar kepada pengurus sebelumnya yang telah berhasil mengibarkan KPPG di seluruh Indonesia dan telah berhasil mencapai target-target yang telah ditetapkan sampai dengan tahun 2019,” ujarnya.

Airin berharap, ke depan bagi KPPG adalah adanya kontribusi atau sumbangan positif yang diberikan. “Kami berharap KPPG dapat memberikan manfaat baik bagi Partai Golkar maupun Indonesia”.

Kegiatan Pelantikan diikuti dengan acara penandatanganan Deklarasi Perempuan Golkar Bersatu antara lain oleh organisasi Ikatan Istri Partai Golkar, Al hidayah, Himpunan Wanita Karya, Kosgoro, MKGR, SOKSI, Majelis Dakwah Islamiah dan Himpunan Wanita Ulama.

Acara pelantikan dihadiri oleh pengurus DPP Golkar, Dewan Kehormatan, Dewan Pembina, Dewan Pakar, organisasi sayap, dan pengurus daerah yang mengikuti prosesi pelantikan secara virtual.

Mahkamah Golkar Kembalikan Ketua DPD Sinjai-Gowa yang Dicopot Nurdin Halid

Mahkamah Partai Golkar membatalkan keputusan Plt Ketua DPD Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Halid yang mencopot Plt Ketua DPD II Golkar Sinjai A Iskandar Zulkarnain Latief dan Plt Ketua DPD II Gowa Hoist Bachtiar. Nurdin mencopot keduanya pada April lalu.
Keputusan itu dibacakan majelis hakim Mahkamah Golkar, Christina Aryani dalam sidang virtual yang diselenggarakan Selasa (21/7/2020). Christina awalnya membacakan keputusan Mahkamah Golkar yang menunda surat keputusan DPD Golkar yang mengganti Plt Ketua DPD Sinjai.

“Menunda keberlakukan Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Sulawesi Selatan Nomor: KEP-004/DPD-I/PG/IV/2020 tanggal 12 April 2020 tentang Pemberhentian dan Penunjukan Pelaksana Tugas Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kabupaten Sinjai sampai dengan adanya putusan pokok perkara yang berkekuatan Hukum tatap,” ujar Christina.

Mahkamah Golkar juga menunda keputusan DPD Golkar Sulsel yang mencopot Plt Ketua DPD II Gowa.

“Menunda keberlakukan Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Sulawesi Selatan Nomor: KEP-008/DPD-I/PG/IV/2020 tanggal 13 April 2020 Tentang Pemberhentian dan Penunjukkan Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Gowa sampai dengan adanya putusan pokok perkara yang berkekuatan hukum tetap,” tuturnya.

Dengan adanya ketetapan tersebut, A Iskandar Zulkarnain Latief dan Hoist Bachtiar diperintahkan kembali ke posisi sebagai Plt Ketua DPD Sinjai dan Ketua DPD Sinjai Gowa.

“Memutuskan menerima dan mengabulkan pemohonan penundaan pemohon. Memerintakan kepada pemohon dan termohon untuk melaksanakan keputusan ini,” isi point putusan yang dibacakan Christina Aryani.

Kasus ini bermula saat Plt Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid mencopot sejumlah Plt Ketua DPD II di daerah, salah satunya Plt Ketua DPD Sinjai Iskandar Zulkarnain. Tak terima dengan keputusan itu, Iskandar kemudian menggugat keputusan Nurdin ke Mahkamah Golkar.

Saat itu, Iskandar menyebut sikap Nurdin yang mencopot sejumlah ketua DPD II sebagai politik bumi hangus, karena orang-orang yang dicopot tersebut menolak memberi dukungan ke adik Ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid.

“NH (Nurdin Halid) melakukan politik bumi hangus kepada beberapa Ketua Golkar Kabupaten disinyalir karena mereka menolak memberi dukungan tertulis kepada adiknya sebagai calon ketua Golkar Sulsel,” ujar Icul sapaan akrab Iskandar kepada detikcom, Jumat (29/5).

