Bulan: September 2020

Politisi Golkar Inche Tawarkan Solusi Hadapi Bencana Kekeringan di NTT

Berita Golkar – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menghadapi ancaman kekeringan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan ada 14 kabupaten/kota yang mengalami kemarau panjang tahun ini.

Terkait ini, beberapa solusi yang ditawarkan para anggota DPRD NTT.

Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna, mengatakan masalah kekeringan di provinsi itu bukanlah masalah baru karena hampir setiap tahun daerah ini selalu dilanda kekeringan.

Tahun ini, ada 14 daerah yang mengalami kekeringan dengan 8 kabupaten yang akan mengalami kekeringan dengan status kekeringan ekstrim.

“DPRD meminta pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi dan melakukan penanganan sedini mungkin sehingga masyarakat tidak dirugikan,” kata Inche kepada wartawan di Kupang, Senin (21/09/2020).

Politisi Partai Golkar ini meminta pemerintah harus mempersiapkan para petani untuk melakukan persiapan musim tanam di akhir tahun 2020 dengan persiapan lahan pertanian dan juga menjamin ketersediaan air.

“Persoalan serius yang sering dihadapi di NTT adalah soal gagal panen, kekurangan air bersih dan juga kebakaran,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan beberapa poin penting yang perlu dilakukan Pemprov NTT, yakni:

Pertama, Pemprov NTT harus serius melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota khususnya daerah yang terdampak serius agar segera mempersiapkan penanganan sedini mungkin dalam gerak bersama untuk menolong para petani menghadapi musim kekeringan.

Misalnya, dengan mendirikan posko kekeringan di setiap kabupaten/kota dalam rangka mitigasi kekeringan.

Kedua, menginstruksikan kepada semua OPD untuk melakukan persiapan dan antisipasi musim kemarau. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah agar bertindak cepat untuk memastikan ketersediaan air untuk mencukupi berbagai kebutuhan warga, baik itu untuk pertanian maupun untuk kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, pada Perubahan Anggaran Tahun 2020 DPRD NTT telah menyetujui sejumlah tambahan anggaran di OPD terkait untuk mengantisipasi ancaman kekeringan yang dihadapi oleh para petani dengan berbagai program untuk menolong para petani.

“DPRD juga telah menyetujui untuk mengalokasikan sejumlah penambahan dana kontigensi untuk mengantisipasi jika kekeringan itu dengan tingkat ancaman tinggi dan terancam gagal tanam,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa mengatakan Pemprov harus segera proaktif membangun koordinasi dengan Pemkab/Pemkot sesuai petunjuk BMKG atas wilayah-wilayah krusial dan titik rawan kekeringan agar diatasi sedini mungkin.

Menurutnya, kekeringan akan membahayakan lahan pertanian, baik itu di lahan basah maupun di lahan kering. Saat ini saja, kekeringan sudah mulai mengancam lahan persawahan yang mengakibatkan gagal panen.

Pemerintah mesti memiliki road map antisipasi musim kekeringan di saat petani tengah mempersiapkan lahan sesuai kalender tanam, termasuk potensi kekeringan di lahan basah.

“Konsolidasi alat pertanian, perlindungan mata air, tata kelola air permukaan dan air bawah tanah, termasuk teknologi tampung air hujan sudah sangat mendesak agar menjadi program terencana, sistematis dan masif sesuai karakteristik iklim dan geografis NTT,” katanya

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD NTT, Kasimirus Kolo mengatakan bencana kekeringan ini bukan hal baru, sehingga pemerintah daerah sudah semestinya punya langkah-langkah konkrit mengantisipasi masalah ini, baik Pemprov NTT maupun kabupaten/kota.

Menghadapi masalah ini, Pemprov NTT perlu segera menyampaikan informasi kepada masyarakat untuk bersiaga seraya mencari solusi terbaik.

“Saran saya semua dinas teknis berkoordinasi untuk mencari solusi bersama. Masalah kekeringan ini harus ditangani lintas sektor, jangan hanya satu-dua instansi, tapi semua harus bergerak bersama,” kata Kasimirus.

Lebih lanjut, menurut dia, pemerintah harus mengambil langkah strategis baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk jangka pendeknya, harus berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Harus ada langkah darurat. Apapun caranya harus bisa penuhi air bersih, karena ini kebutuhan pokok dan mendasar,” katanya

Sementara untuk jangka panjang, ia menjelaskan, DPRD NTT telah mendorong pemerintah untuk membangun sumur bor yang merata di semua kabupaten/kota. Sumur bor ini pemanfaatannya tidak saja untuk pertanian, tetapi juga untuk peternakan.

