DPD GOLKAR

Jadi Ketua DPD II Partai Golkar TTU, Ini yang Akan Dilakukan Kristoforus Efi

Berita Golkar– Pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) memutuskan Kristoforus Efi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Musda yang dilaksanakan di Hotel T-More pada, Senin (10/8/2020) itu menganulir dua kandidat lainnya yakni Amandus Nahas dan Sebas Bastian sebagai bakal calon ketua DPD Golkar TTU.

Kepada Pos Kupang, Selasa (11/8/2020), Ketua DPD II Golkar TTU Kristoforus Efi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh DPD I Partai Golkar NTT kepadanya.

Mantan Ketua PMKRI Cabang Kupang tersebut mengaku bahwa, dirinya memaknai kepercayaan yang diberikan oleh DPD I Partai Golkar NTT tersebut sebagai sebuah tanggungjawab yang sangat besar untuk melakukan konsolidasi organisasi dan pemenangan pilkada TTU.

“Jadi secara internal kami akan melakukan konsolidasi, terutama pembentukan struktur partai di 193 desa dan kelurahan yang ada di TTU. Setelah terbentuk semua kami melakukan musyawarah ditingkat kecamatan untuk mengevakuasi pembentukan struktur tersebut,” terangnya.

Menurutnya, Partai Golkar merupakan salah satu partai yang hidup, dimana partai berlambang pohon beringin tersebut tidak hanya melakukan kegiatan saat musim pilkada atau pileg, namun terus melakukan kegiatan dan program kerja lainnya.

“Sehingga kita nantinya akan benar-benar melakukan karya nyata ditengah masyarakat lewat satu dua kegitaan yang sederhana tapi membantu masyarakat,” ujarnya.

Kristoforus mengatakan, setelah melakukan pembentukan struktur kepengurusan, maka pihaknya akan melakukan rapat konsolidasi untuk mememenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Golkar.

Kristoforus mengakui bahwa, memang dalam setiap partai politik pasti memiliki dinamika seperti yang dialami oleh DPD II Partai Golkar TTU. Namun dinamika tersebut merupakan bagian dari proses yang harus dilewati.

Menurutnya, ketika sudah ada keputusan bersama dalam forum Musda yang digelar oleh DPD I Partai Golkar NTT, maka semua dinamika yang terjadi tersebut harusnya sudah selesai.

“Sehingga yang perlu dilakukan sekarang ini adalah bagaimana kita melakukan rekonsiliasi untuk sama sama membangun solidaritas dan soliditas untuk menyambut agenda penting seperti peoses pilkada dan program kerja lainnya,” ungkapnya.

Sumber

AMPG Lampung Kawal Musda Ke-X Golkar Lampung Utara

Berita Golkar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Lampung Utara Melaksanakan Musyawarah Daerah ke-X (Musda X) di Kantor DPD Partai Golkar di Jalan RPN Nomor 1 Kelurahan Kelapa 7, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Selasa (11/8/2020).

Acara tersebut dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Ismet Roni, SH, MH, bersama jajaran wakil ketua Partai Golkar Provinsi Lampung yakni Aprozi Alam, SE, MM, Abi Hasan Muan, SH, MH, Ismet Jaya Negara, Drs. I Made Bagiasa, Azwar Yacub, turut hadir jajaran.

Wakil Sekretaris Partai Golkar Provinsi Lampung, Muhidin, S.Sos, Bambang Purwanto, SE, MM, Yusro Hendra Perbasya, SP, MM, Reza Pahlepi, SE, MM, Ali Imron, S.Fil, turut mendampingi PD AMPG Provinsi Lampung yang langsung dipimpin Aprozi Alam, SE, MM sebagai Ketua PD AMPG Lampung dan didampingi Reza Pahlepi, SE, MM sebagai Sekretaris PD AMPG, turut serta jajaran.

Wakil ketua PD AMPG Provinsi Lampung Dr Frans Agung Mulaputra, M. Fadil, S.Kom, Decky Apriyadi, Eka Fitriyanti, SE, Diana Wulandari, Diana, Seno Aji, S.Sos, MH, wakil bendahara AMPG Hani Faris dan sejumlah pengurus lainnya.

Turut hadir juga Plt Bupati Lampung Utara H. Budi Utomo, SE, MM, bersama Forkopimda, Pimpinan Partai Politik, Ormas, LSM dan insan pers.