Tudingan Icul itu juga sudah dibantah Nurdin. Dia menyebut tudingan meminta Plt Ketua DPD II mendukung Kadir Halid di Musda X Golkar Sulsel bohong belaka.

“Bilang itu pernyataan bohong besar karena saya tidak pernah mendorong adik saya maju,” ujar Nurdin.

Calon Kuat Ketua Golkar, Endria di Kota, Boy Edwar di Kerinci

Partai Golkar bakal melakukan penyegaran struktur kepengurusan DPD II Golkar seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi. Jelang pelaksanaan Musyawarah daerah (Musda) seluruh Kabupaten/Kota yang akan mulai digelar mulai 25 Juli 2020 mendatang, sejumlah nama kandidat kuat yang diprediksi bakal menduduki jabatan tertinggi partai Beringin bermunculan.

Di Kota Jambi misalnya. Dari informasi yang diperoleh Jambione, awalnya ada dua kandidat kuat calon Ketua DPD II Partai Golkar. Yakni Endri Putra dan Joni Ismed. Saat ini, Endria menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD I Golkar Provinsi Jambi. Sementara Joni Ismed, anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi Golkar.

Namun, mendekati pelaksanaan Musda, kabarnya dari kandidat calon tersebut, nama Endria semakin menguat. Informasinya, Endria didukung hampir 80 persen pengurus Kecamatan.

Lalu di Kabupaten Kerinci, juga ada dua nama kandidat calon Ketua Golkar. Yakni incumbent Sartoni dan Boy Edwar yang kini menjabat sebagai wakil ketua dan pimpinan DPDR Kerinci dari Partai Golkar. Informasi yang diperoleh, dari dua nama tersebut, peluang Boy Edwar lebih besar mempimpin Golkar Kerinci.

Selain menjabat sebagai pimpinan DPRD Kerinci, Boy Edwar yang berlatar belakang pengusaha juga dikenal sangat loyal dan sudah terbukti banyak membantu membesarkan partai beringin di Tanah Sakti Alam Kerinci. Sementara Sartoni, dikabarkan bakal terganjal salah satu syarat yang tercantum di AD/ART partai.

Selain itu Boy juga mendapat dukungan dan dorongan dari mayoritas kader Golkar Kerinci untuk memimpin Golkar Kerinci. Salah satunya dari mantan Wakil Ketua bappilu Golkar Kerinci, Norzal Hadi. Menurut dia, saat ini Golkar Kerinci membutuhkan figur baru yang tepat untuk membesarkan partai. ‘’ Sosok Boy Edwar berlatar belakang pengusaha dan kini menjabat sebagai pimpinan DPRD Kerinci adalah figur yang tepat untuk menahkodai partai Beringin di Kerinci,’’ katanya.

Apalagi, lanjut Norzal, Golkar Provinsi punya agenda penting dan besar di Pilgub Jambi, 9 Desember 2020. Maka, sosok Ketua DPD II haruslah yang loyal dan sudah siap bertempur. ‘’ Bos besar (ketua DPD I) kitakan maju sebagai salah satu cagub. Oleh sebab itu, Ketua DPD II haruslah dipimpin oleh sosok yang siap bertarung pula. Karena ini adalah kerja besar paratai, untuk menjaga dan mengangkat marwah partai Golkar,’’ pungkasnya.

Kemudian, di Kabupaten Tebo, Kandidat kuat Ketua DPD II Golkar adalah Sukandar, yang kini menjabat sebagai Bupati Tebo. Melihat peta kekuatan saat ini, rasanya sulit bagi kandidat lain mengalahkan sang Bupati. Begitu juga di Sarolangun, pasca CE terpilih sebagai Ketua DPD I, Ketua DPD II Golkar Sarolangun dipredikdi bakal jatuh ke tangan Skretaris Tontawi Jauhari yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Sarolangun.

Sementara itu, di Tanjab Barat, nama Ahmad Jafar disebut sebut sebagai kandidat kuat Ketua DPD II. Lalu di Tanjab Timur dan Batanghari diperkirakan masih akan dijabat wajah lama. Di Tanjab Timur M Zuber dan Batanghari Sahirsyah yang kini menjabat sebagai Bupati Batanghari.

