BERITA

Terpilih Sebagai Ketua DPD Golkar Prabumulih, Syamdakir Edi Hamid ST Potensi Jadi Walikota

Berita Golkar –Syamdakir Edi Hamid ST Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI Polri (FKPPI) Kota Prabumulih berhasil merebut Ketua DPD Partai Golkar Kota Prabumulih secara aklamasi pada Musda V partai Golkar kota Prabumulih, yang diselenggarakan di Grand Nikita Hotel, Jumat (7/8/2020).

Syamdakir didukung penuh oleh FKPPI Sumsel dan Pusat untuk dapat mewarnai Partai Golkar di Prabumulih, lebih dari itu Syamdakir berpotensi menjadi Walikota Prabumulih yang akan datang.

Hal tersebut diungkapkan Muzakir Saisohar Ketua FKPPI Sumsel Muzakir Saisohar, saat dihubungi via telpon, Selasa (11/8/2020).

Muzakir Saisohar mengatakan, secara kelembagaan di luar partai Golkar Syamdakir didukung penuh oleh organisasi FKPPI Provinsi Sumatera Selatan. “Syamdakir didukung penuh oleh FKPPI Sumsel dan Pusat untuk dapat mewarnai Partai Golkar di Parabumulih.

Syamdakir berpotensi menjadi Walikota Prabumulih yang akan datang,” ucapnya.

Dia menuturkan, kebanggaan tersendiri bagi organisasi FKPPI atas terpilihnya Syamdakir sebagai ketua Golkar Prabumulih.

“Kebanggaan tersendiri bagi kami keluarga besar FKPPI karena kader terbaik Syamdakir dapat merebut ketua Golkar Kota Prabumulih. Kedepan kader potensial seperti Syamdakir harus dapat memimpin di seluruh partai terutama di Partai Golkar,” bebernya.

Dalam Acara Musda ke-V Golkar Prabumulih yang dihadiri oleh beberapa Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel ini pun sempat terjadi aksi protes oleh peserta yang hadir terkait masalah dukungan ganda. Namun Syamdakir terpilih aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Prabumulih.

Untuk diketahui, saat Musda Syamdakir diputuskan oleh pimpinan sidang menang dan menjadi Ketua partai Golkar kota Prabumulih periode 2020 – 2025, setelah hasil suara keduanya tidak mencapai kuorum minimal 30 % suara.

Pada Musda tersebut, Syamdakir yang merupakan Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD II Golkar Kota Prabumulih berhasil mengantongi 4 suara dukungan. Sementara, petahana yang juga Wali kota Prabumulih hanya mendapat 3 suara, sedangkan 5 suara lagi dari total 12 suara yang masuk hangus.

Sumber

18 Agustus Golkar Bursel Gelar Musda

Berita Golkar– Dipastikan pada 18-19 Agustus nanti Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan akan menggelar musda IV dengan agenda utama pemilihan Ketua DPD II.

“Agenda Musda IV Partai Golkar Bursel ada dua, pertama, meminta pertanggungjawaban pengurus periode 2017-2020 dan memilih Ketua DPD Partai Golkar yang baru periode 2020-2025,” jelas Ketua steering commite Musda IV DPD Partai Golkar Bursel, Sunardi Gura Mamulati kepada wartawan di Namrole, Selasa (11/8).

Untuk Calon Ketua, lanjut Mamulati, hingga saat ini pihaknya belum membuka pendaftaran calon, sebab pendaftaran baru akan dibuka pada 14-17 Agustus 2020.

Namun Ketua DPD Bursel, Zainudin Booy telah menyatakan diri untuk kembali maju sebagai calon ketua.

“Kami belum tahu, tapi sejauh ini yang menyatakan kesediaannya untuk maju adalah Ketua DPD pak Zainudin Booy.

Tapi kami masih tetap pantau perkembangan selanjutnya, sebab semua kader Golkar punya hak mendaftarkan diri juga,” ucapnya.

