Bulan: Oktober 2020

Menko Tunjukan Sejumlah Bukti Bahwa EKonomi Indonesia Mulai Pulih dari Pandemi Covid-19

Berita Golkar – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sejumlah bukti bahwa ekonomi Indonesia mulai pulih dari pandemi COVID-19 memasuki akhir 2020.

Pemulihan tersebut dapat dilihat dari sejumlah indikator.

Pertama, indikatornya dapat dilihat dari Survei Kegiatan Dunia Usaha. Hal itu sejalan dengan kapasitas industri yang mulai tumbuh.

“Survei kegiatan dunia usaha menunjukkan adanya perbaikan kinerja kegiatan di triwulan ketiga, sejalan dengan hal ini kapasitas produksi terpakai atau utilisasi industri, penggunaan tenaga kerja juga mengalami peningkatan,” kata dia dalam Capital Market Summit & Expo 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Senin (19/10/2020).

Airlangga meyakini kinerja kegiatan dunia usaha akan terus mengalami peningkatan sampai triwulan 4-2020.

Industri pengolahan yang merupakan kontributor terbesar PDB, juga menunjukkan perbaikan di triwulan 3-2020, tercermin pada Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia.

“PMI daripada BI menunjukkan bahwa kinerja industri pengolahan berada pada level 44,91 di triwulan ketiga 2020 dan akan terus meningkat di triwulan keempat 2020. Aktivitas industri ini terlihat dari mulai meningkatnya impor bahan baku dan barang modal di bulan September 2020,” paparnya.

“Neraca perdagangan juga mengalami surplus US$ 8 miliar di triwulan ketiga 2020. Ini juga mendukung ketahanan di sektor eksternal,” sambung Airlangga.

Pemulihan juga terlihat di lingkup dunia. Hal itu berkat pelonggaran lockdown di sejumlah negara.

“Pasca pelonggaran lockdown yang terjadi di beberapa negara, ekonomi global mulai pulih melalui peningkatan aktivitas ekonomi, risiko investasi yang ditunjukkan melalui volatility index dan credit default swap (CDS) mengalami penurunan pasca peningkatan signifikan di bulan Maret yang lalu,” ujarnya.

“Aktivitas sektor manufaktur global juga pulih dari penurunan tajam di bulan April, PMI di beberapa negara menunjukkan perbaikan ataupun masuk dalam range 50 di bulan September 2020,” tambah Airlangga.

finance.detik



Jerry Sambuaga : Kreativitas Merupakan Modal Kaum Milenial untuk Hadapi Segala Kondisi

Berita Golkar –  Kreativitas merupakan kunci dalam menghadapi segala kondisi yang terjadi, terutama pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Kreativitas merupakan modal yang dimiliki kaum milenial, ada baiknya dimunculkan dan dikembangkan untuk turut berkontribusi bagi bangsa.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, saat berbicara dalam webinar “Talk to Millennial” yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Medan, pekan lalu.

Menurut Jerry, generasi milenial dicirikan oleh kemandirian atau independensi. Berbeda dengan Generasi X yang lebih bergantung pada struktur.

“Karena itu, kreativitas seharusnya adalah fitur tak terpisahkan dari kaum milenial,” ujarnya.

Jerry berpendapat, milenial harus melihat kreativitasnya sebagai potensi untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Jika disalurkan dengan baik, maka kreativitas itu bisa memberikan kontribusi yang besar baik bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.

“Milenial itu native dalam hal penggunaan teknologi. Karena itu mereka punya struktur berpikir yang unik dan kreatif. Ini harus dimunculkan dan dikembangkan. Saya yakin dengan begitu akan dihasilkan solusi atas apapun masalah dan kondisi yang ada. Milenial yang kreatif akan menjadi solusi bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Jerry menyebut, teknologi digital yang dikuasai milenial menjadi peranti yang sangat penting di masa pandemi.

Jadi, menurutnya, saat wabah Covid-19 seperti ini justru merupakan peluang yang sangat besar untuk memunculkan ide-ide baru.

beritasatu

Komisi III dan Kapolda Jatim Beri Bantuan Pada Masyarakat Terdampak Covid-19

Berita Golkar, Jakarta – Tim Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI ke Provinsi Jawa Timur dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir bersama Kapolda Jatim Fadil Imran.

Kunjungannya kali ini bertujuan untuk membagikan 1000 paket sembako dan 5000 masker kepada masyarakat Jawa Timur yang aktif berkontribusi di tengah pandemi.

