Bulan: April 2021

Kader Muda DPD I Golkar Lolos Seleksi Ikuti Pendidikan di Golkar Institute

Berita Golkar – Wakil Sekretaris Bidang Komunikasi Publik Zulham Arief dan Wakil Sekretaris Bidang Kerja Sama Ormas Imran Eka Saputra, merupakan dua kader muda dari DPD I Golkar Sulsel yang berhasil lolos seleksi untuk mengikuti Sekolah Pemerintahan dan Kebijakan Publik Golkar Institute.

Lolosnya dua kader Golkar Sulsel ini patut dibanggakan. Mengingat, seleksi Golkar Institute sangat ketat. Bagaimana tidak, dari ratusan kader Golkar se-Indonesia yang mendaftar, hanya 40 orang yang diterima.

Keduanya akan mengikuti pendidikan Executive Education Program for Young Political Leaders, di Kampus Golkar Institute, selama enam hari, 5 – 10 April 2021.

“Alhamdulilah saya dan Imran Eka lolos mengikuti Sekolah Pemerintahan dan Kebijakan Publik Golkar Institute. Seleksinya sangat ketat. Mulai wawancara substansi dan wawancara administrasi hingga penulisan esai tentang gagasan politik calon peserta kedepan,” kata Zulham Arief.

Sekolah Pemerintahan dan Kebijakan Publik Golkar Institute dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Begitupun pemateri yang dihadirkan merupakan tokoh-tokoh mumpuni.

Di antaranya Menpora Zainudin Amali, Mendikbud Nadiem Makarim, Direktur Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi, Direktur Binar Academy Alamanda Shantika, Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian, dan rencana juga dihadiri Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Selain itu, ada Akbar Tandjung, Effendi Gazali, Dino Patti Djalal, Prof. Kishore Mahbubani, Prof. Ginandjar Kartasasmita, Prof. Eduardo Araral, Prof. Lili Romli, Dr. Doli Kurnia Tandjung, Mulya Amri, Meutya Hafid, Mulya Amri, Prof. Dr. Budi Susilo Soepandji, Prof Rhenald Kasali, Airin Rachmi Diani, dan Prof. Hamdi Muluk.

Sebelumnya, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengatakan Golkar Institute merupakan sebuah terobosan baru partai beringin.

Menurutnya, Golkar Institute adalah wujud nyata kesadaran partai akan pentingnya pendidikan, inovasi dan ide untuk mendorong perkembangan partai politik dalam dinamika zaman yang terus berubah.

Golkar Institute adalah cermin dari tekad kita untuk memajukan bangsa Indonesia lewat peranan politik yang inovatif, cerdas, kreatif, dan bermartabat,” kata Airlangga.

Melalui Golkar Institute, Airlangga berharap akan lahir semakin banyak lagi politisi beringin yang tangguh, tokoh-tokoh yang memiliki pengetahuan, intuisi dan penciuman politik yang tajam.

Sekaligus memiliki bekal pengetahuan yang luas, kearifan jiwa yang mendalam, pemahaman kebijakan yang canggih, serta kemampuan leadership yang efektif.

Airlangga juga menyampaikan bahwa politik adalah arena percaturan kekuasaan. Menurut Partai Golkar kekuasaan tanpa arah adalah bagaikan kapal yang berjalan tanpa tujuan yang jelas.

Karena itu, bagi Partai Golkar ide-ide mendasar tentang arah dan tujuan politik adalah elemen intelektual yang sangat penting sebagai pedoman dan panduan Golkar.

“Bung Hatta pernah berkata, Indonesia adalah bangsa besar, dan Indonesia akan menjadi lebih besar lagi karena karya dan pengabdian kita yang tanpa henti. Partai Golkar sangat memahami semangat mulia ini,” ujar Airlangga Hartarto.

Legislator Golkar Minta Pemerintah Tetapkan Bencana Alam di NTT jadi Bencana Nasional

Berita Golkar – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Golkar Melkiades Laka Lena meminta Pemerintah Pusat menetapkan bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bencana nasional.

“Melihat skala kerusakan dan bisa dipastikan seluruh daerah se-NTT Kabupaten/Kota semua terdampak, kemudian juga dengan korban jiwa dan kerusakan yang sedemikian hebat, kami meminta agar bencana di NTT ini bisa menjadi bencana nasional,” kata Melki, Senin (5/4/2021).