Dalam sambutannya ketua DPD Partai Golkar Lampung Utara Arnold Alam, SH, menyampaikan Terimakasih kepada peserta Musda dan tamu undangan lainnya.

Mengatakan bahwa agenda Musda sesuai amanah dari DPP Partai Golkar yang harus dilaksanakan dalam rangka menyampaikan laporan Pertanggungjawaban kepengurusan yang sudah berjalan.

“Musda Golkar X Kabupaten Lampung Utara dilaksanan sesuai yang tertuang dalam surat keputusan dari DPP Partai Golkar, Musda juga sebagai wadah koordinasi dan konsolidasi kader-kader Golkar di Lampung Utara, harapannya dengan kepengurusan Golkar kedepan semakin solid dan maju,” ungkapnya.

Dalam sambutannya Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi yang dibacakan Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung, Ismet Roni berpesan agar Musda ke-X DPD Partai Golkar Lampung Utara dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Penuh tanggungjawab dan menjadi agenda konsolidasi dan koordinasi organisasi, sesuai dengan AD/ART Partai Golkar, melalui Musda diharapakan mampu menciptakan kader-kader Partai Golkar yang potensial dan berkualitas.

“Musda ke-X Partai Golkar Kabupaten Lampung Utara merupakan agenda evaluasi pertanggungjawaban kepada kepengurusan 5 Tahun yang lalu, pelaksanaan Musda diharapkan dapat terlaksana penuh tanggungjawab, siapapun yang akan terpilih nanti sebagai ketua Golkar Lampung Utara

Mereka bersama pengurusnya harus memiliki komitmen yang tegas dan benar-benar, guna membesarkan Partai Golkar. Berani duduk bersama kader-kader yang lain dan mengajak seluruh anggota Fraksi Golkar untuk memiliki cita-cita membangun partai Golkar.” Ucapnya

Partai Golkar adalah partai Modern yang taat dan tunduk pada peraturan Organisasi, sehingga pengelolaan dan mekanisme dijalankan sesuai ketentuan Organisasi serta mengedepankan musyawarah mufakat.

Sehingga musda menjadi wadah konsolidasi organisasi yang menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan mampu membangun kebersamaan. Sehingga dapat menghantarkan kemenangan Partai Golkar pada Pilpres, Pilkada dan Pileg mendatang,” kata Ismet Roni.

Selain itu, Ismet Roni juga menyampaikan pesan dari ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Ir. H. Arinal Djunadi yang juga sebagai Gubernur Provinsi Lampung agar seluruh kader Partai Golkar bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

“Dalam situasi sulit saat ini, ditengah musibah Covid-19 yang melanda Indonesia dan Dunia, sudah seharusnya Kader-kader Partai Golkar baik yang duduk sebagai anggota Fraksi.

Bersama-sama Pemerintahan Daerah Kabupaten Lampung Utara, mendukung program yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah serta memberikan edukasi dan membangun komitmen guna membantu memecahkan persoalan ekonomi masyarakat,” tandas Ismet.

Musda Golkar Lampung Utara tersebut mengusung tema “Golkar-Indonesia, Indonesia-Golkar”, dengan tetap menerapkan Protokol kesehatan, Musda X Golkar Lampung Utara dibuka langsung oleh Ismet Roni dan berjalan dengan lancar, aman, tertib serta kondusif.

blank

Usai acara pembukaan, Reza Pahlepi mengatakan bahwa AMPG merupakan sayap partai Golkar yang bertugas mengamankan kebijakan-kebijakan Partai, hal itu sesuai AD/ART Partai Golkar.

“Telah menjadi tugas AMPG untuk terus mengawal dan mengamankan agenda-agenda Politik Partai Golkar. Harapannya kader-kader Golkar di Lampung Utara mampu berpartisipasi dan mensukseskan program kerja yang dilaksanakan oleh Pemerintah daerah Kabupaten Lampung Utara dalam memperjuangkan aspirasi Masyarakat melalui Partai Golkar.” Kata Reza.

Sumber

Golkar Cianjur Bagi-Bagi Masker

Berita Golkar –Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin turun langsung membagikan 1.500 masker kepada warga Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Selasa (31/3/2020).

Pembagian masker gratis ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19). Total sebanyak 10 ribu masker disiapkan DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur.

