Bulan: Desember 2021

AMPG Inhil Laksanakan Kegiatan Jumat Berkah

Berita Golkar – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan kegiatan Jum’at berkah berbagi sosial kepada kaum duafa dan masyarakat yang terdampak akibat pendemi COVID-19.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Inhil, jalan Prof M Yamin, kelurahan Tembilahan Hilir kecamatan Tembilahan, pada Jum’at (03/12/2021) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung ketua DPD Partai Golkar Inhil Drs. H. M. Wardan MP, Ketua AMPG Inhil Ir. H. Amd. Juandi, pengurus DPD Golkar Inhil dan pengurus AMPG untuk memberikan nasi kotak kepada masyarakat yang kurang mampu dan Kaum Duafa di Kota Tembilahan.

Ketua DPD Partai Golkar Inhil HM Wardan dalam pelaksanaan tersebut mengatakan sangat apresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh AMPG Inhil.

“Alhamdulillah saya atas nama ketua DPD Partai Golkar Inhil sangat apresiasi kegiatan hari ini kita DPD partai Golkar Inhil melalui AMPG turun langsung memberikan sebanyak 200 nasi kotak kepada para masyarakat dan Kaum Duafa petugas kebersihan tukang becak yang ada di kota Tembilahan,” ungkap ketua DPD Partai Golkar Inhil HM Wardan yang merupakan Bupati Indragiri Hilir.

Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada AMPG Inhil yang sudah melakukan kegiatan program yang sangat bermanfaat langsung kepada masyarakat yang saat ini banyak terdampak pendemi COVID-19.

Jadi dengan adanya kegiatan Jum’at berkah AMPG peduli dengan masyarakat, Ketua DPD partai Golkar Inhil berharap kegiatan tersebut dapat terus berlangsung, sehingga dapat meringankan beban masyarakat yang saat ini masih banyak yang terdampak.

“Saya selaku ketua DPD Partai Golkar kabupaten Indragiri Hilir sangat mendukung dan kalau bisa kegiatan ini terus kita gelorakan sehingga dapat nilai positif dari masyarakat bahwa Golkar hadir di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya

Dia juga mengimbau kepada pengurus DPD Partai Golkar Inhil agar bersama-sama untuk melakukan kegiatan Jum’at berkah, sehingga terus dapat terlaksana.

Senada itu, ketua AMPG Inhil Ir. H. AMD Junaidi AN, M.Si. mengatakan bahwa kegiatan Jum’at berkah merupakan ide dari pengurus AMPG untuk melakukan kegiatan nyata membantu masyarakat.

“Ya kita tampung ide-ide kawan pengurus AMPG untuk melakukan kegiatan Jum’at berkah. Alhamdulillah hari ini ketua DPD Partai Golkar Inhil Drs HM Wardan turun langsung bersama-sama membagikan nasi kotak kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dan kaum duafa di kota Tembilahan,” jelas ketua AMPG Inhil Ir. Junaidi.

Menurut dia AMPG melakukan kegiatan tersebut, adalah bentuk kepedulian terhadap masyarakat sebagai ujung tombak partai Golkar, AMPG harus turun melakukan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada para donatur yang sudah memberikan kepercayaan kepada AMPG Inhil untuk menyerahkan bantuan langsung nasi Kotak ke pada masyarakat terdampak COVID-19 dan para kaum duafa.

“Saya atas nama ketua AMPG Inhil, sangat berterimakasih kepada para donatur yang sudah mempercayakan kami untuk menyalurkan nasi kotak. Alhamdulillah kegiatan dapat terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Terakhir ia juga mengungkapkan ke depannya akan terus berlanjut kegiatan Jum’at berkah berbagi tersebut, sehingga Golkar betul-betul peduli kepada masyarakat.

“Insyaallah kita akan terus berlanjut dengan kegiatan Jum’at berkah ini, apalagi kita mendapatkan dukungan dari ketua DPD Partai Golkar Inhil, sehingga ke depannya semakin ,” tutupnya.

Legislator Golkar Harap Kemenkes Lebih Perhatikan Akses Kesehatan Merata untuk ODHA

Berita Golkar – Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day diperingati pada 1 Desember setiap tahunnya. Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Mukhtarudin menyampaikan dengan peringatan hari AIDS sedunia akan menjadi momentum untuk menguatkan kembali komitmen pencapaian three zeroes yakni tidak ada lagi infeksi baru HIV.