Menurutnya, musda ini awalnya direncanakan akan dilaksanakan 13-14 Agustus 2020, namun kemudian dari hasil rapat panitia bersama steering yang dilaksanakan pada, Selasa (11/8) waktu pelaksanaan kemudian diusulkan ke DPD I Partai Golkar Maluku akan dilaksanakan 18-19 Agustus nanti.

“Terkait dengan tanggal kegiatan kami akan konsultasikan ulang ke DPD I,” ucapnya.

Ia berharap, musda IV ini akan dibuka langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Ramli Umasugi, namun jika ketua berhalangan, bisa mendelegasikan ke pengurus DPD I lainnya.

Untuk peserta musda sendiri pihaknya mengacu pada juklak yang diturunkan DPP, dimana sesuai juklak tersebut, peserta terdiri dari DPD I, DPD II bursel,

Dewan Pertimbangan DPD kabupaten serta pimpinan daerah organisasi sayap tingkat kabupaten, pimpinan daerah Ormas pendiri tingkat kabupaten, pimpinan daerah ormas yang didirikan tingkat kabupaten dan pimpinan kecamatan.

Sumber

Andi Putra kembali pimpin Golkar Kuansing

Berita Golkar –Andi Putra kembali pimpin Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golongan Karya Kabupaten Kuantan Singingimasa bakti 2020 – 2025 setelah terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) V DPD II Partai Golkar yang berlangsung Minggu (10/8).

“Ketua DPD Golkar terpilih dengan 18 suara yang ikut dalam Musda V DPD II Golkar yang digelar di Teluk Kuantan,” kata Pimpinan Sidang Hasriantoni dari DPD I Golkar Riau di Teluk Kuantan.

Ia mengatakan, Musda ke V DPD II Partai telah menggunakan hak suara yakni 15 pimpinan kecamatan, organisasi sayap, DPD I Golkar Riau dan DPD II Golkar tanpa ragu memberikan kepercayaan kembali kepada Andi Putra untuk menakhodai Partai Golkar lima tahun ke depan.

Pimpinan sidang pun menunjuk lima formatur, agar prosesi perhelatan berjalan lancar yakni Andi Putra sebagai ketua terpilih bersama Asmet Abdullah dari DPD I Golkar Riau, Rengga Syaputra dan Asnidar dari pimpinan kecamatan, dan Andi Cahyadi dari organisasi sayap Golkar.

“Semua berharap Ketua terpilih dapat membawa partai ini lebih baik ke depan,” sebutnya.

Wakil Ketua DPD I Golkar Riau, M Ikhsan memberi tenggat waktu 10 hari kepada Tim Formatur untuk menyusun kepengurusan Golkar Kuansing yang baru, untuk segera diterbitkan SK-nya.

Andi Putra akan memiliki tugas berat, karenanya perlu kerja solid seluruh kader, tak ada alasan, Golkar harus menang di Pilkada 2020, maka rapatkan barisan hingga ke desa-desa dan dusun-dusun.

Ketua DPD II Golkar Kuansing Andi Putra menyatakan kesiapannya akan mengibarkan bendera Golkar hingga ke pelosok negeri, dengan semangat untuk membangun daerah.

“Saya sampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diamanahkan,” kata Andi.

Ketua DPD II Golkar Kuansing berjanji akan melaksanakan tugas, tanggungjawab dengan baik, meningkatkan kinerja serta membawa partai menjadi lebih besar, memasyarakat.

Sumber

Jadi Ketua DPD II Partai Golkar TTU, Ini yang Akan Dilakukan Kristoforus Efi

Berita Golkar– Pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) memutuskan Kristoforus Efi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Musda yang dilaksanakan di Hotel T-More pada, Senin (10/8/2020) itu menganulir dua kandidat lainnya yakni Amandus Nahas dan Sebas Bastian sebagai bakal calon ketua DPD Golkar TTU.

Kepada Pos Kupang, Selasa (11/8/2020), Ketua DPD II Golkar TTU Kristoforus Efi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh DPD I Partai Golkar NTT kepadanya.