“Semua saling menjaga. Ini juga bagian dari upaya saling menjaga agar warga tidak terpapar virus mematikan ini. Biar warga tinggal di rumah, kami yang datang langsung menyambangi mereka,” ujar Mulyana dalam keterangan tertulisnya.

blank

Meski bantuan ini tampaknya tidak seberapa, namun diharapkan bisa membantu warga, khususnya yang masih melakukan mobilitas di luar rumah.

Mulyana mengaku merasa senang dengan antusiasme warga yang merasa terbantu dengan pembagian masker ini.

“Kami menyiapkan sekitar 10 ribu masker. Hari ini kami sudah membagikan 1.500 masker. Besok kita lanjutkan lagi di kecamatan lain. Mudah-mudahan bisa membantu,” tuturnya.

Nani (50), warga Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku mengaku senang mendapatkan bantuan masker gratis. Dia mengaku butuh masker karena suaminya masih bekerja serabutan di luar.

“Suami saya pulang dari Jakarta karena tidak ada kerjaan di sana. Sekarang kerja serabutan di sini, butuh pengaman seperti masker ini,” ucapnya.

Nani menyebutkan bahwa sangat susah mendapatkan masker untuk digunakan suaminya bekerja. Kalau pun ada, harganya sangat mahal.

“Suami kerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, jadi tidak mampu membeli masker. Kami berterima kasih karena bisa mendapatkan masker secara gratis,” kata Nani.

Sumber

Belajar dari Nurdin Halid dan Golkar

Berita GolkarMusywarah Daerah (Musda) X Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulawesi Selatan di The Sultan Hotel Jakarta telah usai and so nice ending.

Semua merasa menang tanpa ada yang dilukai.

Kalau ada yang merasa terluka, hanyalah mereka yang memang berjiwa kerdil dan tak pernah cukup dewasa untuk menangkap esensi musyawarah yang merupakan jati diri bangsa.

Sebelumnya, tentu saja tak seorang pun pernah membayangkan kalau musda berakhir cantik seperti itu.

Bahkan tak sedikit pengamat meramalkan akan mengalami dead lock.

Bagaimana tidak, menjelang musda, tensi politik internal Golkar Sulsel demikian tinggi.

Pemilik suara Musda seolah hanya berfusi pada dua faksi yang bertentangan secara diametral.

Satu pihak menyebut dirinya faksi pembaharuan dan menyebut Nurdin Halid di lain pihak sebagai faksi status quo.

Hanya saja sedikit aneh, sebab faksi pembaharuan yang dimotori oleh sejumlah kepala daerah, tidak lain adalah status quo di daerahnya masing-masing.

Secara terang-tarangan, faksi pembaharuan membangun kekuatan untuk melawan Nurdin Halid.

Bagi faksi pembaharuan, musda X adalah momentum yang paling tepat untuk mengakhiri dominasinya di Golkar Sulsel.

Para penentang NH, begitu Nurdin Halid disebut, melakukan berbagai manuver untuk mendegradasi eksistensinya.

Lucunya, NH tidak merasa kalau dirinya sebagai lawan dari siapapun.

Beragam opini buruk dibangun dan dijejalkan ke media sosial untuk memberi kesan licik dan kemaruk kekuasaan pada sosok NH.

Ia sampai dituding hendak melanggengkan dominasinya dengan memaksakan Kadir Halid, saudaranya, menjadi Ketua Golkar Sulsel.

Beberapa media online tampak secara konsisten dan sistematis merilis berita yang sungguh-sungguh tendensius memojokkannya.

Misalnya, ia dituding usulkan pencopotan Sekretaris DPD II Golkar Takalar, gegara mendukung Supri.

Terlepas dari Kadir Halid bersaudara dengan NH, memang Kadir salah apa jika punya keinginan untuk menjadi Ketua DPD Golkar Sulsel? Toh, bukankah ia juga kader yang punya hak untuk itu, sepanjang memenuhi persyaratan.

Kendati belakangan, Kadir Halid memutuskan berhenti dengan tidak mengembalikan formulir pendaftaran.

Namun, keputusannya itu tidak lantas memupus tudingan miring terhadap NH.

Bahkan, keputusan Kadir mundur dari kontestasi, dianggap hanya akal-akalan.

NH masih tetap saja dituding hendak melanggengkan dominasinya melalui sosok Hamka Baco Kadhy yang ikut meramaikan kontestasi.

Maklum, Hamka dikenal sebagai sahabat NH yang paling loyal.

Begitu pula saat NH memutuskan pelaksanaan musda X dipindahkan ke Jakarta, dinilai sebagai akal-akalan untuk memuluskan Hamka.

