DPP GOLKAR

Golkar Gunungkidul Resmi Mendukung Mayor Sunaryanta Dalam Pilkada

Berita Golkar – Partai Golkar resmi mencalonkan pasangan Mayor Sunaryanta dan Heri Susanto dalam Pilkada di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Surat keputusan dukungan diserahkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Gunungkidul Sugiyarto kepada Sunaryanta.

Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman serta Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Wilayah DIY dan Jawa Tengah, Iqbal Wibisono, ikut menyaksikan penyerahan surat dukungan tersebut.

Gandung berharap, seluruh kader Partai Golkar satu suara untuk mendukung pasangan Sunaryanto-Heri. “Jika ada pasangan lain yang membawa nama Golkar, kami akan mengusulkan untuk dipecat,” kata Gandung kepada wartawan di Wonosari, Gunungkidul, Minggu (23/8/2020).

Sedangkan bakal calon Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengaku sudah menggalang dukungan dari relawan yang tersebar di 1.431 dusun. Jumlah relawannya, diklaim Sunaryanta, sudah mencapai 15.000 orang.

Terkait statusnya yang masih menjadi anggota TNI, Sunaryanta mengaku sudah berkomunikasi dengan institusinya. “Saat ini masih dalam proses, mudah-mudahan tidak lama lagi akan keluar keputusan resmi pengunduran diri saya,” kata Sunaryanta.

Sebagai informasi, saat ini Sunaryanta masih tercatat bertugas di Kementerian Pertahanan. Meskipun Partai Golkar sudah menjatuhkan pilihannya pada pasangan Sunaryanta – Heri Susanto, tapi secara aturan belum bisa mendaftar ke KPU.

Pasalnya, Partai Golkar Gunungkidul hanya mempunyai 5 kursi di DPRD, sementara syarat pada aturan, pasangan calon bupati dan wakil bupati minimal diusung parpol dengan 9 kursi di DPRD.

Sunaryanto dan Heri Susanto mengaku terus melakukan komunikasi politik dengan PKB, sehingga pasangan ini bisa melenggang menjadi pasangan calon yang memenuhi syarat untuk maju pilkada.

“Golkar dan PKB sudah pasti bergabung, masih ada satu partai yang saya tidak akan menyebutkan saat ini intens komunikasi dengan saya,” ucap Sunaryanta. Jika secara resmi didukung Golkar dan PKB maka pasangan Sunaryanta dan Heri Susanto bisa langsung mendaftar ke KPU secara calon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul.

Sumber

Koalisi PKB-Golkar Di Pilkada Rohil

Berita Golkar –  Koalisi PKB-Golkar berpeluang terbentuk di pilkada Rokan Hilir. Hal itu diungkapkan Ketua DPC PKB Rokan Hilir, Abu Khoiri.

Abu menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan penjajakan dengan Partai Golkar. PKB sendiri telah mengeluarkan surat keputusan dukungan untuk pasangan Afrizal Sintong dan Sulaiman.

“Sampai hari ini Pak Afrizal Sintong-Sulaiman belum cukup untuk berlayar. Karena PKB hanya memiliki 3 kursi. Sementara untuk maju di pilkada Rokan Hilir membutuhkan dukungan 9 kursi di parlemen,” ungkapnya kepada Gatra.com di kota Pekanbaru, Selasa (18/8).

Sambung Khoiri, pihaknya akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mencukupi syarat maju, salah satunya dengan membangun komunikasi politik bersama Partai Golkar.

“Partai Golkar kan memiliki 6 kursi, kalau dapat Partai Golkar, ya sudah cukup 9 kursi. Artinya Pak Afrizal Sintong – Sulaiman bisa ikut kontestasi,” urainya.

Sebagai informasi Afrizal Sintong merupakan kader Partai Golkar di Kabupaten Rokan Hilir. Faktor ini, jelas Khoiri, menjadi daya tawar untuk mendapatkan dukungan dari DPP Partai Golkar.