Mantan Ketua PMKRI Cabang Kupang tersebut mengaku bahwa, dirinya memaknai kepercayaan yang diberikan oleh DPD I Partai Golkar NTT tersebut sebagai sebuah tanggungjawab yang sangat besar untuk melakukan konsolidasi organisasi dan pemenangan pilkada TTU.

“Jadi secara internal kami akan melakukan konsolidasi, terutama pembentukan struktur partai di 193 desa dan kelurahan yang ada di TTU. Setelah terbentuk semua kami melakukan musyawarah ditingkat kecamatan untuk mengevakuasi pembentukan struktur tersebut,” terangnya.

Menurutnya, Partai Golkar merupakan salah satu partai yang hidup, dimana partai berlambang pohon beringin tersebut tidak hanya melakukan kegiatan saat musim pilkada atau pileg, namun terus melakukan kegiatan dan program kerja lainnya.

“Sehingga kita nantinya akan benar-benar melakukan karya nyata ditengah masyarakat lewat satu dua kegitaan yang sederhana tapi membantu masyarakat,” ujarnya.

Kristoforus mengatakan, setelah melakukan pembentukan struktur kepengurusan, maka pihaknya akan melakukan rapat konsolidasi untuk mememenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Golkar.

Kristoforus mengakui bahwa, memang dalam setiap partai politik pasti memiliki dinamika seperti yang dialami oleh DPD II Partai Golkar TTU. Namun dinamika tersebut merupakan bagian dari proses yang harus dilewati.

Menurutnya, ketika sudah ada keputusan bersama dalam forum Musda yang digelar oleh DPD I Partai Golkar NTT, maka semua dinamika yang terjadi tersebut harusnya sudah selesai.

“Sehingga yang perlu dilakukan sekarang ini adalah bagaimana kita melakukan rekonsiliasi untuk sama sama membangun solidaritas dan soliditas untuk menyambut agenda penting seperti peoses pilkada dan program kerja lainnya,” ungkapnya.

Sumber

AMPG Lampung Kawal Musda Ke-X Golkar Lampung Utara

Berita Golkar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Lampung Utara Melaksanakan Musyawarah Daerah ke-X (Musda X) di Kantor DPD Partai Golkar di Jalan RPN Nomor 1 Kelurahan Kelapa 7, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, Selasa (11/8/2020).

Acara tersebut dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Ismet Roni, SH, MH, bersama jajaran wakil ketua Partai Golkar Provinsi Lampung yakni Aprozi Alam, SE, MM, Abi Hasan Muan, SH, MH, Ismet Jaya Negara, Drs. I Made Bagiasa, Azwar Yacub, turut hadir jajaran.

Wakil Sekretaris Partai Golkar Provinsi Lampung, Muhidin, S.Sos, Bambang Purwanto, SE, MM, Yusro Hendra Perbasya, SP, MM, Reza Pahlepi, SE, MM, Ali Imron, S.Fil, turut mendampingi PD AMPG Provinsi Lampung yang langsung dipimpin Aprozi Alam, SE, MM sebagai Ketua PD AMPG Lampung dan didampingi Reza Pahlepi, SE, MM sebagai Sekretaris PD AMPG, turut serta jajaran.

Wakil ketua PD AMPG Provinsi Lampung Dr Frans Agung Mulaputra, M. Fadil, S.Kom, Decky Apriyadi, Eka Fitriyanti, SE, Diana Wulandari, Diana, Seno Aji, S.Sos, MH, wakil bendahara AMPG Hani Faris dan sejumlah pengurus lainnya.

Turut hadir juga Plt Bupati Lampung Utara H. Budi Utomo, SE, MM, bersama Forkopimda, Pimpinan Partai Politik, Ormas, LSM dan insan pers.

Dalam sambutannya ketua DPD Partai Golkar Lampung Utara Arnold Alam, SH, menyampaikan Terimakasih kepada peserta Musda dan tamu undangan lainnya.

Mengatakan bahwa agenda Musda sesuai amanah dari DPP Partai Golkar yang harus dilaksanakan dalam rangka menyampaikan laporan Pertanggungjawaban kepengurusan yang sudah berjalan.

