Bulan: Agustus 2020

Andreas Paru Serahkan APD untuk RSUD Bajawa dan Puskesmas di Ngada

Andreas Paru pose bersama usai menyerahkan APD di Puskesmas Langa Bajawa Kabupaten Ngada, Senin (3/8/2020).

Berita – Ketua DPD II Golkar Kabupaten Ngada, Andreas Paru menyerahkan bantuan berupa sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis pada semua Puskemas dan RSUD Bajawa di Kabupaten Ngada, Senin (3/8/2020).

APD ini merupakan bantuan dari Melki Laka Lena yang merupakan wakil ketua komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan.

Andreas Paru mengatakan penyerahan bantuan ini baru dilakukan mengingat dirinya barus saja tiba di Kabupaten Ngada.

Bantuan APD ini juga bukan hanya diserahkan di kabupaten Ngada tetapi di seluruh kabupaten yang ada di NTT.

Baca Juga: Arik Sriwahyuni Terpilih Sebagai Ketua DPD Partai Golkar DI Musda X Partai Golkar Kabupaten Trenggalek

Bantuan yang diberikan ini antara lain berupa coverall 10 buah, masker medis 50 pack, face shield 2 buah dan diserahkan di seluruh Puskesmas di Ngada dan untuk RSUD Bajawa.

Ia berharap dengan penyerahan bantuan APD ini bisa membantu para tenaga medis dalam menjalankan tugas sehingga keinginan bersama agar kabupaten Ngada tidak masuk dalam zona merah.

Ia juga berharap masyarakat kabupaten Ngada bisa mentaati segala peraturan yang dibuat oleh pemerintah pusat maupun daerah antara lain jaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan.

Pembagian APD ini dilakukan sejak hari Senin, 3 Agustus 2020 yang dilakukan di 3 Puskesmas antara lain Puskesmas Langa, Surisina dan Puskesmas Kota.

Sesuai jadwal, Selasa 4 Agustus 2020 akan dilakukan penyerahan APD di RSUD Bajawa.

Sedangkan untuk Puskesmas lainnya yang ada di kabupaten Ngada akan dijadwalkan lagi beberapa waktu kedepan.

Sumber

Musda Partai Golkar Sulsel Digelar 6 Agustus di Jakarta

 

Pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Golkar Sulsel diagendakan digelar Kamis, 6 Agustus 2020 di Jakarta. Foto: Istimewa

Berita – Perebutan kursi pucuk pimpinan Ketua Golkar Sulsel periode 2020-2025 sudah di depan mata, rencananya digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, (6/08/2020).

Persiapan pelaksanaanya pun sampai saat ini sudah 80 persen dirampungkan oleh panitia musyawarah daerah (Musda) ke – 10 Golkar Sulsel.

Alasan pemilihan Ketua Golkar Sulsel dipindahkan ke Jakarta setelah pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, tidak memberikan izin lantaran Makassar masih berada dalam status zona merah pandemi COVID-19.

Sehingga untuk menghindari terjadinya peningkatan COVID-19 dan kluster baru, DPD I Golkar Sulsel kemudian mengajukan surat pemindahan Musda ke DPP untuk dihelat di Jakarta.

Baca Juga: Harapkan Lancar, DPD Golkar Tabanan Siapkan Musda

“Alhasil, DPP menyetujui pemindahan dan menetapkan Musda ke – 10 Golkar Sulsel dilaksanakan 6 Agustus di Jakarta. Arena atau lokasinya di Hotel Sultan. Saat ini panitia tengah bekerja untuk merampungkan seluruh persiapannya,” kata Ketua Panitia Musda Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai, Senin (3/8/2020).

Risman menjelaskan, adapun pelaksanaan Musda sendiri tentu akan mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan berkoordinasi dengan tim gugus tugas COVID-19 di Jakarta.

Mengenai kepesertaan di arena musda sendiri lanjut MRP, panggilan akrab Muhammad Risman Pasigai tentu dibatasi, hanya ketua, sekretaris DPD II dan pemilik atau pemegang hak suara yang bisa masuk dalam ruangan Musda.

Selebihnya, kata Risman yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar Sulsel bisa menyaksikan secara langsung pelaksanaan Musdanya melalui aplikasi virtual yakni zoom meeting.

“Jadi pengurus, kader dan lainnya bisa menyaksikan proses musda melalui aplikasi tersebut dan diwajibkan nobar di kantor DPD II masing-masing,” urainya.