Mukhtarudin berharap pemerintah lebih memperhatikan akses kesehatan yang bisa didapat oleh orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Sehingga tidak ada diskriminasi bagi ODHA dan tercipta kesetaraan dalam mengakses layanan kesehatan,” tutur Mukhtarudin, Kamis, (2/12/2021).

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini juga meminta pemerintah mengedukasi masyarakat bahwa ODHA tidak untuk dicemooh ataupun dikucilkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Serta memberikan pemahaman mengenai tata cara penularan HIV/AIDS sehingga masyarakat memahami dan tidak perlu khawatir atau takut tertular,” imbuh Mukhtarudin.

Mesti begitu, Mukhtarudin mendorong Kementerian Kesehatan/Kemenkes agar setiap rumah sakit tetap memberikan pelayanan yang maksimal bagi ODHA yang sedang menjalani pengobatan maupun terapi.

“Meskipun saat ini berbagai fasilitas kesehatan tengah memfokuskan pada penanganan Covid-19. Saya minta pemerintah melalui Kemenkes berkomitmen melakukan upaya maksimal untuk menekan angka kematian pada ODHA,” pungkas Mukhtarudin.

Menko Airlangga: Presidensi G20 Indonesia Bertujuan agar Dunia Menjadi Lebih Baik dan Tangguh

Berita Golkar – Presidensi Indonesia dalam Group of Twenty (G20) dimulai sejak hari ini, Rabu 1 Desember 2021. Hal ini menjadi salah satu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia di mana hal ini merupakan sebuah kepercayaan dan kehormatan bagi Indonesia untuk menerima tampuk Presidensi G20 yang sebelumnya dipegang Italia.

Secara umum, dengan dipegangnya tongkat Presidensi G20 oleh Indonesia diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, bahwa Indonesia adalah negara besar yang keberadaannya sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain di dunia, baik dari sisi ekonomi, letak geografis, maupun sikap politiknya.

Lebih lanjut, di samping dikenal dengan keramahtamahannya, Indonesia juga dikenal karena memiliki keragaman budaya dari berbagai suku yang ada di nusantara serta alam yang indah dan permai.

Dalam sambutannya pada acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta (1/12), Presiden RI Joko Widodo menginginkan agar Presidensi G20 Indonesia tidak sebatas seremonial belaka.

“Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan sehingga masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini. Indonesia juga harus menghasilkan terobosan-terobosan besar dari forum G20,” ujar Presiden Joko Widodo.

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berkelanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Oleh karena itu, Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Dengan tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia yang bukan hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, namun juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Presidensi G20 Indonesia akan fokus untuk membawa tiga isu pembahasan strategis yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan. Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan diplomasi ekonomi melalui upaya menciptakan arsitektur ekonomi dan kesehatan global pasca krisis.

“Presidensi G20 Indonesia bertujuan agar dunia dapat keluar dari krisis dengan lebih baik dan lebih tangguh. Hal ini tentunya membutuhkan transformasi cara kerja global, perubahan pola pikir dan model bisnis, pemanfaatan setiap kesempatan di tengah pandemi untuk menghasilkan terobosan baru,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua I Bidang Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia.

Dalam Presidensi ini, G20 perlu memfokuskan pada penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan global yang efektif, guna memastikan perekonomian dunia tetap terbuka, adil, saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satupun yang tertinggal, khususnya kelompok miskin dan rentan.

Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang, sehingga dapat tercipta tata kelola dunia yang lebih adil.

Utamanya untuk memperkuat solidaritas dunia dalam mengatasi ancaman perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga melakukan penyerahan pin atau tanda tugas kepada perwakilan Chairs Working Groups dan Engagement Groups secara simbolis serta peluncuran alamat situs resmi G20 yakni www.g20.org.

Situs ini memuat informasi mengenai jadwal pertemuan, side events, dan workstreams, baik dari Sherpa Track maupun Finance Track.

Dalam Opening Ceremony ini, selain dihiasi dengan lagu tema Presidensi G20 Indonesia yang berjudul “Recover Together, Recover Stronger”. Lagu ini diciptakan oleh Candra Darusman dan dibawakan oleh Afgan Syahreza.