“Musda Golkar X Kabupaten Lampung Utara dilaksanan sesuai yang tertuang dalam surat keputusan dari DPP Partai Golkar, Musda juga sebagai wadah koordinasi dan konsolidasi kader-kader Golkar di Lampung Utara, harapannya dengan kepengurusan Golkar kedepan semakin solid dan maju,” ungkapnya.

Dalam sambutannya Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi yang dibacakan Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung, Ismet Roni berpesan agar Musda ke-X DPD Partai Golkar Lampung Utara dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Penuh tanggungjawab dan menjadi agenda konsolidasi dan koordinasi organisasi, sesuai dengan AD/ART Partai Golkar, melalui Musda diharapakan mampu menciptakan kader-kader Partai Golkar yang potensial dan berkualitas.

“Musda ke-X Partai Golkar Kabupaten Lampung Utara merupakan agenda evaluasi pertanggungjawaban kepada kepengurusan 5 Tahun yang lalu, pelaksanaan Musda diharapkan dapat terlaksana penuh tanggungjawab, siapapun yang akan terpilih nanti sebagai ketua Golkar Lampung Utara

Mereka bersama pengurusnya harus memiliki komitmen yang tegas dan benar-benar, guna membesarkan Partai Golkar. Berani duduk bersama kader-kader yang lain dan mengajak seluruh anggota Fraksi Golkar untuk memiliki cita-cita membangun partai Golkar.” Ucapnya

Partai Golkar adalah partai Modern yang taat dan tunduk pada peraturan Organisasi, sehingga pengelolaan dan mekanisme dijalankan sesuai ketentuan Organisasi serta mengedepankan musyawarah mufakat.

Sehingga musda menjadi wadah konsolidasi organisasi yang menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan mampu membangun kebersamaan. Sehingga dapat menghantarkan kemenangan Partai Golkar pada Pilpres, Pilkada dan Pileg mendatang,” kata Ismet Roni.

Selain itu, Ismet Roni juga menyampaikan pesan dari ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Ir. H. Arinal Djunadi yang juga sebagai Gubernur Provinsi Lampung agar seluruh kader Partai Golkar bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

“Dalam situasi sulit saat ini, ditengah musibah Covid-19 yang melanda Indonesia dan Dunia, sudah seharusnya Kader-kader Partai Golkar baik yang duduk sebagai anggota Fraksi.

Bersama-sama Pemerintahan Daerah Kabupaten Lampung Utara, mendukung program yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah serta memberikan edukasi dan membangun komitmen guna membantu memecahkan persoalan ekonomi masyarakat,” tandas Ismet.

Musda Golkar Lampung Utara tersebut mengusung tema “Golkar-Indonesia, Indonesia-Golkar”, dengan tetap menerapkan Protokol kesehatan, Musda X Golkar Lampung Utara dibuka langsung oleh Ismet Roni dan berjalan dengan lancar, aman, tertib serta kondusif.

blank

Usai acara pembukaan, Reza Pahlepi mengatakan bahwa AMPG merupakan sayap partai Golkar yang bertugas mengamankan kebijakan-kebijakan Partai, hal itu sesuai AD/ART Partai Golkar.

“Telah menjadi tugas AMPG untuk terus mengawal dan mengamankan agenda-agenda Politik Partai Golkar. Harapannya kader-kader Golkar di Lampung Utara mampu berpartisipasi dan mensukseskan program kerja yang dilaksanakan oleh Pemerintah daerah Kabupaten Lampung Utara dalam memperjuangkan aspirasi Masyarakat melalui Partai Golkar.” Kata Reza.

Sumber

Golkar Cianjur Bagi-Bagi Masker

Berita Golkar –Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin turun langsung membagikan 1.500 masker kepada warga Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Selasa (31/3/2020).

Pembagian masker gratis ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19). Total sebanyak 10 ribu masker disiapkan DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur.