Sekedar diketahui total kandidat yang bertarung memperebutkan singgasana Ketua Golkar Sulsel menggantikan Nurdin Halid, berjumlah empat orang dari sembilan yang sebelumnya mengembalikan formulir pendaftaran.

Mereka adalah Hamka B Kady (Anggota DPR RI), Supriansa (Anggota DPR RI), Taufan Pawe (Wali kota Parepare), dan Syamsuddin Hamid (Bupati Pangkep).

Sumber

Bebby Pimpin Golkar Pontianak, Maman: Semoga dengan Perempuan Gas Full

Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Maman Abdurahman saat membuka Musda DPD Golkar Pontianak, Minggu (2/8/2020).

Berita – Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Maman Abdurahman berharap dengan kepemimpinan kaum perempuan di DPD Golkar Pontianak memberikan angin segar untuk kemajuan Partai Beringin tersebut.

Sebelumnya, dipaparkan Anggota DPR RI ini, jika Partai Golkar identitasnya adalah demokratisasi, dinamika dan dinamis, setiap kader dituntut untuk mampu mengelola perbedaan, dan dinamika yang ada menjadi kekayaan sekaligus membuktikan kepada masyarakat bahwa dengan dinamika yang ada memberikan dampak positif dan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga : Mantan Sekda Garut siap maju dalam pemilihan Ketua DPD Golkar

“Saya bersama Pak Ria Norsan telah membuktikan sebuah kekayaan dan kehebatan serta dinamika yang ada di Golkar, kita pernah bertarung dan pada posisi berhadapan-hadapan. Namun sejatinya seorang pelaut ulung siap bertarung dengan gelombang yang tinggi dan besar, dan juga siap berlayar dengan gelombang yang tenang, hari ini kita bersama-sama bisa duduk sebagai bukti gagasan Partai Golkar kita pertahankan dan bergandengan kembali,” jelas Maman, Minggu (2/8/2020).

Baca Juga: Pathul Belum Terima Dukungan Golkar di Pilkada Loteng

Maka dari itulah, Maman berharap melalui musda Partai Golkar ini menjadi konsensus bersama, dan musyawarah mufakat.

“Mudah-mudahan dengan perempuan gas full,” katanya.

Kekuatan Partai Golkar, lanjut dia, adalah multiifaksi, sehingga ia tidak ingin Kota Pontianak didominasi satu faksi, satu kelompok, namun harus dengan semua golongan.

“Tidak ada lagi Ria Norsan, tidak ada lagi Maman Abdurahman, yang ada Partai Golkar Kalbar,” kata Maman Abdurahman.

Sumber 

Arik Sriwahyuni Terpilih Sebagai Ketua DPD Partai Golkar DI Musda X Partai Golkar Kabupaten Trenggalek

Berita – Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Trenggalek mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) ke X dihadiri oleh Ketua Partai Golkar Propinsi M.Sarmuji.SE.MSi serta Bupati Trenggalek H.Muhammad Nur Arifin juga Ketua Partai se Kabupaten Trenggalek.Sabtu 1/8/2020.

Ketua Partai Golkar Propinsi mengatakan kita ke Trenggalek dalam rangka Musda X untuk merumuskan program umum Partai Golkar di Kabupaten Trenggalek dan untuk memilih Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Trenggalek. ungkapnya.

Arik Sriwahyuni terpilih secara Aklamasi di Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar X,sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Trenggalek.

Arik Sriwahyuni Ketua DPD Partai Golkar yang terpilih secara aklamasi mengatakan, “Saya mentarjetkan tinggi dalam Pemilu 2024 mendatang”.

Lanjut Arik Sriwahyuni, tarjet yang diusung bukan tanpa alasan karena peluang untuk mendapatkan suara di beberapa Kecamatan itu cukup terbuka, Saya mentarjetkan perolehan suara di 3 Kecamatan yaitu, Panggul, Dongko dan Munjungan yang bisa meraih 3 Kursi.

Baca Juga : Hasbi Siap Pimpin Golkar Muratara

Jika jumlah perolehan kursi Partai Golkar di pemilu 2024 berkurang atau tidak bertambah perolehan kursi di pemilu mendatang dirinya tidak akan mencalonkan lagi sebagai Ketua DPD, Saya sangat yakin karena Partai Golkar sudah tidak asing bagi masyarakat, Saya akan menepati janji kalau target itu tidak terealisasi.Terangnya.