“Juga tentu untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga,” katanya.

Anggota DPRD NTT asal Fraksi PKB, Ana Waha Kolin juga mengatakan pembangunan sumur bor menjadi salah satu solusi mengatasi persoalan kekeringan di NTT. DPRD NTT telah sepakat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sumur bor di kabupaten/kota.

Dengan adanya pembangunan sumur bor, bisa mengatasi masalah rawan pangan. Oleh karena itu, ia mengatakan data yang disajikan BMKG merupakan data awal yang harus dipakai pemerintah untuk melakukan kajian lapangan sebelum membangun sumur bor.

“Kita minta pemerintah turun langsung ke lapangan supaya tahu persis kondisi di mana yang paling rawan, sehingga pembangunan sumur bor benar-benar tepat sasaran dan masyarakat terlayani dengan baik,” katanya.

Voxntt

Airlangga Hartarto : Pelabuhan Patimban Jawa Barat Beroperasi Penuh 2023

Berita Golkar –  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah segera memasuki tahap kedua pembangunan pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. Ia menuturkan, pembangunan tahap pertama akan segera selesai pada 2021 dan beroperasi penuh pada 2023.

“Pak Presiden menargetkan bahwa soft launching dilaksanakan arena seluruh konstruksi hampir selesai untuk paket pertama di November nanti, paket keduanya ditargetkan di kuartal keempat 2021 dan timeline akses keseluruhan akan beroperasi di 2023,” kata Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Selasa (22/9/2020).

Airlangga menuturkan, nilai investasi Patimban mencapai Rp43,2 triliun dengan luas lahan 369 hektar dan area tambahan sebanyak 345,2 hektar. Saat ini, proses pembangunan dermaga dan reklamasi sudah 81,98%, breakwater dan seawall-nya 55,62%. Kemudian paket akses bridge-nya mencapai 11,95% sementara akses jalan sudah 98,27%.

“Kemudian yang terkait dengan backup area 79%,” kata Airlangga. Airlangga menuturkan, pemerintah menargetkan penentuan operator dilakukan tahun ini. Dengan demikian, soft opening dan soft launching dapat digelar antara November-Desember 2020. Ia berharap, keberadaan Patimban bisa membuat industri otomotif mengirimkan komoditas via pelabuhan baru ini.

Pria yang juga Ketum Partai Golkar ini berharap keberadaan Patimban bisa mendorong ekspor Indonesia dari sentra otomotif seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Airlangga menuturkan, pemerintah ingin menaikkan produksi otomotif hingga 2 juta pada 2025. Ia memperkirakan 30-40 persen bisa naik dari target produksi tersebut akibat keberadaan Patimban.

Sebab, saat ini pemerintah baru menggenjot di angka 20 persen. “Kalau 40% dari 2 juta itu kan bisa mencapai sekitar 700-800 ribu sedangkan ekspor pada hari ini melalui pelabuhan Tanjung Priok sekitar 200.000 kendaraan. Sehingga dengan demikian arahan presiden ini ada sinerginya.

Ada Hyundai Sedan investasi kapasitas Hyundai 50% untuk ekspor sehingga tentu sangat tepat waktu pelabuhan,” kata Airlangga. Selain itu, beberapa daerah di Jawa Barat juga punya industri lain. Keberadaan Patimban diprediksi akan membantu sektor industri lain di luar otomotif karena menyediakan tempat kontainer. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis pembangunan Pelabuhan Patimban selesai pada November 2020.

Ia pun memastikan, penentuan operator akan melibatkan pihak luar, tetapi tetap di bawah kepemilikan Indonesia.

“Memang sudah kami rencanakan dengan baik bahwa kami harapkan bisa selesai November dan dengan melakukan suatu koordinasi untuk penunjukan operator, di mana operator ini Insya Allah akan dikerjasamakan dalam dan luar negeri, tentu kita yang mayoritas,” kata Budi.

Budi menuturkan, tahap pertama proyek sudah menelan Rp14 triliun dengan dana berasal dari APBN dan pinjaman JICA. Sementara itu, tahap kedua akan memakan anggaran Rp9,5 T dengan konsep pembangunan multiyears. Sementara itu, pembangunan tahap ketiga dan keempat pelabuhan Patimban akan menggunakan konsep KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha).