Berikutnya, di Kabupaten Merangin, dari informasi yang diperoleh diinternal Golkar, kandidat kuat Ketua DPD II adalah Herman Effendfy yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Merangin. Sementara di Muarojambi, bakal terjadi persaingan antara Masnah Busro dan Ivan Wirata. Saat ini Masnah menjabat sebagai Bupati Muarojambi. Sedangkan Ivan Wirata anggota DPRD Provinsi Jambi dari Golkar.

Lalu bagaimana dengan Bungo dan Sungai Penuh? Informasi yang diperoleh Jambi One, di Bungo ada tiga kandidat yang akan bersaing merebut kursi Ketua. Selain incumbent Almahfus, juga ada nama Sumaryono, anggota DPRD Bungo dari Golkar dan H Rosidi. Sementara Sungai Penuh, sampai tadi malam belum ada nama kuat yang dijagokan sebagai kandidat.

Menanggapi nama nama kandidat kuat Ketua DPD II kabupaten Kota yang beredar tersebut, Skretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi A Rahman mengaku belum tahu secara keseluruhan. Namun, dia mengakui hanya mengetahui beberapa nama. Di Kota Jambi diantaranya.

Menurut dia, di Kota Jambi memang Endria Putra sebagai kandidat kuat. Selain aktif di organisasi, Endria juga juga sudah menunjukkan kinerjanya dan loyal kepada partai. ‘’ Itu sudah prestasi, jadi wajar saja dia menjadi kandidat kuat Ketua DPD II Golkar Kota,’’ kata politisi yang biasa dipanggil Cemen ini.

Lalu, di Kerinci, menurut Cemen, baru Boy Edwar yang sudah mengajukan diri sebagai kandidat. Namun, apakah Boy satu satunya kandidat kuat, Cemen mengaku belum tahu. Mengenai Sartoni yang sudah tiga kali menjabat, Cemen mengatakan masih bisa maju dengan syarat atas persetujuan DPP. ‘’ Syaratnya harus punya prestasi. Kan bisa dinilai, apakah punya prestasi atau tidak,’’ ujarnya.

Sama dengan nama nama yang lain, menurut Cemen, belum bisa disebut kandidat kuat atau tidak jika belum mengajukan syarat pencalonan. Sebab, kuat atau tidaknya kandidat ukurannya adalah dukungan dari pengurus kecamatan.

Sementara itu, Cemen juga menjelaskan bahwa pelaksanaan musda Golkar II kabupaten/kota ini sesuai dengan AD/ART dan instruksi dari DPP Partai Golkar. “Tanggal 25 dan 26 Juli sudah ada jadwalnya, hasil rapat diperluas bidang organisasi menetapkan jadwal dan sesuai perintah ketua DPD I untuk melaksanakan Musda sesuai dengan instruksi dari DPP. Ini untuk seluruh Indonesia bukan hanya untuk Jambi. Itu dilaksanakan setelah adanya perubahan AD/ART, mau diseragamkan di seluruh Indonesia tanpa terkecuali,” jelasnya.

Dia menerangkan, berdasarkan AD/ART, pelaksanaan Musda DPD I Provinsi paling lambat 3 bulan setelah Musyawarah Nasional (Munas) DPP Golkar sesuai dengan pasal 40 ayat 2 poin C. “Pasal 41 ayat 2 poin C, Musda Kabupaten/Kota selambatnya dilaksanakan 6 bulan setelah Munas. Pasal 42 ayat 2 poin C musyawarah kecamatan paling lambat 9 bulan setelah munas. Berhubung kemarin covid-19 maka diundur. Ada instruksi terbaru sesuai protokol kesehatan, paling lambat Musda tanggal 31 Agustus, diutamakan yang akan menggelar Pilkada,” terangnya.