Arik Sriwahyuni mengucapkan terima kasih kepada semua Pimpinan Kecamatan (PK) yang telah mempercayakan Saya sebagai Pimpinan di Partai Golongan Karya selama 5 Tahun kedepan, Saya akan menjalankan amanah yang sudah dipercayakan untuk benar-benar dijalankan dan berguna bagi masyarakat Bangsa dan Negara khususnya Masyarakat Kabupaten Trenggalek. Pungkasnya (SG)

Sumber

Pilkada Medan, Golkar Menunggu Wakil yang Dampingi Bobby Nasution

Menantu Presiden Joko Widodo yang juga bakal calon Wali Kota Medan Bobby Nasution (kanan) menyimak pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat (kiri) saat berkunjung di Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/7/2020).

Berita – Tensi Politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan kian memanas. Pertarungan mengerucut pada dua nama yakni Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Afif Nasution dan Petahana Akhyar Nasution.

Upaya mencari dukungan terus digencarkan keduanya. Dinamika di lapangan kian kencang.

Golkar yang mengklaim menjadi pengusung terus memopulerkan nama Bobby Nasution. Bahkan Golkar menyebut, mereka sudah lebih dulu mengeluarkan rekomendasi arah dukungan kepada Suami Kahiyang Ayu itu.

 

1. Untuk memilih wakil wali kota, Golkar serahkan sepenuhnya kepada Bobby

Bakal Calon Walikota Medan Bobby Nasution menyambangi Kampung Salam Bahari di Kecamatan Belawan Kota Medan

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia Tanjung meyakini jika Bobby bisa unggul dari Akhyar. Meskipun tak dimungkiri jika Akhyar punya jam terbang politik lebih ketimbang Bobby.

“Kalau kami sejak awal mungkin bisa disebut sebagai Parpol yang mengusung Bobby Nasution. Jadi kami sudah memberikan dukungan penuh, dari awal Bobby Nasution menyatakan diri sebagai, punya keingin jadi calon Wali Kota Medan,” ujar Doli disela acara Kurban Partai Golkar, Minggu (2/7/2020).

Untuk sosok wakil yang akan mendampingi, Golkar menyerahkannya kepada Bobby. Golkar akan mendukung penuh, apa yang menjadi pilihan Bobby.

Baca Juga : Agung Laksono: Perubahan di Golkar Adalah Keniscayaan

2. Golkar rekomendasikan beberapa nama wakil kepada Bobby, namun enggan dibeberkan

Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar (tengah)

Golkar pun sudah memberikan beberapa nama kepada Bobhy untuk disandingkan sebagai calon wakil. Namun pilihan itu tetap kembali kepada Bobby.

Sayangnya, Doli enggan membeberkan nama-nama itu.

“Sekarang ada beberapa opsi tinggal mengerucut menjadi dua, tiga nama. Pak bobby akan mendengarkan aspirasi dari kelompok masyarakat dan parpol pengusungnya,” jelasnya.

3. Golkar sudah terbitkan keputusan dukung Bobby

Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Politisi Partai Golkar, Ketua Komisi II DPR RI, Jakarta 20 November 2019

Doli menyebut, Golkar telah memberikan dua surat kepada Bobby. Pertama, surat tugas yang diberikan pada Maret 2020 lalu. Dengan surat tugas tersebut, Bobby bisa melakukan komunikasi politik dengan partai lain dan mencari calon wakil wali kota.

Golkar juga sudah menerbitkan Surat Keputusan yang menetapkan arah dukungan kepada Bobby.

Bobby diprediksi kuat akan bertarung head to head dengan Akhyar Nasution. Sang petahana sudah mendapat sinyal dukungan dari PKS dan Demokrat. Sementara Bobby mendapat sinyal dukungan dari NasDem, Golkar dan PDI Perjuangan.

“Kami akan lakukan konsolidasi supaya ini memang, kader dan partai Golkar merangkai sedemikian rupa langkah strategi yang dilkaukan pak Bobby. Insya Allah kami optimis memenangkan Pak Bobby,” imbuhnya.

Sumber

Golkar Berkuban, Ansar Apresiasi Kekompakan Pengurus Kepri dan Batam

Berita – Anggota DPR RI Ansar Ahmad, menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi kepada DPD I Golkar Kepri atas kebersamaan dan kekompakannya bersama DPD II Batam dalam kegiatan Golkar Berkurban.
Kegiatan ini sangat positif, karena berkurban di dalam agama Islam mesti universal. Daging kurban ini tidak hanya untuk umat muslim saja, umat yang beragama lainpun yang berada didalam satu lingkungan wajib diberikan sama.

