Latest News

Ketum DPP Golkar Airlangga Tegaskan akan Perjuangkan Nasib Guru

Berita Golkar – Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai, guru merupakan satu profesi yang dituntut bisa beradaptasi dengan cepat di tengah pandemi Covid-19.

Hampir dua tahun pandemi melanda Indonesia, guru menjadi pilar yang menjaga pendidikan tetap berada pada jalur cita-cita pembukaan UUD 1945 alinea empat, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Berbagai akselerasi bisa dilakukan guru pada kondisi yang serba menghalangi proses belajar-mengajar melalui pertemuan langsung. Airlangga menuturkan, sudah banyak inovasi model pembelajaran yang dilahirkan guru kreatif menyiasati proses pindah ilmu ke murid yang memanfaatkan saluran digital.

“Semangat untuk tak menyerah pada kondisi ini yang membuat profesi guru menjadi istimewa. Mereka bisa menyiasati kondisi agar pengabdian mencerdaskan anak bangsa tak berhenti karena pandemi,” tutur Airlangga, Kamis (25/11).

Secara tidak langsung, guru juga menjadi bagian dari perjalanan era 4.0 yang sudah ada di depan mata. Lihat saja bagaimana seorang guru bisa memanfaatkan Youtube menjadi media pembelajaran siswa atau guru yang tadinya gagap terhadap teknologi harus bisa memanfaatkan gawai untuk memberi pelajaran.

Airlangga mengakui, meskipun menjadi pilar penting mencerdaskan bangsa, kesejahteraan guru masih belum merata. Predikat ‘Pahlawan tanpa Tanda Jasa’ untuk guru sampai saat ini masih relevan. Terlebih mereka yang masih menjadi guru honorer.

Jumlah guru honorer sendiri berdasarkan data Kemendikbudristek sekitar 742.459 atau 36 persen. Sementara jumlah guru berstatus ASN sebanyak 1.236.112 atau 60 persen. Menurut Airlangga, melihat data ini, keberadaan guru honorer menjadi vital dalam sistem pendidikan nasional.

Ironisnya, upah yang diterima guru honorer hanya seadanya. Bahkan jauh di bawah besaran Upah Minimal Provinsi (UMP) untuk pekerja. Ketum Golkar menegaskan, partai berlambang pohon beringin akan memperjuangkan perbaikan nasib untuk guru-guru, terutama mereka yang masih honorer.

“Saya tegaskan, Partai Golkar bersama guru, akan memperjuangkan agar guru honorer bisa mendapat hak yang layak. Bagi Golkar, jangan sampai ‘Pahlawan tanpa Tanda Jasa’ itu selamanya hanya bisa mengabdi tanpa jasa yang layak,” tegas Airlangga.

Scroll to top