Pokoknya, apapun dilakukan Nurdin Halid untuk kepentingan Golkar Sulsel, bagi para penentangnya, tetap saja salah.

Sikap faksi pembaharuan yang dinilai berlebihan, ditunjukkan saat Supriansa mendapat diskresi dari DPP Golkar.

Supri begitu anggota DPR RI itu dipanggil mendapat pengecualian agar dapat mengikuti proses tahapan pendaftaran calon ketua.

Supri pun diinterpretasi sebagai titipan DPP Golkar, lalu mendapuknya menjadi punggawa faksi pembaharuan.

Para penentang NH, ‘surat sakti’ Supri itu, diartikulasi, bukan hanya sekadar diskresi.

Bahkan dimaknai lebih jauh sebagai isyarat kalau NH sudah ‘habis’.

Tak heran kalau kemudian ada yang latah menunjukkan dukungan kepada Supri secara terbuka melalui video pendek.

Bahkan, bukan hanya itu percakapan di warung-warung kopi, misalnya, tak jarang memunculkan narasi dan bunyi, ‘habisi Nurdin Halid’.

Di lain pihak, melihat sikap NH sendiri yang tidak ambil pusing, membuat publik berasumsi kalau semua tudingan yang dialamatkan kepadanya, boleh jadi memang benar.

Bahkan penulis pun tak luput berasusmsi seperti itu.

Bukan apa, ia tak sekalipun mencoba menepis tudingan itu secara langsung.

Seolah tidak peduli orang mau bilang apa.

Paling jauh menyuruh orang lain melakukan bantahan.

“Itulah akrobatik politik,” jawabnya singkat tatkala saya mencoba mengklarifikasi sebelum memutuskan Musda dipindahkan ke Jakarta.

“Akrobatik politik, maksudnya apa?” tanyaku dalam hati. Apakah manuver Supri dan para dedengkot faksi pembaharuan, baginya tak lebih dari sekadar sebuah pertunjukan akrobatik? Sehingga ia tampak tenang-tenang saja menikmatinya sebagai sebuah hiburan.

Wow….! Otak manusia satu ini memang brillian.

Bayangkan, sementara sebagian orang menilai diskresi Supri sebagai kekalahan telak baginya, NH justeru menjadikannya sebagai instrumen untuk menguak yang tersembunyi.

Baginya, diskresi itu membuat semuanya menjadi terang benderang, siapa mendukung siapa. Inilah modal paling penting yang dimiliki NH untuk mengendalikan Musda X Golkar Sulsel dari awal hingga akhir.

Tampaknya publik pada umumnya tidak tahu kalau kepentingan terbesar NH dalam Musda kali ini adalah mengamankan amanah Airlangga Hartarto selaku Ketum DPP Golkar yaitu, mensukseskan Musda tanpa gejolak.

Oleh karena itu bagi NH, kepentingan memenuhi amanah ketum tersebut, jauh lebih penting dari pada sekadar berkuasa di Golkar Sulsel, seperti yang ditudingkan kepadanya.

Mengapa? Untuk apa mengontrol penuh Golkar Sulsel, kalau Airlangga sendiri, tidak ridho padanya? Ini yang tidak dibaca secara cermat oleh para penentangnya.

Sekarang, mari kita uji sejauh mana rasionalitas hipotesis di atas dengan fakta yang terjadi di forum Musda.

Tatkala Steering Committee membacakan hasil verifikasi syarat dukungan masing-masing kandidat, hanya Hamka B Kadhy satu-satunya yang memenuhi syarat dukungan minimal 30 persen dari pemilik suara Musda.

Apa yang terjadi? Menurut aturan main yang berlaku di Golkar, setiap dukungan ganda, dinyatakan batal.

Akibatnya, setelah surat dukungan diverifikasi, Hamka B Kadhy yang semula mendapat 16 surat dukungan, tinggal sepuluh.

Supriansa yang mendapat 12 surat dukungan, tinggal dua. Taufan Pawe yang mendapat 14 surat dukungan, tinggal sembilan.

Syamsuddin Hamid yang mendapat 4 surat dukungan, tinggal satu. Mengapa bisa terjadi? Yah, begitulah dinamika Musda kalau terjadi lebih dari 1 kandidat.

Bagi pemilik suara, itulah momentum untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya.
Yah, lazim hukum ekonomi semacam itu, berlaku dimana-mana.