Jadi, lanjut Cemen, seluruh Kabupaten/Kota bakal ada penyegaran nantinya sesuai araha DPP Golkar. “Nanti semua akan melakukan musda sesuai instruksi DPP dan AD/ART. Walau habisnya 2021 atau 2022 itu tetap Musda karena mau diseragamkan. Karena itu instruksi AD/ART, keputusan untuk seluruh Indonesia. Nanti kalau deadlock akan diambil alih oleh Provinsi. Bisa saja nanti menunjuk Plt. Jadi tidak ada alasan terutama daerah yang melaksanakan Pilkada,” ujarnya.

Menurutnya, Musda seluruh Kabupaten/Kota akan digelar di DPD I Golkar Provinsi Jambi. “Kecuali Kerinci dan Sungaipenuh. Seluruhnya Musda akan dilakukan di DPD I untuk menjaga keamanan dan stabilitas,” tandasnya.

Berdasarkan jadwal yang didapat Jambione, 10 Kabupaten/kota sudah memutuskan kapan pelaksanaan musda. Hanya Batanghari saja yang jadwalnya belum ditentukan karena menunggu keputusan DPP.

Secara berurutan Sarolangun akan melaksanakan Musda pada 25 Juli, Kota Jambi 26 Juli, Tanjung Jabung Timur 27 Juli, dan Muaro Jambi 28 Juli.Selanjutnya, Tebo akan melaksanakan musda pada 10 Agustus, Bungo pada 11 Agustus. Kerinci dan Kota Sungai Penuh secara serentak pada 12 Agustus. Merangin 14 Agustus dan Tanjung Jabung Barat pada 15 Agustus.

Airlangga Hartarto Pimpin Tim Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai ketua tim penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Sedangkan posisi ketua pelaksana dijabat Menteri BUMN Erick Thohir.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan rapat yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2020). Seusai rapat, Airlangga mengatakan Jokowi sudah menandatangani peraturan pemerintah mengenai tim penanganan COVID-19 dan PEN.

“Bapak presiden memberikan pesan untuk menko perekonomian untuk mengkoordinasikan tim kebijakan dengan wakil ketua menko marinves, menko polhukam, dan menko PMK, menkeu, mendagri, dan juga dalam itu dilengkapi menkes dan pelaksananya kepada menteri BUMN yang koordinasikan ketua satgas perekonomian dan ketua satgas COVID-19 tetap ditangani Pak Doni Monardo dan satgas perekonomian ditangani pak wamen BUMN Pak Budi Gunawan Sadikin,” ujar Airlangga di kantor presiden.

Berdasarkan berkas yang diterima, susunan lengkap tim penanganan COVID-19 dan PEN adalah sebagai berikut:

  1. Ketua: Menko Perekonomian
  • Wakil Ketua 1: Menko Kemaritiman dan Investasi
  • Wakil Ketua 2: Menko Polhukam
  • Wakil Ketua 3: Menko PMK
  • Wakil Ketua 4: Menteri Keuangan
  • Wakil Ketua 5: Menteri Kesehatan
  • Wakil Ketua 6: Menteri Dalam Negeri
  1. Ketua Pelaksana: Menteri BUMN
  2. Sekretaris Eks 1 (Program): Raden Pardede Sekretaris Eks 2 (Admin): Sesmenko Perekonomian
  3. Ketua Satgas Penanganan COVID-19: Kepala BNPB
  4. Ketua Satgas PEN: Wakil Menteri 1 BUMN

Tim penanganan COVID-19 dan PEN memiliki beberapa tugas penting. Antara lain melihat situasi perekonomian nasional, program-program perekonomian yang sifatnya multi years dan perkembangan COVID-19. Ini terkait juga dengan segi ketersediaan peralatan tes maupun perkembangan vaksin dan antibodi.

“Jadi kita melihat recovery dari pandemik COVID-19 ini akan memakan waktu, dan oleh karena itu Presiden memberi penugasan agar tim sepenuhnya merencanakan dan mengeksekusi program-program agar penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi berjalan beriringan, dalam arti keduanya ditangani kelembagaan yang sama dan koordinasi maksimal,” ujar Airlangga.