“Kami Komisi III DPR RI juga ingin berkontribusi kepada mereka-mereka yang berjibaku yang langsung turun di bawah termasuk penggali kubur, ojek online, teman-teman pekerja dan lain-lainnya. Kami memberikan sedikit bantuan supaya ini menjadi juga bisa bermanfaat bagi mereka yang berhadapan langsung dengan pandemi Covid-19 ini,” kata Adies di halaman Gedung Mapolda Jatim, Surabaya, Jatim, Kamis (15/10/2020).

Adies mengatakan 1000 paket sembako dan 5000 masker yang telah diberikan itu baru tahap awal.

Dirinya berharap dalam waktu dekat, Komisi III DPR RI dapat menggelontorkan masker sampai dengan 200 ribu masker di Jawa Timur selama masa reses ini.

Senada dengan Adies, Anggota Komisi III DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah juga mengatakan bantuan yang diberikan Komisi III DPR RI yang bekerja sama Kapolda Jawa Timur dapat diterapkan di seluruh daerah.

dpr.go.id

Airlangga : UU Cipta Kerja Dapat Meratakan Pembangunan di Indonesia

Berita Golkar, Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dapat meratakan pembangunan di Indonesia.

Hal ini disampaikann ketika menghadiri Rapat Koordinasi Penjelasan Pokok-Pokok Substansi dan Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja kepada Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pada Rabu, 14 Oktober 2020.

Dalam Rapat tersebut Airlangga menyampaikan, UU Cipta Kerja dibuat oleh pemerintah dan DPR untuk mengefektifkan regulasi serta mencegah korupsi dan pungutan liar.

“Selain tentunya untuk mendorong pemerataan pembangunan di daerah, sebab 58,8% pembangunan masih terfokus di Pulau Jawa,” ujar Airlangga

Selain itu, menurutnya UU Cipta Kerja dapat memudahkan masyarakat yang ingin membangun usaha mikro dan kecil (UMK).

Dengan UU Citpa Kerja ini persyaratan mendirikan UMK dipermudah. Kemudian pemerintah juga akan memberikan pendampingan.

Airlangga memberikan contoh tentang pengakuan sertifikat halal, yang akan lebih mudah untuk memperoleh sertifikat halal.

portalprobolinggo



Indonesia Perlu Tarik Investasi Agar Perekonomian Bisa Segera Pulih

Berita Golkar – Kondisi perekonomian Indonesia saat ini tengah memasuki masa sulit. Melchias Markus Mekeng, anggota Komisi XI DPR RI, mengatakan bahwa sebenarnya kondisi ekonomi dalam negeri pada triwulan pertama sudah masuk ke pintu gerbang resesi. Berkaca pada dunia semua negara besar pertumbuhannya minus. Mulai dari AS, Jepang Uni Eropa, Korsel dan Singapura. Mereka ini adalah mitra dagang negara kita.

Jika negara-negara itu mengalami resesi, menurut Mekeng, maka daya beli mereka juga menurun. Ini berdampak pada perekonomian Indonesia karena ekspor dari Tanah Air ke negara tersebut juga turun. “Demand mereka yang turun berdampak pada produksi kita. Kita lihat produksi dalam negeri kita jumlahnya berkurang,” ungkap Mekeng.

Pabrik tekstil kini mengurangi produksi dan beralih ke pembuatan masker dan APD. Sayang produksi itu tak bisa meng-cover seperti saat normal. “Resesi itu sudah ada di depan mata kita saat negara luar mengatakan dirinya resesi,” ucap Mekeng.

Menurut anggota Fraksi Partai Golkar dari dapil NTT 1 itu, Indonesia hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. “Struktur APBN kita didominasi konsumsi rumah tangga, yakni UMKM. Ini yang menopang pertumbuhan ekonomi kita,” tambah Mekeng.

Adanya pandemi Covid-10 membuat pelemahan ekonomi Indonesia makin nyata. Terbukti banyak karyawan tak bisa kerja dan hanya setengahnya yang kerja. Fakta ini berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam menangani masalah ekonomi itu pemerintah telah membentuk Komite Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dari data yang diterima Mekeng, anggaran PEN, sekitar 70 persen terserap untuk Bansos.

“Bansos itu untuk menjaga daya beli masyarakat yang tidak kerja, karena kena PHK atau setengah PHK sehingga gajinya berkurang setengah atau malah tidak ada,” ucap Mekeng.