“Semua saling menjaga. Ini juga bagian dari upaya saling menjaga agar warga tidak terpapar virus mematikan ini. Biar warga tinggal di rumah, kami yang datang langsung menyambangi mereka,” ujar Mulyana dalam keterangan tertulisnya.

blank

Meski bantuan ini tampaknya tidak seberapa, namun diharapkan bisa membantu warga, khususnya yang masih melakukan mobilitas di luar rumah.

Mulyana mengaku merasa senang dengan antusiasme warga yang merasa terbantu dengan pembagian masker ini.

“Kami menyiapkan sekitar 10 ribu masker. Hari ini kami sudah membagikan 1.500 masker. Besok kita lanjutkan lagi di kecamatan lain. Mudah-mudahan bisa membantu,” tuturnya.

Nani (50), warga Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku mengaku senang mendapatkan bantuan masker gratis. Dia mengaku butuh masker karena suaminya masih bekerja serabutan di luar.

“Suami saya pulang dari Jakarta karena tidak ada kerjaan di sana. Sekarang kerja serabutan di sini, butuh pengaman seperti masker ini,” ucapnya.

Nani menyebutkan bahwa sangat susah mendapatkan masker untuk digunakan suaminya bekerja. Kalau pun ada, harganya sangat mahal.

“Suami kerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, jadi tidak mampu membeli masker. Kami berterima kasih karena bisa mendapatkan masker secara gratis,” kata Nani.

Sumber

Golkar Targetkan Kemenangan 60 Persen di Pilkada Sumbar

Berita Golkar –Partai Golongan Karya ( Golkar ) Sumatera Barat targetkan kemenangan 60 persen pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar , Sumbar, Afrizal.

“Target yang diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) kepada kita dalam Pilkada tahun ini adalah menang 60 persen di provinsi, baik pengusung dan mendukung di Sumbar.

Hal itu tentunya akan kita upayakan semaksimal mungkin agar angka itu terpenuhi dan berharap angka itu terpenuhi. Kita punya masa indah periode 2014-2019. Kita menang di 12 kabupaten/kota dan untuk DPRD nya dan kita menang di 17 kabupaten/kota,” katanya di DPRD Sumbar.

Pihaknya juga berharap dibawah kepemimpinnan Khairunnas mampu menterjemahkan program yang sudah diberikan oleh DPP kepada pihaknya di Sumatera Barat. “Harapan baru, semangat baru,dan periode baru ini memberikan nuansa berbeda dari tahun sebelumnya.

Langkah dan program bagaimana memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat, dengan strategi agar calon yang kita usut betul-betul dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Sumbar, dimana mereka ditempatkan sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah,” jelasnya.

Afrizal juga menekankan jika kepala daerah yang diusung menang, maka mereka harus memiliki kapasitas dan kemampuan dalam mnegedepankan nasib orang banyak. “Sehingga betul-betul bisa diterima oleh masyarakat Sumbar,” jelasnya.

Pilkada serentak akan digelar 9 Desember 2020. Sumbar akan melaksanakan Pilkada di 13 kabupaten/kota dan pemilihan gubernur. Tahapan Pilkada sendiri sudah dimulai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak Juli lalu.

Sumber

Belajar dari Nurdin Halid dan Golkar

Berita GolkarMusywarah Daerah (Musda) X Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulawesi Selatan di The Sultan Hotel Jakarta telah usai and so nice ending.

Semua merasa menang tanpa ada yang dilukai.

Kalau ada yang merasa terluka, hanyalah mereka yang memang berjiwa kerdil dan tak pernah cukup dewasa untuk menangkap esensi musyawarah yang merupakan jati diri bangsa.

Sebelumnya, tentu saja tak seorang pun pernah membayangkan kalau musda berakhir cantik seperti itu.

Bahkan tak sedikit pengamat meramalkan akan mengalami dead lock.

Bagaimana tidak, menjelang musda, tensi politik internal Golkar Sulsel demikian tinggi.

Pemilik suara Musda seolah hanya berfusi pada dua faksi yang bertentangan secara diametral.