“Saya sangat mengapresiasi DPD I Golkar Kepri dan Golkar Kota Batam yang bersama sama melaksanakan kegiatan Qurban pada hari ini, saya berharap disituasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, sebaiknya kita semua mesti dengan semangat yang kuat menjaga situasi ini tetap baik, mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” tutur Ansar.

Tak hanya itu, kita mesti bergandeng tangan bersama-sama masyarakat untuk melakukan dua hal penting yaitu percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial,” ungkapnya.

Baca Juga : Golkar, PKS, PAN Beri Sinyal Dukung Haris Lambey di Batam

Dalam perayaan Idul Adha 1441 H tahun ini, DPD Partai Golkar Kepri ber-Qurban dengan menyembelih 10 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang berlangsung di Kantor DPD II Golkar Kota Batam beralamat Komplek Trikarsa Equalita, Blok B No 16, Batam Center, Sabtu, 1 Agustus 2020

Kegiatan ini dihadiri oleh, Anggota DPR RI sekaligus Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kepri, Ansar Ahmad, SE, MM, Ketua DPD Partai Golkar Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana, Sekretaris DPD Partai Golkar Kepri Rizki faisal, SE, MM, serta pengurus Partai Golkar Provinsi Kepri dan Batam.

Masih menurut Ansar, kehadirannya pada kegiatan ini bukan dalam bentuk kampanye, karena setiap bentuk kegiatan apapun, pihaknya selalu hadir dan tidak memandang suku, agama lainnya.

“Saya tidak kampanye, karena dalam bentuk kegiatan apapun, baik itu kegiatan keagamaan umat lainnya saya selalu hadir, karena golkar netral dan tidak memandang suku dan agama lainnya,” terangnya.

Dijelaskannya, dengan kegiatan Golkar berqurban ini diharapkan masyarakat semakin dekat lagi dengan Golkar, biasanya masyarakat menilai sejauh mana partai politik itu memberikan perhatian kepada masyarakat dan itu tidak hanya saat-saat pesta demokrasi.

“Kita Golkar membuktikan tidak disaat seperti itu, akan tetapi kita selalu hadir dalam kegiatan sosial, baik itu keagamaan umat lainnya,” pungkasnya.

Sumber 

Mantan Sekda Garut siap maju dalam pemilihan Ketua DPD Golkar

Mantan Sekda Pemkab Garut Iman Alirahman menunjukan bukti kartu anggota kader DPD Golkar tahun 1986 kepada wartawan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (2/8/2020). (ANTARA/Feri Purnama)

Berita – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Garut Iman Alirahman menyatakan siap maju dalam pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena sudah memiliki persyaratan yang sah sesuai aturan bakal calon ketua partai daerah.

“Kalau dari petunjuk dan peraturan AD/ART DPP Golkar saya sudah memenuhi syarat untuk bisa maju di Musda Golkar nanti,” kata Iman Alirahman kepada wartawan di Garut, Minggu.

Ia menuturkan, syarat pencalonan yang harus dipenuhi sebagai bakal calon Ketua DPD Golkar Garut, yakni pernah menjadi pengurus Partai Golkar tingkat daerah atau kecamatan, kemudian memiliki gelar pendidikan minimal sarjana, dan aktif sebagai kader dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Baca Juga : Meutya Hafid :”Hasil Survei soal Reshuffle Menteri Jadi Catatan Penting.”

Seluruh persyaratan itu, kata dia, sudah siap dipenuhi, berikut siap menyertakan bukti kartu keanggotaan sebagai kader Partai Golkar sejak tahun 1986.

“Saya jadi anggota Golkar tahun 1986, lalu ada aturan PNS tidak boleh aktif, tapi saya tidak mengundurkan diri, bahkan di tahun 2018 saya maju jadi calon Bupati Garut diusung Partai Golkar, artinya saya sudah memenuhi persyaratan pencalonan,” katanya.

Ia mengungkapkan, alasan maju menjadi Ketua DPD Golkar Garut karena ingin memajukan partai untuk kebaikan bersama, terutama kesiapan pemenangan pada pemilihan kepala daerah nanti.