Semua kesulitan masyarakat Itu kini diganjal pemerintah lewat Bansos. Ini guna menjaga sisi demand yang ada di masyarakat agar tetap ada.

Mekeng juga menyatakan bantuan untuk UMKM angkanya juga tinggi, agar bisa menjaga supply. “Ini dilakukan agar mem-balance demand dan supply agar ekonomi kita tidak jatuh seperti negara lain. Kita lihat jatuhnya Singapura dan Malaysia besar. Kita masih lumayan di bawah 10 persen, dan ini diganjal dari sini (Bansos),” ucap Mekeng.

Ia memprediksi resesi ekonomi ini akan panjang. Setelah vaksin Covid-19 ditemukan, tidak serta merta ekonomi langsung baik. “Tidak bisa seperti itu, kita harus bisa menumbuhkan perekonomian kita sendiri dan pertumbuhan negara lain juga. Kita harus ada uang yang masuk,” ujar Mekeng.

Oleh karena itu diperlukan adanya investasi baru. Omnibus Law UU Cipta menurut Mekeng adalah UU terobosan. “Selama ini kita punya banyak UU yang satu sama lain saling tabrakan, sehingga bukan insentif bagi orang untuk berinvestasi di Indonesia. Ada banyak pasal yang membuat investor sulit berinvestasi. Sementara kita harus mengundang banyak investor agar uang yang masuk ke dalam negeri dari investor makin besar,” tutur Mekeng.

Mekeng memberikan ilustrasi bahwa saat ini sudah ada uang asing yang keluar dari pasar modal sebesar 50 triliun rupiah. Ia berharap itu bisa ditarik kembali. “Caranya harus ada insentif buat mereka untuk balik ke sini,” sebut Mekeng.

Oleh karenanya postur APBN Indonesia harus sehat, karena hal ini akan dilihat oleh investor juga. Selain itu juga UU yang memudahkan investor. “Kita harap lewat Omnibus Law ini kita bisa undang investor datang ke sini lagi,” kata Mekeng.

Selain itu dari sisi regulasi UMKM juga diperbaiki, karena selama ini menyumbang 68 persen PDB. Namun yang tercatat pembukuannya rapi hanya 7 persen dan 93 persen tidak rapi.

UMKM ini harus berkontribusi terhadap pajak. Jika ada 60 juta UMKM dengan rata-rata omset tiga miliar maka potensi pajak dari UMKM sendiri ada 900 triliun. “Ini fakta yang harus dibenahi. Salah satunya lewat digitalisasi perekonomian,” kata Mekeng.

Ia juga berharap dengan UU Cipta Kerja, BKPM dan pemerintah bisa menarik investasi ke dalam negeri agar Indonesia tidak masuk dalam jebakan utang.

“Pemerintah harus lebih kencang lagi meyakinkan calon investor bahwa UU sudah diperbaiki dan proses pembangunan tetap berjalan. Selain itu kita penanganan Covid harus benar,” ungkap Mekeng.

Hanya UU Cipta Kerja yang menjadi obat resesi justru ditolak. “Saya berharap para stake holder yang tidak setuju Omnibus law ini sebaiknya menggunakan instrument demokrasi yang disiapkan oleh konstitusi yaitu melalui Judicial review sehingga tidak membuat para investor yang ingin masuk Indonesia menahan diri atau mengalihkan ke negara lain karena situasi dalam negeri kita tidak kondusif,” pungkas Mekeng.

Komisi II DPR RI Tegaskan Semua Tahapan Pilkada harus Menerapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Berita Golkar, Jakarta – Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan semua tahapan Pilkada harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Komisi II DPR RI mengapresiasi persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tengah pandemi Covid-19 di Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Badung.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan persiapan pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi.

“Secara umum di Bali, khususnya Kabupaten Badung kita nilai cukup baik ya dalam melakukan persiapan menghadapi Pilkada serentak tahun 2020 ini. Saya kira program  dan langkah-langkah atau kebijakan yang diambil sudah cukup baik dan melibatkan seluruh stakeholder,” kata Doli.

Ia juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung bersama Forkopimda, Kepolisian, TNI untuk melibatkan masyarakat adat dalam penanganan Covid-19.

“Jadi bukan hanya Pemerintah tetapi juga melibatkan masyarakat desa adat bahkan sampai melibatkan pecalang kemudian ada program misalnya membuat di setiap desa ada beberapa tempat cuci tangan. Saya kira sejauh ini cukup baik,” katanya.