Satu pihak menyebut dirinya faksi pembaharuan dan menyebut Nurdin Halid di lain pihak sebagai faksi status quo.

Hanya saja sedikit aneh, sebab faksi pembaharuan yang dimotori oleh sejumlah kepala daerah, tidak lain adalah status quo di daerahnya masing-masing.

Secara terang-tarangan, faksi pembaharuan membangun kekuatan untuk melawan Nurdin Halid.

Bagi faksi pembaharuan, musda X adalah momentum yang paling tepat untuk mengakhiri dominasinya di Golkar Sulsel.

Para penentang NH, begitu Nurdin Halid disebut, melakukan berbagai manuver untuk mendegradasi eksistensinya.

Lucunya, NH tidak merasa kalau dirinya sebagai lawan dari siapapun.

Beragam opini buruk dibangun dan dijejalkan ke media sosial untuk memberi kesan licik dan kemaruk kekuasaan pada sosok NH.

Ia sampai dituding hendak melanggengkan dominasinya dengan memaksakan Kadir Halid, saudaranya, menjadi Ketua Golkar Sulsel.

Beberapa media online tampak secara konsisten dan sistematis merilis berita yang sungguh-sungguh tendensius memojokkannya.

Misalnya, ia dituding usulkan pencopotan Sekretaris DPD II Golkar Takalar, gegara mendukung Supri.

Terlepas dari Kadir Halid bersaudara dengan NH, memang Kadir salah apa jika punya keinginan untuk menjadi Ketua DPD Golkar Sulsel? Toh, bukankah ia juga kader yang punya hak untuk itu, sepanjang memenuhi persyaratan.

Kendati belakangan, Kadir Halid memutuskan berhenti dengan tidak mengembalikan formulir pendaftaran.

Namun, keputusannya itu tidak lantas memupus tudingan miring terhadap NH.

Bahkan, keputusan Kadir mundur dari kontestasi, dianggap hanya akal-akalan.

NH masih tetap saja dituding hendak melanggengkan dominasinya melalui sosok Hamka Baco Kadhy yang ikut meramaikan kontestasi.

Maklum, Hamka dikenal sebagai sahabat NH yang paling loyal.

Begitu pula saat NH memutuskan pelaksanaan musda X dipindahkan ke Jakarta, dinilai sebagai akal-akalan untuk memuluskan Hamka.

Pokoknya, apapun dilakukan Nurdin Halid untuk kepentingan Golkar Sulsel, bagi para penentangnya, tetap saja salah.

Sikap faksi pembaharuan yang dinilai berlebihan, ditunjukkan saat Supriansa mendapat diskresi dari DPP Golkar.

Supri begitu anggota DPR RI itu dipanggil mendapat pengecualian agar dapat mengikuti proses tahapan pendaftaran calon ketua.

Supri pun diinterpretasi sebagai titipan DPP Golkar, lalu mendapuknya menjadi punggawa faksi pembaharuan.

Para penentang NH, ‘surat sakti’ Supri itu, diartikulasi, bukan hanya sekadar diskresi.

Bahkan dimaknai lebih jauh sebagai isyarat kalau NH sudah ‘habis’.

Tak heran kalau kemudian ada yang latah menunjukkan dukungan kepada Supri secara terbuka melalui video pendek.

Bahkan, bukan hanya itu percakapan di warung-warung kopi, misalnya, tak jarang memunculkan narasi dan bunyi, ‘habisi Nurdin Halid’.

Di lain pihak, melihat sikap NH sendiri yang tidak ambil pusing, membuat publik berasumsi kalau semua tudingan yang dialamatkan kepadanya, boleh jadi memang benar.

Bahkan penulis pun tak luput berasusmsi seperti itu.

Bukan apa, ia tak sekalipun mencoba menepis tudingan itu secara langsung.

Seolah tidak peduli orang mau bilang apa.

Paling jauh menyuruh orang lain melakukan bantahan.

“Itulah akrobatik politik,” jawabnya singkat tatkala saya mencoba mengklarifikasi sebelum memutuskan Musda dipindahkan ke Jakarta.