Anggota DPR dari daerah pemilihan NTT II itu menuturkan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, kerusakan akibat bencana terjadi di hampir semua Kabupaten/Kota se-NTT.

Ia mengaku banyak mendapat laporan soal rumah warga yang rubuh, jalan dan jembatan terputus, tiang listrik tumbang, hingga jaringan komunikasi yang sulit diakses.

“Nampaknya status kejadian bencana di NTT ini tidak mungkin bisa dihadapi oleh skala Kabupaten atau Provinsi saja dengan kerusakan yang sedemikian hebat, baik itu korban jiwa yang meninggal maupun yang terdampak,” kata dia.

Politikus Partai Golkar itu berharap, dengan ditetapkannya bencana alam di NTT sebagai bencana nasional, Pemerintah dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi dan pemulihan sosial.

Selain itu, Pemerintah Pusat juga diharapkan membantu untuk memastikan tidak ada penularan Covid-19 atau penyakit lainnya seperti malaria dan demam berdarah pasca-bencana.

Ia meyakini, dengan adanya status bencana nasional, kerja sama dari Pemerintah Pusat hingga tingkat desa dan kelurahan dalam penanganan bencana ini dapat dilakukan lebih cepat. Seperti diketahui, banjir bandang telah menerjang dua desa di Flores Timur pada Minggu (4/4/2021) pukul 01.00 WITA.

Selain itu, beberapa wilayah lainnya di NTT juga mengalami hal serupa. Berdasarkan laporan BNPB, banjir bandang ini dipicu intensitas hujan tinggi.

Banjir telah menerjang beberapa desa antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang dan Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

Reza Rahardian Apresiasi Menko Airlangga Gelar Pemutaran Ulang Film di Bioskop

Berita Golkar – Reza Rahadian dan produser MD Pictures, Manoj Punjabi, berkesempatan menayangkan lagi film Habibie & Ainun 3 dalam sesi pemutaran khusus yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah pengurus partainya.

Sesi pemutaran dihelat di Plaza Senayan XXI Jakarta, Rabu (31/3/2021). Reza Rahadian terharu melihat studio 1 yang berkapasitas besar nyaris terisi penuh. Ini mengingatkannya pada gala premiere sebelum pandemi Covid-19.

“Terima kasih banyak untuk semuanya yang sudah menyempatkan hadir menonton film Habibie & Ainun 3. Film ini dibuat tahun 2019, kemudian rilis dengan pencapaian penonton yang cukup tinggi waktu itu 2 juta lebih,” sambut Reza Rahadian.

“Saya sebagai salah satu insan film Indonesia cukup terharu melihat bahwa bioskop bisa terisi seperti ini. Ada momen, rekan-rekan media, ada penonton. Ini seperti menghadiri gala premiere kembali, sebuah momentum yang kami rindukan,” curhatnya di hadapan Menteri.

Aktor peraih 4 Piala Citra berharap kampanye “Dukung Industri Film Nasional: Ke Bioskop dengan Prokes” perlahan mengembalikan kepercayaan publik terhadap bioskop sebagai ruang apresiasi seni yang aman.

“Mudah-mudahan dengan momentum ini, kita bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa menonton di Bioskop aman. Apalagi ada wakil-wakil rakyat harusnya, sih aman,” seloroh Reza Rahadian.

Sebelum sesi pemutaran film dimulai, Reza Rahadian, Manoj Punjabi, dan Airlangga Hartarto berdiskusi soal dukungan dari sisi kementerian setelah Presiden Jokowi memberi arahan memulihkan kondisi industri film dan bioskop yang terpukul pandemi.

“Kemudian Pak Menko beserta jajarannya langsung membuat gerakan yang kami rasa ini tak hanya bermanfaat untuk memproyeksi bioskop sudah aman tapi mudah-mudahan bisa mengajak masyarakat percaya kembali ke bioskop,” kata Reza kepada wartawan.

Yang kangen gala premiere bukan hanya Reza Rahadian. Manoj terharu melihat bioskop didatangi banyak orang dengan masker dan jaga jarak. “Tadi kami merasa kayak gala premiere perasaannya. Terharulah, ini sangat positif bagi kita,” imbuhnya.

Produser Ayat-ayat Cinta dan Surga Yang Tak Dirindukan optimistis, ini akan membawa perubahan positif bagi bioskop yang nyaris setahun tutup dan kini masih sepi penonton.