Pada situasi itu, jika saja NH benar-benar bermaksud kembali mengontrol Golkar Sulsel untuk lima tahun ke depan melalui tangan Hamka, maka, NH tidak akan membuang peluang dan kesempatan itu begitu saja.

Ia bahkan tidak perlu melakukan intervensi lebih jauh, tetapi cukup membiarkan forum berlangsung apa adanya, sesuai tata tertib yang berlaku.

Suka tidak suka, terima tidak terima, sebagai calon tunggal, maka, Hamka-lah yang akan terpilih secara sah sebagai Ketua Golkar Sulsel.

Tetapi tidak. NH tak membiarkan itu terjadi, sebab tak mau ada yang terluka.

Semenjak berhasil ‘menguak yang tersembunyi’ melalui instrumen diskresi Supri, tampaknya sudah terbangun sebuah skenario di kepalanya, bagaimana mensukseskan Musda sesuai harapan Airlangga.

Musyawarah! Benar, itu dia. Hanya mekanisme musyawarah itulah yang bisa menghasilkan Musda tanpa gejolak.

Begitu pula dengan keputusannya memindahkan Musda ke Jakarta, merupakan rangkaian dari skenario itu.

Saat diminta oleh pimpinan sidang untuk menengahi forum yang sontak memanas pasca pembacaan hasil verifikasi dukungan, NH pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Ia lantas menyodorkan solusi terbaik untuk menempuh mekanisme musyawarah sesuai Pasal 70 AD/ART Partai Golkar.

Ketika peserta Musda serempak menyetujui, maka tata tertib pemilihan ketua pun di kesampingkan.

Dengan begitu, semua calon ketua dinyatakan sah. Singkatnya, keempat calon itu kemudian difasilitasi olehnya untuk melakukan musyawarah. Dan alhasil, Taufan Pawe terpilih secara mufakat.

Musda X Golkar Sulsel yang berakhir cantik itu, menepis banyak hal.

NH yang semula dituding hendak melanggengkan kekuasaan di Golkar Sulsel, terbukti secara realitas, tidak benar.

Faktanya, ia sama sekali tak berusaha memanfaatkan situasi untuk menggolkan Hamka.

Bahkan demi kepentingan yang lebih besar, demi kebesaran Golkar Sulsel ke depan, ia rela mengesampingkan kepentingan pribadinya.

Supriansa yang semula diasumsikan sebagai titipan Airlangga, terbantahkan dengan sendirinya, begitu Taufan Pawe, juga, mendapatkan diskresi saat ia pun tak memenuhi syarat.

Ini menunjukkan kalau DPP Golkar memang tak punya titipan. Satu-satunya titipan khusus Airlangga adalah Musda tanpa gejolak. Dan, itu berhasil dilaksanakan dengan baik oleh NH secara apik.

Nurdin Halid dan Golkar Sulsel telah berhasil menyuguhkan sebuah permaian politik yang bermartabat melalui proses musyawarah untuk mufakat.

Sumber

SOKSI Dukung Kader Muda Ini Dalam Musda Partai Golkar Kabupaten Cirebon

Berita Golkar –Dewan Pimpinan Cabang Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depicab SOKSI) Kabupaten Cirebon memberikan dukungan kepada Wakil DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka untuk maju dalam Musda Partai Golkar.

Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Cirebon, Khanafi menjelaskan bahwa SOKSI merupakan ormas pendiri Partai Golkar, maka sebagai orang tua memberikan dukungan kepada kader muda untuk memimpin Partai Golkar di Kabupaten Cirebon.

“Sudah saatnya yang muda berkarya untuk memimpin Partai Golkar lebih besar di Kabupaten Cirebon,” kata Khanafi, Selasa (11/8).

Politisi Partai berlambang pohon beringin ini mengklaim, Teguh yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon memiliki komitmen yang kuat membesarkan Partai Golkar pada pemilu yang akan datang.

“Walaupun Pa Teguh ini masih muda tapi memiliki kapasitas dan komitmen kuat menjadikan Partai Golkar lebih besar dan bisa menjadi juara minimal jadi nomor kedua di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

Sumber

DPD Partai Golkar Majalengka Tengah Berduka, Salah Satu Kader Terbaiknya Wafat

Berita Golkar –Duka mendalam tengah dirasakan oleh seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Majalengka, Salah satu kader terbaiknya, Ade Barzih, wafat sore ini.