Diketahui, sebelum munculnya duet Afrizal Sintong-Sulaiman, Partai Golkar santer dirumorkan mendukung pasangan Asri Auzar- Fuad Ahmad. Namun, duet koalisi Golkar – Demokrat ini belakangan diisukan bubar, lantaran Fuad Ahmad sebagai bagian dari Golkar hanya beperan sebagai Wakil Bupati.

Posisi tersebut dinilai kurang strategis mengingat jumlah kursi Partai Golkar (6 kursi) lebih banyak dibandingkan 4 kursi milik Partai Demokrat.

Jika duet koalisi PKB – Golkar jadi terbentuk, maka mesin politik kedua partai akan berhadapan dengan koalisi PDI P-PAN. Adapun PDI P – PAN mengusung pasangan petahana Suyatno-Jamiludin.

Sumber

 

Golkar Mengusung Banyak Anak Muda Pada Pilkada 2020

Berita Golkar – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut partai memberikan kesempatan kepada kelompok milenial maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Partai mencalonkan anak muda sebanyak 15 persen dari 270 peserta Pilkada 2020.

“Di antara calon yang diusung Partai olkar, 15 persen dari kaum milenial,” kata Airlangga di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa, 18 Agustus 2020.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian itu menyebut ada beberapa alasan partai memberikan kesempatan kepada kelompok milenial. Salah satunya, anak muda dinilai berkompeten menjadi kepala daerah.

“Di antaranya tentu ada Mas Bobby (calon wali kota Medan Bobby Nasution) di sana dan tentu kita melihat Mas Bobby (memiliki) kompeten,” tutur dia.

Golkar secara resmi telah memberikan rekomendasi kepada sejumlah anak muda pada Pilkada 2020. Di antaranya kepada Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa pada Pilkada Kota Solo.

Teranyar, Golkar resmi mendukung pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rahman sebagai pasangan calon Pilkada Kota Medan. Airlangga berharap Bobby dan Aulia keluar sebagai pemenang.

“Partai Golkar berharap Kota Medan akan semakin baik semakin sejahtera dipimpin oleh Mas Bobby dan Aulia Rahman,” ujar dia.

Sumber

Bobby Nasution Terima SK Partai Golkar Untuk Pilkada Kota Medan

Berita Golkar – Partai Golkar hari ini memberikan surat keputusan (SK) dukungan kepada Bobby Nasution di Pilkada Medan 2020. Golkar menyusul PDIP yang sudah terlebih dahulu memberikan rekomendasi kepada menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

SK dukungan diberikan langsung oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (18/8/2020). Turut hadir pula pasangan Bobby di Pilwalkot Medan, Aulia Rachman.

“Secara resmi tadi diserahkan dukungan Partai Golkar ke Mas Bobby untuk pilkada di Kota medan,” ujar Airlangga saat konferensi pers usai memberikan SK Dukungan Golkar ke Bobby-Aulia.

Airlangga yang ditemani sejumlah jajaran Partai Golkar memberi alasan mengapa mendukung Bobby di Pilkada Medan. Ia menyebut, Partai Golkar punya kedekatan dengan suami Kahiyang Ayu itu.

“Kita melihat Mas Bobby kompeten, keluarga besarnya dari Sumatera Utara, khususnya Medan. Keluarga besarnya banyak aktif di Golkar sehingga secara natural Partai Golkar mendukung Bobby-Aulia Rachman dan juga didukung partai lain dalam maju di pilkada nanti,” sebut Airlangga.

Golkar berharap Medan bisa menjadi lebih baik lagi bila dipimpin oleh Bobby. Airlangga juga memberi sejumlah pesan kepada Bobby dan Aulia.

“Partai Golkar berharap Kota Medan akan semakin baik dan sejahtera dipimpin oleh Mas Bobby dan Mas Aulia,” tuturnya.

Saat ini, sudah 232 SK Dukungan diberikan Golkar kepada pasangan calon. Di Pilkada 2020, ada 270 daerah yang akan melangsungkan pemilihan pada 9 Desember mendatang.

“Partai Golkar sendiri sudah memberikan dukungan ke 232 dari 270, insyaallah dalam minggu depan akan diselesaikan,” sebut Airlangga.

“15% dari kaum milenial, di antaranya tentu ada Mas Bobby,” lanjutnya.