Pemerintah akan melelang tempat sehingga swasta bisa ikut masuk dalam proyek tersebut. Budi pun mengatakan, Kementerian Perhubungan kini tengah melakukan finalisasi, revisi hingga persetujuan kelayakan proyek.

“Kami harapkan ini akan kita mulai pada Desember adalah kita akan lakukan ekspor otomotif. Kita tahu bahwa di daerah Bekasi dan Karawang banyak sekali industri otomotif,” kata Budi.

Tirto



Akbar Andi : Kesuksesan Pilkada 2020 Adalah Kebangkitan Indonesia Melawan Pandemi


Berita Golkar –  Direktur Eksekutif Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG), Akbar Andi Leluasa yakin bahwa Pilkada serentak 2020 akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal yaitu tanggal 9 Desember 2020. Selain itu, Ia berharap semua pihak untuk selalu mengedepankan optimisme namun harus tetap menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini.

“Pilkada 2020 InshaAllah akan dilaksanakan. Kita tetap optimis dan berharap kepada semua pihak dari mulai penyelenggara, peserta hingga seluruh elemen masyarakat untuk patuh dan disiplin dengan protokol yang telah ditetapkan.” kata Akbar di kantor DPP Partai Golkar, Senin (21/9/2020).

Sekretaris Jenderal Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) ini juga menyampaikan bahwa pelaksanakan Pilkada ini adalah hal konstitusional yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita semua dalam komitmen terhadap proses demokrasi yang sedang berjalan.

“Jika Pilkada dilaksanakan dengan sukses melalui kerja sama dan kekompakan dari seluruh elemen politik baik itu pihak penyelenggara, Parpol, Timses dan masyarakat luas, maka ini akan menjadi langkah besar dari kebangkitan kita melawan pandemi ini!” katanya.

Tidak lupa Akbar menyampaikan kunci utama kesuksesan tersebut pun lahir dari ketaatan dan kepatuhan kita semua terhadap protokol kesehatan. Ia berharap semua pihak ikut menyuarakan optimisme tersebut bukan malah menebar keraguan, ketidaknyamanan dan ketakutan di tengah-tengah masyarakat.

“Jauhkan diri kita dari pikiran dan pemikiran negatif terkait pelaksanaan Pilkada 2020. Perbaiki cara pandang kita yang tadinya melihat ini sebagai tantangan dalam bencana menjadi kesempatan untuk bangkit bersama-sama. Pilkada ini adalah momentumnya!”.

Realitarakyat

Fraksi Golkar DPR RI Mengajak Pemuda Terlibat Pemulihan Ekonomi Nasional

Berita Golkar –  Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin mengajak keterlibatan
berbagai pihak terutama kalangan pemuda untuk mendorong akselerasi dan transformasi pemulihan
ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Putkom sapaanya saat menanggapi catatan pertumbuhan ekonomi yang pada kuartal-II 2020 mencapai minus 5,32 persen.

Hal ini terjadi lantaran penurunan kinerja konsumsi rumah tangga seiring perluasan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

“Kita patut bersyukur lantaran pada kuartal II-2020, kontraksi ekonomi kita tidak sedalam negara- negara lain. Beberapa negara yang menerapkan pembatasan secara ketat serta memiliki ketergantungan yang tinggi pada sektor tertentu seperti ekspor dan pariwisata cenderung mengalami kontraksi ekonomi yang dalam, bahkan berujung pada resesi,” kata Putkom, Selasa, (22/9/2020).

Untuk itu, lanjut Putkom, di sisa waktu sebelum berakhirnya kuartal III ini tentu diperlukan upaya untuk terus mengawal berbagai strategi yang dilakukan
pemerintah agar dapat mengupayakan tren pertumbuhan yang bergerak ke arah zona positif.

Putkom pun menyampaikan, tiga catatan utama yang dapat dilakukan pemerintah dalam percepatan pemulihan dan transformasi perekonomian di tengah wabah pandemi COVID-19.

“Pertama, optimalisasi atas penyerapan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) utamanya pada instrumen jaring pengaman sosial yang berperan penting dalam menopang konsumsi masyarakat.

Kedua,percepatan pemulihan ekonomi daerah karena realisasi belanja daerah masih belum optimal. Padahal, komponen belanja pemerintah baik pusat maupun daerah menjadi andalan untuk menggerakkan ekonomi di tengah tekanan pada sisi konsumsi,” papar Putkom.