Salah satu Calon Ketua DPD Partai Golkar Majalengka ini dikabarkan meninggal dunia saat olahraga badminton disalah satu GOR di Majalengka.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkar Majalengka, Asep Eka Mulyana, kepada Kantor Berita RMOLJABAR, Selasa (11/8).

“Saya sedang melakukan pembicaraan ringan dengan beberapa wartawan terkait perkembangan tugas Dewan, tiba tiba pukul 15.30 WIB saya ditelpon rekan saya meninggal dunia,” ujar Asep Eka Mulyana.

Jipep begitu sapaannya, mengenal almarhum sebagai kader terbaik partai beringin dan telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan partai selama ini.

“Kami segenap keluarga besar Partai Golongan Karya Kabupaten Majalengka mengucapkan turut berduka atas berpulangnya ke pangkuan Sang Maha Kuasa. Semoga Saudara kita Ade Barzih mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT,” pungkasnya.

Sumber

Jelang Musda, Golkar Karangasem Kuatkan Soliditas Partai

Berita Golkar– Musda Golkar Karangasem yang rencananya digelar 20 Agustus 2020 mendatang, dipastikan tidak akan ada beriak seperti musda tahun lalu.

Itu terjadi karena semua kader partai Bringin sedang semangat-semangatnya membangun soliditas di tengah persiapan menghadapi Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Signal Musda Golkar Karangasem agan berjalan adem, tercermin dari sikap politik Wakil Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi.

Kepada wartawan media ini, Senin 10 Asgustus 2020, dia secara tegas menyatakan lebih mengutamakan membangun soliditas kader partai ketimbang harus berebut posisi Ketua.

“Pilkada sudah di depan mata, membangun dan menjaga soliditas kader partai lebih penting daripada harus berebut untuk mendapatkan posisi Ketua,” ucapnya.

Sikap melunak Sumardi itu bukan berarti dia menyerah. Tapi, sepanjang Plt Ketua DPD Golkar Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan tidak maju dalam Musda nanti, dia akan berfikir ulang untuk ambil langkah maju.

“Kalau Pak Plt maju, saya pastikan tidak akan maju. Sebaliknya, kalau Pak Plt memutuskan tidak maju, dan kader paratai mengingkan saya siap untuk mengambil tugas ini,” ucapnya

Menjadi kader partai, kata Sumardi tidak semata- mata harus merebut kekuasan dan kedudukan serta jabatan. Karena itu saat ini dia lebih focus untuk menjalankan tugas partai di DPRD Karangasem .

“Intinya saya selalu tunduk dengan perintah partai dan siap ditugaskan dimana saja. Untuk saat in biarkan saya lebih focus dengan tugas-tugas di DPRD,” ujarnya.

Senada dengan Sumardi, Plt Ketua Golkar Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan yang digadang-gadang untuk bisa mendudukan jabatan Ketua DPD Golkar Karangasem yang dipenitif, menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme yang ada.

“Semuanya saya serahkan kepada kader partai dan mekanisme dalam musda nanti. Kalau sudah menjadi amanah partai saya siap menjalankan tugas itu,” selorohnya.

Sementara itu Sekretaris DPD Golkar Karangasem, I Wayan Putu mengatakan, sesuai hasil rapat pengurus partai, Musda Golkar Karangasem akan digelar 20 Agustus mendatang. Kendati demikian tidak menutup kemungkinan Musda akan dilaksanakan akhir Agustus nanti.

“Kita pastikan akhir Agustus ini Musda sudah bisa di Gelar dan Golkar Karangasem akan memiliki ketua yang definitif,” ucapnya.

Sumber

DPD Golkar Katingan Bersiap Gelar Musda

Berita Golkar– Dewan Pimpinan Daerah atau DPD Partai Golongan Karya atau Golkar Kabupaten Katingan bersiap menggelar musyawarah daerah atau Musda ke V.

Panitia Musda ke V DPD Partai Golkar Kabupaten Katingan, Edi Rahmad Sosiawan pada Selasa, 11 Agustus 2020 mengatakan, pelaksanaan musda ini akan berlangsung selama dua hari berakhir tanggal 14 Agustus 2020.

“Insyaallah acara pembukaan Musda V DPD Partai Golkar Kabupaten Katingan dilaksanakan pada Kamis tanggal 13 Agustus 2020,” kata Edi Rahmad Sosiawan.

Dia menuturkan, kegiatan musda akan dipusatkan di Aula Hotel Citra Katingan, Kasongan. Sampai saat ini, persiapan sudah mencapai 90 persen.