Sementara itu, Bobby yang didampingi Aulia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Golkar. Secara simbolis, Airlangga memberikan rekomendasi dukungan ke Bobby-Aulia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketum PG Pak Airlangga. Kami di sini sangat berterima kasih karena dari awal Partai Golkar sebagai salah satu pelopor perubahan di Kota Medan sudah memberikan kepercayaan kepada saya dan pak Aulia Rachman,” ucap Bobby.

Seperti diketahui, Bobby telah mendapatkan rekomendasi PDIP untuk menjadi calon Wali Kota Medan pada Selasa (11/8). Dia berpasangan dengan Aulia Rachman, yang merupakan anggota DPRD Fraksi Gerindra.

Sebelumnya, Golkar memberikan dukungan kepada putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang maju di Pilwalkot Solo 2020. Dukungan kepada Gibran yang berpasangan dengan Teguh Prakosa diberikan Golkar pada Rabu (12/8) pekan lalu.

Sumber

Pilkada 2020 di Tengah Pendemi Covid-19, Partai Golkar Ubah Strategi Kampanye

Berita Golkar – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa partainya akan mengubah strategi kampanye, seiring dengan Pilkada 2020 yang datang di tengah Pandemi Covid-19.

“Kita pemilu dalam situasi new normal sehingga tentu diharapkan dalam pemilu ini kampanyenya berbeda dengan pemilu sebelumnya, dan dalam pertemuan dengan KPU dan Bawaslu, media untuk kampanye adalah untuk meyakinkan pada masyarakat pentingnya perubahan perilaku dalam new normal,” jelasnya.

Airlangga Hartarto mengatakan mekanisme pertemuan di pilkada tahun ini juga dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, pertemuan secara langsung dan terbatas. Kedua, pertemuan secara daring.

“Dan kedua tentu mekanismenya hybrid antara pertemuan terbatas dan pertemuan melalui zoom dan yang lain, dan juga kegiatan yang terkait door to door dan yang lain,” katanya.

Hal tersebut diungkapkan Airlangga dalam Acara Bimbingan Teknis Pendidikan Politik Partai Golkar Sosialisasi Peraturan perundang-undangan dalam rangka Pilkada Serentak 2020 tahap ke-4 untuk wilayah Sumatera.

Aara ini ini juga dihadiri Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus, Bendahara Umum DPP Partai Golkar Dito Ganinduto, Ketua Fraksi Partai Golkat di DR Kahar Muzakir dan para Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, diantaranya; Azis Syamsuddin, Ahmad Doli Kurnia dan Nurdin Halid.

Selain itu, Partai Golkar juga tengah menyiapkan sekolah pemerintahan dan kebijakan publik atau Golkar Institut. Tujuan pembentukkan dari Golkar Institut ini adalah untuk melakukan pendidikan politik dan pengkaderan, serta rekrutmen politik yang efektif guna menghasilkan kader-kader calon pemimpin yang memiliki kemampuan di bidang sosial, politik dan ekonomi.

“Golkar akan menyiapkan Golkar Institut. Sekolah kebijakan publik dan pemerintahan, dimana lembaga ini akan menyelenggarakan kursus-kursus singkat maupun jenjang magister (S-2),” kata Airlangga Hartarto.

Menko Perekonomian itu juga mengungkapkan Golkar Institut akan diluncurkan pada awal tahun depan. “Konsepnya seperti school of public policy, jadi seperti lembaga think-thank. konsepnya nanti dilihat saja pas nanti diluncurkan,” ujarnya.

Sumber

Airlangga Dirikan Golkar Institut, Tingkatkan Kualitas Kader

Berita Golkar – Partai Golkar tengah menyiapkan sekolah pemerintahan dan kebijakan publik atau Golkar Institut untuk mencetak kader dan calon pemimpin di masa yang akan datang.