“Kami berharap ini tetap terjaga dan semoga ini menjadi sebuah contoh bagi kabupaten/kota lain di Indonesia dalam pelaksanaan aturan dan program pemerintah baik dalam penanganan pandemi Covid-19 maupun pelaksanaan pilkada serentak,” jelas politisi dari F-Golkar itu.

Kendati dilaksanakan di tengah pandemi, pelaksanaan Pilkada harus tetap terjaga kualitasnya, terutama dari sisi partisipasi pemilih tetap bisa meningkat atau setidaknya sama dari pilkada serentak sebelumnya.

Karena itu, Komisi II DPR RI berharap penyelenggara Pilkada yang perlu memastikan seluruh tahapan Pilkada dipersiapkan secara sungguh-sungguh agar dapat berjalan sukses dengan memenuhi 3 indikator, yaitu semua tahapan bisa berjalan sesuai peraturan yang ada, partisipasi pemilih tinggi, dan masyarakat aman dari Covid-19.

Sebelumnya, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Badung, Lihadnyana mengatakan Pemkab Badung beserta pihak TNI, Kepolisian, dan instansi terkait begitu juga dengan masyarakat baik dinas dan adat secara bersama-sama dan bergandengan tangan bahu membahu dalam mencegah dan melawan Covid-19 ini.

Sumber : dpr.co.id

Menperin : Program Inkubator Bisnis, Sejalan dengan Prinsip UU Cipta Kerja

Berita Golkar, Jakarta – Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pembangunan nasional saat ini difokuskan pada SDM yang berkualitas sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif melalui Balai Diklat Industri (BDI).

Tahun ini, BDI Jakarta meluncurkan program inkubator bisnis bertajuk BDI Jakarta Signature 2020.

Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, program tersebut akan menjadi ajang untuk menjalin sinergi antara pemerintah dan wirausaha baru, serta calon tenaga kerja industri dan mitra industri.

“Program inkubator bisnis juga sejalan dengan prinsip UU Cipta Kerja yang mendorong lahirnya wirausahawan untuk menggerakkan perekonomian di Tanah Air,” ujar Menperin

BDI Jakarta mempunyai tugas utama melaksanakan diklat secara khusus bagi pengembangan SDM untuk industri tekstil dan produk tekstil TPT.

Selain itu, BDI Jakarta juga bertekad mampu menghasilkan wirausaha industri yang kompeten dan berdaya saing.

“Program unggulan BDI Jakarta antara lain adalah Diklat 3 in 1, yang mengusung konsep pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja,” kata dia.

Pelatihan berbasis kompetensi tersebut menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

Menperin yakin melalui program ini, akan  dapat menekan jumlah pengangguran, terutama akibat dampak pandemi Covid-19.

“Kami ingin para peserta diklat memiliki inovasi dan kreativitas agar dapat mendukung produktivitas dan daya saing sektor industri, yang ujungnya bisa menopang upaya pemulihan ekonomi nasional,” ucap Menperin.

Sumber : Kompas.com

Firman Soebagyo Yakinkan Publik UU Cipta Kerja Tak Berubah Setelah Disahkan

Berita Golkar – UU Cipta Kerja yang pekan lalu disahkan oleh DPR RI, tidak mengalami perubahan. Terkait adanya perubahan halaman, Firman Soebagyo, Anggota Panja RUU Cipta Kerja, menyatakan hanya persoalan teknis semata, sehingga masyarakat di Tanah Air saat ini tak perlu mengkhawatirkannya.

“Sesuai UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, penulisan draft RUU harus sesuai standardisasi yang diatur dalam UU. Yaitu diketik dengan jenis huruf Bookman Old Style, size 12 dan dicetak di kertas F4. Tidak ada substansi yang berubah. Karena penyesuaian huruf dan kertas maka jumlah halaman berubah. Selama pembahasan ada yang menggunakan kwarto jadi tidak sesuai,” ungkap Firman.

Hal teknis itu yang membuat jumlah lembaran UU Cipta Kerja seperti tidak sama.Firman menjelaskan jika tim perumus dan tim sinkronisasi tidak boleh menambah dan mengurangi.

“Mereka hanya melihat sistem penulisannya saja. Tim ini melibatkan ahli bahasa dan ahli bahasa hukum. Ahli bahasa melihat, apakah yang ditulis dalam draft RUU sudah sesuai dalam kamus bahasa Indonesia, sebab jika tidak bisa menimbulkan persepsi yang berbeda,” ujar anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Golkar itu.