Dalam sambutannya, Airlangga Hartarto mengajak masyarakat kembali ke bioskop. “Dengan mengutamakan protokol kesehatan. Kesehatan kita jaga, roda ekonomi kita gerakkan, agar semua proses produksi film dapat kembali bergerak,” urainya.

Menko Airlangga Ungkap Peran Penting Kadin dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Berita Golkar – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan para Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 24 daerah di Indonesia.

Mereka menyampaikan aspirasinya didampingi oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah, Anindya Bakrie.

Dalam pertemuan tersebut Airlangga mengungkapkan peran penting Kadin dalam struktur ekonomi Indonesia. Khususnya dalam memastikan pemulihan ekonomi nasional terdampak Covid-19 tidak hanya terakselerasi, tapi bisa merata di seluruh nusantara.

“Kadin ini adalah mitra Pemerintah dan tentu Pemerintah menyampaikan hal-hal yang menjadi tantangan ke depan perekonomian,” ujar Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Untuk Itu, Airlangga berpesan kepada Anindya dan para Ketua Kadin di daerah untuk menggaungkan aura optimisme hingga ke pelosok daerah.

Bahwa, Pemerintah dan pengusaha mengungkapkan terus berupaya maksimal guna menggenjot perekonomian saat ini.

“Kami meminta agar Kadin optimis ke depan. Terkait dengan pemulihan ekonomi dan pemulihan Covid-19 beserta target-target perekonomian 2-3 tahun ke depan,” ungkapnya.

Airlangga juga menekankan bahwa Pemerintah akan bersikap netral menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Kadin Indonesia.

Anindya diketahui merupakan calon kuat Ketua Umum menggantikan Rosan P. Roeslani.

“Itu diatur dalam AD/ART Kadin, ya itu diikuti saja. Pemerintah kan selalu netral,” tegas Airlangga.

Di sela-sela pertemuan, Menko Airlangga sempat bercanda, bahwa berkumpulnya 24 Ketua Umum Kadin Provinsi yang didampingi Anindya Bakrie, auranya seperti penyelenggaraan pramunas.

Dan apa yang disampaikan para Ketua Umum Kadin daerah seperti pandangan umum terhadap pilihan favoritnya.

Pengamat Politik ARSC: Golkar Berhasil Bertransformasi Jadi Partai Modern

Berita Golkar – Partai Golkar saat ini dianggap berhasil melakukan transformasi institusi partai menjadi partai modern. Sejumlah indikatornya adalah keberhasilan partai dalam memfasilitasi ruang politik bagi anak muda.

Kemampuan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto juga dinilai mampu beradaptasi dengan isu sosial ekonomi kekinian secara produktif sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

Pengamat politik Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), Suciliani Octavia dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa lalu, dikutip Kamis (1/4/2021) menyebut langkah Golkar memberikan ruang bagi anak muda merupakan sebuah komitmen politik riil terhadap regenerasi dan transformasi partai politik menjadi semakin modern dan terbuka.

Menurut Suci, Golkar berhasil memanfaatkan momentum bonus demografi dan potensi partisipasi anak muda. “Saya lihat proses rekrutmen dan ruang politik disediakan untuk anak muda mulai dari daerah sampai nasional. Bagi saya, di tengah gejala kejumudan dan resistensi kelompok tua dalam politik nasional. Golkar menunjukkan komitmen transformasi,” ujar Suci.

Terlebih, kata Suci, selama ini rekrutmen partai politik cenderung hanya berada pada wilayah elite, status quo dan kurang merespon isu-isu kekinian, utamanya anak muda.

“Partai modern adalah partai yang melakukan transformasi dalam hal regenerasi. Terlebih di 2024 nanti pemilih muda sebesar 60 persen. Anak-anak muda ini memiliki isunya sendiri yang khas dan sesuai dengan zamannya, yakni ekonomi kreatif dan digital,” ujar Suci.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR, Christina Aryani juga menyampaikan pandangan, Golkar sedang memasuki fase transformasi politik beradaptasi dengan perkembangan sosial ekonomi dan kenyataan demografi.

Dia mengatakan, Golkar sedang membuka ruang yang luas bagi anak muda dalam kontestasi politik, baik itu di pileg maupun pilkada.

“Banyak anak muda berhasil di level eksekutif, baik Bupati, Wakil Bupati di sejumlah daerah. Ini menjadikan Partai Golkar menjadi partai dengan jumlah milenial terbanyak di DPR RI,” ujar Christina.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, Golkar menempati posisi tiga besar sebagai partai politik pilihan anak muda.