“Golkar Institut ini didirikan untuk melakukan pendidikan politik dan pengkaderan, serta rekrutmen politik yang efektif guna menghasilkan kader-kader calon pemimpin yang memiliki kemampuan di bidang sosial, politik dan ekonomi,” tutur Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto kepada wartawan usai membuka acara Bimbingan Teknis Pendidikan Politik Partai Golkar Sosialisasi Peraturan perundang-undangan dalam rangka Pilkada Serentak 2020 di Hotel Pullman, Jakarta, Sabtu (15/8).

Lewat Golkar Institut ini jelas Airlangga, akan ada sekolah kebijakan publik dan pemerintahan, dimana lembaga ini akan menyelenggarakan kursus-kursus singkat maupun jenjang magister (S-2).

Menko Perekonomian itu juga mengungkapkan Golkar Institut akan diluncurkan pada awal tahun depan.

“Konsepnya seperti school of public policy, jadi seperti lembaga think-thank. konsepnya nanti dilihat saja pas nanti diluncurkan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Airlangga Hartarto juga mengingatkan pada Pilkada 2020, pasangan calon yang diusung Partai Golkar untuk mengkampanyekan pentingnya perubahan perilaku di masa kenormalan yang baru.

“Pertama kita pemilu dalam situasi new normal sehingga tentu diharapkan dalam pemilu ini kampanyenya berbeda dengan pemilu sebelumnya, dan dalam pertemuan dengan KPU dan Bawaslu, media untuk kampanye adalah untuk meyakinkan pada masyarakat pentingnya perubahan perilaku dalam new normal,” jelasnya.

Airlangga Hartarto mengatakan mekanisme pertemuan di pilkada tahun ini juga dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, pertemuan secara langsung dan terbatas. Kedua, pertemuan secara daring.

“Dan kedua tentu mekanismenya hybrid antara pertemuan terbatas dan pertemuan melalui zoom dan yang lain, dan juga kegiatan yang terkait door to door dan yang lain,” katanya.

Acara Bimbingan Teknis Pendidikan Politik Partai Golkar Sosialisasi Peraturan perundang-undangan dalam rangka Pilkada Serentak 2020 tahap ke-4 untuk wilayah Sumatera ini juga dihadiri Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus.

Hadir juga Bendahara Umum DPP Partai Golkar Dito Ganinduto, Ketua Fraksi Partai Golkat di DR Kahar Muzakir dan para Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, diantaranya; Azis Syamsuddin, Ahmad Doli Kurnia dan Nurdin Halid.

Sumber

Dukung Daniel Calon Bupati Indramayu, KH Said Aqil Siradj Telepon Ketum DPP Golkar

Berita Golkar – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU), Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA, berharap banyak dengan tokoh muda Indramayu H Daniel Mutaqien Syafiuddin ST (DMS) untuk menjadi calon Bupati pada Pilkada serentak, 9 Desember 2020.

Bahkan orang nomer satu di PB NU itu akan datang ke Indramayu setelah Daniel sudah resmi didaftarkan sebagai Calon Bupati Indramayu ke KPU.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Daniel sebagai Calon Bupati dari Partai Golkar, Ketua Umum PB NU, Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA langsung Telepon Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir Airlangga Hartarto MBA, Sabtu sore (12/8/2020) dari ruang kerjanya di kantor PB NU -Jakarta.

Dalam sambungan Telepon itu, Kyai Said memantapkan pencalonan Daniel sebagai Cabup Indramyu dari partai berlambang pohon beringin.

“Pak Airlangga, untuk pencalonan Bupati Indramayu, Daniel ya..!,” ujar Ketum
KH Said Aqil Siradj dalam sambungan telefon dengan Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Dalam sambungan telepon menggunakan handphone pribadi itu, turut disaksikan langsung H Daniel Mutaqin Syafiuddin ST bersama rombongan yang bersilaturahmi ke PB NU.

Silaturahmi antara DMS beserta rombongan dengan Ketua Umum PB NU
KH Said Aqil Siradj MA berlangsung di ruang kerjanya di Gedung PB NU Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, Kyai Said Aqil menyambut antusias dan didampingi sejumlah pengurus PB NU lainnya, diantaranya KH Mustofa Aqil Siradj. Sementara, rombongan yang ikut mendampingi DMS, diantaranya KH Junaedi, tokoh ulama Indramayu.