Firman juga menyatakan jika setelah Pleno dan dibawa ke Paripurna draf RUU langsung dikerjakan guna menyesuaikan aturan penulisan baku dalam UU, baru selesai Senin malam.

Tentang adanya anggota Panja yang mengaku belum menerima draf RUU Cipta Kerja, Firman justru balik tanya.
“Anggota Panja yang belum terima draft di rapat paripurna hadir secara fisik atau tidak? Yang jelas sudah dibagikan semua ke Kapoksi masing-masing,” ungkapnya.

Ia juga menolak adanya anggapan jika RUU Cipta Kerja dibuat terkesan terburu dan dipaksakan. Firman sendiri menyatakan UU Cipta kerja digagas sebelum pandemi. Hal itu tertuang dalam pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo 16 Agustus dan sewaktu pelantikan anggota DPR periode ini.

Kemudian DPR membahas dan memasukkannya dalam Prolegnas prioritas tahunan. Pemerintah sendiri sudah menyusun Naskah Akademis. Kemudian 24 April 2020, Raker pertama diselenggarakan.

“Sejak saat itu dibahas non-stop, karena Undang-Undang ini dianggap penting untuk memperbaiki ekonomi, untuk menghadapi situasi bangsa yang sedang terpuruk di masa pandemi, bahkan saat reses pun kita lembur,” ungkap Firman.

Firman kembali menegaskan jika RUU Cipta Kerja ini adalah satu-satunya UU yang dibahas secara terbuka. Publik bisa melihat dan mengakses melalui zoom dan TV parlemen. “Pakar, ahli, pelaku usaha, Apindo, buruh, semua sudah diundang. Pemerintah juga sudah melakukan konsultasi publik,” tambah Firman.

Persoalan ada yang kurang setuju atau menolak, tentu bisa melakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi. Firman pun menolak anggapan jika para Hakim Konstitusi akan bertindak tidak fair saat memeriksa kasus ini. Apalagi ada yang mulai mendiskreditkan MK karena DPR sudah memberikan janji tertentu untuk hakim-hakim MK.

“MK itu hakimnya ada sembilan orang. Ada yang background nya perguruan tinggi ada yang profesional,” tutur Firman.

Anggota Fraksi Golkar DPR RI dari daerah pemilihan Jawa tengah III itu meminta publik untuk mempercayai niat baik dari UU Cipta Kerja. Hal itu pula yang membuat yakin UU ini tak akan mengalami masalah.

“Saya bukan hakim MK. Sebagai anggota DPR norma yang kita atur dalam RUU Cipta Kerja sudah benar. Sebagai pembuat Undang-Undang kami harus membela apa yang sudah kami buat sebagai bentuk pertanggungjawaban secara politik sesuai hukum politik nasional kita. Benar atau salah itu domain-nya hakim. Kita tidak punya hak untuk mengomentari itu,” pungkas Firman.

DPR Serahkan Draft UU Cipta Kerja Hari ini ke Presiden

Berita Golkar, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin pastikan draf final Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dikirim kepada Presiden Joko Widodo pada Rabu (14/10/2020).

Pengiriman draf UU Ciptaker itu merujuk pada ketentuan UU Nomor 12 Tahun 2011, yang menyatakan bahwa ‘DPR memiliki waktu selambat-lambatnya tujuh hari menyerahkan UU kepada presiden sejak tanggal persetujuan.

“Tenggang  waktu untuk penyampaian UU Cipta Kerja ini jatuh pada 14 Oktober 2020, tepatnya besok pukul 00.00 WIB,” ungkap Azis

Azis mengatakan, setelah draf final dikirim ke Presiden, maka publik dapat mengakses draf UU Ciptaker tersebut.

Ia juga mempersilakan pihak-pihak yang keberatan dengan Omnibus Law UU Ciptaker untuk melakukan pengujian (judicial review) UU ke MK.

“Bagi sahabat-sahabat dan masyarakat yang masih pro dan kontra, ada mekanisme konstitusi yang dibuka oleh aturan-aturan konstitusi kita melalui mekanisme Mahkamah Konstitusi,” kata politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Ia menyadari, bahwa sejak RUU ini disetujui di DPR RI, muncul perbedaan-perbedaan pandangan di masyarakat.

