Latest News

NUS Singapura, Menko Airlangga: Indonesia Target Menuju Keemasan pada 2045

Menko Perekonomian RI, Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Berita Golkar – Dalam agenda kunjungan kerja ke Singapura pada Senin (29/08), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkesempatan memberikan kuliah umum di Rajaratnam School of International Studies (RSIS) dan National University of Singapore (NUS).

Indonesia miliki target akan mencapai masa keemasan pada tahun 2045 dan akan bertransformasi menjadi negara maju.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan public lecture di Shaw Foundation Alumni House Auditorium di National University of Singapore (NUS), Singapura, Senin (29/08).

Indonesia saat ini juga sedang menikmati bonus demografi, di mana generasi muda produktif akan menjadi faktor pendorong utama untuk mencapai lompatan berikutnya.

Namun demikian, di tahun 2020 terjadi sebuah peristiwa yang semua pihak tidak bisa memperkirakannya yakni dengan munculnya pandemi Covid-19.

Pemerintah harus memastikan adanya keseimbangan antara mitigasi pandemi, di mana mobilitas dibatasi, dan mendorong pemulihan ekonomi, sehingga tidak terjadi krisis berkepanjangan. Inilah yang dikenal sebagai kebijakan “Gas dan Rem”.

Untuk merespon kondisi yang ada dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemerintah secara konsisten menerapkan berbagai strategi dan kebijakan utama untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan ketahanan ekonomi.

Strategi dan kebijakan utama tersebut antara lain dengan memprakarsai Perppu 1 Tahun 2020 sebagai kerangka penyesuaian anggaran negara untuk memastikan upaya mitigasi lebih efektif, melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang berperan dalam percepatan pasca pemulihan pandemi dan fokus pada penanganan kesehatan, pemberian bantuan sosial, dan penunjang kegiatan usaha.

Selanjutnya juga dalam peran APBN sebagai shock absorber melalui pemberian subsidi, kompensasi, dan bantuan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan.

Sementara itu, untuk mewujudkan transformasi ekonomi dan keberlanjutan ekonomi pasca pandemi, Indonesia melakukan reformasi struktural yang antara lain dilakukan melalui pembuatan UU Cipta Kerja, penyederhanaan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), Pembentukan Indonesia Investment Authority (INA), pengembangan UMKM, meningkatkan hilirisasi, dan mengoptimalkan sumber energi bersih.

Lebih jauh lagi, untuk menangkap peluang di masa depan diperlukan upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan.

Pemerintah memiliki strategi jangka panjang dan jangka pendek untuk mempersiapkan SDM yang berkembang secara dinamis.

Strategi jangka panjang dilakukan melalui Revitalisasi Sistem Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan Indonesia.

Sementara untuk jangka pendek dilakukan melalui Program Kartu Prakerja.

Sejalan dengan prioritas yang menjadi fokus Indonesia, keberlanjutan dan digitalisasi juga merupakan tren penting yang akan menjadi katalisator dalam upaya melompat ke masa depan yang cerah.

“Untuk menutup diskusi ini, izinkan saya untuk meringkas bahwa sesulit apa pun krisis, ada peluang untuk mengatasi kelemahan kita melalui transformasi struktural. Yang kita butuhkan adalah keberanian untuk mengambil risiko untuk melakukan apa yang kita yakini benar untuk kebaikan yang lebih besar. Inilah peran Pemerintah dalam melindungi rakyat,” pungkas Menko Airlangga.

Scroll to top