“Akrobatik politik, maksudnya apa?” tanyaku dalam hati. Apakah manuver Supri dan para dedengkot faksi pembaharuan, baginya tak lebih dari sekadar sebuah pertunjukan akrobatik? Sehingga ia tampak tenang-tenang saja menikmatinya sebagai sebuah hiburan.

Wow….! Otak manusia satu ini memang brillian.

Bayangkan, sementara sebagian orang menilai diskresi Supri sebagai kekalahan telak baginya, NH justeru menjadikannya sebagai instrumen untuk menguak yang tersembunyi.

Baginya, diskresi itu membuat semuanya menjadi terang benderang, siapa mendukung siapa. Inilah modal paling penting yang dimiliki NH untuk mengendalikan Musda X Golkar Sulsel dari awal hingga akhir.

Tampaknya publik pada umumnya tidak tahu kalau kepentingan terbesar NH dalam Musda kali ini adalah mengamankan amanah Airlangga Hartarto selaku Ketum DPP Golkar yaitu, mensukseskan Musda tanpa gejolak.

Oleh karena itu bagi NH, kepentingan memenuhi amanah ketum tersebut, jauh lebih penting dari pada sekadar berkuasa di Golkar Sulsel, seperti yang ditudingkan kepadanya.

Mengapa? Untuk apa mengontrol penuh Golkar Sulsel, kalau Airlangga sendiri, tidak ridho padanya? Ini yang tidak dibaca secara cermat oleh para penentangnya.

Sekarang, mari kita uji sejauh mana rasionalitas hipotesis di atas dengan fakta yang terjadi di forum Musda.

Tatkala Steering Committee membacakan hasil verifikasi syarat dukungan masing-masing kandidat, hanya Hamka B Kadhy satu-satunya yang memenuhi syarat dukungan minimal 30 persen dari pemilik suara Musda.

Apa yang terjadi? Menurut aturan main yang berlaku di Golkar, setiap dukungan ganda, dinyatakan batal.

Akibatnya, setelah surat dukungan diverifikasi, Hamka B Kadhy yang semula mendapat 16 surat dukungan, tinggal sepuluh.

Supriansa yang mendapat 12 surat dukungan, tinggal dua. Taufan Pawe yang mendapat 14 surat dukungan, tinggal sembilan.

Syamsuddin Hamid yang mendapat 4 surat dukungan, tinggal satu. Mengapa bisa terjadi? Yah, begitulah dinamika Musda kalau terjadi lebih dari 1 kandidat.

Bagi pemilik suara, itulah momentum untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya.
Yah, lazim hukum ekonomi semacam itu, berlaku dimana-mana.

Pada situasi itu, jika saja NH benar-benar bermaksud kembali mengontrol Golkar Sulsel untuk lima tahun ke depan melalui tangan Hamka, maka, NH tidak akan membuang peluang dan kesempatan itu begitu saja.

Ia bahkan tidak perlu melakukan intervensi lebih jauh, tetapi cukup membiarkan forum berlangsung apa adanya, sesuai tata tertib yang berlaku.

Suka tidak suka, terima tidak terima, sebagai calon tunggal, maka, Hamka-lah yang akan terpilih secara sah sebagai Ketua Golkar Sulsel.

Tetapi tidak. NH tak membiarkan itu terjadi, sebab tak mau ada yang terluka.

Semenjak berhasil ‘menguak yang tersembunyi’ melalui instrumen diskresi Supri, tampaknya sudah terbangun sebuah skenario di kepalanya, bagaimana mensukseskan Musda sesuai harapan Airlangga.

Musyawarah! Benar, itu dia. Hanya mekanisme musyawarah itulah yang bisa menghasilkan Musda tanpa gejolak.

Begitu pula dengan keputusannya memindahkan Musda ke Jakarta, merupakan rangkaian dari skenario itu.

Saat diminta oleh pimpinan sidang untuk menengahi forum yang sontak memanas pasca pembacaan hasil verifikasi dukungan, NH pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Ia lantas menyodorkan solusi terbaik untuk menempuh mekanisme musyawarah sesuai Pasal 70 AD/ART Partai Golkar.