Menurut dia, sejumlah partai politik di Garut sudah mulai menunjukkan kekuatannya untuk pemenangan pemilihan, untuk itu Partai Golkar Garut harus siap melakukan gerakan lebih baik dibandingkan partai lain.

“Butuh kekuatan dalam tubuh partai ini untuk bersama-sama membangun,” katanya.

Ia menambahkan, Partai Golkar merupakan partai politik terbuka, artinya siapa saja bisa mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Garut dengan mematuhi persyaratan yang sudah ditetapkan.

“Golkar ini partai terbuka, sehingga harus diciptakan itu iklim pemilihan dengan semangat saling memajukan Golkar, dan tidak membangun permusuhan,” katanya.

Sumber 

Pathul Belum Terima Dukungan Golkar di Pilkada Loteng

L. Pathul Bahri (Suara NTB/dok)

Berita – Arah dukungan Partai Golkar di Pilkada Kabupaten Lombok Tengah masih dinamis. Meskipun Golkar NTB telah mengusulkan nama pasangan L. Pathul Bahri-Nursiah, akan tetapi keputuskan akhir DPP Golkar tidak tertutup kemungkinan bisa berubah arah ke pasangan calon lain.

Isu tersebut juga cukup santer mencuat di internal Golkar. Disebutkan hasil Musda Golkar NTB akan ikut mempengaruhi peta dukungan Golkar di Pilkada Lombok Tengah. Pasalnya sebagian sikap politisi Golkar lebih menghendaki supaya mengusung kader sendiri di Pilkada Lombok Tengah.

Melihat situasi dinamika politik di internal Partai Golkar itu sendiri, Fathul Bahri yang dikonfirmasi juga belum berani banyak bicara terkait dukung Golkar kepada dirinya. “Itu urusan internal Golkar. Ndak berani kita dikte urusan internal partai orang,” ucap Pathul saat di tanya terkait dengan kepastian dukungan Golkar akan jatuh ke tangan pasangan Pathul-Nursiah.

Baca Juga : Airlangga Dapat Tugas Dari Jokowi, Golkar Siap Mendukung Penuh

Diketahui, Golkar sendiri memberikan dukungan kepada Pathul dengan syarat harus menjadikan Nursiah sebagai pasangan calon wakilnya. Nursiah sendiri diajukan Golkar lantaran semua kader Golkar yang dijagokan dari trah keluarga Bodak, mengundurkan diri.

Tapi melihat dinamika politik di internal Golkar jelang Musda tersebut, menerima Nursiah sebagai calon Wakilnya, belum menjadi jaminan kepastian bagi Fathul untuk mendapatkan tiket dukungan partai Golkar. Pathul sendiri sangat menyadari tingginya dinamika politik Musda Golkar tersebut. Karana itu dia memilih berhati-hati dalam mengambil sikap.

“Golkar jadi urusan bersama (Pathul-Nursiah) tapi kita menunggu dulu seperti apa internal Golkar itu sendiri, kan Golkar belum menentukan sikap, tapi bukan berarti menggantung, kita melihat dinamika seperti ini, dan akan ke mana Golkar kita belum tahu,” katanya.

Pasangan Pathul-Nursiah sampai sejauh ini baru resmi mengantongi dua tiket dukungan partai politik yakni dari Partai Gerindra dan Berkarya. Dengan dukungan baru dari dua partai tersebut, pasangan Pathul-Nursiah masih belum mencukupi syarat mendaftar ke KPU.

Diketahui syarat minimal dukungan partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki 20 persen atau 10 kursi DPRD untuk bisa mendaftarkan pasangan calon ke KPU Lombok Tengah. Untuk pasangan Pathul-Nursiah yang baru didukung Gerindra dengan tujuh kursi dan Berkarya satu kursi, masih kekurangan dua kursi lagi.

Pathul optimis bisa mulus melaju sebagai calon di Pilkada 2020 ini. Ia meyakini pihaknya bakal mendapatkan dukungan parpol tambahan untuk mencukupi syarat pendaftaran calon ke KPU.

Sumber

Mau Mencalonkan Diri Jadi Ketua DPD Golkar Muaraenim, Silahkan !

Berita –  Bagi siapa saja kader Partai Golkar Muaraenim yang siap, bisa mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah.