Dalam kesempatan itu, H Daniel Mutaqien Syafiuddin atau biasa disingkat DMS menyebutkan bahwa dirinya masih aktif sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar. Namun dirinya kini sudah resmi mendapat penugasan dari Partai Golkar untuk maju sebagai Calon Bupati Indramayu periode 2020-2025.

Sementara, Ibundanya sendiri (Hj Anna Sophana) sampe sekarang belum memberikan restu dirinya maju sebagai calon bupati Indramayu, supaya fokus menjadi wakil rakyat.

“Berdasarkan hasil survey internal partai maupun eksternal di Indramayu, nama saya mengungguli kandidat calon bupati lainnya. Sehingga partai Golkar memberikan penugasan untuk saya, agar maju pada Pilkada,” ujar Daniel pada kesempatan itu.

Daniel mengatakan, penugasan partai Golkar itu disampaikan langsung Ketua Umum Partai Golkar Ir Airlangga Hartarto di rumahnya.

Dikatakan H. Daniel, dirinya beserta rombongan, bersilaturahmi kepada Ketua Umum PBNU untuk meminta do’a restu atas adanya penugasan dari partai Golkar untuk dirinya maju sebagai calon Bupati Indramayu pada 9 Desember 2020 nanti.

Sesepuh Indramau yang juga mantan Bupati Indramayu DR H Irianto MS Syafiuddin (H Yance) untuk hadir dalam pertemuan itu. Bahkan mereka terlihat akrab ngobrol-ngobrol tentang kemajuan Indramayu, termasuk di bidang keagamaan dengan visi Indramayu Remaja (Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera).

Banyak yang menaruh harapan kepada figur muda seperti DMS, untuk memimpin daerah dan melanjutkan kemajuan Indramayu melalui visi Indramayu Remaja.

Bahkan sejumlah rencana investasi besar di kota mangga dari investor timur tengah seperti project Petrokimia senilai 100 triliun dan lainnya, sempat menjadi bahan obrolan hangat mereka.

Ketua Umum PB NU Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA yang mengenakan masker pada pertemuan itu, sempat menanyakan usia dan karir politik DMS.

Dengan usia yang masih relatif muda, namun sudah banyak kiprahnya di ormas maupun parpol, dan kini duduk pada periode kedua anggota DPR RI, maka Daniel dianggap layak dan pantas untuk menjadi pemimpin di daerah Indramayu.

Apalagi Indramayu sendiri adalah daerah kelahiran Daniel dan kedua orang tuanya pernah menjadi Bupati Indramayu.

“Masih muda dan sudah banyak berkirprah di tengah masyarakat, Insya Allah akan mendapatkan amanah menjadi pemimpin di Indramayu. Kalau sudah resmi didaftarkan ke KPU, Insya Allah saya akan datang ke Indramayu, supaya warga NU memberika dukungan,” jelasnya.

Mengakhir obrolan mereka, Ketum PB NU Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA dihadapan Daniel dan rombongan, langsung telepon Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk memantapkan sikap politik partai berlambang pohon beringin dalam memutuskan DMS sebagai calon bupati Indramayu periode 2020-2025.

Setelah itu, DMS diajak secara khusus untuk berpose bersama dengan Ketua Umum PB NU dan pengurus lainnya.

Sumber

Akbar Tandjung, Partai Golkar dan Reformasi Politik

Berita Golkar –  Iring-iringan mobil yang membawa Bang Akbar beserta rombongan elite Golkar, mendadak berhenti di tengah jalan perkampungan. Mobil itu terhalang kerumunan orang yang sibuk mendirikan tenda hingga menutupi bahu jalan. Rupanya, kerumunan itu kata polisi yang mengawal, karena ada warga yang meninggal. Mendapati kabar itu, Akbar pun turun mobil lalu bergegas menuju kediaman warga yang berduka. Sontak, warga yang berkerumun nampak kaget mendapati kedatangan Akbar. Setelah menemui keluarga yang berduka, Akbar menyatakan pamit. “Bapak-Ibu semua, kami pamit ke Jakarta, maturnuwun”, sapa Akbar.