Airlangga Dapat Tugas Dari Jokowi, Golkar Siap Mendukung Penuh

Partai Golkar mendukung penuh penugasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Golkar sebagai pimpinan penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafidz mengatakan, penunjukkan Airlangga adalah amanah dan bentuk kepercayaan Presiden Joko Widodo untuk menangani masalah ekonomi di tengah krisis akibat pandemik Covid-19.

“Kami di Partai Golkar tentu mendukung penuh penugasan beliau karena pemulihan ekonomi untuk bangsa, untuk semua,” ujar Meutya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Senin (20/7).

Ketua Komisi I DPR RI ini menambahkan, bentuk dukungan dari Partai Golkar tersebut dilakukan dengan memberi arahan mulai dari DPP hingga tingkat daerah untuk ikut menyosialisasikan kebijakan serta program-program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Saya rasa tidak hanya Partai Golkar tapi dari semuanya kita harapkan dukungannya, sekali lagi karena ini permasalahan bangsa secara keseluruhan,” kata Meutya.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat berperan serta bangkit menghadapi krisis ekonomi akibat dampak negatif Covid-19 ini.

“Kita tentu mengajak semua karena sekali lagi ini untuk semuanya, satu bangsa,” tutupnya.

Golkar Resmi Dukung Gibran Jokowi di Pilkada Solo

Ketua DPD Golkar Jawa Tengah Iqbal Wibisono mengatakan pihaknya mendukung putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wali kota Solo 2020. Hal ini sesuai dengan keputusan DPP Partai Golkar.

“Keputusan DPP Partai Golkar, Partai Golkar ikut mengusung Gibran,” katanya saat dihubungi Tempo, Senin, 20 Juli 2020.

Terkait wakilnya, kata Iqbal, Golkar tidak menyodorkan tokoh lain untuk mendampingi. Mereka ikut mendukung anggota DPRD Kota Solo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Teguh Prakosa sebagai calon wakil wali kota Solo.

Pasangan Gibran-Teguh sebelumnya diumumkan oleh PDIP pada Jumat pekan lalu. Di Kota Solo, PDIP merupakan partai terbesar karena mampu meraih 30 dari total 45 kursi di DPRD.

Sementara di posisi kedua ada Partai Keadilan Sejahtera yang memiliki 5 kursi di DPRD, posisi ketiga ditempati Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Amanat Nasional dengan masing-masing 3 kursi, serta 1 kursi terakhir dipegang oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Adapun syarat administrasi untuk bisa mengajukan pasangan calon adalah partai atau gabungan partai harus memiliki minimal 20 persen kursi DPRD atau minimal 9 kursi untuk Pilkada Solo.

Ketum Golkar Beri Diskresi 2 Anggota DPR Untuk Pimpin DPD I

Dukungan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto masih menjadi kunci utama bagi kader yang ingin maju di Musyawarah Daerah (Musda) Golkar.

Terbukti, dua kader beringin yang memegang surat rekomendasi atai lebih dikenal dekresi Ketua Umum DPP Golkar dengan mulus melenggang dalam perebutan kursi 01 di musda tingkat provinsi.

Di Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud anggota DPR RI terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Golkar Kaltim. Sementara akhir pekan lalu giliran Muh. Aras Tammauni terpilih pula secara aklamasi melalaui Musda III Golkar Sulawesi Barat.

Proses Musda di Kalimantan Barat berlangsung 15 Maret 2020. Rudi terpilih secara aklamasi setelah 12 DPD Golkar di seluruh Kabupaten dan kota Kalimantan Timur bulat mendukung Rudi Mas’ud.

Sebelumnya terdapat tujuh calon yang mendaftar. Dari tujuh calon tersebut semua sepakat mendukung Rudi sebagai kedua.

“Tidak ada pemungutan suara, artinya semua sepakat secara musyawarah, memilih Rudi Mas’ud sebagai ketua” ujar Fathurozi Stering Commite Musda Golkar Kalimantan Timur.

Sementara itu di Sulawaesi Barat, melalui Musda III yang berlangsung 18 Juli 2020, Muh. Aras Tammauni terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar Sulbar. Aras yang dipilih oleh enam ketua DPD III di Sulawesi Barat.