Untuk pemilihan ketua, kata Edi, pihaknya menggunakan sistem demokrasi sesuai AD/ART Partai Golkar.

Sedangkan yang memiliki hak pilih adalah semua pimpinan kecamatan Partai Golkar, kemudian Ormas, Orsa atau organisasi sayap, DPD II Partai Golkar dan DPD I Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah.

“Semoga berjalan lancar dan tetap membawa kemajuan serta kebersamaan. Insyaallah 13 Agustus 2020, sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 75. Mohon doa restu dan dukungan,” tutur Edi Rahmad Sosiawan.

Sumber

Jabatan Strategis Sekretaris dan Bendahara Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel

Berita Golkar– Taufan Pawe telah resmi menduduki kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel, kini jabatan Sekretaris dan Bendahara Ketua harian yang menjadi rebutan kader Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel)

Hal itu pun dinanti-nanti publik, siapa kader Golkar yang akan menduduki posisi strategis di partai Golkar Sulsel, seperti ketua harian, Sekretaris Bendahara, Ketua Bappilu dan OKK

Hingga sejumlah nama, seperti Arfandi Idris, Kadir Halid, Ina Kartika Sari, Abdillah Natsir, Armin Mustahil Toputiri disebut-sebut berpeluang menduduki posisi yang banyak diperebutkan kader Partai Golkar.

Namun hal tersebut kembali pada tim formatur, yang akan menentukan siapa yang dianggap layak menduduki posisi strategis tersebut.

Meski dikatakan, posisi dari jabatan tersebut merupakan kewenangan ketua terpilih, namun ada ada kebersamaan yang harus di pertimbangkan Taufan Pawe, mengingat beliau adalah sosok pemimpin yang menjunjung tinggi komitmen dan kebersamaan.

Untuk tidak menimbulkan konflik kepentingan, TP diprediksi tidak akan mengakomodir calon sekretaris Bendahara, Ketua Harian Ketua Bappilu dan Ketua OKK yang ikut menyusun formatur

Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak menyebutkan dirinya menyerahkan kepada tim formatur dan ketua terpilih siapa kader yang akan mengisi posisi jabatan di kabinet yang akan dipimpinnya

“Kita Serahkan saja kepada Ketua Terpilih dan Formatur untuk menyusun kabinet kerja TP di DPD I Golkar Sulsel, dan siapapun orangnya jelas bisa lebih baik dari periode sebelumnya, ” Kata Andi Kaswadi.

Hingga di katakan, bila dirinya tidak mendorong nama untuk menduduki posisi strategis di Partai Golkar, asalkan Ketua terpilih bisa mengakomodir seluruh faksi-faksi di Golkar

Hingga beredar Kabar jika TP sebagai Ketua Tim Formatur tidak akan menempatkan mereka yang masuk dalam tim formatur menduduki jabatan strategis di partai Golkar

Mengingat posisi strategis akan diisi oleh orang-orang yang mampu bekerja sama dengan dirinya, mengingat TP harus berhati-hati dalam menentukan kepengurusannya agar ke depan tidak akan menjadi benalu.

Hingga beredar kabar jika Ketua Harian akan dijabat seorang Politisi perempuan, sekretaris dan Bendahara berasal dari kelompok pendukungnya maju di musda.

Sementara itu Taufan Pawe selaku Ketua tim Formatur mengaku belum memutuskan siapa yang akan menduduki jabatan strategis tersebut, mengingat saat ini tim formatur masih memiliki waktu tiga hari dalam. Menyusun struktur.

“Belum ada yang di posisi tersebut, insya Allah sebelum batas waktu yang diberikan semua akan berakhir,” Kata Taufan Pawe saat dikonfirmasi.

Sumber

Lambert Jitmau Loyalis Partai, Layak Pimpin Golkar Papua Barat

Berita Golkar– DPP Partai Golkar telah memutuskan menunda pelaksanaan Musda III DPD Partai Golkar Papua Barat, tanpa alasan yang jelas.

Namun para pendukung kandidat Calon Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat, Lambert Jitmau tetap optimis calon mereka akan memenangkan pertarungan ini.

Dari informasi yang didapatkan SINDOnews, penundaan Musda III DPD Partai Golkar Papua Barat, berdasarkan surat DPP Partai Golkar No. B-327/GOLKAR/VIII/2020 tertanggal 10 Agustus 2020 tentang penundaan penetapan waktu Musda III DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat yang ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Sekjen DPP Partai Golkar, Lodewijk F Paulus.