Peristiwa itu, terjadi secara spontan, tatkala saya mendampingi Bang Akbar dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR, dalam perjalanan usai mengunjungi korban bencana tanah longsor di Desa Tlitir, Purworejo, Jawa Tengah tahun 2004.

*
Djanji Akbar Zahiruddin Tandjung, adalah nama lengkap Akbar pemberian Ayahnya, Zahiruddin Tandjung. Lahir di Sorkam, Tapanuli Tengah,14 Agustus 1945. Hari ini, Jumat 14 Agustus 2020, Akbar genap berusia 75 tahun. “Djanji Akbar” yang melekat pada namanya itu, berhubungan erat dengan kehendak mewujudkan janji ayahnya berkenaan dengan peristiwa besar bangsa Indonesia pada dekade 1940-an. Tatkala Akbar masih dalam kandungan, sang ayah mendengar kabar dipanggilnya dua tokoh besar, yakni Soekarno dan Mohammad Hatta oleh Jepang, untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia.

Dari situlah tercetus keinginan, manakala Indonesia benar-benar merdeka dari kekuasaan Jepang, maka apabila anak yang lahir itu laki-laki, akan diberi nama Djanji Akbar, yang bermakna “janji besar”. Ternyata, tiga hari kemudian setelah kelahiran Akbar, dwitunggal Soekarno-Hatta mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, di Pegangsaan Timur, Jakarta (Anwari: 2005).

Jika dianalogikan, sosok Akbar layaknya buku yang didalamnya tertera “teks” tentang politik sebagai tindakan praktis, ungkap Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB. Akbar adalah cermin “begawan politik”, menjadi role model bagi kebanyakan politisi, ujarnya. Pengakuan itu, sangat beralasan. Pasalnya, jika menyimak dari rekam jejaknya, Akbar menggeluti dunia politik dan pergerakan sejak muda. Jadi, tak berlebihan apabila pada sosok Ketua Dewan Kehormatan Golkar ini, terekspresi beragam pengalaman dan kepiawaian tentang bagaimana politik didayagunakan sebagai seni dari berbagai kemungkinan.

Personalitas Politik

Tokoh berdarah batak ini, lebih terkesan sebagai seorang Jawa yang santun. Selain dikenal ulet, tekun, dan pekerja keras – Akbar adalah tipikal politisi dengan karakter kepemimpinan politik yang tenang dan rendah hati. Laksana air yang mengalir tenang, ucapan dan tindakan politiknya terukur, jauh memicu gaduh. Personalitas politik inilah, ungkap J Kristiadi, yang membuat Akbar mampu menyelamatkan Golkar dari situasi yang sangat kritikal kala kejatuhan Orde Baru.

Akbar dan politik, bisa diibaratkan layaknya dua sisi keping mata uang. Politik, telah menjadi nafas dalam kehidupannya. Ia meyakini, upaya membangun masyarakat yang matang secara politis, sejatinya berkorelasi pada keberhasilan pembangunan ekonomi. Inilah mengapa, sebagian besar hidupnya Ia dedikasikan dalam politik.

Sejak muda, Akbar telah bergumul dengan dunia politik dan pergerakan. Ia berhasil memimpin berbagai organisasi bergengsi, mulai Senat UI, PB HMI, KNPI, hingga Pendiri Kelompok Cipayung. Demikian pula di pemerintahan, riwayat pengalaman Akbar terbilang paripurna. Ia memimpin berbagai Kementerian dikala Orde Baru, hingga Ketua DPR diawal reformasi. Fenomena Akbar, terasa menjadi kitrik potret kepemimpinan politik paca reformasi. Betapa politik kita hari ini, seloroh budayawan Mohamad Sobary, banyak dijejali “politisi kelas salon”– alias tak memiliki otentisitas pemikiran dan pengalaman tentang pemimpin dan kepemimpinan.