“Ketiga, langkah tersebut juga perlu didukung dengan akselerasi transformasi digital di seluruh nusantara secara merata,” sambung Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini.

Lebih lanjut, Putkom mengajak, pemuda untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan transformasi digital ke depan yang juga secara cepat terjadi saat pandemi ini.

Hal tersebut lantaran beberapa lapangan kerja diperkirakan akan mengalami pergeseran menuju keahlian digital seperti ahli big data dan ahli artificial intelligence.

“Pergeseran inilah yang perlu dipersiapkan dari sekarang, khususnya mengembangkan keterampilan dan keahlian digital, untuk tetap dapat bersaing di pasar tenaga kerja global yang kian kompetitif,” tegas Putkom.

Puteri juga menekankan peran pemuda Indonesia, khususnya kalangan mahasiswa, agar berkontribusi dalam membantu mewujudkan pemulihan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, peran mahasiswa dalam mengejawantahkan kebijakan pemerintah di lapisan bawah dapat dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah melalui edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan serta menginformasikan berbagai stimulus pemerintah kepada masyarakat sekitar.

Mulai dari bantuan sosial, bantuan tunai ultra mikro, stimulus kepada UMKM hingga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Putkom.

Kedaipena

Penilaian Wakil Ketua F-Golkar DPRD Maluku Soal Mutu & Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil

Berita Golkar – Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Maluku menilai, mutu dan kualitas pendidikan yang merupakan sarana dan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pembangunan masih sangat rendah.

Padahal, pendidikan berperan penting dalam mengentaskan kemiskinan, dan memberikan keterampilan kepada seluruh masyarakat, untuk mencapai potensinya secara optimal.

“Penyelenggaraan pendidikan di daerah terpencil, akan mampu menjembatani kesenjangan di masyarakat, melalui budaya belajar di sekolah,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Maluku, Freddeck Rahakbauw kepada media, di Ambon, Senin (21/9).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku harus memberikan perhatian khusus pada bidang pendidikan, dengan cara mengadakan uji kompetensi terhadap guru, yang akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan.

“Peningkatan program pelatihan dan pengembangan profesi guru, mengingat bahwa kualitas pendidikan yang baik, akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar dia.

Pemprov Maluku, menurut dia, perlu memberikan perhatian khusus dalam hal penyebaran guru di Provinsi Maluku, karena permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia, tidak lepas dari kualitas tenaga pendidikan, yakni guru.

Dikatakan Rahakbauw, guru selain memiliki peran sebagai pendidik, guru juga sebagai ujung tombak terselenggaranya pendidikan yang berkualitas.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku perlu meningkatkan kemampuan akademik, dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan.

“Sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal, terutama dalam peningkatan watak dan budi pekerti, agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga pendidik,” tandas Rahakbauw.

Beritamalukuonline

DPP Golkar Beri Bantuan Korban Bancana Banjir Cicurug Sukabumi

Berita Golkar – Badan Penanggulangan Bencana Alam DPP Partai Golkar, Fraksi DPR RI dan Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi menyerahkan bantuan kepada korban banjir Cicurug Sukabumi Jawa Barat.

Bantuan kepedulian bencana banjir tersebut merupakan bantuan dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar dan Fraksi Partai Golkar DPR RI kemudian diserahkan kepada korban banjir Cicurug Sukabumi Jawa Barat hari ini Selasa, 2 September 2020 di Desa Paswahan.

Bantuan Partai Golkar diserahkan langsung kepada Kepala Desa dan warga desa pasawahan yang merupakan desa yang terdampak banjir bandang. Bantuan berupa kebutuhan rumah tangga (sembako), beras, minyak goreng, telur, selimut, sprey, popok bayi dan masker, bantuan yang diserahkan senilai Rp 325 juta.

Turun langsung menyerahkan bantuan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam DPP Partai Golkar Febri Hendri bersama anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Dewi Asmara serta pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.

Bantuan Partai Golkar diserahkan langsung kepada Kepala Desa dan warga Desa Pasawahan

“Kami mewakili Partai Golkar dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, beliau menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal serta warga terdampak bencana banjir Cicurug,” Ucap Febri Ketua Badan Penanggulangan Bencana DPP Golkar

Febri menyampaikan bahwa Ketua Umum DPP Partai Golkar juga mengajak warga dan keluarga terdampak untuk sabar menghadapi bencana ini dan kembali bangkit memperbaiki sarana prasarana serta memulihkan ekonomi warga.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, banjir disebabkan akibat hujan deras yang turun selama beberapa waktu.

Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Sementara, Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna menuturkan petugas masih mendata tentang laporan orang hilang dan kerusakan akibat banjir bandang.



Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman Mengajak Masyarakat Bersatu Hadapi Ancaman Komunis

Berita Golkar –  Sejumlah eleman masyarakat yang mempunyai kesamaan paham anti komunisme melangsungkan pertemuan dan audiensi bersama Gandung Pardiman beserta jajaran fraksi Golkar di Pendopo GPC Karangtengah, Imogiri, Bantul.

Pertemuan tersebut sebagai bagian untuk menyamakan persepsi, gerak dan langkah dalam upaya membendung tumbuhnya faham yang berdasarkan ketepatan MPRS No: XXV tahun 1996 telah dilarang.

Ada empat perwakilan elemen yang hadir dalam pertemuan tersebut. Antara lain, Gepako (Gerakan Pasukan Anti Komunis), FAKI (Front Anti Komunis Indonesia), Laskar Bela Sapta Marga, dan Paksi Katon.

Panglima Gepako yang juga Anggota DPR RI, Drs. HM. Gandung Pardiman.MM mengatakan, pertemuan siang itu bertujuan untuk menjalin kebersamaan dalam lintas elemen.

Menurut dia, kebersamaan perlu dijaga. Terutama persamaan cara pandang dalam menghadapi potensi tumbuh kembalinya komunis.

Lebih baik mati berkalang tanah daripada harus hidup di bawah panji-panji komunis. Politisi senior partai Golkar itu beranggapan, paham komunis bisa tumbuh subur, salah satunya karena faktor kemiskinan.

Oleh karena itu, Gandung mengaku akan membentuk tim. “Untuk memerangi komunisme, memerangi kemiskinan dan mendukung upaya penegakan hukum,” kata dia, Senin (21/9/2020)

Ketua Umum FAKI DIY, Triandi Mulkan mengatakan, pemahaman tentang bahaya komunis dan pemahaman tentang Pancasila saat ini harus dilakukan secara lebih intens.

Sebab, apapun alasannya komunis jangan pernah diberi peluang sedikitpun muncul apalagi tumbuh di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kita akan halangi terus, kita tidak akan kasih peluang sedikitpun,” ucap Triyandi.

Menurut dia, Komunis di Yogyakarta saat ini sudah mulai tumbuh, meksipun tidak terlihat. Tetapi gerakannya ada. Sebab itu, jangan lengah dan perlu diwaspadai bersama.

Paham komunis, kata Triyandi, merupakan ideologi yang tidak diterima dan tidak pantas berkembang di Indonesia.

Menurut dia, semua itu telah tercatat dalam sejarah perjalanan bangsa. “Kita negara beragama. Sejarah telah membuktikan bahwa mereka kejam bengis dan brutal,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Paksi Katon, Muhammad Suhud mengatakan, pertemuan bersama dengan panglima Gepako dan sejumlah elemen masyarakat untuk menyamakan persepsi.

Mencegah dan membendung bangkitnya komunis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun ada sedikit perbedaan, akan tetapi menurut dia, Gepako dan Paksi Katon memiliki cara pandang yang sama tentang komunis. Sehingga alangkah baiknya jika elemen yang ada bisa disatukan.

“Sejak awal didirikan spesialis kami komunis dan separatis. Sehingga jika paksi Katon diajak bergabung maka pas. Kami konkret anti komunis, tidak banyak organisasi yang secara spesifik menyatakan anti komunis,” kata Suhud.

Pihaknya mengusulkan agar dibentuk aliansi yang tidak mengikat. Apabila aliansi ini berhasil disatukan, maka akan diteruskan kepada 23 elemen lainnya yang memiliki kesamaan paham anti komunis.

Tribunjogja

Ketua Golkar NTB Ajak Masyarakat Sumbawa Pilih Pasangan “Mo-Novi”

Berita Golkar – Tujuh kabupaten/kota di NTB akan melaksanakan Pilkada 2020. Dari ketujuh daerah itu, salah satunya adalah Kabupaten Sumbawa.

Nampaknya, Ketua DPD I Golkar NTB, HM Suhaili FT memberikan perhatian khusus bagi Pilkada Sumbawa. Tak tanggung, secara lepas ia mengajak masyarakat Sumbawa untuk bersama memenangkan salah satu bapaslon.