Oleh karenanya,  DPR akan menghargai jika perbedaan-perbedaan tersebut diuji konstitusionalitasnya melalui MK.

Namun demikian, Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) itu meminta seluruh pihak percaya bahwa DPR RI berkomitmen untuk memajukan bangsa.

“Sehingga tidak ada (conflict of) interest, kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok dalam kami, Pimpinan DPR, Pimpinan Fraksi dan Pimpinan Alat Kelengkapan, dalam hal ini Baleg memanfaatkan kondisi kondisi tertentu untuk hal-hal tertentu, yang menguntungkan para pihak tertentu,” tutup Azis memastikan.

Sumber : dpr.go.id

Airlangga Hartarto: RI Seimbangkan Penanganan Covid-19 & Pemulihan Ekonomi

Berita Golkar – Ketua Komite PCPEN, Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia menyeimbangkan dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi secara bersamaan. Hasilnya, Covid-19 bisa dikendalikan dan ekonomi juga mulai pulih.

Bahkan Indonesia juga merupakan negara yang memiliki dampak kontraksi ekonomi yang relatif lebih rendah dibanding negara lain. Alhasil, Indonesia menjadi negara 5 terbesar paling sukses dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“Jadi kita ini termasuk Top 5 yang bisa menangani secara berimbang antara COVID-19 maupun pelunakan atau penurunan kontraksi ekonomi,” jelas Airlangga, kepada wartawan, rabu (14/10).

Dengan melihat adanya perkembangan penanganan COVID-19 dan pengendalian ekonomi tersebut, Airlangga yakin dan berharap outlook pertumbuhan ekonomi 2020 dapat mencapai minus 1 hingga plus 0,6.

“Tentu kita berharap di akhir tahun ini bisa -1 sampai +0,6,” kata Airlangga.

“Minimal bisa tren positif atau kurva V. Minimal target kita netral atau restart ke titik nol,” pungkas Airlangga.

Berdasarkan data Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEC), kasus aktif COVID-19 per hari ini berada pada angka 19,97%. Hal itu jauh lebih baik apabila dibandingkan pada periode sebelumnya yakni 22,1%.

Kemudian tingkat rata-rata kesembuhan atau recovery rate sudah mencapai angka 76,48% yang mana hal itu lebih tinggi dari rata-rata dunia yakni 75,0%.

Adapun faktor yang mempengaruhi recovery rate tersebut adalah adanya penurunan kasus aktif di beberapa provinsi di Indonesia.

Selanjutnya, untuk prosentase rata-rata kasus meninggal atau fatality rate di Indonesia adalah 3,55% dan angka tersebut masih berada di atas dunia yakni 2,9%.

Airlangga Hartarto mengatakan, memasuki kuartal IV (Q4), Presiden Joko Widodo meminta agar Komite PCPEN dapat melakukan pengendalian secara mikro.

Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya di 11 provinsi yang memilki dampak COVID-19 tinggi dan potensi ekonomi yang besar.

“Arahan Bapak Presiden adalah di beberapa kota di antaranya Ambon, Jakarta Utara, Depok, Bekasi, Jayapura, Padang, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Pekanbaru Jakarta Selatan dan Jakarta Timur untuk lebih didalami seperti kemarin menangani 8 provinsi dan 3 provinsi lain,” jelas Airlangga dalam keterangan resmi di Media Center Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 di Jakarta, Senin (12/10).

Selanjutnya terkait perkembangan pengadaan vaksin sebagaimana arahan Presiden sebelumnya, Komite PCPEN telah menargetkan hingga tahun ini mencapai 30 juta vaksin.

“Pengadaan vaksin sampai dengan kuartal ke IV disiapkan 271,3 juta dan tahun ini diharapkan 30 juta,” kata Airlangga.

Adapun beberapa jenis vaksin tersebut adalah dari Cansino, Sinovac, Sinopharm/G42, Astra Zeneca.

Khusus Astra Zeneca, Pemerintah Indonesia telah mencapai kesepakatan dan komitmen untuk pengadaan hingga 100 juta.

Vaksin tersebut saat ini terus disiapkan dan dipantau oleh Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian BUMN untuk order 50 juta pertama berbasis biofarma.

Kedepannya, Airlangga juga mengatakan pengadaan vaksin diperkirakan mencapai 160 juta secara bertahap hingga 2022.

“Untuk 160 juta, dan ini diperkirakan bertahap sampai tahun 2022,” jelas Airlangga.



Scroll to top