Penyelamat Golkar

Tatkala transformasi politik Indonesia mengalami pergeseran dari otoritarianisme menuju demokrasi, peran politik Akbar jelas tak bisa dikesampingkan – terutama sejak Ia memimpin Golkar. Kehadiran Akbar memimpin Golkar dalam fase yang paling dramatis selama kurun waktu 1998-2004. Secara internal, Golkar mengalami keretakan. Banyak diantara tokohnya berpindah dan mendirikan partai karena Golkar dianggap tak lagi menguntungkan secara politik. Disisi eksternal, gerakan pembusukan terhadap Golkar sebagai bagian Orde Baru berlangsung dengan kuatnya. Kunjungan Akbar bersama istrinya, Krisnina Maharani, dalam rangka konsolidasi Partai Golkar, terutama di Jawa – nyaris tak pernah luput dari ancaman amuk massa.

Dengan kepiawaian politiknya, Akbar tidak hanya berhasil menyelamatkan Golkar keluar dari kemelut politik – tetapi dengan cepat mampu mengkonsolidasikan kembali kekuatan Golkar. Pada pemilu pertama reformasi 1999, ketika banyak kalangan meramal Golkar bakal karam – Akbar berhasil membawa Golkar sebagai pemenang pemilu kedua setelah PDIP. Puncaknya pada pemilu 2004, layaknya seorang “maestro politik” – Akbar mengukir sejarah gemilang. Ia berhasil membawa Golkar memenangi pemilu yang berlangsung demokratis. Dan uniknya, sepanjang berlangsungnya pemilu di era reformasi, belum ada satupun yang mampu menandingi rekor Akbar kendati Golkar telah bergonta-ganti pucuk pimpinan. Maka, tak berlebihan apabila meminjam tesis Howard Gardner, Akbar telah menjadi the leader’s stories bagi Partai Golkar.

Kepiawaian Akbar sebagai politisi, terutama keberhasilannya memimipin Golkar – dapat dijelaskan pada dua pendekatan. Pertama, selain faktor pengalaman panjangnya sebagai aktivis, juga tak lepas dari personalitas Akbar sebagai sosok yang ulet, tekun, pekerja keras, dan kemampuan mengendalikan diri. Dikala memimpin Golkar dalam situasi kritis, Akbar dengan tekun dan tak kenal lelah terus melakukan konsolidasi. Ia melakukan semacam the long journey dari satu provinsi ke provinsi lain, dari satu kabupaten ke kabupaten lain untuk memompa kepercayaan diri kader Golkar agar tidak mengalami “demoralisasi”. Hingga kini, kendati kondisi fisiknya tak selincah dulu, kebiasaan menyambangi akar rumput terus dilakoninya. Ia rajin “blusukan” ke berbagai pelosok daerah, baik acara konsolidasi Golkar hingga pemateri dalam training organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.

Kedua, dalam konteks pengelolaan partai – tentu tak lepas dari inovasi politik Akbar yang menekankan pada pembangunan demokrasi melalui perbaikan sistem dan kelembagaan. Ini tercermin pada spirit dicetuskannya paradigma baru, konvensi, dan koalisi kebangsaan. Sebagai manifesto politik, paradigma baru adalah wujud komitmen Golkar melakukan “pembaruan”. Pembaruan ini, dimaksudkan untuk meluruskan kekeliruan lama, yakni praktik oligarki yang menempatkan Golkar layaknya entitas “kepemilikan personal” yang jauh dari kepentingan publik.

Demikian halnya konvensi, ia diciptakan sebagai metode rekrutmen secara fair dan terbuka terhadap figur-figur terbaik untuk menjadi calon presiden dari Partai Golkar. Berkat konvensi itulah, elektabilitas Golkar kala itu terdongkrak, dan memacu mesin partai melaju lebih kencang. Jika saja konvensi itu dilembagakan, tentu akan memperkuat kelembagaan Partai Golkar sebagai basis perekrutan kepemimpinan nasional.

Sedangkan menyangkut koalisi kebangsaan, ada dua kepentingan mendasar yang hendak didorong Akbar. Pertama, ia dibentuk untuk menghadirkan stabilitas kekuasaan politik apabila calon presiden yang didukung itu memenangkan pertarungan. Kedua, sebagai upaya antisipatif apabila calon presiden yang didukung gagal, maka ia berfungsi sebagai kekuatan penyeimbang, checks and balances terhadap presiden melalui efektivitas peran parlemen. Selamat ulang tahun Bang Akbar. Wallahu’alam.