“Transformasi yang kami lakukan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Pak Airlangga sudah mulai menunjukkan result dan kami masih punya waktu untuk lebih meyakinkan pemilih anak muda di tahun 2024 untuk melihat Golkar sebagai partai yang dapat dijadikan pilihan tepat,” ujar Christiani.

Azis Syamsuddin Minta Strategi Penanganan Teroris dan Ekstremis Ditinjau Ulang

Berita Golkar – Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar M. Azis Syamsuddin mendesak agar strategi penanganan teroris dan ekstremis harus ditinjau ulang.

Ini penting dilakukan setelah penanganan terhadap kelompok radikal yang terus meluas dan menebar ketakutan lewat upaya ekstremisme bahkan terorisme dewasa ini.

Hal ini disampaikan Azis dalam rilisnya, Kamis (1/4/2021). Dikatakannya, DPR juga mendorong pentingnya digital literasi tentang pemahaman radikal, dampak dan bahayanya.

Proses penyusunan dapat melibatkan tokoh agama, pesantren dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai jangkar deradikalisasi.

“Pengaruh kuat radikalisme dan ekstremisme harus dihentikan. Ikhtiar ini tentu tidak sebatas edukasi kepada pelajar dan keluarga secara langsung. Tapi penting pula membatasi mesin browsing yang selama ini memberikan pengaruh paling dominan,” jelas Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Merespon tragedi teror di Makassar dan Mabes Polri, ia mendorong urgensi percepatan implementasi pelaksanaan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021.

“Perpres tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme berbasis Kekerasan yang mengarah pada Terorisme (RAN PE) Tahun 2020-2024 ini, sejatinya harus berjalan di semua sektor. Kita mendesak agar Pemerintah segera melakukan percepatan dalam implementasi pelaksanaan amanat Perpres tersebut. Terlebih tujuan dari dikeluarkannya RAN PE tersebut adalah untuk meningkatkan pelindungan hak atas rasa aman warga negara dari ekstremisme yang mengarah terorisme,” jelas Azis.

Azis menambahkan, Perpres sebagai bagian dari pelaksanaan kewajiban negara terhadap hak asasi manusia untuk memelihara stabilitas keamanan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Di tengah bencana pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat dan negara membutuhkan rasa aman untuk bekerja dan bangkit dari keterpurukan,” kilah Azis.

Makassar, lanjut dia, salah satu kota perekonomian terpenting di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Tragedi yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar jelas mengganggu stabilitas keamanan dan sosial di kota tersebut.

“Saya meminta agar Pemerintah dan semua pihak terkait segera menyusun rencana Aksi Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme, dan mengimplementasikannya secepat mungkin,” pinta Azis.

Pasal 1 ayat 4 Perpres tersebut, telah mengamanahkan bahwa RAN PE adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana.

Tujuannya untuk mencegah dan menanggulangi Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada terorisme yang digunakan sebagai acuan bagi kementerian, lembaga, dan Pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan ekstremisme Berbasis Kekerasan yang mengarah pada terorisme.

Adapun aksi yang dimaksud Azis, lebih menitikberatkan pada kegiatan atau program sebagai penjabaran lebih lanjut dari RAN PE untuk dilakukan oleh kementerian, lembaga, dan Pemerintah daerah.

“Rumusan dan konsepnya harus segera diimplementasikan. RAN PE menjadi dasar agar hak aman warga negara dan stabilitas keamanan nasional terjaga,” tegasnya.

Terakhir, Azis mendukung Polri untuk mengusut tuntas dan terus mengungkap jaringan terorisme di Tanah Air.

Penangkapan sejumlah terduga teroris di Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, disusul aksi penggerebekan dan penangkapan di Jalan Raya Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, setelah bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral, Makassar perlu diperluas.

Meski demikian, Azis berpesan bahwa fungsi intelijen harus terus ditingkatkan. Polri dan BNPT harus mampu menggandeng semua elemen, terlebih berdasarkan data BNPT, jumlah teroris mencapai 6.000 lebih. Angka yang disajikan sangat meresahkan dan mengganggu keamanan.

“BNPT sebagai role model dalam pencegahan terorisme harus mampu menunjukan kelasnya. Tentu tidak hanya sebatas penindakan, tetapi pencegahan lebih penting,” pungkas Azis Syamsuddin.

Scroll to top