Surat tersebut dibacakan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Derk Loupatty dihadapan seluruh peserta Musda III DPD I Partai Golkar Papua Barat, di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Padahal sudah tiga kali, Musda III DPD I Partai Golkar Papua Barat ditunda. DPP Partai Golkar sendiri sebelumnya telah memberi lampu hijau untuk pelaksanaan Musda yang bertempat di Aula DPP Partai Golkar, Slipi Jakarta Barat.

Dalam surat nomor: B-277/GOLKAR/VIII/2020 tanggal 3 agustus 2020, DPP memerintahkan kepada DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat untuk melaksanakan Musda pada tanggal 8-10 Agustus di Aula DPP Partai Golkar.

Namun kenyataannya pada Senin (10/8/2020) Musda III DPD Partai Golkar Papua Barat kembali ditunda tanpa alasan yang jelas.

Dari 34 DPDPartai Golkar Provinsi yang melaksanakan Musda, Papua Barat menarik perhatian karena mengalami penundaan hingga pemindahan tempat pelaksanaan dari sebelumnya di Manokwari dipindahkan atas DPP Partai Golkar ke Jakarta.

Pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat, sebagai agenda utama Musda mengerucut ke dua nama yaitu petahana Mozes Rudi F Timisela dan Ketua Partai Golkar Kota Sorong sekaligus Wali Kota Sorong Lamberthus Jitmau.

Terkait dengan dukungan dan optimisme kemenangan Lambert Jitmau ini di sampaikan Ketua DPD Partai Golkar Raja Ampat, Selviana Wanma.

Selvi sapaan akrab Selviana Wanma yang sejak awal wacana Musda bergulir sudah mantap memotori pergerakan dan komunikasi politik Lambert Jitmau. Selvi pun membeberkan alasannya mendukung wali kota periode kedua Kota Sorong itu.

Menurut Selvi, yang juga merupakan tokoh perempuan Papua Barat, mengatakan, Lambert Jitmau sudah memberi bukti pengabdian kepada Partai Golkar di Papua Barat, dengan torehan 7 kursi DPRD Kota Sorong dan 2 kursi DPRD Provinsi Papua Barat dari Dapil Kota Sorong.

“Ini adalah bukti tidak terbantahkan kepiawaian Pak Lambert Jitmau dalam menahkodahi Partai Golkar berjaya di Papua Barat, dengan agenda politik Partai Golkar kedepan yang menargetkan memenangi pemilu, kualifikasi leader seperti Pak Lambert Jitmau ini lah yang diperlukan partai di daerah untuk bisa memenuhi terget tersebut,” ungkap Selviana Wanma di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Selvi menambahkan, sejak awal mendampingi dan mendukung Lambert Jitmau maju dalam pertarungan ini bukan tanpa sebab.

“Ada kualifikasi leader yang menurut saya seluruhnya terdapat pada pak Lambert yah. Dari perspektif loyalitas, beliau sangat loyal ke partai. Dari segi prestasi beliau membuktikan dengan kepiawaiannya menahkodai Partai Golkar Kota Sorong, Partai Golkar bisa berjaya di Papua barat,” jelasnya.

Menurut Selvi, keberhasilan Lambert Jitmau bukan sekedar klaim, apabila ada yang menyangsikan, maka bisa dikonfirmasi pada anggota dewan yang kini menjabat.

“Kedepan kita butuh pak Lambert Jitmau untuk golkar berjaya tidak saja di legislatif tapi juga di eksekutif, dan untuk target politik nasional DPP Partai Golkar, kita butuh beliau, beliau diseluruh provinsi,” jelasnya.

Dalam penundaan Musda III DPD Partai Golkar Papua Barat kali ini, tim pemenangan Lambert Jitmau kembali melakukan rapat konsolidasi, dimana rapat tersebut dihadiri pimpinan DPD Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Kota Sorong, Sorong, Maybrat, Tambrauw, dan Raja Ampat.

Sedangkan dari ormas hadir Pimpinan Kosgoro 1957 Provinsi Papua Barat, SOKSI Papua Barat, DPD AMPI Papua Barat, dan Pimpinan AMPG Papua Barat. Turut hadir pula Dewan Pertimbangan DPD Provinsi Papua Barat serta LJ sebagai kandidat.

Sumber

Scroll to top