Ada juga pemutaran video kolaborasi musisi dan penyanyi Indonesia dengan Orkestra Anak Indonesia dan EGMS Children Choir, dan acara juga dimeriahkan dengan pagelaran seni dan budaya nusantara.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Wakil Ketua DPR Lodewijk F. Paulus, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Nurul Arifin: Ekonomi Digital dalam Masa Pandemi Telah Mengubah Kebiasaan Masyarakat

Berita Golkar – Pergeseran paradigma ke arah digitalisasi ekonomi sudah mulai berlangsung jauh sebelum datangnya pandemi COVID-19.

Saat ini, sebagian besar interaksi dalam dunia bisnis dilakukan secara virtual, karena berbisnis secara digital dalam masa pandemi adalah satu-satunya cara untuk bertahan.

Mereka yang mengembangkan strategi digital dan menerapkannya sebelum pandemi kini berada dalam posisi untuk melompati para pesaingnya.

Inisiatif ke arah digital perlu diprioritaskan berdasarkan relevansi dalam percepatan ekonomi nasional saat ini. Para pelaku ekonomi sekarang berebut untuk memigrasikan operasional dan tenaga kerja mereka ke ekosistem virtual.

Anggota Komisi I DPR-RI, Nurul Arifin, dalam webinar bertema “Prospek Ekonomi Digital Pasca Pandemi” Selasa (30/11/2021) mengatakan bahwa ekonomi digital dalam masa pandemi telah terjadi perubahan kebiasaan masyarakat, dari yang tadinya lebih banyak dilakukan secara fisik menjadi virtual.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan bahwa prospek ekonomi digital pasca pandemi tentunya akan memberikan peluang baru bagi masyarakat. “Konsumen saat ini beralih ke gaya hidup baru,” kata Nurul.

Ia menambahkan, selama pandemi, di Indonesia ada 21 juta konsumen digital baru dan pada paruh pertama 2021 sudah banyak konsumen yang mulai menggunakan layanan digital.

Demikian halnya dari sisi penjual, menurut Nurul, penjual yang telah terdigitalisasi makin paham dengan teknologi yang digunakannya.

“Sejumlah penjual mengakui bahwa mereka tidak akan bertahan selama pandemi jika bukan karena platform digital dan mereka akanterus meningkatkan penggunaan layanan keuangan digital dan solusi-solusi usaha digital lainnya,” ujar Nurul.

Kemudian, lanjut Nurul, dengan terus membaiknya kondisi saat ini, aliran modal tentunya akan semakin menguat.

Banyaknya aktivitas transaksi perekonomian yang terus tumbuh tentunya akan mengundang para investor ke Indonesia, dan para investor nantinya kan menjadikan Indoneisa sebagai negara tujuan investasi di Asia Tenggara.

Gerakan BerkAH Terus dapat Sambutan Positif

Berita Golkar – Gerakan Berkreasi Bersama Airlangga Hartarto (BerkAH) terus mendapat sambutan positif dari publik. Kali ini datang dari Ketua Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar Jawa Barat, Sukim Nur Arif, yang mengapresiasi acara diskusi Gerakan Berkreasi Bersama Airlangga Hartarto (Gerakan BerkAH) di Tasikmalaya Senin (29/11/2021).

“Ini inisiasi relawan, isinya anak muda milenial yang berkreasi bersama Airlangga Hartarto, melakukan kajian, diskusi ekonomi, tenaga kerja dan, peningkatan income, dan lain lain,” ujar Sukim, Rabu (1/12).

Sukim menyebutkan Gerakan Berkah bukan kader partai Golkar. Mereka relawan yang datang dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, organisasi, UMKM, aktivis dan kelompok masyarakat lainnya.

Ia mengakui gerakan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik dan sosial.

“Saya berterima kasih dengan adanya gerakan ini. Kalau bisa lebih masif lagi, jadi milenial yang mandiri, melek politik dan informasi,” ujarnya.

Sukim mengatakan dirinya berterima kasih dengan diundang hadir di acara tersebut sebagai pembicara.

Pasalnya dia bisa memperkenalkan partai Golkar dan mengkampanyekan capresnya ke kalangan milenial.