“Saya sebenarnya kembali ke rumah. Lompatan seperti ini bukan cuman saya yang berbuat. Alhamdulillah malam ini teman teman Golkar mempercayakan saya, saya akan menggunakan almamater kuning ini” ujar Aras usai terpilih.

Ia yang juga Bupati Mamuju Tengah sebelumnya dianggap sebagai kutu loncat sebab tiba-tiba masuk Golkar.”Saya katakan saya tidak lompat pagar tapi saya pulang” tegasnya. Sebab ia memang sempat menjadi pengurus Golkar selama tiga puluh tahun.

Baik Rudi maupun Aras merupakan ketua yang terpilih setelah mendapat Dekresi dari DPP Partai Golkar. Serupa surat rekomendasi atau dekresi yang didapatkan oleh Supriansa, anggota DPR RI yang juga mendapat restu dari Airlangga untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan.

Surat dekresi yang telah beredar melalui sosial media tersebut ditanda tangani Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto dan Sekjen Lodwijk Paulus, nomor 248/Golkar/VII/2020, 19 Juli 2020.

Tim Supriansa sendiri telah mengambil formulir pendaftaran Minggu 19 Juli 2020 dan rencananya akan mengembalikan Selasa 21 Juli 2020. Mantan Wabup Soppeng sendiri yang akan mengembalikan Formulir pendaftaran tersebut.

“Dewan Pimpinan Pusat partai GOLKAR dengan ini memberikan rekomendasi/persetujuan kepada Sdr. Supriansa, SH,MH, untuk maju sebagai Calon Ketua DPD Golkar Provinsi Sulawesi Selatan dalam MUSDA X Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan” tulis salah satu petikan dalam SK yang kini disebut dekresi DPP tersebut.

Menarik kita tunggu bagaimana perjalanan mantan wakil bupati Soppeng ini di Musda X Golkar Sulsel. Apakah akan mengikuti jejak dua kader lainnya yang telah terpilih sebelumnya berkat tiket khusus dari DPP.

Agung Laksono: Perubahan di Golkar Adalah Keniscayaan

Menjelang Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi, narasi politik di internal partai berlambang beringin itu terus berkembang. Pengurus pusat pun memberikan masukan bagi kader di kota tersebut.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menuturkan, musda adalah sebuah prosesi demokrasi di internal partai. Tentunya output dari musda adalah lahirnya perubahan untuk kemajuan partai di tingkat daerah.

“Saya kira hal yang penting dalam musda adalah keniscayaan adanya perubahan. Namun, perubahan itu harus dalam bingkai demokrasi, sesuai AD/ART tanpa ada perpecahan. Dalam bingkai menjaga keutuhan partai,” kata Agung kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/7).

Sebelumnya, Sabtu (18/7) Agung Laksono berkunjung ke Kota Bekasi dan berinteraksi dengan sejumlah kader Partai Golkar kota setempat.

Lebih jauh mantan Menko Kesra itu menuturkan, untuk satu periode belakang DPD Partai Golkar Kota Bekasi sudah berbuat sesuai garis partai. Semua tidak terlepas dari kawalan dari Ketua DPD Rahmat Effendi.

Agung pun mengapresiasi kinerja Rahmat Effendi selama memimpin Golkar di Kota Bekasi. Dia berharap penerus Rahmat Effendi nanti mampu melanjutkan dan menjadikan Bekasi kembali sebagai lumbung suara Golkar.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Rahmat effendi yang selama ini telah menjalankan tugasnya dengan baik. Semoga penerusnya nanti bisa melanjutkan dan menjadikan Bekasi kembali menjadi lumbungnya Golkar,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui DPD Partai Golkar Kota Bekasi tengah bersiap menghadapi musda. Meski tanggalnya belum pasti, namun dinamika di internalnya cukup dinamis. Rahmat Effendi yang juga wali kota Bekasi adalah petahana yang disebut-sebut bakal maju lagi.

Scroll to top