Hal ini dikatakan oleh Ketua DPD Golkar Muaraenim Muzakir Saisohar saat memimpin rapat pematangan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di Gedung Golkar, Minggu (02/08/2020) yang dihadiri seluruh anggota, pengurus partai dan anggota fraksi Golkar DPRD Kabupaten Muaraenim.

“Saya mempersilahkan kepada siapa saja kader Partai Golkar Kabupaten Muaraenim yang memenuhi syarat menjadi Ketua DPD untuk mencalonkan diri, dan saya juga berharap ada aura trobosan selain memiliki konsep dan program kerja,”ujar Muzakir yang berharap juga nantinya ada pemimpin baru.

Baca Juga : Pilkada Manggarai dan Mabar, Golkar Tunggu Hasil Survei 

Rencananya, DPD Partai Golkar Kabupaten Muaraenim akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) X, sesuai instruksi DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan yang akan diselenggarakan pada Jumat (07/08/2020) mendatang.

Sementara itu, Ketua Organization Committee (OC) Ahmad Solihin hanya menekankan pada teknis pelaksanaan musda saja. Pelaksanaan musda diselanggarakan di Hotel Griya Sintesa.

Selain itu, hasil rapat pemantapan pelaksanaan musyawarah daerah X, dirinya bersama pengurus partai yang ditunjuk dalam kepanitiaan musda Golkar Kabupaten Muaraenim ini, berharap dapat menjalankan tugasnya dan palaksanaan musda lancar dan kondusif serta menjalankan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

Selain itu, Ketua Steering Committee (SC) Adi Zulistian SH menambahkan, dalam pelaksanaan musyawarah daerah X pemilihan Calon Ketua DPD Partai Golkar Muaraenim, total hak suara ada 26 suara.

“Mengenai syarat pencalonan sesuai dengan juklak No 2 Partai Golkar Tahun 2020 diantaranya dukungan 30 persen dari pemilik hak suara,” pungkasnya.

Sumber 

 

Mantan Sekda Garut Maju Pemilihan Ketua DPD Golkar, Ini Alasannya

Mantan Sekda Pemkab Garut Iman Alirahman menunjukan bukti kartu anggota kader DPD Golkar tahun 1986 kepada wartawan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (2/8/2020).

Berita- Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Garut Iman Alirahman menyatakan siap maju dalam pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena sudah memiliki persyaratan yang sah sesuai aturan bakal calon ketua partai daerah.

“Kalau dari petunjuk dan peraturan AD/ART DPP Golkar saya sudah memenuhi syarat untuk bisa maju di Musda Golkar nanti,” kata Iman Alirahman kepada wartawan di Garut, Minggu (2/8/2020).

Ia menuturkan, syarat pencalonan yang harus dipenuhi sebagai bakal calon Ketua DPD Golkar Garut, yakni pernah menjadi pengurus Partai Golkar tingkat daerah atau kecamatan, kemudian memiliki gelar pendidikan minimal sarjana, dan aktif sebagai kader dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Baca Juga : Harapkan Lancar, DPD Golkar Tabanan Siapkan Musda

Seluruh persyaratan itu, kata dia, sudah siap dipenuhi, berikut siap menyertakan bukti kartu keanggotaan sebagai kader Partai Golkar sejak tahun 1986.

“Saya jadi anggota Golkar tahun 1986, lalu ada aturan PNS tidak boleh aktif, tapi saya tidak mengundurkan diri, bahkan di tahun 2018 saya maju jadi calon Bupati Garut diusung Partai Golkar, artinya saya sudah memenuhi persyaratan pencalonan,” katanya.

Ia mengungkapkan, alasan maju menjadi Ketua DPD Golkar Garut karena ingin memajukan partai untuk kebaikan bersama, terutama kesiapan pemenangan pada pemilihan kepala daerah nanti.

Menurut dia, sejumlah partai politik di Garut sudah mulai menunjukkan kekuatannya untuk pemenangan pemilihan, untuk itu Partai Golkar Garut harus siap melakukan gerakan lebih baik dibandingkan partai lain.

“Butuh kekuatan dalam tubuh partai ini untuk bersama-sama membangun,” katanya.

Ia menambahkan, Partai Golkar merupakan partai politik terbuka, artinya siapa saja bisa mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Garut dengan mematuhi persyaratan yang sudah ditetapkan.

“Golkar ini partai terbuka, sehingga harus diciptakan itu iklim pemilihan dengan semangat saling memajukan Golkar, dan tidak membangun permusuhan,” katanya.

Sumber

Scroll to top