Mereka tak lain adalah bapaslon H Mahmud Abdullah dan Dewi Noviany atau kerap disebut pasangan Mo-Novi.

Ajakannya itu bukan tanpa alasan, sebab Suhaili meyakini pasangan tersebut mampu membawa Sumbawa ke arah yang lebih baik dimasa mendatang.

“Kami sangat berkeyakinan, bahwa pasangan Mo-Novi ini, Insya Allah atas izin Allah, akan mampu membawa Sumbawa menuju Sumbawa yang gemilang dan lebih baik,” ungkapnya, kemarin.

“Karena sudah terbukti dan teruji, bagaimana pasangan ini, Haji Mo sendiri sudah berpengalaman. Dan ini perpaduan dua generasi, keterwakilan gender yang baru pertama kali di Kabupaten Sumbawa,” imbuhnya.

Menurut dia, pasangan Mo-Novi adalah perpaduan yang pas dan sangat luar biasa. Terlebih, pertama kalinya muncul sosok calon pemimpin dari kalangan perempuan.

“Ini luar biasa. Terakhir saya ingin menyampaikan dan mengajak, seluruh keluarga Sumbawa, jangan lupa pada 9 Desember 2020 yang akan datang, pilih Mo-Novi, ingat coblos jilbab hijau!,” demikian ajak Bupati Lombok Tengah itu.

Nusramedia

Iman Ali Rahman Jadi Calon Ketua Golkar Garut, Kantongi Rekomendasi MKGR

Berita Golkar –  Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman dipastikan akan maju dalam bursa calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Garut yang akan dipilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Garut bulan Agustus ini.

Sulaiman Zaky, Sekretaris DPD MKGR Kabupaten Garut mengungkapkan, DPP MKGR telah mengeluarkan surat rekomendasi agar Iman Alirahman maju dalam bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut.

Dengan adanya rekomendasi tersebut, menurut Sule, Iman telah memenuhi syarat administratif untuk bisa maju menjadi calon Ketua DPD Partai Golkar Garut.

“Salah satu syarat pencalonan adalah mendapat rekomendasi dari organisasi pendiri Golkar, DPP MKGR telah memberi rekomendasi pada Iman,” katanya, Minggu (2/8/2020).

Menurut Sule, rekomendasi ini juga semakin membuat terang eksistensi Iman sebagai kader utama Partai Golkar di Garut. Dengan kapasitas sebagai Kader Utama, Iman bisa ikut maju dalam bursa calon.

Selama ini, banyak kontroversi soal eksistensi Iman sebagai kader Partai Golkar, hingga banyak yang meragukan Iman bisa menjadi calon. Saat ini, kontroversi tersebut tuntas sudah setelah DPP MKGR merekomendasikan Iman untuk jadi Ketua DPD Golkar Garut.

Menurut Sule, sebelum dicalonkan menjadi Ketua DPD Golkar Garut, pada Pilkada 2018 lalu, Iman juga yang ditunjuk DPP Partaj Golkar untuk maju dalam Pilkada Garut menjadi calon bupati berpasangan dengan Dedi Hasan Bachtiar dari Partai PDIP.

“Penunjukan Iman Ali Rahman untuk menjadi Ketua DPD Golkar Garut, pertimbangannya demi kepentingan Partai Golkar di Garut,” jelasnya.

MKGR melihat, Iman dengan kapasitas dan pengalamannya , akan mampu membesarkan Partai Golkar di Garut ke depannya. Ini yang menjadi target DPP Partai Golkar agar di Garut Golkar bisa lebih besar.

Jabaronline

Ketua DPD I Golkar Bali Bagi Pengalaman Sembuh Dari Covid-19

Berita Golkar – Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, menjadi salah satu yang terpapar Covid-19. Dua minggu lamanya dia mesti menjalani perawatan di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM).

Terhitung dari 5 September 2020 lalu. Baru-baru ini, hasil uji swap yang dilaluinya menunjukkan hasil nonreaktif. Dia dinyatakan sudah pulih.

Meski sudah pulih, Sugawa Korry mengaku masih di RSBM sampai dengan Minggu (20/9). Kebetulan dia juga menemani Ni Wayan Suartini, istrinya yang juga terpapar Covid-19.

Dalam obrolan singkat, dia mengaku, sebetulnya sudah dibolehkan pulang. Namun berhubung istrinya masih dalam perawatan, dia memilih untuk bertahan terlebih dulu sembari memastikan, kondisi kesehatannya benar-benar sudah pulih.