Ketika peserta Musda serempak menyetujui, maka tata tertib pemilihan ketua pun di kesampingkan.

Dengan begitu, semua calon ketua dinyatakan sah. Singkatnya, keempat calon itu kemudian difasilitasi olehnya untuk melakukan musyawarah. Dan alhasil, Taufan Pawe terpilih secara mufakat.

Musda X Golkar Sulsel yang berakhir cantik itu, menepis banyak hal.

NH yang semula dituding hendak melanggengkan kekuasaan di Golkar Sulsel, terbukti secara realitas, tidak benar.

Faktanya, ia sama sekali tak berusaha memanfaatkan situasi untuk menggolkan Hamka.

Bahkan demi kepentingan yang lebih besar, demi kebesaran Golkar Sulsel ke depan, ia rela mengesampingkan kepentingan pribadinya.

Supriansa yang semula diasumsikan sebagai titipan Airlangga, terbantahkan dengan sendirinya, begitu Taufan Pawe, juga, mendapatkan diskresi saat ia pun tak memenuhi syarat.

Ini menunjukkan kalau DPP Golkar memang tak punya titipan. Satu-satunya titipan khusus Airlangga adalah Musda tanpa gejolak. Dan, itu berhasil dilaksanakan dengan baik oleh NH secara apik.

Nurdin Halid dan Golkar Sulsel telah berhasil menyuguhkan sebuah permaian politik yang bermartabat melalui proses musyawarah untuk mufakat.

Sumber

SOKSI Dukung Kader Muda Ini Dalam Musda Partai Golkar Kabupaten Cirebon

Berita Golkar –Dewan Pimpinan Cabang Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depicab SOKSI) Kabupaten Cirebon memberikan dukungan kepada Wakil DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka untuk maju dalam Musda Partai Golkar.

Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Cirebon, Khanafi menjelaskan bahwa SOKSI merupakan ormas pendiri Partai Golkar, maka sebagai orang tua memberikan dukungan kepada kader muda untuk memimpin Partai Golkar di Kabupaten Cirebon.

“Sudah saatnya yang muda berkarya untuk memimpin Partai Golkar lebih besar di Kabupaten Cirebon,” kata Khanafi, Selasa (11/8).

Politisi Partai berlambang pohon beringin ini mengklaim, Teguh yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon memiliki komitmen yang kuat membesarkan Partai Golkar pada pemilu yang akan datang.

“Walaupun Pa Teguh ini masih muda tapi memiliki kapasitas dan komitmen kuat menjadikan Partai Golkar lebih besar dan bisa menjadi juara minimal jadi nomor kedua di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya.

Sumber

DPD Partai Golkar Majalengka Tengah Berduka, Salah Satu Kader Terbaiknya Wafat

Berita Golkar –Duka mendalam tengah dirasakan oleh seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Majalengka, Salah satu kader terbaiknya, Ade Barzih, wafat sore ini.

Salah satu Calon Ketua DPD Partai Golkar Majalengka ini dikabarkan meninggal dunia saat olahraga badminton disalah satu GOR di Majalengka.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD Partai Golkar Majalengka, Asep Eka Mulyana, kepada Kantor Berita RMOLJABAR, Selasa (11/8).

“Saya sedang melakukan pembicaraan ringan dengan beberapa wartawan terkait perkembangan tugas Dewan, tiba tiba pukul 15.30 WIB saya ditelpon rekan saya meninggal dunia,” ujar Asep Eka Mulyana.

Jipep begitu sapaannya, mengenal almarhum sebagai kader terbaik partai beringin dan telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan partai selama ini.

“Kami segenap keluarga besar Partai Golongan Karya Kabupaten Majalengka mengucapkan turut berduka atas berpulangnya ke pangkuan Sang Maha Kuasa. Semoga Saudara kita Ade Barzih mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT,” pungkasnya.

Sumber

Scroll to top