Sukim menegaskan ketua umum partai Golkar Airlangga Hartarto sangat peduli terhadap partisipasi anak muda sehingga kita perkuat dengan menumbuh kembangkan ruang-ruang bagi anak muda.

Menurut Sukim, upaya ini menjadi bagian dari transformasi substansi bahwa parpol menjadi sarana belajar bagi anak muda yang ingin tergabung dalam aktivisme politik membantu masyarakat.

“Saya diundang sebagai struktur partai, ya saya bersyukur bisa sosialisasi keberhasilan dan pencapaian Golkar dan capres kami Airlangga,” ujarnya.

Sukim menegaskan siap membuka ruang dan menjalin komunikasi terbuka bagi seluruh elemen masyarakat khususnya anak muda untuk ikut berpartisipasi secara demokratis pada proses pemenangan Pilpres, Pileg, dan Pilkada.

“Kita berharap kolaborasi politik ini menjadi arah yang positif baik bagi negara dan bangsa, serta bagi Partai Golkar dan masyarakat secara keseluruhan,” ungkapnya.

Gerakan BerkAH hadir untuk menjadi jembatan untuk menampung aspirasi masyarakat khususnya terkait dengan program pemerintah di bawah Airlangga Hartarto, sebagai Menko Perekonomian dan Ketua Komite PCPEN.

“Airlangga punya komitmen luar biasa dan konkret majukan anak muda Indonesia,” ujar juru bicara Gerakan BerkAH Rega Aditya.

Menperin Agus: Kemenperin Terus Dorong Industri Indonesia Terapkan Prinsip Industri Hijau

Berita Golkar – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong agar seluruh sub-sektor industri di Indonesia menerapkan prinsip industri hijau.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, tujuan utama dalam penerapan industri hijau adalah demi mendukung penciptaan industri yang ramah lingkungan dan berdaya saing di kancah global.

Untuk mencapai hal tersebut, Agus melihat sejumlah tantangan.

“Kita dihadapkan sejumlah challenge. Tantangan pertama, research and development yang harusnya bisa diaplikasikan secara optimal dan multi sektoral. Ini perlu kita tingkatkan,” ungkap Agus di Kementerian Kementerian Perindustrian, Selasa (30/11/2021).

“Kedua, banyak sekali industri yang teknologi lama yang tidak efisien dan menghasilkan limbah tinggi. Ketiga, shifting alat yang lebih hijau dan membutuhkan biaya (capital expenditure) yang tinggi. Keempat, industri hijau membutuhkan SDM yang high qualified. Kelima, masih kurangnya insentif, baik itu insentif fiskal maupun non fiskal,” sambungnya.

Apabila tantangan tersebut dapat dilalui, maka langkah strategis dalam mewujudkan industri hijau akan mendukung penciptaan industri yang ramah lingkungan dan berdaya saing di kancah global.

Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sejalan dengan program Making Indonesia 4.0.

Prinsip ini mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Penerapan industri hijau merupakan upaya pencegahan terhadap emisi dan limbah dengan menerapkan sistem industri yang lebih efisien dalam mengubah bahan baku menjadi produk, serta limbah menjadi produk ikutan (by product) yang lebih berguna.

Hal ini berhubungan erat dengan hasil penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER).

Dalam mendorong terciptanya industri hijau, Kemenperin telah melaksanakan Program Penghargaan Industri Hijau sejak tahun 2010, kepada ratusan perusahaan industri dari sektor industri semen, oleo kimia, kelapa sawit, gula, petrokimia, pupuk, kertas, tekstil, besi dan baja, keramik, makanan dan minuman, jamu dan farmasi, dan lain-lain.

Menurut Menteri Agus, pengembangan industri hijau yang menjadi ikon yang selaras dengan keinginan dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Pengembangan industri hijau juga menjadi tumpuan dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Develompent Goals (SDGs).

“Semakin ke sini semakin banyak industri yang terpanggil yang kemudian mendaftarkan diri untuk ikut dalam program penilaian industri hijau,” papar Agus.

“Artinya industri semakin lama semakin melek atas pentingnya bisa memproduksi apa yang disebut dengan green produk, industri semakin bergairah dan semangat,” pungkasnya.

Scroll to top