“Saya masih di RSBM. Kebetulan saya masih menunggu istri. Mungkin besok (Senin) atau dua hari lagi sudah bisa pulang. Cuma saya ingin memastikan agar benar-benar clear. Kalau saya, dua hari lalu (uji usap) hasilnya nonreaktif,” kata Sugawa Korry melalui saluran telepon seluler.

Politisi yang juga ketua DPD I Partai Golkar Bali ini mengaku selama dua minggu menjalani perawatan, dia mesti menjaga kondisi kesehatannya. Entah itu tensi, Haemoglobin atau sel darah merah, serta menjaga asupan gizi dengan menambah suplemen vitamin.

“Intinya mengupayakan imunitas stabil. Sekarang ini saya mau diukur tensinya,” aku Sugawa Korry. Karena mesti ukur tensi, obrolan itu pun jeda sementara.

Begitu selesai ukur tensi, dia kembali bercerita. Dalam lanjutan ceritanya itu, dia mengaku rajin minum air hangat yang dicampur tetesan minyak kayu putih. Itu dilakukan untuk membantu proses pemulihannya agar lebih cepat.

Dia mengaku mendapatkan referensi dari membaca-baca artikel. Kebetulan beberapa rekannya ada yang mengirimkan artikel itu.

“Saya pakai kayu putih, diminum, tidak apa. Bagus itu. Paling dua atau tiga tetes dalam satu gelas air hangat. Setiap saya minum air hangat,” imbuh politisi asal Buleleng ini.

Selain itu, dia juga memanfaatkan uap ramuan yang dihirup pakai nebulizer. Sugawa Korry mengaku tidak ragu dengan cara-cara pemulihan itu. Malah dia merasa suka dan nyaman bila menghirup uap ramuan itu.

“Yang nebulizer itu saya pakai terus karena nyaman. Saya nggak mengetahui ramuannya apa. Mungkin ada araknya. Tapi bikin segar. Menurut saya bagus itu.

Saya pakai logika saja. Kalau bakteri atau virus itu kan nggak kuat dengan alkohol,” katanya dengan suara yang terdengar antusias.

Dia lantas bercerita awal mula terpapar Covid-19. Katanya, yang dia rasakan pertama kalinya adalah demam tinggi dan meriang. Ini terjadi setelah dia selesai melakukan reses sebagai anggota DPRD Bali.

Tugas itu mesti dia jalani berbarengan dengan beberapa agenda penting partai. Kebetulan belum lama ini beberapa DPD II Partai Golkar di tingkat kabupaten/kota punya agenda musda.

“Habis reses dan musda keliling Bali, kondisi saya agak capek, kepayahan. Saya agak meriang. Tidak batuk atau sesak, tapi suhu tubuh tinggi. Akhirnya saya ke dokter. Sama dokter diperika, kok terdengar ada suara di paru-paru saya. Kemudian rontgen dan ditemukan ada flek kecil. Saya dikasih antibiotik,” bebernya.

Waktu itu dia sudah merasa tidak nyaman. Apalagi hasil rontgen menunjukan ada masalah di paru-parunya. Dia pun mengambil inisiatif agar diuji usap, termasuk dengan istrinya. Karena sewaktu perawatan di rumah termasuk waktu mengantarkan dia ke dokter, istrinya yang menemani.

“Ternyata (uji usap) hasilnya reaktif. Malam itu juga, saya langsung minta diisolasi, berdua dengan istri. Itu dimulai dari 5 September. Daripada di rumah terjadi apa-apa, lebih baik saya dan istri saya di rumah sakit,” imbuh mantan ketua Dekopinda Bali ini.

Beda lagi dengan istrinya. Menurut Sugawa Korry, istrinya justru tidak menunjukkan gejala-gejala klinis, bahkan sampai dengan Minggu (20/9). “Sampai sekarang tidak apa-apa. Tapi hasil uji swabnya reaktif. Beda-beda gejalanya,” sebutnya.

Kendati harus menjalani perawatan di rumah sakit, Sugawa Korry mengaku masih menyempatkan diri menjalankan tugas-tugasnya, Khususnya terkait dengan urusan kepartaian.

“Dalam artian sebatas koordinasi dengan teman-teman di partai. Memastikan kelengkapan pendaftaran calon (kepala daerah dan wakil kepala daerah). Kadang memberikan arahan. Cuma waktunya agak dibatasi. Karena harus istirahat juga,” imbuhnya.