Tardjo Ragil: Peneliti Akbar Tandjung Institute

Golkar Pastikan Usung Herman-Tb Mulyana Di Pilkada Cianjur

Berita Golkar – Partai Golkar menargetkan menang di Pilkada Cianjur 2020 dan akan all out memenangkan pasangan Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin.

“Harus menang. Karena kita mengusung inkumben, kita jadi wakil dari inkumben, ini targetnya harus menang. Di laporan kami pun targetnya menang.

Cianjur jadi daerah prioritas,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Jawa I (Jawa Barat dan Banten) MQ Iswara yang diwawancara pasca rapat Rekapitulasi Calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Pilkada 2020 Wilayah Pemilu Wilayah Jawa I (Jawa Barat dan Banten) di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (12/6/2020) lalu.

Iswara juga menegaskan bahwa partainya sudah pasti akan mengusung pasangan Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin di Pilkada Cianjur 2020. Hal itu menepis rumor kalau Golkar dikabarkan belum pasti mengusung pasangan ini.

“Oh ya sudah pasti, kalau itu sudah pasti. Kan surat penetapannya sudah kita buat. Jadi sudah pasti ke Pak Herman dan kita (Golkar) jadi wakil Pak Herman yakni Pak TB Mulyana,” katanya

Iswara mengatakan pengusungan Herman-Tb Mulyana pada Pilkada Cianjur 2020 memiliki progres yang luar biasa.

“Kami bersyukur bahwa pasangan Herman Suherman dan Tb Mulyana sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati ini progresnya luar biasa termasuk partai pengusungnya, ” kata Iswara. Iswara yakin lima partai ini solid mengusung Herman Suherman dan TB Mulyana.

Iswara menanggapi santai terhadap mulai munculnya nama-nama calon pesaing Herman-Tb Mulyana. Baginya Pilkada Cianjur akan berlangsung dengan damai dan lancar.

“Kalau Cianjur kami melihat tidak terlalu panas lah ya. Bahwa ada calon yang sudah firm yaitu kita Pak Herman-Tb Mulyana nanti ada pasangan lain yg muncul itu hal yang biasa. Saya melihat ini dalam batasan yang wajar lah,” pungkasnya.

Sumber

Golkar Targetkan Kemenangan 60 Persen di Pilkada Sumbar

Berita Golkar – Partai Golongan Karya ( Golkar ) Sumatera Barat targetkan kemenangan 60 persen pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar , Sumbar, Afrizal.

“Target yang diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) kepada kita dalam Pilkada tahun ini adalah menang 60 persen di provinsi, baik pengusung dan mendukung di Sumbar.

Hal itu tentunya akan kita upayakan semaksimal mungkin agar angka itu terpenuhi dan berharap angka itu terpenuhi. Kita punya masa indah periode 2014-2019. Kita menang di 12 kabupaten/kota dan untuk DPRD nya dan kita menang di 17 kabupaten/kota,” katanya di DPRD Sumbar.

Pihaknya juga berharap dibawah kepemimpinnan Khairunnas mampu menterjemahkan program yang sudah diberikan oleh DPP kepada pihaknya di Sumatera Barat. “Harapan baru, semangat baru,dan periode baru ini memberikan nuansa berbeda dari tahun sebelumnya.

Langkah dan program bagaimana memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat, dengan strategi agar calon yang kita usut betul-betul dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Sumbar, dimana mereka ditempatkan sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah,” jelasnya.

Afrizal juga menekankan jika kepala daerah yang diusung menang, maka mereka harus memiliki kapasitas dan kemampuan dalam mnegedepankan nasib orang banyak. “Sehingga betul-betul bisa diterima oleh masyarakat Sumbar,” jelasnya.

Pilkada serentak akan digelar 9 Desember 2020. Sumbar akan melaksanakan Pilkada di 13 kabupaten/kota dan pemilihan gubernur. Tahapan Pilkada sendiri sudah dimulai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak Juli lalu.

Sumber

Scroll to top