Bahkan, saat hari raya Galungan pada pertengahan minggu lalu, dia dan sang istri melaluinya dengan melakukan persembahyangan secara sederhana. “Pakai canang dan dupa saja. Yang penting niatnya,” sambungnya lagi.

Sesekali dia berkomunikasi dengan anak-anaknya, cucunya, sampai dengan teman-temannya di partai. Bahkan ke anak dan cucunya, dia paling sering berkomunikasi melalui fasilitas video call.

“Jadi seperti nggak lagi jauh begitu. Kadang, habis mandi dan sarapan, saya telepon-telepon dengan teman-teman. Sambil mencatat-catat, apa saja tugas atau urusan yang terkait partai,” ujarnya melanjutkan.

Kondisi yang dialaminya selama dua pekan terakhir ini membuat Sugawa Korry mengaku bahwa ancaman Covid-19 itu ada di mana saja.

Sehingga dia memandang ada satu hal yang harus dilakukan, yakni mempersiapkan diri sendiri. Entah itu dengan cara menjaga kesehatan, menjaga imunitas, atau kekebalan tubuh.

“Apa saja yang jadi anjuran pemerintah sebaiknya diikuti. Protokol kesehatan itu yang wajib diikuti. Mungkin kalau sudah mengalami, bisa merasakan,” ujarnya.

“Jadi tidak perlu berspekulasi. Ini bukan menyangkut diri saja, tapi orang lain juga. Artinya, kalau dari diri sendiri tidak disiplin, orang lain kena,” kata Sugawa Korry sembari memberi imbauan ke masyarakat.

Selain itu, sebagai orang yang ada dalam lingkaran pemerintahan, Wakil Ketua DPRD Bali, dia memandang kesiapan pemerintah untuk memastikan perawatan kepada warga yang terpapar harus terus dijaga dan ditingkatkan.

“Ruangannya, kesiapan tenaganya, ketersediaan obat dan vitaminnya. APD (alat pelindung diri). Tenaga kesehatan yang merawat, ternyata berat tugasnya. Mereka itu, empat sampai enam jam pakai pakaian khusus (hazmat),” katanya.

Soal tenaga kesehatan, dia mengusulkan agar jam tugasnya diperpendek. Sehingga konsekwensinya, jumlah tenaga kesehatan yang mesti ditambah. “Jadi waktu istirahatnya panjang. Bila perlu insentifnya juga ditingkatkan,” cetusnya.

Memang, sambungnya, dengan menambah tenaga, anggaran penanganan dan perawatan untuk tenaga kesehatan akan bertambah.

Namun, baginya, itu akan sejalan dengan pelayanan agar lebih maksimal. Termasuk untuk ruang perawatan ditambah, sehingga tidak ada yang tidak kebagian ruang perawatan.

“Jangan sampai ada orang yang punya gejala (Covid-19) ditunda atau ditolak. Ketersediaan ruangan untuk perawatan ini juga penting. Apakah itu menambah rumah sakit atau menyiapkan hotel yang dikontrak untuk kepentingan itu. Kalau pun tidak digunakan syukur,” kata dia.

“Tapi kalau ada yang memerlukan kan sudah siap. Kita ini kan sedang berlomba dengan waktu sampai vaksin ditemukan. Kalau untuk ini, saya di DPRD, tidak ragu untuk mendukung anggarannya,” sebungnya.

Di ujung obrolan, Sugawa Korry mengaku bahwa Covid-19 memberinya pengalaman masuk ke rumah sakit dalam waktu yang lama untuk kedua kalinya.

Pengalaman pertama opname di rumah sakit dalam waktu yang lama terjadi waktu dia masih duduk di bangku kelas dua SD atau sekolah dasar.

“Ini pengalaman kedua saya masuk rumah sakit dalam waktu yang lama. Pengalaman pertama saya itu waktu kelas dua SD. Saya kena tetanus. Biasalah waktu kecil sering tidak pakai sandal. Kaki luka, ternyata tetanus,” tuturnya.

Dia mengaku saat itu sekitar sebulan lamanya mesti di rumah sakit. Sebab, obat tetanus saat itu sangat sulit diperoleh. Itupun dia sudah dalam kondisi kritis.

“Mulut sudah tidak bisa dibuka waktu itu. Itu pengalaman saya masuk rumah sakit dalam waktu yang lama untuk pertama kalinya. Dan sekarang ini yang kedua, karena Covid-19,” kenangnya.

Baliexpress.jawapos

Scroll to top